
Happy reading guys 😘😘😘
******
"Bagaimana jika suatu saat nanti jika aku melakukan kesalahan yang sangat fatal?"
"Aku akan menegur mu Humaira,,"
"Apakah kamu akan meninggalkan aku jika kamu tahu semuanya masa lalu aku?"
"Aku tidak akan meninggalkan kamu sayang."
"Beneran?"
"Iya,,"
'Kamu belum tahu saja by jika aku ini adalah seorang mafia,' batin Queena.
'Aku tidak akan pernah meninggalkan mu Humaira, aku akan terus berusaha menyadarkan kamu ,agar nanti kita bisa bersama sama menuju Syurganya.' batin Gus Alzam.
_Flashback Saat usia pernikahan Gus Alzam dan Quenna, Gus Alzam sedikit curiga dengan istrinya, makannya dia menyuruh anak buahnya mengikuti Queena dan mencari tahu semua tentang nya.
Sebenarnya Gus Alzam memang sedikit aneh saat Queena akan mengasingkan karyawan nya yang korupsi, tidak mungkin jika hanya orang biasa, punya tempat pengasingan.
Apalagi melihat Queena yang memiliki pistol.
Saat anak buahnya berkata jika istri nya adalah seorang leader dari Mafia Black Diamond,awalnya dia terkejut, mafia itu terkenal akan kesadisannya, dan pemimpin mereka di kenal dengan si haus darah, seketika dia langsung ber istighfar, bagaiman caranya agar istrinya keluar dari mafia tersebut.
Gus Alzam bertekad akan menyadarkan Queena dengan caranya sendiri, dia akan perlahan mendidik Queena menjadikannya istri sholehah, dia bersikap seolah tidak tahu apa apa agar istrinya tidak merasa terbebani, secara diam diam dia menyuruh anak buahnya mengikuti Queena, menjaganya secara diam diam.
"By,,, kok melamun sih?" ucap Queena.
"Tidak kok Humaira aku tidak melamun."
"Kamu kan belum makan malam, makan dulu ya,,"
"Aku masih kenyang by,,"
"Kamu kan belum makan Humaira, makan ya sedikit saja,," bujuk Gus Alzam.
"Aku sudah kenyang makan mangga," jawab Queena keceplosan.
"Makan mangga?"
"Hehe,,, " cengir Queena.
"Jadi tadi sembunyi diatas pohon mangga, hm,,,?"
"Hehe,,, iya by."
"Pantas saja aku keliling pesantren mencari kamu tidak ketemu,, sudah mulai nakal hm,,"
Gus Alzam menggelitik Queena.
"Haha,,, haha,,,"
"Lalu kamu sholat dimana sayang?" tanya Gus Alzam.
"Ya sholat disini lah" jawab Queena.
__ADS_1
"Kapan?"
"Ya tadi saat kamu datang aku sembunyi di bawah kolong tempat tidur haha,,,,," Gus Alzam tersenyum istrinya ini ada ada saja sih.
"Humaira emang kamu tidak takut sembunyi di atas pohon mangga sendiri, sampai petang lagi, bagaimana kalau kamu ada jin yang menyapa mu?" Gus Alzam sedikit menakut nakuti Queena.
"Haha,,,, kata siapa aku sendirian?"
"Lalu kamu sama siapa?"
"awalnya sama bang Azka,"
"Sama Azka ?" Ulang Gus Alzam, dia takut salah dengar mana mungkin Adiknya pikir nya.
"Iya By,,,"
"Kalian berdua?" tanya Gus Alzam penuh selidik.
" Bertiga,,"
"Sama siapa lagi?"
"Setan" jawab Queena.
"Astaghfirullah Humaira, kamu tahukan kalau berduaan yang bukan mahram itu,,," ucapan Gus Alzam segera dipotong Queena.
"Dosa,"
"Nah itu tahu,," ucap Gus Alzam.
"Aku kan sudah bilang itu bertiga bukan berdua."
Gus Alzam akhir nya pasrah ," baiklah lalu setelah sama Azka kamu sama siapa?"
"Ya Allah Humaira,,," Gus Alzam memijit kepalanya.
"By tapi jangan bilang bilang pada si perawan tua ya, aku lagi males di hukum." ujar Queena.
"Kalau dihukum kamu akan menakut nakuti pake kuntilanak lagi?"
"Kamu nuduh aku by yang menakut nakuti si jal*ng sama perawan tua itu?"
"Bukan nuduh Humaira,,,"
"Kan sudah banyak saksinya kalau bukan aku." Queena masih mengelak.
Gus Alzam tersenyum " Memang bukan kamu Humaira tapi Ella."
"Kok kamu bisa tahu by?" Tanya Queena padahal tidak ada yang mengetahui nya kalau itu ulahnya, apa jangan jangan si Ella lagi uang membocorkan nya.
"Haha,,, Insyaallah aku tahu semua tentang kamu." Jawab Gus Alzam membuat Queena memicingkan matanya.
"Sudah istirahat yuk badanku terasa dingin." ajak Gus Alzam pada Queena.
"Tapi aku capek,,," rengek Queena merentangkan tangannya.
Gus Alzam mengangkat Queena kedalam gendongannya," Manjanya istriku,"
"Biarin " balas Queena.
__ADS_1
*********
Gus Azka masuk kedalam kamarnya melihat sang istri yang menyambutnya dengan senyum, namun dia abaikan begitu saja.
Dia langsung masuk kedalam kamar mandi untuk mengganti pakaiannya ,tidak menghiraukan keberadaan istrinya, selama ini dia sudah cukup sabar mengahadapi sifat istrinya.
"Mas,,,!" Panggil Ning Fatimah.
"Mas,, aku panggil kok kamu tidak menyahut sih?"
"Apa Fatimah."
"Kenapa kamu selalu mengabaikan aku sih?, kamu tidak pernah membela aku, bahkan kamu selalu memojokkan aku,kamu lebih memilih membela si bocah tidak bermoral itu."
"Yang kamu sebut bocah tidak bermoral itu adalah adik ipar aku, yang sudah aku anggap seperti adik kandung ku sendiri, aku membela dia karena memang aku yakin Queena itu tidak bersalah."
"Jadi kamu lebih percaya pada bocah tidak bermoral itu dari pada aku ,yang jelas jelas istri kamu." teriak Ning Fatimah.
"Istri,,, istri macam apa kamu ini Fatimah?"
"Kurang apa aku ini sama kamu mas?"
"Kurang apa?" tanya Gus Azka.
"Kamu masih bertanya kurang apa? kamu punya otak tidak Fatimah?"
"Hanya gara gara aku ini tidak perawan saat malam pertama kita kamu jadi begini, atau jangan jangan kamu sudah termakan sama rayuan sahabat si bocah tidak bermoral itu iya,,"
"Kamu sudah tahu bukan kerena hal itu Tapi kamu pura pura tidak tahu, jangan mengkambing hitamkan orang lain atas kesalahan kamu Fatimah."
"Mungkin kamu bisa berbohong pada semua orang tapi tidak padaku Fatimah."
"Tidak bisakah kita memulai semuanya dari awal? " tanya Ning Fatimah.
"Percuma kita mulai dari awal pada akhirnya nanti akan ber akhir juga."
"Kamu bilang begitu karena kamu sudah masuk dalam perangkap Ella kan, ngaku aja tidak usah ngeles lagi."
"Itulah sifat mu yang tidak aku suka Fatimah, kamu selalu saja menyalahkan orang lain."
"Padahal kamu ini seorang Ning, putri dari seorang kyai, kamu selalu berkata bahwa kamu paham agama,tapi apa? kelakuan kamu tidak mencerminkan semua itu."
"Seharusnya kamu berkata seperti itu berkaca dulu mas, seharusnya suami itu bisa menafkahi istri lahir batin , bukan hanya batinnya saja."
"Haha,,, aku kasih kamu uang belanja sepuluh juta perbulan masih belum cukup."
"Kamu lihat mas Alzam dia membeli rumah sendiri, untuk dia tinggali dengan istrinya, seharusnya aku yang tinggal di rumah itu bukan bocah tidak bermoral itu."
"Mas Alzam punya segalanya, wajah tampan , kekayaan, semuanya dia punya, tapi kamu,,, tidak punya itu semua." Ning Fatimah terus menghina Gus Azka dan menyanjung Gus Alzam.
Gus Azka meneteskan air matanya , istrinya benar benar merendahkan harga dirinya.
Gus Azka memilih meninggalkan kamarnya, dia sudah muak berada satu ruangan dengan Ning Fatimah.
_
_
_
__ADS_1
TBC
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘