
********
Di pesantren Darussalam suasananya sedang tenang karena sekarang masih jamnya mengaji kitab di kelas masing masing.
Sementara Queena dan Lula sibuk makan buah Lengkeng sambil nonton Drakor, ponsel Queena bergetar menandakan ada panggilan masuk, segera Queena mengangkat nya karena yang menelepon adalah Ella.
"Udah nyampe lo ?" tanya Queena.
"Iya,, mau lewat mana nih gue Queen?"
"Lo manjat tembok aja."
"Oh oke,,"
Queena berjalan mendekati tembok kemudian menghubungi Ella menyuruh melompat setelah melihat keadaan aman.
'Brukk,,,'
"Sialan lo Queen, masak nyuruh gue lompat lewat pagar kalau encok gue gimana coba."
"Diem deh Ell gak usah banyak bacot, gue ada misi buat lo, "
"Paan?"
"Disini tuh ada temennya si j*lang, sifatnya sama persis, gara gara dia gue dihukum."
"Hah kok bisa sih lo di hukum? ,lo kan istri Gus disini."
"Ya bisalah."
"Terus Gus Alzam ngebiarin lo di hukum gitu."
"Lah ini kan memang perintah dia."
" Haha,,,,,, Lo baru sehari disini udah ada musuh aja Queen."
"Udah ayo gue kenalin sama teman baru gue."
"Serius lo punya teman ?"
"Menurut lo?"
"Haha,,, biasanya kan lo gak mau punya teman selain gue."
"Emang lo teman gue?" tanya Quenna telak.
"Terus lo anggap gue apa?"
"Berisik !" tekan Queena.
"Lulu kenalin ini Ella sahabat gue."
"Lulu," ucap Lulu.
"Ella." balas Ella.
Mereka bertiga berkumpul melingkar mengatur rencana buat ngerjain Ustadzah Zahra dan Ning Fatimah.
"Haha,,, kalau urusan itu lo tenang aja Queen."
"Tapi ingat jangan sampai ketahuan."
"Santai Queen, kapan nih mulainya?"
"Tunggu sebentar lagi."
Setelah dirasa aman Ella mulai melakukan tugasnya, dia berjalan menuju ke toilet perempuan dengan mengendap endap.
"Sebenarnya aku puas banget Ning melihat si bocah tidak bermoral itu di hukum." ucap Ustadzah Zahra.
__ADS_1
"Iya sih, dia itu memang tidak ada akhlak sama seperti sahabatnya, sama sama tidak bermoral, mengejar laki laki seolah tidak punya harga diri."
Ella yang mendengar merasa geram 'Awas lo' ucap Ella dalam hati.
"Kamu sudah pernah bertemu dengan sahabatnya?" tanya Ustadzah Zahra.
"Iya,, bahkan dia selalu berkata akan menjadi istri kedua mas Azka." jawab Ning Fatimah.
Tiba tiba lampu toilet mati, Ustadzah Zahra dan Ning Fatimah panik .
"Ya Allah tumben di pesantren ini mati lampu." pekik Ning Fatimah.
Ella cekikikan sendiri sepertinya mereka ketakutan dan itu akan mempermudah rencananya, sekarang dia sudah menggunakan kostum kunti.
Ustadzah Zahra dan Ning Fatimah keluar dari toilet sekelebat bayangan putih melintas di depannya membuat mereka berteriak ketakutan.
"Akh,,,
"Akh,,,,
Teriak mereka berdua, tanpa sadar mereka berlari ke arah gudang, tiba tiba ada yang menyentuh pundak mereka, sontak membuat mereka menoleh dan...
"Akh,,, tolong tolong,,,"
"Tolong,,, tolong,,,,"
Sosok yang begitu menyeramkan berdiri dibelakang mereka, kemudian tertawa layaknya bak kunti.
"Ampun,, tolong,," mereka berdua terus menjerit saat sosok itu makin mendekat.
Mereka menutup mata menggunakan kedua tangannya.
******
Setelah kepergian Ella , Queena dan Lulu pura pura khusuk membaca Istighfar, Ning Syaqila, Ustadzah Nirmala dan Lala datang menghampiri mereka membawakan minuman beserta makanan ringan.
"Maaf ya Queen aku tidak bisa bantu kamu." sesal Ning Syaqila.
Mereka bertiga menemani Queena dan Lulu yang sedang menjalankan hukuman.
"Akh,,, Tolong,, tolong."
" kayak ada suara orang minta tolong ya" ucap Ustadzah Nirmala.
"Iya, makin jelas." jawab Ning Syaqila.
Queena tersenyum miring' makan tuh.' ucap Queena dalam hati.
'Bukan gak bisa gue basmi lo berdua dengan cara gue, tapi gue gak ingin menggemparkan pesantren ini dengan menemukan mayat kalian, biarkan orang menyangka gue jahil , tanpa tahu kesadisan gue ' lanjut Queena dalam hati.
"Ayo kita lihat !" ajak Lala.
Mereka berlima berlari mencari asal suara ternya sudah banyak santri yang berlari ke asal suara tadi.
*****
Diluar Pesantren Darussalam Ella tertawa cekikikan karena berhasil mengerjai dua hama,tanpa sadar dia menabrak seseorang.
'Brukk,,,,
"Adduh pantat bahenol gue,,! " teriak Ella.
"Maaf ,,maaf" ucap orang yang ditabrak Ella.
"Eh mas tampan." ucap Ella.
"Astaghfirullah ini kamu ,,, Ella?"
"Hehe,,, iya." cengir Ella.
__ADS_1
"Kenapa kamu berpakaian seperti ini." meneliti penampilan Ella dari atas kebawah, memakai kostum kuntilanak.
"Haha,,, ini hanya untuk menguji iman orang saja." ucapnya.
Gus Azka sebenarnya sedikit curiga dengan Ella,namun segera ia tepis.
"Kalau gitu aku pulang dulu ya calon suami,,,babay Muachh,,,,"
Ella segera berlari kearah mobilnya, meninggalkan Gus Azka yang masih sedikit bingung.
*********
Gus Alzam yang sedang mengajar kitab terkejut mendengar suara orang berteriak, dia khawatir takut istrinya berulah lagi.
Dia segera berlari mencari asal suara tersebut ternyata dari asrama putri, ke hawatiran nya semakin menjadi.
Sampai di depan Gudang sudah banyak santri berkerumun "Ada apa lagi ini?" Tanyanya membelah kerumunan tersebut.
"Saya tidak tahu Gus tadi saat saya mau mengambil barang di gudang Ning Fatimah sama Ustadzah Zahra sudah berteriak minta tolong." jawab salah satu ustad yang mempunyai tugas mengajar malam itu.
"Itu tadi tiba tiba lampu padam dan ada kuntilanak dibelakang kami." jelas Ning Fatimah.
"Kuntilanak?" ulang Gus Azka.
Gus Azka keingat dengan Ella yang dia tabrak tadi ,dia menggunakan kostum kuntilanak ' apakah ini ulah Ella.' pikirnya.
Namun Gus Azka tetap diam tidak mengatakan apapun, bisa bisa makin runyam urusannya, dia sedikit gemas dengan tingkah ipar dan sahabat nya itu ada ada saja ide konyolnya.
"Iya,, Gus dia mengikuti kami dari toilet." jawab Ustadzah Zahra.
"Jaman sekarang masih aja percaya sama gituan." celetuk Queena.
"Apa Jangan jangan ini ulah kamu ? iya ngaku deh." tuduh Ustadzah Zahra.
"Idih apaan main nuduh gue."
"Kan hanya kamu yang tidak menyukai kita." ujar Ning Fatimah.
Gus Alzam seketika menatap Queena , tatapannya begitu menyelidik, namun di acuhkan Queena.
"Maaf mbk bukan maksud saya membela Queena tapi dari tadi Queena menjalankan hukuman, dan di jaga kami jadi tidak mungkin kalau Queena menakut nakuti mbk." bela Ning Syaqila.
"kamu jangan menutupi kesalahan dia hanya karena dia sahabat kamu dek." ucap Ning Fatimah.
"Saya juga saksinya kalau dari tadi mbk Queena di lapangan menjalankan hukuman, kami bertiga menemani mereka berdua kok tanya aja sama Ustadzah Nirmala." Lala juga membela Queena.
"Iya Ning saya juga bersama mbk Queena di lapangan." terang Ustadzah Nirmala.
"Lagian lo ada masalah apasih sama gue, dari tadi nyari masalah terus." ujar Queena.
"Halu kali kalian berdua." lanjut Queena.
"Sudah bubar semuanya !" perintah Gus Alzam.
"Humaira ayo kita pulang." ajaknya pada Queena.
Queena melongos tidak menghiraukan panggilan Gus Alzam.
Gus Alzam menghembuskan nafas berat, istrinya itu pasti lagi marah, menyusul langkah istrinya pulang kerumah.
*******
_
_
_
TBC
__ADS_1
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘