Mafia Cantik Penakluk Gus Tampan

Mafia Cantik Penakluk Gus Tampan
Penghianat


__ADS_3

*******


Happy reading guys 😘😘😘


"Waww,,, Rupanya tamunya sudah datang." ucap Queena.


"Sorry gue telat jadi gak bisa kasih penyambutan buat kalian." Queena menyeringai memandang mereka satu persatu.


Gus Alzam mendekat ke arah Istrinya, kelihatan istrinya itu masih sedikit pucat,walau tidak sepucat tadi pagi.


"Gak usah banyak bacot deh lo." ucap Clara.


"Haha,,, Santai aja gak usah nge gas."


"Tidak usah banyak bacot cepat ratakan bangunan ini ! " perintah Marko.


"Waw,, besar juga nyalimu ya,, " Queena memandang remeh Marko dan yang lainnya.


"Haha,, Queen apa yang bisa lo banggakan kali ini, lo udah tidak bisa berbuat apapun."


"Gue takut nanti kena serangan jantung lalu mati mendadak setelah mengetahui kenyataan nya." Marko dan Clara terus berkoar.


Setelah itu banyak anak buah Marko dan Clara mengelilingi Queena.


"Haha,,, haha,,, benarkah begitu?" tawa Queena.


"Lo pasti gak asing siapa mereka?"


balas Marko.


"Haha,,,, mereka hanya sampah di Black Diamond."


"Apakah menurut mu, aku akan terkejut karena melihat tikus ini." Seorang mendorong Alonzo yang sudah di ikat kedepan Queena.


Alonzo adalah tangan kanan Queena di Black Diamond, yang dia percayai menggantikan dirinya di Black Diamond.


Marko , Clara dan Fatimah terkejut melihat Alonzo bisa seperti ini.


"Bagaimana bisa?" ucap Clara.


"Apa yang tidak bisa seorang Queena lakukan."


"Aku seorang Ratu, dan Ratu tidak akan pernah tunduk kecuali pada rajanya." Kemudian menendang Alonzo pada Clara dan Marko.


"Brengsek kamu Queena ! " Maki Ning Fatimah.


"Baru tahu lo?"


"Tapi itu tidak berpengaruh bagi kami, haha,, itu hanya bagian kecil." ucap Clara dengan Licik.


"Pesantren ini akan tetap kami ratakan."


"Tapi syaratnya masih berlaku buat kamu zam, cukup ceraikan bocah tidak bermoral ini, setelah itu jadilah suamiku." Ning Fatimah berkata dengan sangat yakin.


"Haha,,,,haha,,"


"Haha,,,haha,,"


"Anak Haram seperti lo emang harus segera di musnahkan." ucap Queena.


Semua orang menatap Queena, apa maksud perkataan Quenna.


"Jangan asal bicara kamu bocah." bentak Ning Fatimah.

__ADS_1


"Gue bukan lo yang suka nge fitnah orang." balas Queena santai.


"Haha,,, Santai Fatimah jangan sampai terpancing ucapan dia."


"Queen,, apa yang bisa lo banggakan, lo tahu Aqueena Company sudah berpindah tangan pada gue dan Clara, Mafia Black Diamond juga sudah berpindah pada kami, sementara perusahaan suami lo sudah jatuh pada Fatimah." Marko berkata sambil memberikan berkas pengalihan perusahaan Aqueena atas nama dirinya.


Queena menerima dengan senyum miring nya, kemudian memberikan pada suaminya.


Gus Alzam tersenyum membaca berkas berkas tersebut.


"Seperti nya kalian belum tahu siapa musuh kalian."Ujar Queena.


"Haha,,, Queena Queena, sudah miskin saja lo masih sombong, jangan sampai kesombongan lo itu membawa lo ke liang lahat." balas Clara.


"Aku ingin dia merasakan apa yang aku rasakan." Ning Fatimah menatap tajam Queena, dia mendekati Queena mengangkat tangannya akan menampar Queena, namun segera di tahan Gus Alzam,di hempaskan dengan kasar tangan Ning Fatimah.


"Masih belum lihat betapa cintanya Alzam sama gue?"


Ning Fatimah benar benar marah "Ratakan pesantren ini sekarang juga." Teriak Ning Fatimah.


Abi Reyhan sudah tidak berdaya air matanya menetes melihat pesantren yang sudah turun temurun akan di ratakan.


"Nak,,, jangan lakukan ini nak,Zam cegah Fatimah zam."Umi Maryam terus menangis.


Mereka mulai menggerakkan Alat alat berat itu untuk meratakan pesantren.


Queena yang sudah mulai kehilangan kesabaran, langsung saja menendang Fatimah hingqa jatuh tepat di bawah kakinya.


"Seperti nya lo emang mau memancing jiwa iblis gue." Queena menginjak dahi Fatimah, menodongkan pistol yang dia sembunyikan di balik gamisnya.


"Que,,nn,, apa yang ka,,mu lakukan?" tanya Fatimah dengan gemetar.


"Lo gak lihat?".


"Lepaskan Fatimah Queena, apa yang akan lo lakukan jika sudah begini lihat semuanya sudah di kepung, bukan hanya lo yang akan tewas, tapi suami lo juga termasuk keluarga nya."


Memang benar sekarang mereka sudah di kepung oleh Mafia Black Diamond yang dulunya adalah anak buah Queena, mereka berkhianat.


Queena melirik Gus Alzam yang masih terlihat tenang walau sekarang sudah di kepung.


Queena tersenyum licik, "Lalu bagaimana jika keadaan berbalik ?"


"Apa maksud lo?" tanya Clara.


"Coba lo lihat senjata mereka mengarah ke mana"


Clara dan Marko melihat sekelilingnya, ternyata benar semua senjata itu mengarah pada mereka.


"Sial,,! " umpat mereka.


"Haha,,,, Kalian gak lupa kan siapa yang kalian hadapi?"


Marko dan Clara mencoba memasang wajah setenang mungkin.


"Haha,,, jika memang hari ini kami akan mati, kami tidak perduli yang penting lo akan hancur, karena keluarga suami lo tidak akan menerima pembunuh seperti lo."


"Haha,,,haha,,,"


"Haha,,,,haha,,," tawa Marko dan Clara.


"Begitu??" tanya Queena.


Gus Alzam Memeluk Queena, dia meyakinkan istrinya jika dia menerima apapun masa lalu Queena.

__ADS_1


"Mata kalian tidak buta kan?" Queena mengejek mereka.


"Kalian ini hanya Tikus kecil."


"Tapi Tikus kecil ini sudah menjadi pemilik sah AZ company dan Aqueena Company."


balas Clara.


"Coba teliti lagi berkas berkas itu."


"Lo pikir ini berkas palsu dengar ya,,, asisten kepercayaan lo itu sudah bekerja sama dengan kami, dia juga penghianat, jadi sekarang lo itu sudah miskin." teriak Clara.


Queena makin menekan kakinya yang berada di atas dahi Ning Fatimah.


"Haha,,,, Walau Aqueena Company hancur tidak akan membuat saya miskin, tapi tidak akan ada satupun orang yang dapat menyentuh Aqueena Company,apalagi hanya sampah seperti kalian."


"Lo terlalu meremehkan kami Queen."


"Mas Alzam tolong aku mas." ucap Ning Fatimah memegang kaki Gus Alzam yang berada di sebelah Queena.


Segera Queena injak tangannya " Berani lo sentuh suami gue mati lo, anak haram !"


Gus Alzam Memeluk istrinya erat takutnya nanti dia lepas kontrol.


Marko diam diam mengarahkan pistolnya ke arah Queena.


'DORR,,' Queena lebih dulu menembak tangan Marko, insting Queena begitu kuat.


Banyak teriakan semua orang begitu kaget mendengar suara tembakan.


"Akh,,,,," teriak Marko kesakitan.


"Jangan macam macam sama Queena, lo gak lupa kan apa yang terjadi sama saudara kembar lo."


"Atau lo mau mencobanya?" tanya Queena.


Clara menelpon seseorang "Segera kesini ! " perintah nya.


"Humaira,,, usahakan jangan sampai membunuh orang ya sayang,," bisik Gus Alzam di telinga Queena.


"Ya ,, gak seru lah by kalau gak di bunuh, masak Mafia hanya main main gk seru loh." balas Queena dengan berbisik juga.


"Istri ku ini kan istri sholehah."


"Queen kelamaan ihh langsung bunuh saja,, gue dukung lo ! "Teriak Ella.


"Ayo Queen ,,ayo semangat!"


"Basmi hama,,,!"


"Basmi ******,,! " Ella terus berteriak


Semua orang menatap Ella aneh masak sahabatnya di dukung untuk membunuh.


_


_


_


TBC


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2