
*******
Happy reading guys 😘😘😘
Pagi telah tiba, diruangan Queena sekarang sudah berkumpul keluarga Gus Alzam dan keluarga Queena, mereka pagi pagi buta langsung datang ke rumah sakit mendengar kabar kalau Queena sudah sadar.
Ella terus menempel sama Uncle Edward, walau Uncle Edward tidak menanggapi tapi yang namanya Ella ,urat malunya kan sudah putus.
"My sugar Daddy kamu sariawan ya,,?" tanya Ella.
"Atau jangan jangan kamu mendadak bisu."
Uncle Edward hanya melirik Ella malas, sahabat dari keponakannya ini memang benar benar ajaib.
"Hahaha,,,,,,"Tawa Arvin akhirnya meledak juga.
"Heh,,, Makhluk astral nape lo gila? makanya tertawa sendiri." Sewot Ella.
"Lo itu jadi wanita maruk banget sih, siapa sebenarnya yang mau lo nikahi, Gus Azka atau Uncle Edward."
"Yang pastinya bukan lo tentunya." jawab Ella ketus.
"Gue aja gak mau ya sama cewek modelan lo." balas Arvin.
"Haha,, gue sebenernya bingung harus pilih siapa my sweet Duda atau My sugar Daddy, mereka sama sama kandidat yang kuat, untuk sekarang kenapa gue gak dekat dekat dengan my sweet Duda karena takut dosa."
"Emang kalau sama Uncle Edward gak dosa gitu El?" tanya Ning Syaqila.
"Haha,, sedikit."
"Sedikit pala lo peang" ujar Malvin.
"Tapi yang jadi pertanyaan Gue nih Ell, Gus Azka sama Uncle Edward mau gak sama lo? bertahun tahun lo ngejar Uncle Edward tapi tetap aja di tolak." lanjut Malvin.
"Hahaha,,,,haha,,," tawa semua orang diruangan Queena.
"Lo jangan ngeremehin pesona seorang Ella, yang kecantikannya paripurna ini, gak ada yang bisa menolak pesona gue, lo aja pasti terpesona kan, ngaku aja deh bang?" Memang kalau soal percaya diri tidak ada yang bisa ngalahin Ella.
Uncle Edward yang sudah malas mendengar ocehan Ella segera mendekap Ella kedalam pelukannya,membuat Ella berteriak kegirangan bukan salting seperti kebanyakan cewek lainnya.
"Akh,,,,, akhirnya setelah sekian lama gue tahu rasanya di peluk my sugar Daddy." Teriak Ella, sekarang dia sedang guling guling di lantai rumah sakit membuat semua orang menatap Ella ngeri.
Niatnya Uncle Edward mau buat Ella diam ternyata malah makin ribut, dia hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah abnormal Ella.
"Seperti nya lo memang perlu di ruqyah deh Ell." ucap Malvin pelan.
"Mohon maaf sebelumnya ya bi, bisa minta tolong ruqyah Ella, seperti nya setannya makin berkembang di tubuh Ella." Malvin berkata dengan serius pada Abi Reyhan.
Abi Reyhan hanya tersenyum menggelengkan kepalanya.
"Lo kira gue kesurupan bang!" ucap Ella.
"Kalau gak kesurupan ber arti lo emang setannya dong." balas Malvin.
Tuan Fredy melirik Ella dan Malvin tajam, "Hehe,,, sorry Uncle." Ella memang akan tunduk pada Tuan Fredy.
"Zam,,, lebih baik kamu sarapan dulu sana." ucap Tuan Fredy.
"Nanti saja Dad , nungguin Queena bangun dulu."
__ADS_1
"Tak apa ada kita yang jaga Princess, kamu sarapan dulu, biar nanti kamu kuat buat ngadepin tingkah istri mu."
"Baiklah Dad aku ke kantin bentar ya."
Gus Alzam meninggalkan ruangan Queena untuk sarapan di kantin rumah sakit.
"By,,,," panggil Queena,namun matanya masih terpejam.
"Princess,,," Tuan Fredy Segera menghampiri Queena.
Queena membuka matanya melihat sekelilingnya, semua keluarganya berkumpul hanya suaminya yang tidak ada, perlahan air matanya kembali menetes dia berpikir jika semalam dia hanya mimpi di peluk suaminya.
"Kenapa menangis Princess?" tanya Tuan Fredy, Queena tidak menjawab hanya tangisan nya semakin kencang.
"Heyyy,,, kenapa Princess ada yang sakit?" Malvin ikut bertanya pada Queena.
"Alzam,,,hiks,,"
Mereka sekarang mengerti jadi Queena menangis itu karena mencari Gus Alzam begitu.
"Alzam masih sarapan sayang." Ucap Uncle Edward.
Queena memandang Uncle Edward seolah tidak percaya.
"Iya Princess Alzam masih sarapan,tadi Daddy yang menyuruh nya."
Queena masih menangis efek hormon kehamilannya Queena jadi sangat cengeng sekarang.
Gus Azka segera menelepon Abangnya agar cepat kembali, setelah beberapa menit Gus Alzam kembali dengan nafas ngos-ngosan Kate dia lari dari kantin rumah sakit, dan jaraknya lumayan jauh.
"Humaira,,, "Panggil Gus Alzam.
"Udah jangan nangis dong Humaira,," Gus Alzam memeluk Queena sambil mengelus punggung nya.
"Jangan pergi." ucap Queena pelan.
"Iya maaf ya,,"
"Baper gue woyy,," teriak Ella menadapat lirikan tajam dari semua orang.
"Hehe,,," Ella malah nyengir.
Queena masih nyaman di pelukan Gus Alzam, dia seolah takut kembali di tinggalkan Gus Alzam.
Setelah diperiksa Queena kembali memeluk Gus Alzam membuat Dokter yang memeriksa nya tersenyum.
"Maaf Dok" ucap Gus Alzam.
"Tidak apa apa tuan wanita hamil memang seperti itu."
"Wanita hamil emang semengeri kan itu ya,,, " guman Ella namun masih bisa di dengar semua orang.
"Emang lo gak mau hamil Ell?" tanya Malvin.
"Mau asal sama my sweet Duda." Jawab Ella menaik turunkan alisnya menggoda Gus Azka.
"Lo gak ada malunya sama sekali emang Ell."
"Ngapain malu malu bang entar keburu di ambil orang baru tahu rasa" balasnya sambil melirik Arvin.
__ADS_1
"Gus,, bagaimana dengan perusahaan Az company , sekarang kapemilikan nya atas nama Ning Fatimah?" tanya Arvin.
Gus Alzam tersenyum "Enggak kok Vin itu masih tetap milikku."
"Bukankah semuanya sudah ber alih atas nama Ning Fatimah?"
"Itu semuanya palsu."jawab Gus Alzam membuat semua orang menatapnya.
"Maaf sebelumnya aku tidak bermaksud membohongi kalian, hanya saja saat itu aku memang sudah mencurigai Fatimah, sengaja aku tidak mengunci brankas dan meletakkan berkas berkas palsu, jadi yang dia ambil itu memang palsu." cerita Gus Alzam.
"Lalu kenapa saat itu kamu hanya diam saja sih by,, aku hampir saja membunuh si jal*ng itu ." Queena bersuara.
"Maaf Humaira,, aku tidak menyangka jika Fatimah akan senekat itu." dia mengingat saat Fatimah hampir saja mencelakai Istrinya.
"Cinta memang semengeri kan itu ya?" ucap Queena.
"Itu bukan cinta sayang tapi Obsesi." balas Gus Alzam.
"Lalu bagaimana dengan Aqueena Company bukankah sekarang sudah berpindah tangan ?" tanya Ella.
"Tidak juga, di masih punya Queena." jawab Gus Alzam.
"Kok bisa?" heran Queena.
"Itu juga berkas palsu Humaira,,"
Queena memandang Gus Alzam minta penjelasan.
"Dulu waktu awal awal menikah aku pernah mendengar Mike berbicara dengan seseorang untuk merebut Aqueena Company jadi aku juga menukar berkas berkas penting perusahaan kamu dengan yang palsu Humaira,," jelas Gus Alzam.
"Kalian ini memang pasangan yang cocok,sama sama licik." celetuk Ella.
"Bukan Licik Ell, hanya melindungi diri."
"Tapi kenapa aku tidak tahu by?"
"Itu karena kamu terlalu percaya pada Mike Humaira,," jawab Gus Alzam.
"Sejujurnya aku masih belum percaya Mike bisa berbuat seperti itu." ucap Queena pelan.
Tuan Fredy,Malvin dan Uncle Edward tersenyum , ternyata Alzam bisa di andalkan pikir mereka.
"Brakkk,,,,,! "
_
_
_
TBC
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘
Holla para Reders ku yang ter lope lope ❤️❤️
Makasih buat kalian yang sudah men support Author 🙏 🙏🙏 Makasih juga sarannya.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
__ADS_1