
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
فَلَمَّا وَضَعَتْهَا قَالَتْ رَبِّ اِنِّيْ وَضَعْتُهَآ اُنْثٰىۗ وَاللّٰهُ اَعْلَمُ بِمَا وَضَعَتْۗ وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالْاُنْثٰى ۚ وَاِنِّيْ سَمَّيْتُهَا مَرْيَمَ وَاِنِّيْٓ اُعِيْذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطٰنِ الرَّجِيْمِ
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Happy reading guys 😘😘😘
Jam sudah menunjukkan angka 22:30 namun Queena belum juga memejamkan matanya, Gus Alzam mengelus kepala Queena.
"Tidur ya sayang,,"
"Tapi aku belum ngantuk by,,"
"Humaira,,, kasian lo Baby kalau di ajak begadang, sekarang pejamkan matamu ya,,"
"Tapi tubuhku sakit semua by" rengek Queena.
"Aku pijitin ya,,,"
"Tapi aku mau di peluk kamu,,"
"Ini kan sudah dipeluk Humaira,"
"Tapi aku maunya dipeluk duduk."
Gus Alzam Duduk kemudian mengangkat Queena ke dalam pangkuan nya, memeluknya sambil mengelus kepala Queena dengan penuh kasih sayang.
"Sekarang tidur ya Humaira,,"
"Nyanyi dong by,," pinta Queena.
"Aku sholawat saja ya sayang,,"
"Hmm,,, baiklah."
ﻳَﺎ ﻧَﺒِﻲ سَلَاﻡْ ﻋَﻠَﻴْﻚَ - ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝْ سَلَاﻡْ ﻋَﻠَﻴْﻚَ
ﻳَﺎ ﺣَﺒِﻴﺐْ سَلَاﻡْ ﻋَﻠَﻴْﻚَ - ﺻَﻠَﻮَﺍﺕُ ﺍﻟﻠَّﻪ ﻋَﻠَﻴْﻚَ
ﺃَﺷﺮَﻕَ ﺍﻟﺒَﺪْﺭُ ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ - ﻓَﺎﺧْﺘَﻔَﺖْ ﻣِﻨْﻪُ ﺍﻟﺒُﺪُﻭْﺭُ
ﻣِﺜْﻞَ حُسْنِك ﻣَﺎ ﺭَﺃَﻳْﻨَﺎ - ﻗَﻂُّ ﻳَﺎ ﻭَﺟْﻪَ ﺍﻟﺴُّﺮُﻭْﺭِ
ﺃَﻧْﺖَ ﺷَﻤْﺲٌ ﺃَﻧْﺖَ ﺑَﺪْﺭٌ - ﺃَﻧْﺖَ ﻧُﻮْﺭٌ ﻓَﻮْﻕَ ﻧُﻮْﺭٍ
ﺃَﻧْﺖَ ﺇِﮐْﺴِﻴْﺮُ ﻭَﻏَﺎﻟِﻲ - ﺃَﻧْﺖَ ﻣِﺼْﺒَﺎﺡُ ﺍﻟﺼُّﺪُﻭْﺭِ
ﻳَﺎ ﺣَﺒِﻴْﺒِﯽ ﻳَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪ - ﻳَﺎﻋَﺮُﻭْﺱَ ﺍﻟﺨَﺎﻓِﻘَﻴْﻦِ
ﻳَﺎ ﻣُﺆَﻳَّﺪْ ﻳَﺎﻣُﻤَﺠَّﺪْ - ﻳَﺎ ﺇِﻣَﺎﻡَ ﺍﻟﻘِﺒْﻠَﺘَﻴْﻦِ
ﻣَﻦْ ﺭَﺃَﯼ ﻭَﺟْﻬَﻚَ ﻳَﺴْﻌَﺪْ - ﻳَﺎﮔﺮِﻳْﻢَ ﺍﻟﻮَﺍﻟِﺪَﻳْﻦِ
__ADS_1
ﺣَﻮْﺿُﻚَ ﺍﻟﺼَّﺎﻓِﯽ ﺍﻟﻤُﺒَﺮَّﺩْ - ﻭِﺭْﺩُﻧَﺎ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟﻨُّﺸُﻮْﺭِ
ﻣَﺎ ﺭَﺃَﻳْﻨَﺎ ﺍﻟﻌِﻴْﺲَ ﺣَﻨَّﺖْ - ﺑِﺎﻟﺴُّﺮَﯼ ﺇِﻻَّ ﺇِﻟَﻴْﻚَ
ﻭَﺍﻟﻐَﻤَﺎﻣَﻪ ﻗَﺪْ ﺃَﻇَﻠَّﺖْ - ﻭَﺍﻟﻤَﻼَ ﺻَﻠُّﻮﺍ ﻋَﻠَﻴْﻚَ
ﻭَﺃَﺗَﺎﻙَ ﺍﻟﻌُﻮﺩُ ﻳَﺒْﮑِﻲ - ﻭَﺗَﺬَﻟَّﻞْ ﺑَﻴْﻦَ ﻳَﺪَﻳْﻚَ
ﻭَﺍﺳْﺘَﺠَﺎﺭَﺕْ ﻳَﺎﺣَﺒِﻴْﺒِﻲ - ﻋِﻨْﺪَﻙَ ﺍﻟﻈَّﺒْﻲُ ﺍﻟﻨُّﻔُﻮْﺭُ
ﻋِﻨْﺪَﻣَﺎ ﺷَﺪُّﻭْﺍ ﺍﻟﻤَﺤَﺎﻣِﻞ - ﻭَﺗَﻨَﺎﺩَﻭﺍ ﻟِﻠﺮَّﺣِﻴْﻞِ
ﺟِﺌْﺘُﻬُﻢْ ﻭَﺍﻟﺪَّﻣْﻊُ ﺳﺂﺋِﻞْ - ﻗُﻠْﺖُ ﻗِﻒْ ﻟِﯽ ﻳَﺎ ﺩَﻟِﻴْﻞُ
ﻭَﺗَﺤَﻤَّﻞْ ﻟِﻲ ﺭَﺳﺂﺋِﻞْ - ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﺸَّﻮْﻕُ ﺍﻟﺠَﺰِﻳْﻞُ
Nafas Queena sudah teratur, menandakan Queena sudah terlelap,Gus Alzam mencium hangat kening Queena.
"Tidur nyenyak istriku, semoga Allah selalu melindungi mu."
Gus Alzam tidak tega melihat istrinya, perut nya sudah besar bahkan lebih besar dari ukuran normal perut perempuan hamil lainnya,mereka sengaja tidak bertanya jenis kelamin anaknya ,biar jadi kejutan saat lahir nanti.
Akhirnya Gus Alzam menyusun bantal dengan satu tangganya meletakkan di belakangnya untuk di jadikan sandaran. Gus Alzam tertidur dengan dengan tetap memangku Queena.
Jam tiga Gus Alzam bangun, dia mencoba menidurkan Queena dengan pelan, namun Queena langsung terbangun.
"By,,,," rengek nya.
"Tidur lagi ya sayang,,," Gus Alzam mengelus punggung Queena.
"Humaira,,,aku sholat sebentar ya, nanti aku peluk lagi."
"Hm,,," Gus Alzam memeluk Queena sebentar setelah dirasa Queena kembali terlelap dia baru meninggalkan nya untuk melaksanakan sholat malam.
Gus Alzam sholat dengan khusyuk kemudian berdoa untuk anak yang ada dalam kandungan istrinya.
اَللّٰهُمَّ احْفَظْ وَلَدِيْ مَادَامَ فِيْ بَطْنِ زَوْجَتِيْ وَاشْفِهِ أَنْتَ الشَّافِيْ لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَآؤُكَ شِفَآءً لَايُغَادِرُ سَقَمًا. اَللّٰهُمَّ صَوِّرْهُ فِيْ بَطْنِ زَوْحَتِيْ صُوْرَةً حَسَنَةً وَثَبِّتْ قَلْبَهُ إِيْمَانًا بِكَ وَبِرَسُوْلِكَ. اَللّٰهُمَّ أَخْرِجْهُ مِنْ بَطْنِ زَوْجَتِيْ وَقْتَ وِلَادَتِهَا سَهْلًا وَتَسْلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْهُ صَحِيْحًا كَامِلًا وَعَاقِلًا حَاذِقًا عَالِمًا عَامِلًا. اَللّٰهُمَّ طَوِّلْ عُمْرَهُ وَصَحِّحْ جَسَدَهُ وَحَسِّنْ خُلُقَهُ وَأَفْصِحْ لِسَانَهُ وَأَحْسِنْ صَوْتَهُ لِقِرَاءَةِ الْحَدِيْثِ وَالْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ بِبَرَكَةِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Artinya: “Ya Allah, jagalah anakku selama ia berada dalam perut istriku, sehatkan ia, sesungguhnya Engkau Yang Maha Menyehatkan, tak ada kesehatan kecuali kesehatan dari-Mu, kesehatan yang tak terganggu penyakit. Ya Allah, bentuk ia yang ada di perut istriku dalam rupa yang baik, tetapkan dalam hatinya keimanan pada-Mu pada Rasul-Mu. Ya Allah, keluarkan dia dari perut istriku pada saat kelahirannya secara mudah dan selamat. Ya Allah, jadikan ia utuh, sempurna, berakal, cerdas, berilmu, dan beramal. Ya Allah, panjangkan umurnya, sehatkan jasadnya, baguskan rupanya, dan fasihkan lisannya untuk membaca hadits dan Al-Qur’an Yang Agung, dengan berkah Nabi Muhammad ﷺ. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh keberadaan.”
Gus Alzam sampai meneteskan air matanya."Ya Allah ya Rahman ya Rahim, berilah istri hamba kesehatan hingga dia melahirkan nanti, lancarkan persalinan nya." Gus Alzam berdoa sambil menangis, dia terus memohon untuk keselamatan istri dan anaknya.
Setelah berdoa Gus Alzam me Murajaah hafalan Al-Qur'an nya dia duduk memangku Al-Qur'an.
Hingga jam empat dia tetap duduk membaca ayat ayat Alquran, melihat istrinya yang tidurnya gelisah Gus Alzam meletakkan Al-Qur'an nya kembali , mendekati Queena mengelusnya dengan pelan.
"Jagoan Abi,, tidur ya nak,, kasihan Mommy loh" Anak dalam kandungan Queena seolah mengerti dia bergerak sebentar setelah itu diam.
"Jadilah Anak sholeh atau Sholehah ya nak."
Gus Alzam mencium perut buncit Queena, mengelus nya dengan penuh kasih sayang.
Gus Alzam sebenarnya sangat ragu untuk meninggalkan istrinya ke Paris,karena Istrinya ini tidak bisa tidur tanpa dirinya.
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Pagi pagi rumah Queena sudah di hiasi tangis Queena, dia menangis saat Gus Alzam akan berangkat.
"Humaira,,,aku batalkan saja ya keberangkatan aku."
"Hiks,,, jangan."
"Tapi kamu berhenti nangis dong."
"Aku pengen nangis by."
Arvin tersenyum melihat drama pagi itu,dia datang pagi pagi untuk mengantar Gus Alzam,namun sudah lebih dari satu jam Queena belum berhenti menangis.
Hingga lima menit kemudian Uncle Edward datang untuk menjemput Queena.
"Assalamu'alaikum,," ucapnya.
"Waalaikum salam."jawab Arvin, hanya Arvin yang menjawab karena Gus Alzam tidak mendengar dia masih sibuk menenangkan Queena.
"Dimana Quenna?" tanya Uncle Edward datar.
"Itu." tunjuk Arvin pada Queena yang masih menangis di pelukan Gus Alzam.
"Humaira,,,, aku batalkan saja ya,,"
"Jangan by,,hiks." lagi lagi Queena melarang Gus Alzam untuk membatalkan keberangkatan nya, tapi dari tadi dia menahannya dengan menangis.
"Princess,,," panggil Uncle Edward lembut.
"Uncle,,," rengek Queena.
Uncle Edward mendekati Queena dan Gus Alzam " Ayo Princess ikut Uncle,nanti Uncle belikan Es krim yang banyak mau?" tawar Uncle Edward.
Queena mengangguk namun matanya tidak lepas dari Gus Alzam,air matanya terus mengalir tanpa bisa dicegah dia kembali memeluk Gus Alzam saat Gus Alzam sudah sampai depan pintu.
"By,,,,hiks,,,hiks,," tangis Queena semakin menjadi,dan itu di saksikan seluruh keluarga ndalem, mereka ingin melihat mengapa Gus Alzam belum berangkat juga.
"Bagaimana kalau princess ikut mengantar ke bandara saja." usul Uncle Edward.
"Boleh by,," ucap Queena.
"Ayo,," Gus Alzam menarik tangan Queena menuju mobilnya.
_
_
_
TBC
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️