Mafia Cantik Penakluk Gus Tampan

Mafia Cantik Penakluk Gus Tampan
Dibelain calon istri


__ADS_3

********


Sepanjang perjalanan Ning Fatimah benar benar emosi,namun dia menutipinya agar Arvin tidak curiga.


Sampai di AZ company Ning Fatimah langsung di antar ke meja sekertaris oleh Arvin.


"Maaf pak Arvin kenapa ini mejanya ada dua ya,,?" tanya Ning Fatimah dengan sopan.


"Panggil Arvin saja Ning ."


"Tapi terdengar tidak sopan."


"Terserah kamu sajalah senyaman nya saja."


"Sekarang Gus Alzam mempekerjakan dua orang sekertaris." Lanjut Arvin.


'Perasaan pas saya kesini meja sekertaris itu hanya satu' batin Ning Fatimah.


"Kalau butuh apa apa bisa minta tolong sama saya, ruangan saya disitu." tunjuk Arvin pada ruangannya.


"Iya,, makasih ya,," ucap Ning Fatimah dengan tersenyum.


"Prok,,, prok,,,"


"Waw,, benarkan kalian berdua ini cocok." Ucap Ella.


"Lo ! " tunjuk Arvin.


'Ngapain sahabat bocah tidak bermoral ini kesini.' batin Ning Fatimah.


Segera Ella tepis tangan Arvin di depannya


"Apa Lo?"


"Ngapain Lo kesini?"


"Kepo lo ! kayak Dora."


"Keluar atau gue panggil Security ."


"Siapa lo ngusir ngusir gue ? perlu gue ingatkan siapa lo?"


Ning Fatimah hanya diam, dia ingin terlihat lemah lembut di mata semua orang.


Ella tersenyum sinis menatap Arvin dan Ning Fatimah" Lo itu cuma BABU jadi tidak usah berlagak seperti bos." tekan Ella tersenyum meremehkan.


"Kamu itu tidak hak buat menghina Arvin ya," Ning Fatimah membuka suara membela Arvin.


"Haha,,,,, dibelain calon istri nya tuh" balas Ella.


"Kalian berdua itu sama sama benalu,,BENALU" Ella terus memancing Emosi Arvin dan Ning Fatimah.


"Pergi !" usir Arvin pada Ella, dia benar benar marah dengan kata kata Ella.


"Haha,,, disenggol dikit aja marah, dasar makhluk astral."


"Lebih baik kamu pergi saja dari sini,jangan membuat keributan." Ning Fatimah ikut mengusir Ella.


"Dihh,,, siapa lo ngusir ngusir gue?"


"Aku ini sekertaris baru Mas Alzam." jawab Ning Fatimah.


"Hanya sekertaris kan bukan istri?"

__ADS_1


"kenapa harus calon suami gue yang harus menggantikan Gus Alzam menikahi lo, kenapa gak si mahkluk astral saja."


Arvin yang sudah emosi dengan tingkah Ella segera memanggil Security untuk mengusir Ella, namun dengan santainya Ella malah duduk di salah satu meja tempat khusus sekertaris.


Dua orang Security datang , mereka menarik tangan Ella" mari nona, silahkan keluar dari perusahaan AZ company."


"Gak usah sentuh gue dengan tangan kotor lo itu." Ella menepis tangan Security itu.


"Jangan buat keributan di kantor ini Nona."


"Heh Joko, siapa yang buat keributan, lo aja yang terlalu rempong."


"Sekali lagi tangan kotor lo nyentuh gue, gue potong tuh tangan."


'Tak tak,,' langkah kaki seorang mendekat.


"Ada apa ini ribut ribut?" tanya Gus Alzam yang baru datang.


"Maaf pak saya hanya menjalankan tugas dari pak Arvin untuk mengusir perempuan gila ini" jawab Security itu.


"Enak aja lo bilang gue gila, gue ini waras ya,," balas Ella.


Gus Alzam memejamkan matanya' apalagi ini' pikir Gus Alzam.


"Sudah kalian kembali bekerja."


"Arvin kamu kembali keruangan kamu saja " perintah Gus Alzam.


"Dan kamu duduk di meja kamu." ucap Gus Alzam pada Ning Fatimah.


Gus Alzam melihat Ella, yang dilihat malah nyengir, "Hehe,,, ternyata pesona kamu masih belum memudar ya"


Gus Alzam sekarang paham mengapa Queena meminta dia menyiapkan dua meja sekertaris ternyata ini tujuannya.


Ella menduduki kursi di sebelah Ning Fatimah dengan santai dia menyilangkan kakinya, memainkan ponsel.


Sementara Ning Fatimah mengerjakan beberapa berkas yang harus dia berikan pada Gus Alzam sebelum jam makan siang.


"Nana,,,,"


"Nana,,,,"


Ella bersenandung dengan suara cempreng nya tanpa berpikir akan mengganggu Ning Fatimah.


"Kamu bisa diam gak sih?" tanya Ning Fatimah.


Ella menggelengkan kepalanya, membuat Ning Fatimah kesal bukan main.


"Kalau tidak bisa diam kerjakan kerjaan mu, tidak usah mengganggu orang."


"Haha,,, mana ngerti gue apa ini." balas Ella memancing emosi Ning Fatimah, entah mengapa dia begitu suka membuat Ning Fatimah emosi, melihat Ning Fatimah emosi karena ulah dirinya merupakan kesenangan tersendiri baginya.


"Lalu ngapain kamu disini ? ngerjain kayak gitu aja tidak bisa." hardik Ning Fatimah.


"Ya kerja."


"Kerja apa dari tadi hanya gangguin orang saja."


"Kerjaan gue kan emang gangguin orang."


"Seperti setan dong."


"Huh Ning kaos kaki ajaib , gue itu memang setan, baru tahu lo?"

__ADS_1


"Kenapa sih mas Alzam harus mempekerjakan manusia seperti kamu."


"Hadduh tapi yang paling gue herankan adalah mengapa Gus Alzam mau menerima Ning kaos kaki kayak lo, kerjanya cuma menggoda suami orang."


"Ngatain diri sendiri?" balas Ning Fatimah.


"Haha,,, kalau gue mah jelas, tanpa harus berpura pura, tapi lo sudah punya suami tapi tetap saja masih mengejar suami orang." Ella makin membuat Ning Fatimah emosi.


"Haha,,, wle,,, dasar Ning kaos kaki ajaib lo itu cocoknya sama si makhluk astral haha,,,." Ella makin tertawa.


Semalam Queena menelfon nya menyuruh bekerja di perusahaan Gus Alzam, langsung saja Ella tolak, ngapain dia kerja toh tanpa bekerja pun uangnya tidak akan berhenti mengalir, tapi mendengar jika dia disuruh menjadi sekertaris Gus Alzam bersama dengan Ning Fatimah, tanpa pikir panjang dia langsung menyetujui permintaan Queena.


Makanya dia santai bukanya dia tidak bisa mengerjakan berkas berkas itu, tapi dia malas.


******


Di dalam ruangannya Gus Alzam sibuk dengan pekerjaannya, jari jarinya dengan lincah menari dia atas keyboard.


'Drttt,,,'


Nama Humaira tertera di layar ponsel Gus Alzam, bibir Gus Alzam melengkung melihat nama pemanggilnya.


"Assalamu'alaikum Humaira,"


"Waalaikum salam Hubby."


"Bagaimana..? " tanya Queena.


Gus Alzam langsung paham maksud istrinya, dia pasti sengaja menyuruh Ella agar menjadi sekertaris nya.


"Ya,, sesuai dengan keinginan kamu Humaira, pasti sekarang di luar lagi ribut." Balas Gus Alzam.


"Haha,,, pasti Ella tidak akan mengerjakan apapun palingan dia hanya akan menggangu si jal*ng."


"Tadi pagi saja dia udah ribut dengan Arvin dan Ning Fatimah."


"Haha,,,,,pasti seru."


"Betah pasti Ella kerja di perusahaan kamu By."


Tanpa permisi tiba tiba ada yang membuka pintu ruangannya.


"Maaf Mas ini ada beberapa berkas yang perlu Mas tanda tangani." Ning Fatimah langsung memasuki ruangan Gus Alzam,tanpa mengetuk pintu atau mengucapkan salam.


"Bisa tidak kalau masuk ketuk pintu terlebih dahulu." ucap Gus Alzam dingin.


"Maaf Mas,,!" balas Ning Fatimah.


Sebenarnya Gus Alzam malas jika setiap hari ber urusan dengan Ning Fatimah, makanya dia menanyakan lowongan di perusahaan istrinya.


"Dasar tidak punya sopan santun ! " maki seorang yang baru masuk kedalam ruangan Gus Alzam.


_


_


_


TBC


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘


Guys mohon do'a nya ya besok Author mau Crazy up , semoga lancar, dan semoga otak Othornya bisa di ajak kompromi.

__ADS_1


__ADS_2