
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Tuan Fredy dan Malvin turun dari pesawat pribadinya, setelah mendengar kabar kalau Princess nya akan segera melahirkan Meraka langsung pulang ke Indonesia saat itu juga, bahkan mereka melupakan Alzam yang juga ada di Paris.
"Ya Allah Dad mengapa kita tidak mengajak Alzam juga untuk pulang bersama pasti Princess sangat membutuhkan suaminya Dad." ucap Malvin saat sudah berada di dalam mobil.
"Kenapa kamu baru bilang Vin?"
"Aku lupa Dad." jawab Malvin.
Satu jam lebih menempuh perjalanan Tuan Fredy dan Malvin sampai di rumah sakit tempat Quenna melahirkan, mereka disambut dengan ramah oleh semua pekerja rumah sakit.
Tuan Fredy dan Malvin langsung menuju ruangan khusus untuk keluarga nya, karena memang rumah sakit tempat Quenna melahirkan merupakan milik keluarga nya.
Saat membuka pintu nampak lah Queena yang tertidur dalam pelukan Gus Alzam, sementara Gus Alzam mengelus kepala istrinya dengan penuh kasih sayang sambil membacakan Sholawat.Mereka belum menyadari kedatangan Tuan Fredy dan Malvin.
Tuan Fredy dan Malvin sedikit terkejut melihat Gus Alzam berada disana bukankah Gus Alzam berada di paris begitulah pikiran mereka.
"Assalamualaikum,," ucap Tuan Fredy.
"Waalaikum salam,," Gus Alzam menoleh sedikit terkejut melihat mertua dan iparnya.
"Daddy,,, Malvin "
"Kamu kok bisa disini zam?" tanya Malvin.
"Bukankah kamu berada di Paris." lanjut Malvin.
"Aku pulang Vin." jawab Gus Alzam.
Tuan Fredy melihat keadaan Princess nya, dia sangat khawatir pada Putrinya rasa terauma masih lekat dalam hatinya.
"Princess baik baik saja kan Zam?" tanya Tuan Fredy.
"Queena baik baik saja Dad, dia wanita yang hebat mampu melahirkan buah hati kami dengan selamat." jawab Gus Alzam.
Gus Alzam meletakkan kepala Queena dengan perlahan pada bantal, namun Queena malah terbangun.
"Engggghhh,," Queena menggeliat kemudian membuka matanya.
"Daddy,,,! " panggilnya saat melihat Daddynya.
Queena merentangkan tangannya meminta di peluk oleh Tuan Fredy.
"Selamat ya Princess sekarang sudah jadi Mommy ." ucap Tuan Fredy sambil memeluk Queena.
"Dan Daddy sudah jadi Grandpa " balas Queena.
__ADS_1
"Oeekkkk,,,oekkk,,," Baby twins Queena menangis bersamaan.
"Adduhh,,, ponakan Uncle iri ya,,, karena Grandpa lebih memperhatikan Mommy nya dari pada Baby twins." ucap Malvin mendekati box baby Twins.
Tuan Fredy menggendong putri Queena sementara Gus Alzam menggendong putranya.
Seolah mengerti kedua anak Queena langsung diam.
"Kalian sudah menyiapkan nama untuk baby Twins?" tanya Tuan Fredy.
"Sudah Dad." jawab Queena.
"Wahhh,,,, siapa namanya Princess?" tanya Malvin.
"Zio dan Zia Baby Zio untuk abang dan baby Zia untuk adik." jawab Queena.
"Nama yang cantik sayang." ucap Tuan Fredy.
Malvin Memeluk Queena dengan sangat erat, sekarang princess kecilnya sudah menjadi seorang Mommy.
"Selamat ya Princess nya Abang sekarang sudah menjadi seorang Mommy,maaf Abang tidak ada saat kamu akan melahirkan." ucap Malvin.
"Tidak apa apa bang yang terpenting sekarang Anak Queena lahir dengan selamat." jawab Queena.
Malvin bertanya pada Queena penyebab Queena melahirkan sebelum waktunya, Queena sedikit bingung harus menjawab jujur atau bohong saja.
Gus Alzam ikut menanti jawaban Queena karena dia sendiri tidak mengetahui penyebab istrinya melahirkan sebelum waktunya.
"Dimana Edward, kenapa dia membiarkan kamu keluar rumah sendiri?" tanya Tuan Fredy dengan nada marah.
"Uncle Edward sebenarnya melarang Queena namun aku tetap maksa, jadi ini bukan salah Uncle Edward." jawab Queena.
"Maka dari itu jangan ngeyel Princess, untung kamu dan anak kamu tidak apa apa bagaimana jika sampai terjadi sesuatu sama kalian."
"Iya Dad lain kali aku kan menurut." pasrah Queena.
"Hallo Baby Zia,, sini gendong sama Uncle ya,,"Malvin mencoba mencairkan suasana karena ruangan ini sudah sedikit memanas.
Malvin mengambil Baby Zia dari gendongan Tuan Fredy dari tadi dia sudah sangat gemas dengan ponakannya ini, wajahnya benar benar duplikat Queena hanya.
Sementara Baby Zio merupakan Perpaduan antara Gus Alzam dan Quenna, wajahnya sudah terlihat tampan walau masih bayi.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Tiga hari dirumah sakit Queena sudah diperbolehkan pulang,saat ini mereka sudah sampai di depan rumah, memasuki rumah dengan mengucapkan salam Queena menggendong baby Zio dan Gus Alzam menggendong Zia.
Zia begitu lengket dengan Abinya walau masih bayi merah.Namun, dia seolah bisa membedakan mana Abinya dan mana orang lain, dia akan menangis kencang saat di gendong orang selain Mommy dan Abinya, bahkan saat Umi Maryam pun yang menggendongnya dia akan menangis kejer kecuali pada Uncle Edward.
__ADS_1
Saat membuka pintu Queena di suguhkan dengan kejutan yang diberikan Keluarganya.
"Surprise,,,!" teriak mereka namun masih lebih dominan suara Ella.
"Terimakasih semuanya." ucap Queena.
Umi Maryam mengambil baby Zio dari gendongan Queena " Kamu istirahat dulu ya nak ." ucap Umi Maryam lembut pada Queena.
Baby Zio tampak tenang dalam gendongan neneknya, berbeda dengan Baby Zia yang langsung menangis kencang saat Ning Syaqila mencoba menggendongnya.
"Ponakan Uti kenapa menangis sayang." ucap Ning Syaqila dengan lembut sambil menimang baby Zia.
Karena tidak tega Uncle Edward mengambil baby Zia dari gendongan Ning Syaqila.
"Maaf,," ucap Uncle Edward saat tidak sengaja tangan nya menyentuh kulit Ning Syaqila.
"Tidak apa apa ," jawab Ning Syaqila tubuhnya seolah tersengat listrik saat kulitnya bersentuhan dengan Uncle Edward.
"Cucunya Grandad jangan menangis sayang, nanti cantiknya hilang loh." perlahan tangis Baby Zia langsung reda.
Semua orang menatap takjub pada Uncle Edward karena berhasil memenangkan baby Zia , bayi kecil yang sangat pemilih itu diam saat di gendong Uncle Edward.
Uncle Edward mengubah panggilan nya untuk baby Twins yang awalnya memanggil Grandpa di ubah Grand dad karena biar tidak sama saat memanggil dirinya dan Tuan Fredy katanya.
"Uncle cocok banget loh kalau punya anak." celetuk Malvin.
"Benar banget tuh." sambung Ella.
"Makanya segera nikahi aku dong biar segera bisa buat baby ." lanjut Ella.
Uncle Edward hanya melirik saja pada Malvin dan Ella, dia lebih memilih fokus menggendong cucunya.
"kamu saja menikah dulu Vin biar bisa memberikan Uncle cucu seperti Princess." ucap Uncle Edward dengan datar.
"Aku tidak mau mendahului Uncle." jawab Malvin.
"Bilang aja lo gak laku bang." ucap Ella.
"Gue bukannya gak laku ya Ell, banyak yang ngantri buat jadi istri aku, hanya saja aku tidak ingin salah dalam memilih istri takut nya nanti dapat yang cewek modelan kayak lo gini Ell." balas Malvin.
_
_
_
_
__ADS_1
TBC
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘