Mafia Cantik Penakluk Gus Tampan

Mafia Cantik Penakluk Gus Tampan
Mengantarkan makan siang


__ADS_3

❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Happy reading guys 😘😘😘


Satu tahun berlalu, hubungan Edward dan Ning Syaqila masih begitu begitu saja, Edward yang masih bersikap dingin pada Ning Syaqila.


Ning Syaqila menyiapkan makan siang untuk suaminya, dia bertekad akan berusaha mencairkan hati suaminya.


"Bik tolong kasih tahu sama pak Maman untuk siapkan Mobil"


"Baik Nyonya."


Ning Syaqila mematut dirinya di cermin, mengoleskan bedak tipis di wajahnya, kemudian lip tint di bibir nya agar tidak kering.


Setelah selesai Ning Syaqila meminta Maman mengantarkan pada tempat kerja suaminya, ini kali pertamanya dia pergi keluar Mansion tanpa berpamitan pada suaminya.


"Bismillahirrahmanirrahim ya Allah ya Rabbi,,, maafkan lah atas segala dosa dosaku."


Ning Syaqila mengingat sebuah hadist tentang dosa seorang istri keluar tanpa izin suaminya.


Sabda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam: “Siapa saja perempuan yang keluar rumahnya tanpa ijin suaminya dia akan dilaknat oleh Allah sampai dia kembali kepada suaminya atau suaminya ridha terhadapnya.” (Riwayat Al Khatib)


"Syaqila ini demi rumah tanggamu, ya Allah Ridhai setiap langkah hamba."


Satu jam perjalanan sampailah di gedung pencakar langit, walau perusahaan Abangnya tidak kalah megah dari ini tapi tetap saja dia kagum.


Ning Syaqila bertanya pada seorang satpam dimana ruangan suaminya, tapi satpam itu malah bertanya sudah membuat janji apa belum, Ning Syaqila menggeleng membuat satpam itu mengusir nya.


"Maaf Nona jika anda tidak membuat janji sebelumnya anda tidak bisa bertemu dengan Tuan Edward."


"Tapi,," Ucapan Ning Syaqila langsung dipotong satpam tersebut.


"Sebaiknya Anda pergi Nona." usir satpam itu , membuat kaki Ning Syaqila lemas.


"Qil,," panggil Seorang dibelakangnya.


"Quenna,,," Ning Syaqila tersenyum senang melihat Queena dibelakangnya.


"Alhamdulillah,,," Ning Syaqila bersyukur karena ada Queena.


"Mau ketemu Uncle?" tanya Queena.


"Iya" jawab Ning Syaqila dengan pipinya yang langsung memerah.


"Kenapa tidak langsung masuk saja?"


"Aku tidak tahu dimana ruangan Mas Edward."


" Ayo aku antar , kebetulan tadi memang habis ketemu sama Uncle."


Queena mengantarkan Ning Syaqila ke ruangan Edward, mereka saling bertukar cerita, Queena bertanya mengapa Ning Syaqila jarang pulang ke pesantren.


"Kamu kenapa tidak main ke pesantren? sudah lama loh kamu gak main."


"Mas Edward sibuk Queen." jawab Ning Syaqila.


Sampai di depan ruangan Edward Queena langsung kembali.


"Qil,, aku antar sampai sini saja ya,, takutnya Baby twins nangis." ucap Queena.

__ADS_1


"Tidak apa apa Queen, makasih ya,,"


balas Ning Syaqila.


"Sama sama, ajak Uncle main ya, gak usah terlalu patuh juga lawan saja kalau Uncle main main sama kamu,kasih tahu aku biar aku kuliti Uncle."


"Assalamu'alaikum,," Queena berjalan terburu buru meninggalkan Ning Syaqila sendirian.


Ning Syaqila ragu, meja sekertaris kosong mungkin lagi makan siang, Ning Syaqila mendekati ruangan Edward ternyata pintunya tidak tertutup rapat, mendorong dengan pelan.


"Astaghfirullah,,,Maaf." Ning Syaqila langsung berbalik, pemandangan di depannya benar benar membuatnya sakit,air matanya jatuh dengan sendirinya.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Quenna melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh,dia takut Baby twins menangis, pasti suaminya itu kerepotan menjaga Baby twins yang sedang aktif aktifnya.


Usia mereka sudah satu tahun, dan mereka sudah bisa berjalan dari umur sebelas bulan, mereka berdua benar benar aktif dan sangat usil.


Sampai di perusahaan AZ company Queena berjalan terburu buru menuju ruangan Suaminya kegaduhan sampai terdengar di depan lift ruangan Gus Alzam.


Pintunya yang tidak di tutup membuat suaranya terdengar ke luar.


Ruangan Gus Alzam sudah seperti kapal pecah, mainan dan kertas kertas dimana mana, Arvin yang jadi kuda kudaannya mereka berdua, melihat wajah Arvin yang sudah seperti badut, cemong penuh dengan lumuran coklat.


"Hahaha,,,," Queena langsung menertawakan Arvin.


"Salam dulu Humaira,,," tegur Gus Alzam.


"Assalamu'alaikum ,," ucap Queena.


"Waalaikum salam,,"


"Anak sholeh dan Sholehah nya Mommy pintar banget sih membuat wajah Uncle Arvin makin tampan."


"Mereka berdua memang benar benar anak kamu Queen."


"Hahaha,,,, iya lah kamu pikir mereka anak siapa?"


"Mereka menuruni semua sikapmu Queen, tidak ada sikap Gus Alzam."


"Hahaha,,,," tawa Queena.


Melihat Mommy nya tertawa Baby twins ikut tertawa.


"Kalian ikut menertawakan Uncle ya,," Arvin menggelitik Baby Twins membuat Baby twins makin tertawa.


"Tadi aku bertemu dengan Syaqila By." Queena berjalan duduk di sofa sambil menggendong Baby Zia, dan Baby Zio mengikuti dibelakangnya.


"Dimana?" tanya Gus Alzam.


"Di kantor Uncle Edward." jawab Queena.


"Oh,,, "


"Kok cuma Oh sih By."


"Lalu aku harus bilang apa Humaira?"


"Ya kamu nanya gitu bagaimana keadaan Syaqila."

__ADS_1


"Kamu juga pasti kasih tahu kalau Syaqila kenapa napa sayang, lagian sekarang Syaqila sudah menikah, dan dia tinggal dengan suaminya, jadi kita tidak boleh mencampuri lagi urusannya."


"Tapi aku kesal loh by sama Uncle."


"Kesal kenapa Humaira?"


"Ya masak semenjak menikah Syaqila jarang banget main ke pesantren."


"Mungkin Uncle sibuk sayang."


"Ish,, jawaban kamu kok sama seperti jawaban Syaqila sih."


"hahaha,,," Gus Alzam tertawa renyah.


"Humaira,,," Gus Alzam mencubit pipi Queena dengan gemas.


Baby Zia mengikuti Abinya mencubit pipi Mommy nya, Queena pura pura kesakitan dengan cubitan Baby Zia pura pura menangis sehingga membuat Baby Zio tidak tega dan mencium pipi Mommy nya yang di cubit Abi dan Adiknya.


"My,,my,,,, Huwa,,," Baby Zia ikut menangis memeluk Mommy nya, Baby Zio mendorong Adiknya sehingga membuat Baby Zia makin kencang menangis nya.


"Tidak boleh begitu Abang." Gus Alzam menggendong Baby Zia .


"Mommy tidak apa apa sayang tadi hanya becanda kok, minta maaf ya sama Adek."


Baby Zio mengangguk, Queena menuntun tangan Baby Zio agar bersalaman dengan Adiknya, begitupun Gus Alzam menuntun Baby Zia agar menerima uluran tangan Abangnya.


"Anak pintar,,, muah muah,," Queena mencium Baby Twins bergantian, sementara Gus Alzam mencuri ciuman dari Istrinya.


"Ingat disini masih ada jomblo ya,,," ucap Arvin yang baru datang dari toilet, dia tadi membersihkan wajahnya yang penuh dengan coklat.


"Makanya cepat Nikah Vin."


"Belum ada calon Queen"


"Hhh,,, makanya jadi cowok tu jangan kebanyakan mikir, nanti keburu di ambil orang lagi."


Arvin memutar bola matanya, gak Ella gak Queena selalu saja memojokkan dirinya.


"Oh,, iya Queen, gimana ya keadaan Ella sekarang?"


semenjak Ella memutuskan untuk melanjutkan kuliahnya, dia tidak pernah lagi tahu keadaan nya.


"Hahahaha,,, kangen lo sama Ella?"


"Cuma nanya aja Queen"


"Hahaha,,, "Queena tetap tertawa, Ella memang menghilang bagai di telan Bumi, selama setahun ini dia tidak pernah menghubungi siapapun kecuali Queena tentunya.


Tidak ada yang tahu Ella kuliah dimana dan jurusan apa, tanpa semua orang sadari seorang merasa kehilangan saat Ella tidak lagi merecoki hidupnya.


_


_


_


TBC


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2