Mafia Cantik Penakluk Gus Tampan

Mafia Cantik Penakluk Gus Tampan
Cinta pertama Queena


__ADS_3

*******


"Daddy Queena masih rindu sama Daddy hiks ,," tangis Queena makin jadi saat Tuan Fredy mematikan teleponnya.


Gus Alzam dengan sigap memeluk Queena, menenangkan istrinya dengan mengusap usap punggung Queena,mencium keningnya.


"Humaira,, sudah ya nangisnya nanti kita pergi ke tempat Daddy mau?" tawar Gus Alzam.


"Hiks,, beneran?"


"Iya Humaira, tapi berhenti nangisnya ya,," bujuk Gus Alzam, dia tidak tega melihat istrinya menangis hidungnya sudah memerah.


"Dari kecil aku tidak pernah berpisah dengan Daddy by, paling lama cuma sehari semalam, itupun hampir setiap jam kita video call by."


"Hiks,,, Daddy itu adalah cinta pertama Queena, dari dulu saat aku sakit Daddy akan menangis, dia menjaga aku dua puluh empat jam, walau Queena tidak punya mommy hiks,, tapi aku tidak kekurangan kasih sayang, karena Daddy selalu ada buat Queena menjadi Ayah sekaligus ibu buat Queena hiks."


"Hiks,,,hiks,,Dulu pernah saat aku SD kelas dua, sekolah bertamasya sambil merayakan hari ibu,,hiks hiks,,hiks,," Queena semakin tidak bisa membendung tangisannya.


"Sudah sudah jangan dilanjutkan." ucap Gus Alzam.


Queena menggelengkan kepalanya " Hiks,,hiks,,, Semua teman teman Queena bersama ibunya hanya aku sendiri yang bersama Daddy, Daddy selalu memberi Queena semangat dia selalu berkata walau mommy tidak ada di samping tapi,,,hiks mommy akan selalu di hati Queena hiks,,"


"Saat semua teman teman Queena membacakan puisi buat Mommy nya, Queena membacakan puisi buat Daddy hiks hiks,,"


"Daddy tidak pernah mau dekat perempuan manapun karena Daddy takut dia tidak dapat menyayangi Queena hiks,,"


Queena bercerita sambil menangis, dia rindu dengan Daddynya.


"Sudah dong Humaira nangisnya,,, "


'Cup,,,cup' Gus Alzam mengecup Queena mulai dari kening pindah pada kedua matanya , hidung , saat Gus Alzam akan mengecup bibir Queena segera ditutup pakai tangannya oleh Queena sambil menggelengkan kepalanya.


"Gak usah modus by hiks,,, hiks,,,"


"Siapa yang modus sih Humaira,, aku itu hanya menambah pahala saja." ucap Gus Alzam.


"Humaira,,, banyak keutamaan keutamaan mencium istri loh, bukan hanya karena nafsu semata sayang namun menjadi bukti sayangnya suami pada istri."


"Tunggu deh by, kamu itu pintar banget sih soal begituan, pantesan mesum banget."


"Humaira,,, Suami mencium istri bukan mesum sayang, nambah nambah pahala."


"Lagian mesum sama istri sendiri kan tidak apa apa dari pada mesum sama perempuan lain haha,,"lanjut Gus Alzam


"Coba saja kalau berani"


"Kamu punya keinginan buat punya istri lebih dari satu gak sih by?" tanya Queena.


"Tidak, satu istri yang ini saja sudah cukup kok" jawab Gus Alzam mencium lembut pipi Queena.


"kenapa kamu bertanya seperti itu Humaira?"

__ADS_1


"Siapa tahu aja kamu mau mengikuti jejak nabi ."


"Haha,,, Humaira poligami itu memang diperbolehkan tapi,,," ucapan Gus Alzam langsung dipotong Queena.


"Huh,, kenapa sih harus ada poligami."


"Humaira,, poligami itu memang boleh tapi,, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, Suami harus bisa berlaku adil pada istri istrinya, seperti yang sudah di terangkan dalam surat An Nisa


وَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَىٰ فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَىٰ وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ ۖ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَلَّا تَعُولُوا


“Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilama kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi ; dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya” [An-Nisa/4 : 3] "


"Tapi jika tidak bisa berbuat adil lebih baik memiliki satu istri saja


فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً


“Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja”. [An-Nisa/4 :3]


Queena benar benar kagum dengan suaminya, " Makin sayang deh sama kamu by" ungkap Queena.


"Haha,,, haha,,, harus dong."


Otak Queena berpikir kemana mana, dia berpikir bagaimana kalau suaminya itu menikah lagi.


"By kalau orang punya dua istri kan harus adil ya?" tanya Queena.


"Iya Humaira.."


"Maksudnya sayang?" tanya Gus Alzam dia bingung dengan pertanyaan ambigu istrinya itu.


"Ihh,,, itu loh" kesal Queena.


"Haha,,, haha,,," Gus Alzam tertawa dia baru paham maksud istrinya.


"Humaira,, yang dimaksud berlaku adil itu, bukan hanya hubungan badan, tapi,, dari segi materi, dan waktu saja bukan pas saat berhubungan juga, misalkan dua malam bersama istri pertama dan melakukan hubungan bad*n , dua malam berikutnya bersama istri keduanya, sang suami tidak wajib melakukan hubungan bad*n juga, karena yang wajib itu hanya pembagian waktunya."


"Kasihan ya,,, istri keduanya, lalu kenapa perempuan tidak boleh memiliki suami lebih dari satu?" tanya Queena.


"Humaira wanita memiliki dua suami itu haram hukumnya, gak boleh."


"Sudah tidak usah berpikir yang aneh aneh sekarang cuci muka dulu, nanti langsung berangkat belanja ya,," ucap Gus Alzam.


"Tapi aku ingin ketemu Daddy,," rengek Queena.


"Nanti setelah belanja kita langsung ke kantor Daddy hm,,"


"Oke deh, tapi aku malas jalannya."


"Baiklah Tuan putri biar aku gendong ya,," Gus Alzam menggendong Queena seperti koala.


"Haha,,," Queena tertawa.

__ADS_1


******


Di meja sekertaris Ning Fatimah, tidak fokus mengerjakan pekerjaannya, dia terus melihat pintu ruangan Gus Alzam.


"Huh,,, menyebalkan sekali gadis tidak bermoral itu, selalu menggagalkan rencana ku, apa dia tidak punya pekerjaan katanya bos perusahaan besar."


"Dan sahabat nya ini sama saja, katanya kerja, tapi suka seenaknya pulang pergi, menambah pekerjaan aku saja." Ning Fatimah menggerutu sendiri.


'Drttt,,,,' ponsel Ning Fatimah bergetar menandakan ada pesan baru.


"Nomer baru,,," guman Ning Fatimah.


'Mau kerja sama' isi pesan tersebut.


"Apasih maksud nya ini tidak berguna." decak Ning Fatimah, dia mengabaikan saja karena baginya itu tidak perlu.


'Drttt,,'


'Gue tau lo punya musuh yang sama dengan gue.' pesan masuk lagi di ponsel Ning Fatimah.


'Drtt,,,'


' Gue juga punya dendam sama Queena,'


Ning Fatimah Terkejut siapa yang mengirim pesan pada ponselnya mengapa bisa tahu kalau dirinya tidak menyukai Queena.


Segera Ning Fatimah membalas pesan tersebut.


'Siapa kamu?' tanya Ning Fatimah.


'lo tidak perlu tahu siapa gue, tapi yang pasti kita punya tujuan yang sama.'


balas orang tersebut.


'Bagaimana mau tidak bekerja sama ?'


'Apa untungnya buat saya?' balas Ning Fatimah.


'Haha,, lo bisa dapetin suaminya Queena dan gue dapat kehancuran Queena.'


Ning Fatimah terus berbalas pesan dengan orang misterius tersebut.


_


_


_


TBC


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2