Mafia Cantik Penakluk Gus Tampan

Mafia Cantik Penakluk Gus Tampan
Pasti Mimpi


__ADS_3

*******


Happy reading guys 😘😘😘


Queena duduk didepan gundukan tanah yang masih basah, mungkin air matanya sudah mengering,dia memandang batu nisan yang bertuliskan Muhammad Alzam Al Fath Bin Muhammad Reyhan Al Fath.


Tidak satu patah katapun yang ter ucap dari bibir mungilnya,kini hidupnya sudah ber akhir juga bersamaan dengan jasad suami nya yang ditimbun tanah.


Queena tetap diam tidak ada air mata, dia seperti patung,tidak ada lagi suaminya yang akan selalu mengingatkan dia jika melakukan kesalahan.


Hati Queena hancur, Pria yang baru menyandang status sebagai suami lima bulan lamanya kini telah meninggalkan dirinya untuk selamanya.


"Princess pulang yuk sayang." ajak Tuan Fredy.


Queena tetap tidak bergeming sama sekali, tatapannya begitu kosong,kemudian dia menjatuhkan tubuhnya di kuburan Gus Alzam, memeluknya begitu erat.


"Aku mau disini." ucap Queena.


Semua orang menangis melihat betapa rapuhnya Queena "Pulang dulu ya nak nanti sore kita kesini lagi." ucap Umi Maryam.


Queena menggeleng "Tidak aku tidak akan meninggalkan Alzam sendiri Mi." jawab Queena.


"Heyy Princess Daddy,, pulang sebentar ya,,,"


"Tidak Dad, Queen mau sama suami Queena saja."


Tuan Fredy tidak tega pada putrinya, kemudian dia melirik Malvin dan Uncle Edward.


"Princess nya Uncle pulang dulu ya,,,"


"No Uncle."


Malvin mengangkat Queena yang masih memeluk Kuburan Gus Alzam, jika tidak begitu pasti adiknya ini tidak akan mau di ajak pulang.


"By,,,,,,! " teriak Queena.


Tuan Fredy dan Malvin segera berlari ke Ranjang tempat Quenna di rawat.


"Princess,,, kenapa sayang?" tanya Tuan Fredy.


Queena menoleh ke kanan kiri melihat lihat sekeliling nya, semoga saja tadi itu hanya mimpi.


"Dimana Alzam Dad?" tanya Queena.


"Alzam masih di periksa Princess,," jawab Malvin.


Queena mencoba melepaskan selang infus di tangannya namun segera di cegah Tuan Fredy.


"Princess,, jangan dibuka Sayang,,"


"Tidak Dad,, aku mau lihat Alzam,"


"Princess kamu belum pulih benar, tunggu sebentar saja ya,," Tuan Fredy terus membujuk Queena.


"Bagaimana aku bisa berdiam disini sementara suamiku sedang berjuang antara hidup dan mati."


"Princess,, tapi kamu juga harus memikirkan bayi mu sayang" Ucapan Malvin membuat Queena menghentikan mencabut selang infusnya.


"Apa maksud Abang?"


"Sebentar lagi Princess akan mempunyai baby dan akan menjadi seorang Mommy." jelas Malvin.

__ADS_1


"Jadi aku hamil bang?"


"Iya Princess,,"


"Hiks,,,,hiks,,,"


"Hiks,,,hiks,,,," Queena kembali menangis.


"Kamu tidak bahagia Princess ?"


"Hiks,,, bukannya aku tidak bahagia Dad,, tapi,,hiks,,, seharusnya Alzam yang tahu kabar bahagia ini terlebih dahulu."Tangis Queena semakin menjadi.


"Hikss,, aku mau menemui Alzam Dad, bawa aku kesana,hikss,,,dia pasti,,hiks,, senang kalau tahu aku hamil,, dia akan segera menjadi ,,Abi hikss,,,"


"Tapi kamu masih lemah Sayang."


"Kalau Daddy tidak mau nganterin biar Queena jalan sendiri." Queena hendak turun dari ranjangnya.


"Baiklah,,, princess tapi pakai kursi roda ya nak." Ucap Tuan Fredy.


Tuan Fredy mendorong kursi roda Queena ke ruang operasi disana Keluarganya berkumpul semua.


"Kenapa kamu kesini nak,,?" Umi Maryam menghampiri Queena.


Queena teringat akan mimpinya, dia kembali menangis "Hiks,,,, hikss,,,"


"Jangan Nangis dong kasihan Baby nya kalau kamu nangis nanti dia ikutan nangis loh." Ning Syaqila mengusap air mata Queena.


"Kamu hamil Nak?" tanya Umi Maryam.


Queena hanya mengangguk air matanya terus mengalir dia takut tidak bisa melihat suaminya lagi.


Abi Reyhan, Umi Maryam dan yang lainnya mengucapkan Syukur mendengar kalau Queena hamil.


"Hikss,,,hiks,,,"


"Hikss,,,,hikss,,," Queena tidak merespon ucapan Umi Maryam,dia terus menangis, dia takut mimpinya jadi Kenyataan.


Ella mendekati Queena kemudian memeluk nya , air matanya dari tadi sudah mengalir.


"Alzam Ell,,,hiks,,,hiks,," ucap Queena.


"Gue tahu,,, lo itu wanita kuat, jangan lemah ingat sekarang lo gak sendirian, ada dedek bayinya disini." Ella menunjuk perut Queena, dia berjongkok di depan Queena menggenggam tangan Queena.


"Hikss,,,, Tapi Alzam Ell."


"Alzam pasti baik baik saja, dia itu pria yang kuat buktinya dia kuat hidup sama lo." Ella mencoba menghibur Queena.


Queena langsung memeluk Ella "Gue,, hiksss,, mimpi Alzam,,, ninggalin gue Ell."


"Queen,,, mimpi itu hanya bunga tidur, lo mimpi begitu karena lo lagi mikirin Gus Alzam." Ella mencoba menenangkan Queena.


"Tapi,,, hiks,,, bagaimana,, hiks,, kalau Alzam tidak selamat."


"Gue yang akan bunuh si jal*ng dan kawannya, kalau lo takut dosa."


"Hiks,,,, tapi lo kan kan gak bisa beladiri Ella apalagi megang pistol."


"Haha,,,,, Gue bunuh pakai Gunting rumput saja."


"Sekarang tenangin diri lo, ber do'a agar Gus Alzam baik baik saja."

__ADS_1


Setelah Queena lebih tenang Ella memberikan air minum.


Diam diam Gus Azka menyimpan ke kaguman pada sosok Ella, walau tingkahnya kadang naudzubillah tapi dia punya sisi baik, persahabatan nya dengan Queena benar benar layaknya saudara.


Ella kembali ketempat duduknya memandang Uncle Edward yang terlihat gagah dengan setelan jasnya.


Ide liciknya terlintas di pikiran nya, segera dia mendekat kemudian duduk di sebelah Uncle Edward.


"My sugar Daddy,,!" panggil Ella.


"Hm,,," balas Uncle Edward.


"Adduhh,,,, Kalau gini Ella makin cinta tahu gak."


"Boleh gak aku nyandar di bahunya My sugar Daddy."


Mereka heran dengan tingkah Ella,setiap melihat pria tampan dia seolah tidak memiliki rasa malu.


Uncle Edward mengabaikan Ella, saat ini yang dia pikirkan hanyalah princess nya, Queena memang sudah dia anggap seperti putri nya sendiri.


Saat Ella akan menyenderkan kepalanya pada Uncle Edward, Uncle Edward berdiri meninggalkan Ella, dia pindah berjongkok di depan Queena.


Ella dibuat Kesal sama Uncle Edward " ish,,, gagal deh."ucap Ella pelan.


"Princess nya Uncle kalau sudah capek duduk bilang ya,, " Uncle Edward khawatir pada ponakannya karena kesehatannya masih lemah tapi duduk ber jam jam.


"Tidak apa apa Uncle, Queena nungguin Alzam disini aja."


Uncle Edward mengelus kepala Queena " Princess nya Uncle ini wanita yang kuat jadi pasti bisa lewati Semua." Queena hanya tersenyum lemah, dia mengelus perutnya yang masih rata 'Nak ,,,, sehat sehat terus ya,, maaf hampir saja tadi Mommy bahayain kamu Tapi untungnya Abi kamu menyelamatkan Mommy, do'ain Abi ya nak semoga dia bisa kembali bersama kita lagi.' ucap Queena dalam hati.


Air mata Queena kembali jatuh, saat ini dirinya benar benar takut ditinggalkan Gus Alzam untuk selamanya.


Uncle Edward segera menghapus air mata Queena, langsung di dekap dalam pelukannya.


Dokter yang menangani Gus Alzam keluar segera saja Queena mendekat.


"Bagaimana keadaan putra saya dok?" tanya Umi Maryam.


Dokter diam menatap mereka satu persatu


"Maaf,,"


Queena memandang Dokter itu tajam " katakan kalau suami saya baik baik saja dok."


"Katakan,,!" bentak Queena.


"Maaf kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi Allah lebih Sayang padanya." ucap Dokter itu.


"Anda jangan bercanda Dok,,!" bentak Queena.


'Ini pasti aku mimpi lagi kan, tidak mungkin Alzam benar benar meninggalkan aku."


"Tidak,,,,,,,,!"


_


_


_


TBC

__ADS_1


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘


Apakah ini Queena masih mimpi lagiπŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ€”


__ADS_2