Mafia Cantik Penakluk Gus Tampan

Mafia Cantik Penakluk Gus Tampan
Setengah waras


__ADS_3

❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Happy reading guys 😘😘😘


Ning Syaqila memperhatikan jalanan yang di lalui nya, dia sedikit bingung dimana rumah suaminya, mengapa yang mereka lewati seperti hutan, banyak pohon pohon di kanan kiri jalan.


Mau bertanya dia takut, melihat suaminya yang fokus menyetir akhirnya dia memilih menikmati perjalanan dengan melihat pemandangan yang di laluinya.


Sekitar lima belas menit kemudian mereka sampai di sebuah gerbang megah menjulang tinggi, pintu terbuka otomatis, terpampanglah rumah megah lebih tepatnya Mansion, Ning Syaqila tidak hentinya mengucapkan kalimat Masyaallah,dia begitu mengagumi Mansion ini.


Tanpa sepatah kata pun Edward turun dari mobilnya,Ning Syaqila mengikuti suaminya dia turun dari mobil langsung disambut pria berbadan kekar menundukkan tubuhnya.


Edward terus berjalan dengan Ning Syaqila yang terus mengikuti dari belakang,Pelayan berjejer memberikan hormat pada Tuan dan Nyonya barunya,, Mereka sudah di beritahu jika Tuannya akan pulang bersama nyonya baru mereka oleh kepala pelayan.


"Selamat datang Nyonya, perkenalkan saya Siti kepala pelayan disini,kalau butuh apa apa Nyonya bisa panggil saya." Ucap Siti pada Ning Syaqila sambil menunduk memberikan hormat.


"Panggil Syaqila saja buk." ucap Ning Syaqila halus,dia merasa tidak pantas untuk di panggil Nyonya.


"Maaf Nyonya ini sudah perintah dari Tuan."


"Mari Nyonya saya antar kan Nyonya ke kamar utama." Bik Siti menunjukkan kamar utama pada Ning Syaqila.


Semua pelayan begitu kagum dengan Ning Syaqila tutur katanya yang lembut , begitu menghormati orang lain, parasnya juga begitu cantik.


Sampai di depan kamar Utama Ning Syaqila di persilahkan masuk oleh bik siti, tidak lupa Ning Syaqila mengucapkan terimakasih pada Bik siti.


Ning Syaqila melihat kamar yang akan di tempatinya, kamar yang begitu luas di dominasi warna hitam, terkesan sedikit menyeramkan. Ning Syaqila mencari keberadaan suaminya namun tidak ada di kamar ini.


Dia berjalan menuju kamar mandi, saat di dalam dia baru ingat kalau dia lupa membawa baju tidur, setelah mengambil wudhu dia keluar dari kamar mandi.


Edward duduk di sofa sambil memangku laptop, melihat sekilas istrinya lalu melanjutkan kembali pekerjaan nya.


Ning Syaqila duduk di ranjang, melihat suaminya yang fokus bekerja, kemudian berdiri mendekat ke arah Edward.


"Mas mau di buatkan kopi?"


" Tidak,,! Kamu Istirahat saja." balas Edward tetap fokus pada laptopnya.


"Baik Mas,," Ning Syaqila merebahkan tubuhnya di ranjang, sebenarnya dia sedikit tidak nyaman tidur memakai gamis, tapi mau bagaimana lagi dia lupa membawa Piyama.

__ADS_1


"Kamu tidur tidak ganti baju dulu?" Edward dapat melihat kalau Istrinya itu tidak nyaman tidur menggunakan gamis yang di pakainya sedari tadi.


"Hmm,,aku lupa bawa piyama Mas." jawab Ning Syaqila.


"Kenapa kamu tidak bilang dari tadi,coba lihat di walk in closed sana." ujar Edward.


Ning Syaqila menurut dia berjalan dengan pelan ke arah Walk in closed, saat membuka pintu nya dia terperangah melihat jajaran baju tergantung di dalamnya.


"Masyaallah,,, " Di dalam Walk in closed pakaian pria dan wanita tertata rapi di dalamnya.


'Mengapa disini banyak pakaian wanita, apakah punya mantan istrinya.'Ning Syaqila membatin.


Melihat lihat banyak gamis ,piyama dan semua aksesoris wanita semuanya lengkap dan itu semuanya pas dengan ukuran dirinya.


Ning Syaqila mengganti pakaiannya dengan piyama lengkap dengan hijab instan di kepalanya, walau suaminya sudah pernah melihatnya.Namun, rasanya masih sangat malu.


Berjalan ke kamar Ning Syaqila melihat meja rias disana juga tersedia berbagai macam Skincare untuk wanita, fikiran Ning Syaqila mulai berjalan ke mana mana.


'Apakah Mas Edward sering membawa wanitanya kesini.'


Edward melihat istrinya yang sedang melamun, dalam hatinya dia tahu pasti Istrinya itu sedang berpikir yang tidak tidak, namun dia tidak ada niatan untuk menjelaskan nya.


Menutup laptopnya kemudian meletakkan di meja, dengan santai menghidupkan rokok, dan menghisapnya secara perlahan.


Seolah tuli Edward tetap merokok, mengabaikan istrinya yang terbatuk batuk, karena tidak tahan Ning Syaqila memilih keluar dari kamar, mau di bilang gila suaminya itu mungkin setengah waras.


Ning Syaqila meninggalkan kamar memilih berjalan ke dapur dia mengambil air kemudian meminum sebanyak banyaknya agar batuknya segera berhenti.


"Astaghfirullahal Adzim,,, ya Allah,," Mau kembali ke kamar Ning Syaqila malas pasti suaminya itu masih merokok jadilah dia duduk di sofa ruang tamu.


"Astaghfirullahal Adzim,, ya Allah berikan hamba kesabaran lebih." Ning Syaqila terus ber istighfar tidak ingin dirinya terbawa emosi, tanpa terasa dia ketiduran di sofa ruang tamu.


Edward mematikan Rokok di tangannya melihat jam tenyata Istrinya itu sudah hampir satu jam, namun istri kecilnya itu tak kunjung kembali, dia keluar kamar untuk melihat keberadaan Istrinya.


Saat melintasi ruang tamu dia melihat istrinya tertidur, bibirnya sedikit melengkung, mendekati Ning Syaqila memperhatikan nya bulu mata lentik hidung mancung serta bibir mungilnya, tanpa sadar tangan Edward menyentuh bibir yang menurutnya itu merupakan candu.


Dengan perlahan dia mengangkat tubuh mungil Istrinya membawa kamar kemudian menidurkan di ranjang dengan pelan, Edward menatap penuh arti pada Ning Syaqila, perlahan bibirnya menyentuh bibir Ning Syaqila, Awalnya hanya lum*tan biasa namun setelahnya lum*tan penuh gairah dari Edward.


Ning Syaqila menggeliat tidak nyaman, segera Edward menyudahi cium*nnya, kemudian di berbaring di sebelah Ning Syaqila, menyusulnya ke alam mimpi.

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Yang Namanya Ella tidak bisa jika diam, sedari tadi pulang dari pesantren Darussalam dia mengikuti Arvin sampai akhirnya mereka berhenti di alun alun kota.


"Lo ngapain ngikutin gue terus sih Ell?" tanya Arvin.


"Takut lo bunuh diri." jawab Ella.


"Lo kira se bodoh itu?"


"Ngira sih enggak, tapi kan emang fakta kalau lo itu bodoh, jadi gue gak usah ngira ngira."


"Pengen banget gue mencekik lo Ell."


"Emang berani lo?"


"Lo pikir gue takut?"


"Ngungkapin cinta aja lo takut, apalagi mau cekik gue ?"


"Pergi sana lo capek gue ladenin manusia kayak lo Ell"Arvin mengusir Ella.


"Masih betah gue disini."


"Tapi gue yang gak betah di dekat lo bocah."


"Hahahaha,,,,, semakin lo gak betah semakin senang aku Vin."


Arvin menoyor kepala Ella yang sedang menertawakan diri nya, kemudian beranjak pergi meninggalkan Alun alun kota, mengendarai mobilnya dengan cepat, mumpung Ella masih asik tertawa.


Ella masih tertawa melihat Arvin meninggalkan dirinya dengan buru buru.


"Lo benar benar bodoh Vin." ucap Ella santai memasuki mobilnya.


_


_


_

__ADS_1


TBC


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘


__ADS_2