Mafia Cantik Penakluk Gus Tampan

Mafia Cantik Penakluk Gus Tampan
Mengembalikan secara baik-baik


__ADS_3

*******


"Orang yang sabar bukan berarti dia yang tidak akan pernah marah. Namun mereka hanya sebagian orang yang masih bisa tetap diam saat melihat masalah. Sebab adakalanya sebuah keputusan tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Tetapi dari situlah kita belajar untuk ikhlas dan sabar ketika apa yang kita harapkan tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan."


*******


Queena memeluk Gus Alzam, dia tidak mau lepas sama sekali, bahkan dirinya di larang mandi, katanya masih harum.


"By,,," rengek Queena.


"Kenapa Humaira?"


"Aku boleh gak gigit kamu."


"Kenapa kamu mau gigit aku hm,,?" tanya Gus Alzam dengan lembut.


"Gak tahu, tapi aku ingin gigit kamu."


"Bekas yang kemarin saja belum hilang Humaira,,"


"Tapi aku mau gigit kamu,," Queena terus merengek, matanya sudah memerah.


"Aku nangis nih" ancam Queena.


"Oke,, jangan nangis ya,,, ini kamu gigit saja." Gus Alzam memberikan tangannya.


Queena menggeleng "Aku tidak mau gigit tangan kamu by,, "


"Lalu?"


Tanpa aba aba Queena menggigit pipi Gus Alzam, membuat Gus Alzam berteriak.


"Astaghfirullah Humaira,,,,"


Queena menggigit pipi Gus Alzam dengan keras sehingga membuat bekas gigitan di pipinya.


"Maaf ya by aku tidak sengaja hiks,,hiks,,"


Ucap Quenna mengusap bekas gigitan nya sambil menangis.


Gua Alzam heran dengan istrinya, sikapnya akhir akhir ini sangat aneh, cengeng , emosian ,dan gak mau lepas darinya.


"Iya Humaira,,, tidak apa apa kamu tidak sengaja kok."


"Ihhh,,, aku sengaja kok menggigit pipi kamu hiks,,"


"Iya Kamu sengaja Humaira,,," ucap Gus Alzam.


"Jadi kamu tidak ikhlas?"


'Salah lagi' batin Gus Alzam.


"Ikhlas kok sayang lagian ini tidak sakit kok" Gus Alzam menenangkan Queena.


"Jadi kalau aku gigit lagi boleh gk?" tanya Queena berbinar.


"Nanti kamu nangis lagi Humaira,,,"


"Secara tidak langsung kamu bilang aku cengeng,,!"


'Astaghfirullah salah lagi' Gus Alzam bingung bagaimana caranya menghadapi sang istri, akhirnya dia mengangkat Queena mendudukkan di atas pahanya.


"Kamu kenapa sayang?,,"


"Hiks hiks,,,"


"Hiks,, hiks,," Queena menangis kembali memeluk erat Gus Alzam.


"Heyy,,, kenapa Humaira ? ,ada yang menyakiti kamu? bilang ya sama aku."


Queena menggeleng, dia menelusup kan kepalanya di dada bidang Gus Alzam.

__ADS_1


Gus Alzam mengelus sayang Queena, dia begitu khawatir dengan Queena, hingga beberapa menit kemudian terdengar deru nafas teratur Queena menandakan dia sudah terlelap.


"Sebenarnya kamu kenapa sayang?" ucap Gus Alzam pelan.


Queena tidur di pangkuan Gus Alzam,mereka saat ini berada di ruang tamu rumahnya, mau memindahkan Queena ke kamarnya tidak tega takut terbangun, akhirnya dia membiarkan saja Queena tidur di pangkuannya.


"Assalamu'alaikum,," Ucap Abi Reyhan di depan pintu rumah Gus Alzam.


'Ya Allah bagaimana ini.' batin Gus Alzam.


"Waalaikum salam,,, langsung masuk saja ya bi, " teriak Gus Alzam, tapi Queena sama sekali tidak ter usik dengan teriakan Gus Alzam.


Keluarga Gus Alzam heran,kok tumben Gus Alzam tidak membuka kan pintu bahkan menjawab salam dari dalam sambil berteriak.


"Langsung masuk saja ya bi" ucap Ning Syaqila.


Mereka masuk ke dalam rumah Gus Alzam menuju ke ruang tamu, mereka kaget melihat Queena di pangkuan Gus Alzam.


"Ya Allah Queena kenapa Zam?" tanya Umi Maryam.


"Ketiduran Mi,," jawab Gus Alzam.


"Pipi kamu kenapa bang?" tanya Gus Azka melihat pipi Abangnya.


"Itu seperti bekas gigitan ya bang" ucap Ning Syaqila.


"Ini,, tadi Queena katanya ingin menggigit pipiku"


"Haha,,, emang Abang melakukan kesalahan ?"


"Tidak tahu ka, tingkah nya memang sedikit aneh akhir akhir ini," jawab Gus Alzam.


"Kenapa tidak kamu tidurin di kamar saja zam, kasihan nanti badannya bisa sakit semua." sambung Abi Reyhan.


"Dia tidak mau lepas dari aku bi."


"Kok tumben Abi dan yang lainnya kesini"


"Rencananya malam ini,kita akan ke pesantren Al Falah, kita meminta Ning Fatimah secara baik baik ,maka kita harus mengembalikan dengan baik baik juga." Abi Reyhan menjelaskan pada Gus Alzam.


"Memang lebih baik begitu bi."


"Bang apa aku boleh minta bantuan?"


"Bantuan apa ka?"


"Aku ingin minta bantuan abang carikan pengacara yang bisa mengurus perceraian aku dan Fatimah."


"Apa tidak bisa di perbaiki rumah tangga kamu ka?" tanya Abi Reyhan.


"Maaf bi tapi aku sudah tidak bisa memperbaiki hubungan kita bi, kesalahan Fatimah sudah terlalu fatal untuk di maafkan." jawab Gus Azka.


"Kamu tahu kan perceraian itu adalah hal yang paling di benci oleh Allah."


"Tapi perceraian itu tidak di haramkan bi."


"Baiklah jika itu keputusan kamu, kami akan selalu mendukung mu ka." ucap Gus Alzam.


"Makasih bang." balas Gus Azka.


"Kalau begitu lebih baik kita pulang dulu ya, nanti setelah sholat Maghrib kita berangkat ke pesantren Al Falah." Ucap Abi Reyhan.


"Assalamualaikum,," Ucap Abi Reyhan meninggalkan rumah Gus Alzam di ikuti yang lain.


"Waalaikum salam" jawab Gus Alzam.


Setelah kepergian keluarga nya Gus Alzam mencium kening Queena.


"Terimakasih Humaira,, kamu sudah menjadi istri ku yang paling hebat."


"Maaf jika cara aku mendidik mu, kadang membuat kamu kesal"

__ADS_1


"Semoga Allah selalu melindungi dan meridhoi setiap langkahmu sayang."


"Ana Uhibbuka Fillah zaujati."


"Bismillahirrahmanirrahim,,"


Dengan pelan Gus Alzam mengangkat Queena membawanya ke kamar kemudian meletakkan dengan perlahan di atas kasurnya.


"Egghh,,,," Queena menggeliat.


"By,,," rengek nya matanya masih terpejam.


"Hsss,,, tidur lagi ya sayang,," Gus Alzam membaringkan tubuhnya di sebelah Queena, mengelus rambut istrinya dengan penuh cinta.


Dengan perlahan Gus Alzam mencoba melepaskan pelukan Queena, namun Queena malah semakin erat memeluknya, Gus Alzam pasrah dia memandang istrinya yang lagi terlelap.


********


Di tempat lain Ning Fatimah, Marko dan Clara sedang merayakan kemenangan mereka.


"Haha,,, haha,,, Bodoh banget sih Alzam itu, masak brangkas nya sampai lupa di kunci."


Ucap Clara.


"Hampir aja tadi pagi gue ketangkep."


"Bukan hampir tapi emang udah ketangkap." ujar Ning Fatimah.


"Aku sudah tidak sabar melihat reaksi mereka besok pagi." Clara tersenyum membayangkan ekspresi mereka.


"Lo kenapa?" tanya Clara pada Ning Fatimah.


"Aku itu benci dengan Queena, lihat pipi aku perih gara gara bocah tidak bermoral itu." jawab Ning Fatimah.


"Lo bisa balas besok." Clara tersenyum licik.


"Gue gak bisa bayangin bagaimana terkejutnya dia saat tahu orang yang paling dia percayai adalah penghianat." lanjut Clara.


"Besok kita akan bersama sama melihat kehancuran Aqueena Company dan AZ company haha,,,,"


"Haha,,haha,,," mereka bertiga tertawa bersama."


"Apakah dia masih bisa sombong?"


'Drtt,,, drtt,,,,' ponsel Clara bergetar, segera Clara mengangkat nya.


"Halo Babe,,, bagaimana?" tanya Clara pada seorang dibalik telponnya.


"Semuanya sudah beres, besok adalah hari terakhir kita berhubungan secara sembunyi sembunyi seperti ini." jawab orang itu.


"Haha,,,,haha,,, aku sangat menantikan hari esok babe."


"Haha,,, sampai berjumpa besok honey."


"Bay,,," Clara mematikan sambungan teleponnya.


"Kita pulang,,!" perintah Clara.


_


_


_


TBC


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘


Holla para Reders ku,, yang ter lope lope❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Semoga kita semua di berikan kesehatan ya🤲🏼🤲🏼🤲🏼

__ADS_1


Dan buat yang sakit semoga cepat sembuh ya 🥰🥰🥰🥰


__ADS_2