
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
"Mas aku ke dapur ya, mau bantuin Umi masak." ucap Ning Syaqila pad Edward dengan pelan.
"Hm,," jawab Edward.
Ning Syaqila keluar dari kamarnya dengan menundukkan kepalanya, wajahnya memerah masih ingat kejadian tadi. Walau sudah halal namun dia sangat malu.
Di dapur sudah ada Umi Maryam, Ella dan Maira yang membantu menyiapkan makan malam.
"Assalamu'alaikum,,," ucap Ning Syaqila.
"Waalaikum salam,," jawab Umi Maryam dan Maira.
"Kenapa dengan wajah kamu qil?" tanya Ella sedikit menggoda Ning Syaqila.
Pipi Ning Syaqila makin memerah, dia sangat malu pada semuanya, ditambah pertanyaan Ella yang makin membuatnya semakin malu.
"Pipi kamu kenapa merah begitu, apa jangan jangan kamu di tampar Uncle Edward?". Ella pura pura bego.
"Tidak ,,tidak,, mas Edward tidak menamparku kok."
"Hahaha,,,, cie cie,, yang sudah manggil mas aja nih." Ella makin gencar menggoda Ning Syaqila.
"Kok gue jadi kepengen menikah juga ya,," ucap Ella.
"Emang lo punya calon Ell?" tanya Queena yang baru datang.
"Calon gue kan banyak Queen." jawab Ella.
"Banyak sih tapi nolak lo semua haha,,," Queena tertawa meledek Ella.
Karena kesal ella melemparkan tepung yang di pegang nya ka arah Queena membuat wajah Queena penuh tepung.
" Hahahaha,,,," tawa Ella.
Queena ingin membalas Ella dia mengambil tepung kemudian melemparkan kearah Ella, Ella berlari menjauhi Queena, mereka berdua kejar kejaran di dapur karena hampir ke tangkap Ella berlari keluar dapur.
Queena dan Ella terus kejar kejaran dari dapur pindah ruang tamu hingga sampai di halaman ndalem, tidak memperdulikan semua mata yang melihat Mereka.
"Queen,, berhenti lo,," teriak Ella sekarang dia mengejar Queena yang berlari, dengan tidak berperasaan nya Queena tadi melemparkan adonan kue yang diambil dari tangan Maira pada Ella setelah itu menuangkan tepung pada tubuh Ella membuat tubuh penuh dengan tepung.
"Wle,,, kejar aja kalau bisa ." Queena menjulurkan lidahnya, Gus Alzam menggelengkan kepalanya, tingkah Istrinya membuat dia gemas, tertawa dengan sangat lepas karena berhasil membalas Ella.
"Queena,,, setan lo." maki Ella.
"Hahahaha,,,," tawa Queena makin kencang.
"Sok sok an mau ngejar gue lo Ell, larinya aja kayak siput."
"Ihh,,, ada tepung berjalan." Queena terus meledek Ella.
"Humaira,,," panggil Gus Alzam, baby Zia sudah menangis mungkin haus namun Mommy nya malah sibuk main kejar kejaran.
'Oekkk,,,,oekkk,,,,' tangis baby Zia makin menjadi, tapi Queena tetap melanjutkan larinya.
__ADS_1
"Queen anak lo nangis tuh,," Ucap Ella ,namun tetap mengejar Queena.
"Biarin aja ada Abinya juga." jawab Queena, dia membiarkan saja anaknya menangis.
"Princess,,," Edward memanggil keponakannya.
"Gendong baby Zia dulu Uncle biar cepat punya anak juga." teriak Queena pada Edward.
"Berhenti dong Queen,, capek tahu gue ngejar lo." Ella sudah lelah mengejar Queena.
Baby Zia semakin menangis dalam gendongan Gus Alzam, Edward yang sudah geram dengan keponakannya itu, berjalan dengan cepat menuju keponakannya dan,,
'Hap,,' Edward menggendong Queena seperti karung beras membawanya pada baby Zia yang sedang menangis.
"Sudah dulu mainnya Princess,, sekarang susui dulu baby Zia." ucap Edward.
Queena mengambil baby Zia dari gendongan Gus Alzam " Baby Zia haus ya nak,," ucap Queena lembut.
"By,,, haus ,," rengek Queena.
Tanpa banyak bicara Gus Alzam mengambil kan air untuk Queena, "Haus banget sayang?"
"Iya by,," jawab Queena.
"Princess,, kamu boleh bermain sepuasnya tapi jangan sampai lupakan kalau sekarang kamu sudah menjadi seorang Mommy." Edward memberikan pengertian pada Keponakannya.
"Hm,,, tapi kan aku hanya main sebentar Uncle ." ujar Queena.
Ning Syaqila dalam hatinya merasa kagum pada sosok Edward yang sekarang sudah menjadi suaminya.
Ella duduk selonjoran di dekat Queena, tubuhnya masih penuh dengan tepung, nafasnya masih ngos ngosan.
"Adduh capek banget gue rasanya pengen di peluk ayank,," ucap Ella ngelantur.
"Makan tuh ayank,,," Queena melemparkan sandal nya pada Ella.
"Sadis amat lo Queen,,"
"Ganti baju dulu sana Ell, tubuh lo bau" ucap Queena.
"Ayo Ell kamu ganti baju di kamar aku saja." ucap Ning Syaqila.
"Boleh gak kalau gue ganti baju di kamar my sweet Duda saja."
"Hahahaha,,,," Queena dan Ella tertawa bersama.
"Gue mau ganti baju di kamar Maira saja, aku tidak ingin masuk ke dalam kamar pengantin baru."
Ella menarik tangan Maira meninggal kan halaman ndalem menuju kamar Maira.
"By,,, aku capek." rengek Queena.
"Ayo ke dalam." Gus Alzam mengambil baby Zia dari gendongan Queena, di gendongannya baby Zia dengan tangan kirinya sementara tangan kanannya merangkul pinggang Queena.
Kini tinggal Edward dan Ning Syaqila, Edward berjalan meninggalkan Ning Syaqila sendirian di halaman ndalem tanpa sepatah katapun.
__ADS_1
Ning Syaqila mengikutinya dari belakang, dia berjalan dengan menunduk hingga tidak menyadari jika Edward menghentikan langkahnya.
'Dug,,'
"Ah,,, Astaghfirullah,," ucap Ning Syaqila.
Kepala Ning Syaqila membentur punggung kokoh suaminya, Edward membalikkan badannya menatap istrinya yang mengelus kepalanya.
"Maaf,," ucapnya.
"Tidak apa apa Mas." jawab Ning Syaqila.
"Nanti saya mau pulang ke Mansion." Edward berkata dengan datar.
Ning Syaqila bingung harus menjawab bagaimana, suaminya hanya berkata akan pulang ke Mansion nya tapi tidak mengajaknya, harus kah dia ikut.
Kerena tidak mendapat kan jawaban dari Istrinya, Edward meneruskan langkahnya menuju ndalem.
Sampai di depan pintu ndalem dia ber papasan dengan Arvin, Arvin menatap Ning Syaqila dengan pandangan hampa dan Edward menyadari semua itu.
Ella yang baru keluar dari kamar Maira langsung menuju meja makan,disana semua makanan sudah ter tata rapi.
Makan malam di mulai, Para istri melayani suaminya, mengambilkan nasi dan lauk untuk pasangannya masing masing.
Ella menatap semuanya satu persatu, kemudian berkata dengan enteng.
"Nasib jadi Jones." ucap nya.
"Coba aja gue punya pasangan, Akhhh,,,," Ella berteriak karena Queena dengan kasar melemparkan anggur dan tepat mengenai jidatnya.
"Lo itu teman gue bukan sih Queen?" tanya Ella men dramatis keadaan.
"Siapa lo gak kenal gue." balas Queena cuek.
"Dasar anak durhaka lo."
"Anak durhaka?" bingung Arvin.
"Iya Queena ini anak durhaka,bersikap tidak sopan pada ibunya." jawab Ella membuat semua orang bingung.
"Ibu pala lo peang." ketus Queena,dia sudah dapat menebak omongan ngelantur sahabatnya itu.
_
_
_
TBC
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘
Makasih buat kalian yang sudah setia menunggu Up ❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
lope lope sekebon buat kalian❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
__ADS_1