Mafia Cantik Penakluk Gus Tampan

Mafia Cantik Penakluk Gus Tampan
Sweet Duda


__ADS_3

********


 “Perbuatan halal yang sangat dibenci Allah adalah thalaq (cerai)”(HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah) 


*********


"Mulai sekarang kamu bukan istriku lagi, mulai sekarang kita bukan suami istri lagi, Fatimah aku men talak kamu."


Gus Azka mentalak Ning Fatimah.


Pertengkaran mereka hingga terdengar keluar, "Astaghfirullah ,,," ucap Abi Reyhan.


Umi Maryam terus menangis, dia tidak pernah menyangka jika menantunya bisa seperti ini.


Umi Maryam begitu sakit hati saat mendengar putranya di hina sedemikian rupa.


"Maafkan Umi nak,," Ucapnya.


"Sudah dong Umi menangis nya,,," bujuk Ning Syaqila.


"Umi bersalah pada Abang mu nak."


Ning Fatimah keluar dari dalam kamar dengan membawa kopernya membanting pintu dengan keras.


"Nak mau kemana kamu, jangan pergi bicarakan dulu semuanya baik baik." Umi Maryam mencoba mencegah Ning Fatimah.


"Tidak perlu ada yang dibicarakan lagi, saya juga sudah muak jadi bagian keluarga ini." ucap Ning Fatimah.


"Plakk,,,,," Queena yang baru datang geram dengan ucapan Ning Fatimah,dia menampar pipi Ning Fatimah kencang.


"Kamu,,, !" teriak Ning Fatimah.


"Apa hah?" tantang Queena.


Ning Fatimah melayangkan tangannya ingin membalas Queena namun di di tahan Gus Alzam.


"Kalau mau pergi silahkan,, tidak perlu membuat keributan." ucap Gus Alzam datar.


"Kenapa kamu selalu membela dia sih mas?


apa lebihnya dia ketimbang aku,dia hanya bocah yang tidak bermoral, aku punya segalanya,aku cantik , baik , pandai dalam ilmu agama, tapi kamu lebih memilih untuk menikahi dia." Sambil menunjuk Queena, Ning Fatimah berkoar koar memuji dirinya sendiri.


"Iya memang betul Fatimah kamu itu sempurna,,"


"Kamu memuji dia By,," teriak Queena.


"Lihatlah bocah suamimu saja memuji aku." Ning Fatimah terlihat senang.


"Tapi hanya satu yang tidak kamu miliki" Gus Alzam kembali bersuara.


"Apa?" tanya Ning Fatimah.


"Kamu tidak punya Harga diri." lanjut Gus Alzam.


"Haha,,,,, haha,,,,"

__ADS_1


Queena tertawa ngakak, sementara Ning Fatimah wajahnya sudah merah padam,dia merasa harga dirinya di injak injak.


"Awas kalian lihat saja besok." teriak Ning Fatimah.


" Aku sudah tidak sabar menunggu hari esok."


ucap Queena.


Ning Fatimah pergi dengan Memegang pipinya yang terasa perih, bekas tamparan Queena memerah hampir membiru di bibirnya.


Dia menoleh kebelakang melihat semua keluarga ndalem dengan tajam,,terus melangkah tanpa melihat ke depan dan,,,


"Brakk,,,," Ning Fatimah terjatuh karna kakinya tersandung.


"Haha,,,,haha,,, makanya kalau jalan mata tuh di pake" Ella menertawakan Ning Fatimah.


"Haha,,,haha,,,, belum apa apa udah kena karma duluan." Queena ikutan menimpali ejekan Ella.


"kamu pasti sengaja kan ?" tuduh Ning Fatimah pada Ella.


"kalau iya kenapa emang ?"


"Lo pasti bahagia kan karena aku sudah bercerai dengan pria tidak berguna itu."


"Seriusan lo? eh,,, Ning kaos kaki ajaib yang gak berguna itu lo, lo itu tidak lebih dari sampah yang menjijikkan."


"Seperti nya gue harus mengadakan syukuran deh,," lanjut Ella.


Ning Fatimah segera meninggalkan ndalem,dia tidak ingin lagi jadi sasaran empuk ke pedesan mulut Queena dan Ella.


"Emang bang Azka mau gitu sama lo?"


"Haha,,,haha,," Arvin tertawa ngakak mendengar pertanyaan Queena.


"Ketawa lo pengen gue bayar." ketus Ella.


"Lo jadi sahabat kok gitu amat sih Queen, lo itu gak pernah dukung gue tahu gak?"


"Ngapain gue dukung kelakuan sesat lo?"


"Memang begini nasibnya terlalu cantik jadi pasti banyak yang iri"


"Ngapain gue iri sama lo, suami gue aja udah paket lengkap, tampan, kaya, sholeh, dan yang pasti cinta sama gue."


"Idihh,,, sok muji muji lo, dulu aja kan Gus Alzam gak mau sama lo, sampai di ancam segala."


"Biarin yang penting sekarang udah jadi suami gue."


"Pulang sono lo , ngapain disini mengotori pemandangan aja tahu gak." Usir Queena.


"Humaira,,,sudah suruh Ella duduk dulu." ucao Gus Alzam.


"baik kali,,, kamu babang tamvan mau gak jadi calon suami gue?"


"Mau jadi makanan Pedro lo?" ketus Queena.

__ADS_1


"Sudah sudah,,,duduk semuanya,," perintah Abi Reyhan.


Gus Azka keluar dari kamarnya dengan wajah kusut.


"Sini Bang" panggil Queena.


Gus Azka mendekat duduk di sofa sigle depan Abi Reyhan.


"Maaf kan kami nak,,," ucap Umi Maryam.


"Tidak Mi,,, ini bukan salah siapa siapa,ini semua sudah takdir Azka, jadi tidak ada yang perlu di salahkan dalam hal ini."


"Ya Ampun,,, bijaknya calon suamiku ini , makin cinta deh." ucap Ella dengan tidak tahu malunya.


"Lo sebenarnya maunya itu sama siapa sih Ell, Bang Azka atau Uncle Edward, jangan kira gue gak tahu ya,, apa yang kamu lakuin tadi pagi."


"Gue males ngejar my sugar Daddy, udah berapa tahun gue ngejar tapi di tolak melulu, mending sekarang gue ngejar sweet Duda saja." ucap Ella mengedipkan mata nya pada Gus Azka.


"Jadi kamu jadikan aku pelarian Ell?" tanya Gus Azka.


"Bukan begitu calon suami, hanya saja kan niatnya itu enak kan punya suami sama punya sugar Daddy." jawab Ella.


" Jadi kamu mau punya dua suami Ell?" tanya Ning Syaqila.


"Iya,,,kan enak hihi,,"


"Dalam Islam perempuan itu tidak boleh memiliki dua suami Ell"


"Oh,,, bet arti kalau lebih dari dua boleh dong?"


"Astaghfirullahal Adzim Ella,,, dua suami tidak boleh apalagi lebih,, dan itu sudah di jelaskan dalam Al-Qur'an surat An Nisa' ayat dua puluh empat


وَّالۡمُحۡصَنٰتُ مِنَ النِّسَآءِ اِلَّا مَا مَلَـكَتۡ اَيۡمَانُكُمۡ‌ۚ كِتٰبَ اللّٰهِ عَلَيۡكُمۡ‌ۚ وَاُحِلَّ لَـكُمۡ مَّا وَرَآءَ ذٰ لِكُمۡ اَنۡ تَبۡتَـغُوۡا بِاَمۡوَالِكُمۡ مُّحۡصِنِيۡنَ غَيۡرَ مُسَافِحِيۡنَ‌ ؕ فَمَا اسۡتَمۡتَعۡتُمۡ بِهٖ مِنۡهُنَّ فَاٰ تُوۡهُنَّ اُجُوۡرَهُنَّ فَرِيۡضَةً‌ ؕ وَلَا جُنَاحَ عَلَيۡكُمۡ فِيۡمَا تَرٰضَيۡـتُمۡ بِهٖ مِنۡۢ بَعۡدِ الۡـفَرِيۡضَةِ‌ ؕ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلِيۡمًا حَكِيۡمًا


Dan (diharamkan juga kamu menikahi) perempuan yang bersuami, kecuali hamba sahaya perempuan (tawanan perang) yang kamu miliki sebagai ketetapan Allah atas kamu. Dan dihalalkan bagimu selain (perempuan-perempuan) yang demikian itu jika kamu berusaha dengan hartamu untuk menikahinya bukan untuk berzina. Maka karena kenikmatan yang telah kamu dapatkan dari mereka, berikanlah maskawinnya kepada mereka sebagai suatu kewajiban. Tetapi tidak mengapa jika ternyata di antara kamu telah saling merelakannya, setelah ditetapkan. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana."


Gus Azka menerangkan dengan jelas pada Ella.


"Oh,,, kalau begitu aku menikah sama kamu aja lah" ucap Ella.


"Dasar,,, ! "


"Kenapa kok lo selalu sewot sih Queen, Umi Abi gak apa apa ya,,, Gus Azka nya buat Ella aja."


"Lo lagi lamar bang Azka?" tanya Ning Syaqila.


"Anggap saja begitu." jawab Ella.


_


_


_


TBC

__ADS_1


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘


__ADS_2