
*********
فَمَا أُوتِيتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَمَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ
وَأَبْقَى لِلَّذِينَ آمَنُوا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ (٣٦)وَالَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَائِرَ الْإِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ وَإِذَا مَا غَضِبُوا هُمْ يَغْفِرُونَ (٣٧)وَالَّذِينَ اسْتَجَابُوا لِرَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَمْرُهُمْ شُورَى بَيْنَهُمْ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ (٣٨) وَالَّذِينَ إِذَا أَصَابَهُمُ الْبَغْيُ هُمْ يَنْتَصِرُونَ (٣٩) وَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ (٤٠) وَلَمَنِ انْتَصَرَ بَعْدَ ظُلْمِهِ فَأُولَئِكَ مَا عَلَيْهِمْ مِنْ سَبِيلٍ (٤١) إِنَّمَا السَّبِيلُ عَلَى الَّذِينَ يَظْلِمُونَ النَّاسَ وَيَبْغُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ (٤٢) وَلَمَنْ صَبَرَ وَغَفَرَ إِنَّ ذَلِكَ لَمِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ(٤٣)
Apa saja (kenikmatan) yang diberikan kepadamu, maka itu adalah kesenangan hidup di dunia. Sedangkan apa (kenikmatan) yang ada di sisi Allah itu lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman, dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal, (36) dan juga (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah segera memberi maaf, (37) dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhan dan menegakkan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan cara bermusyawarah di antara mereka; dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka, (38) dan (bagi) orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan dzalim, mereka membela diri. (39) Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal, tetapi barangsiapa memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat jahat) maka pahalanya dari Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang dzalim. (40) Tetapi orang-orang yang membela diri setelah didzalimi, tidak ada alasan untuk menyalahkan mereka. (41) Sesungguhnya kesalahan hanya ada pada orang-orang yang berbuat dzalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa (mengindahkan) kebenaran. Mereka itu mendapat siksaan yang pedih. (42) Tetapi barangsiapa bersabar dan memaafkan, sungguh yang demikian itu termasuk perbuatan yang mulia. (43) – (Q.S As-Syura: 36-43)
Tuan Fredy, Malvin dan Uncle Edward mendengarkan Ayat demi ayat yang Gus Alzam bacakan, jujur mereka terpukau dengan suara merdu Gus Alzam.
Sementara Queena yang masih bete segera mengambil lengan Gus Alzam kemudian menggigitnya dengan keras, Gus Alzam diam tidak mengeluh mungkin istrinya itu melampiaskan kemarahannya,jadi dia membiarkan nya saja.
Queena makin kesal melihat Gus Alzam tidak kesakitan dia terus menggigit Gus Alzam dibalik baju yang dikenakannya,hingga Queena merasa sedikit asin di mulutnya.
Keluarga Queena menggelengkan kepalanya, Princess mereka memang benar benar sadis,dapat mereka lihat jika gigitan Queena pasti sangat lah kuat buktinya ada bercak merah pada baju yang di kenakan Gus Alzam, namun Gus Alzam hanya diam tidak mengeluh kesakitan justru dia mengelus rambut istrinya dengan sayang.
"Ihh,,, kok kamu tidak berteriak kesakitan sih,,!" teriak Queena.
"emang tidak sakit apa?" tanya nya lagi.
"Pasti lebih sakit saat kamu aku bentak kan?"
"Tuh kamu tahu,,"
"Emang iya,, Sini biar aku gigit lagi."
"Princess emang kamu tidak kasihan sama Alzam?" tanya Malvin.
"Gak,,? " Queena kembali menggigit Gus Alzam.
Tuan Fredy dan Uncle Edward hanya tersenyum, membiarkan apa yang Princess nya lakukan lagian Alzam tidak keberatan juga kan.
"Bagaimana pekerjaan kamu zam?" tanya Tuan Fredy.
"Alhamdulillah Dad,"
Mereka terus bercengkrama hingga malam dan Quenna yang masih setia menggigit Gus Alzam hingga ke bahunya.
"Shh,,," ringis Gus Alzam.
"Baru kerasa Zam?" ledek Malvin.
"Haha,,, haha,,," Malvin tertawa puas.
Queena menatap wajah Gus Alzam " Mampus lo,,!" ucap nya.
"Humaira,,,!" tegur Gus Alzam.
"Ish,, iya iya Mampus kamu !"
"Haha,,, haha,,," Malvin makin kencang tertawa.
Queena membelalakkan matanya saat tidak sengaja melihat bercak bercak merah di baju Gus Alzam.
"Ini apa?" tanya Queena menunjuk bercak darah di baju Gus Alzam.
__ADS_1
"Buka baju kamu by ! " perintah Gus Alzam.
"Untuk apa Humaira?"
"Buka cepat " Queena terus memaksa Gus Alzam membuka bajunya.
"Nanti saja Humaira,,"
"Buka,, by ! "
Dengan terpaksa Gus Alzam membuka bajunya dengan perlahan, Queena langsung mendelik tubuh mulus suaminya kini penuh dengan bekas gigitan yang merah keunguan bahkan banyak yang mengeluarkan darah.
"Ini kenapa ?" tanya Queena menyentuh luka Gus Alzam yang mengeluarkan darah.
"Kamu lupa Princess?" tanya Malvin.
Sementara Tuan Fredy dan Uncle Edward sedikit meringis, pasti tubuh Alzam perih semua pikir mereka.
"Ya Allah,,, !" pekik Queena.
"Alhamdulillah,," ucap Tuan Fredy,Malvin dan Uncle Edward.
"Kok kalian malah bersyukur sih,," ucap Queena.
"Kami bersyukur karena saat kamu panik mengucapkan Alhamdulillah, biasanya kan berteriak Oh my good, anjir, atau menyebut isinya ragunan." balas Malvin.
"Lo kok dari tadi bawel banget sih, cocok banget sama Ella." ujar Queena.
"Humaira,,!" tegur Gus Alzam.
"Daddy bahagia sayang kamu sudah banyak perubahan."
"By ini sakit ya?" tanya Queena menekan luka ditubuh Gus Alzam.
"Hiks,,,hiks,,," Queena menangis melihat tubuh suaminya dipenuhi dengan bekas gigitan nya.
"Hey,,, kenapa nangis Humaira?" Gus Alzam memeluk Queena sayang, mencium puncak kepalanya, dia begitu menyayangi Queena, walau dia tahu jika istrinya itu adalah leader dari sebuah mafia besar, tapi dia akan berusaha mengeluarkan istrinya itu dari lembah hitam itu.
"Maafkan aku by,, aku tidak sengaja."
"Apanya yang tidak sengaja, kamu kan emang sengaja gigit Alzam dari tadi." ledek Malvin.
"Ya,,hiks kan aku tidak berniat membuat kamu terluka by"
"Sekarang gak niat." ujar Malvin lagi.
"Abang,, ! " teriak Queena.
"Pulang sana,," usir nya.
"Karena ini sudah terlalu malam kami pulang dulu ya nak" ucap Tuan Fredy.
"Tidak mau menginap dulu Dad,,,?" tawar Gus Alzam.
"Tidak usah zam, Daddy pulang ya."
__ADS_1
"Hm,,, hati hati Dad, kalau mau menikah lagi Queena kasih restu Dad." ucap Queena.
"Emang kamu mau punya Mommy tiri?" tanya Uncle Edward.
"Enggak,,! " tolak Queena.
"Lalu kalau tidak mau punya Mommy tiri kenapa nyuruh Daddy menikah lagi." ujar Malvin.
"Sudah sudah kita pulang vin, Princess Daddy tidak akan menikah lagi cukup kamu perempuan satu satunya di hidup Daddy."
Queena langsung ber hambur memeluk Daddynya, "Makasih Daddy adalah Daddy terbaik di dunia."
"Sama sama Princess Daddy."
"Princess kontrol emosi kamu ya,,, jangan sampai kelepasan." nasehat Tuan Fredy.
"Baik Dad."
Setelah keluarganya pulang Queena kembali memeluk Gus Alzam, "Mau aku obatin by?" tawar Queena.
"Tidak usah Humaira,," tolak Gus Alzam lembut.
"Aku masih kesal loh sama kamu by."
"Iya,,"
"Kok cuma iya sih by,,"
"Lalu aku harus apa Sayang?"
Queena cemberut, "By,," panggil Queena.
"Apa Humaira,,,?"
"Bagaimana jika suatu saat nanti jika aku melakukan kesalahan yang sangat fatal?"
"Aku akan menegur mu Humaira,,"
"Apakah kamu akan meninggalkan aku jika kamu tahu semuanya masa lalu aku?"
"Aku tidak akan meninggalkan kamu sayang."
"Beneran?"
"Iya,,"
_
_
_
TBC
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘
__ADS_1