Mafia Cantik Penakluk Gus Tampan

Mafia Cantik Penakluk Gus Tampan
Baby Girl


__ADS_3

❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Happy reading guys 😘😘😘


"Oekk,,,,,Oekk,,,,," suara tangis bayi terdengar diruang persalinan membuat semua keluarga yang menunggu tersenyum bahagia.


"Alhamdulillah,,,, Cucu kita bi" ucap Umi Maryam.


Abi Basyir tersenyum menanggapi Umi Maryam, beliau juga sangat bahagia mendengar tangisan cucu mereka.


"Alhamdulillah,,, sekarang gue sudah jadi Aunty." teriak Ella heboh.


Uncle Edward mengusap sudut matanya sekarang dia sudah menjadi seorang Grandpa, namun hatinya belum lega sebelum melihat keadaan Princess nya.


"Kapan ya gue bisa jadi mommy" ucap Ella sudah kumat lagi.


"Nikah dulu Ell baru lo punya anak." ucap Ning Syaqila.


"Gue sih pengennya Nikah tapi my sugar Daddy dan My sweet Duda gak ngelamar lamar." ujar Ella.


Semua orang tertawa mendengar ucapan Ella yang blak blakan.


"Kamu tidak malu Ell ngomong langsung di depan orang nya, juga kan ada Umi sama Abi?" tanya Maira berbisik di telinga Ella.


"Aku ini seorang Princess Ella yang memiliki kecantikan paripurna, urat maluku sudah putus kali ra,,," jawab Ella keras.


Memang benar benar sudah putus urat malu nya se Ella.


"Kok seperti ada yang kurang nya,,," ucap Ella.


Ella tampak berpikir kira kira apa yang kurang dan dia ingat.


"Eh iya si makhluk astral kok enggak ada ya." Ella melihat lihat tumben Arvin gak ada.


"Kangen?" tanya Maira.


Ning Syaqila memegang dadanya, kemana perginya getaran dihatinya yang dulu selalu bergetar saat mendengar nama Arvin.


"Ogah gue kangen sama dia, mending gue kangen sama my Sugar Daddy dan my sweet Duda." jawab Ella.


"Lalu kenapa nanyain Arvin?"


"Ya,,, sepi aja gak ada teman berantem, udahlah gue ke toilet bentar ya,, siapa tahu aja ketemu Dokter tampan." Ella pergi mencari toilet.


Setelah kepergian Ella, Arvin datang dia baru selesai meeting dengan klien jadi datangnya agak lama.


"Assalamu'alaikum," ucapnya.


"Waalaikum salam ." jawab orang yang ada di depan ruang persalinan Queena.


"Kok baru datang vin?" tanya Gus Azka.


"Masih ada Meeting." jawab Arvin.


Arvin celingukan mencari sosok Ella,mana tu bocah ,apa jangan jangan dia masih belum pulang dari bali pikir Arvin.

__ADS_1


"Nyari Ella kamu Vin?" tanya Gus Azka.


Arvin sedikit salah tingkah karena ketahuan mencari si bocah rese.


"Dia tadi juga nyariin kamu." ucap Gus Azka.


Arvin menggaruk kepalanya yang tidak gatal, sementara Ning Syaqila tidak merasakan apa-apa lagi, dulu saat mendengar Ella dekat dengan Arvin hatinya terasa nyeri, namun sekarang jelas jelas Arvin mencari Ella hatinya biasa aja.


'Apakah perasaan nya pada Arvin sudah hilang seiring berjalannya waktu.' batin Ning Syaqila.


Ella berjalan dengan sedikit pelan dan memberikan isyarat pada semua orang yang melihatnya agar diam, dia mendekat ke arah Arvin.


Arvin yang belum menyadari kedatangan Ella, dia tetap bersikap biasa aja mengambil ponselnya dari saku celananya kemudian fokus pad email yang baru masuk.


"Dorrrrr,,," Teriak Ella mengagetkan Arvin.


'Prankk,,,,' ponsel di tangan Arvin langsung jatuh dia begitu terkejut.


"Ella si bocah gila,,,!" latah Arvin.


"Hahahaha,,," Ella tertawa sambil memegang perutnya.


"Latah saja kamu masih nyebut Ella Vin." ucap Gus Azka.


"Aadduhh My Sweet Duda kamu cemburu ya? tapi kamu jangan khawatir oke, aku tidak mungkin menyukai makhluk astral ini karena cintaku hanya untukmu seorang." ucap Ella sok dramatis. Namun, Gus Azka hanya acuh tak acuh.


Arvin yang kesal langsung saja dia menarik hidung Ella keras membuat Ella berteriak memaki Arvin.


"Lepasin Makhluk astral, Anj*ng banget sih lo!" teriak Ella.


balas Arvin.


"Bisa diam tidak ,,!" ucap Uncle Edward tegas.


"Jangan cemburu gitu dong my sugar Daddy,, hatiku tetap buat kamu seorang kok." ucap Ella.


"Memang hati kamu ada berapa Ell?" tanya Ning Syaqila.


"Ya ada satu lah Qil, ya kali hati gue ada dua." jawab Ella.


"Baru tadi lo bilang cinta lo cuma buat Gus Azka seorang lah setelah itu bilang cinta lo seorang buat Si Kulkas." ucap Arvin ketus.


"Cemburu lo?" tanya Ella.


"Ogah,," balas Arvin.


"Kalian berdua memang pasangan yang serasi." ucap Mike yang sedari tadi hanya mendengarkan saja.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Setelah mencium pipi putranya perut Queena kembali kontraksi, sakit yang tadi kembali lagi bahkan kali ini berkali kali lipat.


Gus Alzam memberikan putranya pada perawat,dia begitu panik melihat istrinya kembali kesakitan.


"Ya Allah Humaira,,," ucap Gus Alzam.

__ADS_1


Dokter langsung memeriksa Queena, " Benar dugaan saya Nona Queena hamil baby twins." ucap Dokter kandungan yang memang dokter yang memeriksa Queena mulai awal kehamilan.


"Nona Queena mengejan lagi ya,, kepada bayi nya sudah kelihatan."


Queena mengejan sekuat tenaga, Gus Alzam terus memberikan semangat pada Queena.


"Oekk,,,oekk,,," tangis bayi kembali terdengar di ruang persalinan Queena, kali ini lebih kencang dari yang tadi.


"Bayi yang kedua perempuan Tuan Nona selamat ya,, baby kalian Twins." ucap sang Dokter.


"Alhamdulillahirabbil Alamin,,," ucap Gus Alzam.


"Terimakasih Humaira,,," ucap Gus Alzam kembali mencium seluruh permukaan wajah Queena, dan Quenna hanya tersenyum karena dirinya sudah benar benar lemes.


Setelah di Adzani Gus Alzam mencium seluruh wajah Putri kecilnya,dia sangat bersyukur Atas nikmat Allah.


Setelah Queena dibersihkan dan siap di pindah ke ruang perawatan, Gus Alzam keluar duluan dari ruang persalinan dengan putri kecilnya di gendongannya dan putranya di gendong oleh perawat.


Semua keluarga langsung berdiri menyambut baby Twins berbeda dengan Uncle Edward dan Mike yang mencari Queena.


"Masyaallah,,, bayi kamu kembar Zam?" tanya Umi dia Begitu bahagia melihat cucunya, kemudian mengambil alih mengambil cucunya dari gendongan perawat.


"Alhamdulillah Umi,,, sepasang." jawab Gus Alzam.


"Alhamdulillah,,," ucap Semua orang.


"Selamat Gus sekarang kamu sudah menjadi Abi." ucap Arvin.


"Makasih Vin " balas Gus Alzam.


"Queena masih di dalam Uncle sebentar lagi akan di pindahkan ke ruang perawatan." jelas Gus Alzam yang mengerti akan ke khawatiran Uncle Edward.


"Tapi Princess baik baik saja kan Zam?" tanya Uncle Edward.


"Aku tidak apa apa Uncle." jawab Queena yang duduk di kursi roda.


Memang Queena memilih menggunakan Kursi roda dari pada harus didorong menggunakan brankar rumah sakit, kesannya dia lemah banget gitu.


"Princess,,,," Uncle Edward segera menghampiri Queena , langsung saja dia memeluk dan mencium Queena dengan penuh kasih sayang.


"Princess nya Uncle memang wanita yang hebat, Uncle Edward bangga padamu Princess."


"Kamu mau kado apa dari Uncle Princess?"


"Queena pikirkan dulu, tapi Uncle wajib kabulkan keinginan Queena."


"Pasti Princess."


_


_


_


TBC

__ADS_1


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘


__ADS_2