Mafia Cantik Penakluk Gus Tampan

Mafia Cantik Penakluk Gus Tampan
Memilih ikut


__ADS_3

******


Happy reading guys 😘😘😘


Setelah melakukan sholat Maghrib keluarga ndalem sudah bersiap untuk pergi ke pesantren Al Falah.


Queena masih menekuk wajahnya,dia malas untuk bertemu dengan Ning Fatimah apalagi disana itu ada Umi Zainab makin malas pula rasanya.


"Humaira,,, ayo ganti bajunya sayang"


"Aku tidak ikut saja lah bi."


"Tapi nanti kamu sendirian disini sayang karena semua keluarga akan ikut Humaira."


"Biarin lah."


"Kalau begitu kamu ke asrama saja ya,disana kan ada Lulu, atau Lulu saja suruh kesini."


"Gak usah by." tolak Queena.


"Kamu hati hati ya sayang,,," ucap Gus Alzam mengecup kening Queena.


"Hm,,,"


Gus Alzam sudah selesai bersiap dia terlihat tampan dengan kemeja coklat dan sarung hijau lumutnya lengkap dengan peci hitamnya.


"Aku berangkat ya sayang,," pamit Gus Alzam.


"Hiks,,, hiks,,,"


"Hiks,,,hiks,,,"


"Kenapa nangis Humaira?" tanya Gus Alzam panik.


"Hiks,,, hiks,,,, aku mau sama kamu aja." Queena memeluk Gus Alzam.


Ada apa dengan istrinya mengapa sekarang mudah sekali menangis.


"Kamu ikut saja ya sayang, kalau aku tidak ikut tidak enak sama Abi sayang." bujuk Gus Alzam.


Akhirnya Queena memilih ikut, dia mengenakan dress coklat dengan hijab hitam senada dengan pakaian Gus Alzam.


"Sudah sayang?" tanya Gus Alzam.


"Iya,," jawab Queena lesu.


"Pasti nanti disana aku di hina sama mereka by."


"Humaira,,, biarkan saja mereka menghina kamu, tidak usah di balas nanti kalau capek akan berhenti sendiri kok, cukup ingat kamu itu punya Allah." ucap Gus Alzam.


"Perbanyak dzikir dan istighfar agar di jauhkan dari godaan setan."


"Tapi aku kesal By, mulutku terasa gatel kalau tidak membalasnya."


"Istri ku ini adalah wanita hebat pasti bisa menahan semuanya, biarkan saja mereka berkoar."

__ADS_1


"Ayo kita berangkat sayang takutnya kita di tungguin."


Gus Alzam menggandeng Queena dengan mesra.


Sampai di ndalem ternyata memang mereka hanya menunggu Queena dan Gus Alzam.


"Masyaallah,,, cocok banget , Queena cantik dan Bang Alzam tampan walau ada bekas gigitan di pipinya." ucap Ning Syaqila.


Queena menatap Pipi Gus Alzam matanya sudah berkaca-kaca, segera Gus Alzam memeluk Queena membisikkan kata kata penenang.


"Aku tidak apa apa Humaira,,,, "


"Langsung berangkat saja ya,," ucap Abi Reyhan.


Mereka berangkat menggunakan dua mobil, Gus Azka dan Abi di depan sementara Umi Maryam dan Ning Syaqila dibelakang, Gus Alzam dan Quenna menggunakan mobil lain, mobil pribadi Gus Alzam yang memang hanya muat dua orang.


" Queena sekarang berbeda ya,,, semoga saja segera ada kabar baik dari mereka." ucap Umi Maryam.


"Aminn,," Di ami nkan Abi Reyhan, Gus Azka dan Ning Fatimah.


Di dalam mobil yang dikendarai Gus Alzam, Queena masih setia memeluknya, sesekali Gus Alzam mencium keningnya.


Empat puluh menit perjalanan mereka sampai di pesantren Al Falah, mereka disambut hangat oleh Abi Basyir.


"Mari silahkan masuk semua nya." Abi Basyir mempersilahkan mereka masuk.


"Untuk apa kalian datang kesini ?" sinis Umi Zainab.


"Maaf sebelumnya,, kami ingin mengembalikan Fatimah secara baik baik karena kami memintanya dengan baik baik." jawab Abi Reyhan.


"Cukup Umi !,,, kamu terlalu banyak bicara." perintah Abi Basyir.


"Saya terima niat baik kamu Han."


"Maaf sebelumnya Abi jika hal ini, menyakiti hati keluarga ini, tapi memang kelakuan Fatimah sudah keterlaluan." Gus Azka meminta maaf kemudian menceritakan kelakuan Ning Fatimah yang tidak bisa di maafkan.


"Saya mengerti nak." Abi Basyir memaklumi mengapa Gus Azka memilih meng akhiri rumah tangga mereka.


"Eh,,, ada keluarga tidak penting" ucap Ning Fatimah yang baru keluar dari kamarnya yang hanya menggunakan baju tidur pendek.


Gus Alzam menundukkan pandangan nya, memilih mengelus tangan istrinya agar tidak terpancing emosinya.


"Fatimah,,! " bentak Abi Basyir.


"Abi ini tidak pernah membela putrinya tapi justru selalu membela orang yang menyakiti nya." Umi Zainab membela Ning Fatimah.


"Kalian ini sama saja." ujar Abi Basyir.


"Heh,,, bocah tidak ber moral tumben kamu diam, takut, atau mulut mu sudah tidak berfungsi karena terlalu banyak dosa." ejek Ning Fatimah.


Queena sudah mengepalkan tangannya, Gus Alzam mengelusnya dengan lembut, memberikan semangat agar tidak terpancing dengan omongan Ning Fatimah.


"Ternyata kamu itu berani nya hanya kalau di kandang sendiri ya,,"


"Fatimah sudah nak" ucap Umi Maryam.

__ADS_1


"Diam kamu ! kamu itu sudah tidak ada hak melarang larang aku karena aku bukan lagi menantumu." bentak Ning Fatimah.


'Plakkk,, Plakkk,,,' Queena yang sudah tidak tahan melayang kan tamparan di kedua pipi Ning Fatimah.


"Lo itu gak ada hak ya buat bentak Umi, dari tadi gue diam bukan karena gue takut tapi karena gue masih menghargai Abi Basyir bukan karena takut sama perempuan jal*ng seperti lo." ujar Queena.


Umi Zainab yang tidak terima Putri nya di tampar dia mengangkat tangannya ingin menampar Queena,namun segera Queena tahan.


'Plakk,,,' Queena menampar balik Umi Zainab.


"Kamu,,,! " teriak Ning Fatimah dan Umi Zainab berbarengan.


"Kalian pikir menghadapi kalian gue takut bahkan seribu orang seperti kalian gue berani, kalian ini seperti kecoa kecil saat di injak satu kali langsung MATI." tekan Queena.


Semuanya memandang Queena dengan tatapan yang sulit di artikan, mereka membiarkan saja Queena membalas Ning Fatimah dan Umi Zainab.


"Awass besok kamu akan membalas seribu kali lipat dari ini." ucap Ning Fatimah.


"Dan gue sangat sangat menunggu hari pembalasan lo itu." balas Queena.


"Kita pulang saja ya Syir maaf jika kedatangan kami membuat mu tidak nyaman." Abi Reyhan pamit pada Abi Basyir.


"Seharusnya saya yang meminta maaf padamu Han ,istri dan anakku sudah benar benar melewati batas." ucap Abi Basyir.


Keluarga Gus Alzam akhirnya pulang dari pesantren Al Falah, mereka pulang dengan perasaan lega, ternyata keputusan mereka tidak salah mengembalikan Ning Fatimah, kelakuan nya tidak mencerminkan seorang Ning.


Sebelum memasuki Mobil Queena meminta maaf karena sudah membuat mereka malu


"Maaf ya Abi semuanya kalau kelakuan Queena membuat malu." Queena menunduk.


"Tidak apa apa nak, justru Umi berterima kasih karena kamu sudah membela Umi." Umi Maryam mengelus pundak Queena.


"Makasih Umi,," Queena Memeluk Umi Maryam.


"Pelukannya di lanjut nanti saja ya kita pulang dulu." ujar Gus Azka.


"Ihh,, Abang mah gak tahu orang lagi senang aja, boleh meluk gak?"


"Humaira,,, kamu dan Azka itu bukan Mahram, Ipar itu bukan mahram sayang ." jelas Gus Alzam.


"Oh,,, emang begitu by?"


"Iya Humaira,,, mahram bagi wanita itu Ayah, ayah mertua hingga ke atasnya ,paman saudara dari ayah maupun ibu, saudara laki laki, ponakan, saudara tiri yang satu ayah atau satu ibu, atau satu susuan."


"Jadi Bang Azka bukan mahram bagi Queena?" tanya Queena.


_


_


_


TBC


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2