
******
Happy reading guys 😘😘😘
"Jadi Bang Azka bukan mahram bagi Queena?" tanya Queena.
"Iya,, Humaira,,, dalam Al-Qur'an surat An-Nur/24 ayat 31 sudah di jelaskan.
وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan menjaga *********** dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka atau ayah mereka atau ayah suami mereka atau putra-putra mereka atau putra-putra suami mereka atau saudara-saudara lelaki mereka atau putra-putra saudara laki-laki mereka atau putra-putra saudara perempuan mereka ….”
Gus Alzam dengan sabar menjelaskan pada Queena.
"Jadi kalau bukan Mahram boleh dong untuk menikahi nya?"tanya Queena.
"Boleh Humaira."
"Bagaimana dengan saudara angkat by,, mahram tidak?"
"وَمَا جَعَلَ أَدْعِيَاءَكُمْ أَبْنَاءَكُمْ
“….Dan Allah tidak menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu … ” [al-Ahzab/33 : 4]
Kalau saudara angkat itu bukan mahram sayang kecuali, dia di susui oleh ibu angkatnya barulah di menjadi saudara sepersusuan." jelas Gus Alzam.
"Oh,,, begitu "
"Iya Humaira,, udah ayo pulang!" ajak Gus Alzam.
*******
Ditengah perjalanan Queena melihat penjual jagung bakar,dia menyuruh Gus Alzam berhenti dulu.
"By berhenti dulu,," ucap Queena.
"Kenapa Humaira,,?" tanya Gus Alzam.
"Aku mau itu by,," tunjuk Queena pada penjual jagung bakar.
Gus Alzam menuruti permintaan istrinya,dia memarkirkan mobilnya sebelah penjual jagung bakar.
"Bang,,, jagung bakar nya dua ya,," ucap Gus Alzam.
"Ihh,, kok cuma dua by aku maunya dua puluh."
"Humaira,,, kalau tidak habis nanti mubazir loh."
"Tidak mau pokoknya, aku mau dua puluh titik."
"Humaira,,,"
"Aku Nangis nih,,"ancam Queena matanya sudah ber kaca kaca.
"Baiklah,,," pasrah Gus Alzam.
Disana banyak sekali penjual kaki lima, banyak memperhatikan Queena dan Gus Alzam, pasangan yang serasi pikir mereka.
"By,,, aku maunya kamu yang bakar bukan Abang penjualnya." Rengek Queena.
"Tapi Humaira,,,,"
Queena cemberut ,air matanya hampir menetes.
"Istrinya lagi ngidam ya mas?" tanya salah satu pengunjung.
Gus Alzam menanggapi dengan senyuman dalam hati mengamini ucapan ibu itu.
"Kalau perempuan hamil memang begitu mas tingkah nya aneh, turuti saja dari pada nanti anaknya ileran." lanjut ibu tadi.
Gus Alzam menuruti permintaan istrinya,membakar sendiri jagungnya, dan dengan lahap Queena memakannya.
__ADS_1
"Humaira,,, makannya udah ya,, nanti perut kamu sakit loh." Gus Alzam sedikit ngeri melihat istrinya makan jagung, ini adalah jagung ke tujuh yang dia makan takutnya nanti dia sakit perut.
"Tapi aku masih kurang by,," rengek Queena.
"Besok makan lagi ya,,"bujuk Gus Alzam.
"Kamu mau dua puluh kan nanti sisanya kita bakar dirumah saja ya,," Gus Alzam terus membujuk Queena.
"Hm,,, baiklah."
Saat akan bayar Gus Alzam baru ingat dia tidak pegang uang cash.
"Ya Allah Humaira,,, aku lupa tidak pegang uang cash." ucap Gus Alzam.
"Hah,,, yang benar saja by,lalu kita bayar pake apa dong?"
"Kamu tidak bawa uang cash sayang?"
"Kamu kan tahu sendiri by aku jarang pegang uang cash."
Penjual Jagung yang mendengar percakapan Gus Alzam dan Quenna tersenyum.
"Tak apa bayar nanti aja pas ada uang cash aja mas mbak." ucap nya.
"Enggak lah masak ngutang, bayar pake ini saja ya,," Queena menyodorkan kartu black card miliknya.
Pengunjung yang lainnya menatap Gus Alzam dan Quenna takjub.
"Orang kaya mah beda,," ucap mereka.
"Tidak bisa mbak disini harus pake uang tunai" tolak penjual jagung bakar.
"Coba kamu cari di mobil deh by siapa tahu aja ada kembalian bensin gitu."
Gus Alzam masuk ke dalam mobilnya, mencari uang siapa tahu aja ada, mau ambil uang ke ATM jauh.
Queena mencari di dalam tasnya siapa tahu aja terselip gitu, ternyata ada tapi hanya sedikit.
"Bang ini ada tapi hanya sedikit." Queena menyodorkan uang seratus ribuan tiga lembar.
Gus Alzam kembali dari mobil membawa uang pecahan lima puluh ribuan mungkin sekitar Empat ratus ribu.
"Berapa bang?" tanya Gus Alzam.
"Sudah di bayar mas sama istrinya, uangnya lebih lagi." penjual jagung tersebut memperlihatkan uang yang diberikan Queena.
"Kamu bawa uang cash sayang?"
"Tidak by,, itu tadi ada sisa di dalam tas, gak tahu itu sisa kapan" jawab Queena.
"Ini mas kembaliannya." ucap penjual jagung bakar.
"Tidak usah ambil saja bang" ucap Gus Alzam.
"Adduh,, tapi ini kebanyakan mas."
"Tidak apa bang"
"Makasih ya mbak mas semoga, dedek bayinya sehat sampai lahiran ya,," ucap abang penjual jagung bakar tersebut.
"Aminn,," ucap Gus Alzam.
"Kok kamu Amin kan sih by, aku kan belum hamil."
"Humaira,,, dia kan mendoakan kebaikan jadi aku Aminkan sayang, nanti juga kamu pasti hamil kok."
"By,,, kamu dapat uang dari mana?" tanya Queena.
"Ini ada di dashboard mobil." jawab Gus Alzam.
"Cukup gak by kalau mau beli bakso?"
__ADS_1
"Insyaallah cukup Humaira, kamu mau bakso?"
"Iya,," jawab Queena.
Merasa makan bakso dengan diam, Queena begitu lahap memakannya bahkan ini sudah mangkok ke empat, ada apa dengan Istrinya ini? pikir Gus Alzam.
"By,,, aku masih kurang,,"
"Tapi Humaira,,, ini sudah mangkok ke empat loh."
"Ya udah bungkusin dua porsi lagi ya by buat makan di rumah."
Gus Alzam mengangguk walau sebenarnya dia tidak yakin isterinya mampu makan lagi dirumah, tapi dari pada nanti nangis lebih baik dia turuti saja.
Setelah membeli jagung dan Bakso Gus Alzam dan Quenna langsung pulang, dalam perjalanan Queena Memeluk Gus Alzam,dia seperti kelelahan.
"Humaira,,, kamu capek sayang?"
"Hmm,,,," Queena memejamkan matanya.
Satu tangannya dipakai buat nyetir satu tangannya lagi dibuat untuk mengusap Istrinya.
Queena terlelap sambil memeluk Gus Alzam
"Kamu sekarang berubah sayang , mudah sekali marah, nangis, dan nafsu makannya bertambah, sehat sehat selalu ya sayang." Gus Alzam mengecup kening Queena.
Dia mengendarai mobil nya dengan pelan, takut mengganggu tidur Istrinya, sampai dirumah Queena masih terlelap, karena tidak tega Gus Alzam untuk membangunkan Queena dia ahirnya menggendongnya.
"Tidur yang nyenyak Humaira," Gus Alzam menyelimuti Queena hingga ke dadanya.
"Enghhh,,,, by,, Bakso aku mana?" tanya Queena.
"Ada sayang,, "
"Aku mau memakannya by,,"
"Makan lagi sayang?"
"Kenapa?"
"Tapi kamu baru aja makan empat mangkok sayang, makan besok lagi aja ya,,,"
"Hiks,,, hiks,,, "Queena menangis.
"Astaghfirullah sayang,,," Gus Alzam memeluk Queena.
"Aku ambilkan ya,, baksonya."
"Gak udah gak mau lagi."
"Akh,,, Astaghfirullah,," Gus Alzam berteriak Queena menggigit dadanya.
"Sakit ya by?"
"Sedikit sayang,,"
"Hiks,,, maaf by aku tidak sengaja."
Gus Alzam bingung harus menanggapi Istrinya bagaimana, mau mengatakan apa takut salah seperti yang sebelumnya.
" cup cup sudah sayang jangan nangis lagi ya,,"
Gus Alzam terus memeluk Queena hingga dia kembali ter lelap.
"Entah apa yang terjadi padamu Humaira,, semoga kamu selalu diberi kesehatan dan senantiasa di lindungi Allah." ucap Gus Alzam.
_
_
_
__ADS_1
TBC
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘