Mafia Cantik Penakluk Gus Tampan

Mafia Cantik Penakluk Gus Tampan
Abi Mommy


__ADS_3

*********


Happy reading guys 😘😘😘


"Pedro lihatlah disana adalah orang yang melukai majikan mu jadi kamu bebas mau melakukan apa tapi ingat jangan sampai membunuhnya." Uncle Edward mengelus kepala Pedro.


Pedro berjalan kearah Marko dan Clara ,dia menjilat luka di tangan mereka sesekali menggigitnya membuat mereka berdua berteriak kesakitan.


"Akh,,,,,, sialan lo!" maki Clara.


"Haha,,,,,haha,,,," Uncle Edward tertawa melihat mereka kesakitan.


Pedro beralih pada Fatimah dia mencakar tubuh Fatimah hingga mengeluarkan darah,kemudian menjilati darah yang keluar dari Fatimah.


"Akh,,, berhenti,,!" teriak Fatimah.


Mike hanya menatap mereka Pedro mendatangi nya kemudian menjilati darah yang ada di tubuhnya hingga bersih, hanya menjilat tidak menggigit nya apalagi mencakar.


Uncle memperhatikan itu, pasti Pedro sudah mengenal Mike makanya dia terlalu ganas padanya,berbeda jika pada Marko, Clara dan Fatimah.


"Mike,,Mike,,,Lo itu bodoh banget sih, lo itu telah di tipu istrimu itu." ucap Uncle Edward.


Uncle Edward melemparkan ponsel yang menayangkan video perselingkuhan Istri dengan Adiknya, bahkan dalam video itu juga menayangkan saat Istrinya itu melakukan hubungan **** dengan kedua Adik kembarnya.


Dalam video itu juga mereka sedang merencanakan membalas dendam sama Queena dengan memanfaatkan dirinya.


"Haha,,,, bodoh banget sih lo." ejek Uncle Edward.


Sekarang Mike paham sifat Nona nya yang kejam dan nyebelin itu memang udah Faktor keturunan.


*********


Setelah Ella dan Arvin pulang kini tinggal Gus Alzam sendiri yang jagain Queena.


"Betah banget sih tidurnya sayang" Gus Alzam mengusap pipi Queena.


"Maaf ya Humaira,, aku tidak peka dengan keadaan kamu, pantas akhir akhir ini tingkah mu begitu aneh, kamu jadi cengeng, bangun ya,, nanti kamu mau apapun pasti aku kabulkan."


"Hey,,, Entah mengapa Abi begitu yakin kalau kamu ini jagoan, Abi berharap semoga kamu memang jagoan sayang supaya nanti kamu bisa jagain Umi kalau Abi gak ada." Gus Alzam mengusap perut Queena.


"Ana Uhibbuka Fillah zaujati Anti Habibati."


Setetes air mata jatuh dari pelupuk mata Queena, Gus Alzam tersenyum haru "Kamu pasti bisa mendengar kan Humaira,,,"


"Kamu harus bangun sayang,, kamu itu wanita yang kuat, jangan tinggalkan aku sendiri, kita besar kan anak kita bersama bersama ya,,,hiks,,." Sekuat kuatnya Gus Alzam dia adalah pria yang lemah saat Orang yang dia sayang terbaring lemah.


"Kamu capek ya mau istirahat, aku izinkan kamu istirahat tapi jangan lama lama Humaira" mengecup tangan Queena.


Gus Alzam membacakan sholawat Syifa sambil mengelus kepala istrinya.

__ADS_1


أَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ طِبِّ الْقُلُوْبِ وَدَوَائِهَا وَعَافِيَةِ الأَبْدَانِ وَشِفَائِهَا وَنُوْرِ الأَبْصَارِ وَضِيَائِهَا وَعَلَى آَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ


Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan atas baginda kami Nabi Muhammad SAW yang merupakan obat dan penyembuh hati kami, penyehat dan penyelamat badan, yang merupakan cahaya dan sinar penglihatan, dan yang merupakan penjamin kesehatan jasmani dan rohani akan kebutuhan makanan. Tumpahkan kesejahteraan itu atas keluarga dan sahabat-sahabatnya dan berilah keselamatan.”


Tidak terasa Queena tertidur sudah seminggu lamanya tertidur, Gus Alzam dengan setia menjaga Istrinya, dia mengabaikan dulu masalah perusahaan, fokusnya saat ini hanya pada Istrinya.


Di sepertiga malam Gus Alzam menghadap pada sang pencipta dia menangis ber do'a memohon untuk kesembuhan istrinya.


Perlahan tangan Queena bergerak, matanya terbuka sedikit demi sedikit, dia merasakan silau karena baru terkena cahaya setelah seminggu lebih menutup mata, Queena kembali memejamkan matanya, dia langsung menangis, mengingat suaminya meninggalkan dirinya untuk selamanya.


Dia kembali membuka matanya menatap sekelilingnya,,'Apakah sekarang aku berada lain mengapa itu seperti Alzam,' batin Queena berbicara sendiri melihat Gus Alzam yang sedang khusyuk berdoa.


"Hiksss,,,,hiks,,,,," Tangis Queena.


Gus Alzam menoleh ke ranjang Istrinya saat mendengar suara tangisannya,dia begitu terkejut melihat istrinya menangis.


"Humaira,,,, kamu sudah sadar sayang?"


"Kenapa menangis hmm,, apa ada yang sakit, sebentar ya,,aku panggil dokter dulu." Gus Alzam hendak beranjak memanggil Dokter,namun segera ditahan Queena.


"Apanya yang sakit Humaira,,?" tanya Gus Alzam dengan lembut melihat istrinya yang tidak berhenti menangis.


"Hikss,,,, pasti aku lagi mimpi,,," ucap Queena.


"Kamu tidak sedang bermimpi sayang." Gua Alzam menghapus air mata Queena.


"Tidak Humaira,,aku akan selalu mendampingi mu"


"Hikss,,,aku tidak lagi bermimpi kan , ini benar benar kamu kan by?" Queena mengusap pipi Gus Alzam.


"Hikss,,, ini benar benar nyata kan, ini beneran kamu by, bukan hanya halusinasi aku kan hikss,,"


"Ini nyata sayang ini aku, kamu tidak sedang bermimpi kok."


"Hiksss,,, Aku,,,hikss takut kalau ini hanya mimpi."


Gus Alzam langsung memeluk Queena,dia tidak tega menangis seperti ini.


"Aku tidak akan meninggalkan kamu Humaira,, sekarang udah ya nangisnya, kasihan loh baby kita nanti dia ikutan nangis kalau Uminya menangis." ucap Gus Alzam.


"Hiksss,,, bukan Umi,,"


"Lalu mau di panggil apa sayang?"


"Mommy,,hiks,"


"Kok Mommy sayang kan cocok sama Abi."


"Ihh,,, tapi aku maunya di panggil Mommy , di ubah aja kamu di panggil Daddy saja kan cocok, Mommy sama Daddy."

__ADS_1


"Yaudah panggil Mommy sama Abi ya,," ucap Gus Alzam.


"Tapi gak cocok By,,,"


"Biar beda dari yang lain sayang panggilan jagoan kita."


"Ini Princess bukan jagoan."


"Humaira,,Anak pertama itu lebih baik Jagoan."


"Tapi aku inginnya Princess."


"Humaira,,, kalau Jagoan itu nanti dia bisa jaga kamu saat aku tidak lagi bisa menjagamu."


Mendengar ucapan Gus Alzam Queena kembali menangis " Kamu akan meninggalkan aku lagi by?"


"Ya Allah salah bicara aku." ucap Gus Alzam pelan.


"Tidak Humaira,,, bukan begitu,aku tidak akan meninggalkan kamu, maksud aku itu saat aku pergi ke kantor kan kamu harus dijaga sama jagoan kita."


"Hikss,,, aku takut kamu ninggalin aku lagi seperti kemarin, kalau kamu pergi aku ikut, hikss,,,"


" Maaf ya Humaira,," Gus Alzam memencet tombol darurat, dia memanggil Dokter untuk memeriksa Queena.


"Permisi Tuan Nona biar kami periksa dulu ya,," ucap Dokter memasuki ruangan Queena.


"Periksa dulu ya,, Humaira" Gus Alzam mencoba melepaskan pelukan Queena, tapi Queena tetap menempel pada Gus Alzam.


Akhirnya Dokter memeriksa Queena yang masih dalam dekapan Gus Alzam, karena Queena sama sekali tidak mau lepas dari gus Alzam.


"Keadaan Nona Queena sudah stabil, jangan membebani pikirannya itu akan berpengaruh pada kandungan nya, untuk lebih jelasnya besok periksa pada Dokter kandungan ya,,"


"Makasih Dok," ucap Gus Alzam.


"Sama sama Tuan ,kalau begitu saya permisi ya pak." pamit Dokter.


"Iya Dok."


Gus Alzam mengelus punggung Queena, perlahan Queena kembali terlelap mungkin efek obat yang dokter suntikan tadi.


_


_


_


TBC


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2