Mafia Cantik Penakluk Gus Tampan

Mafia Cantik Penakluk Gus Tampan
Nasib orang terlalu cantik


__ADS_3

*******


"Bisa tidak sih sehari saja kamu jangan jadi setan" ucap Ning Fatimah.


"o,, tidak bisa dong buk nyai" ucap Ella.


"haha,,, haha,,,"


"haha,,,haha,,,"


Ella dan Quenna kembali tertawa entah apa yang mereka tertawa kan.


"kalau kita berdua setan, lo Iblisnya dong?" tanya Ella.


"Heh kalian berdua ini memang cocok jika jadi sahabat, sama sama minus ahklak,"


"Sudah sudah !" ujar Abi Reyhan.


Abi Reyhan melerai mereka karena jika di biarkan tidak akan ada habisnya.


"Gak penting,,! " ketus Ning Fatimah.


Queena yang sudah geram pada Ning Fatimah menarik hijabnya hingga terlepas saat akan meninggalkan UKS.


"Waw,,,, indah sekali rambutmu Jal*ng,"ejek Queena.


"Seperti nya lo itu Hmm,,, jal*ng yang berkedok Ning ya,,,?" Ella menimpali ejekan Queena.


"Ternyata dibalik hijab lebar mu itu tersimpan seribu rahasia."


"Haha,,,,haha,,,"


"Haha,,,haha,,,"


Ning Fatimah tersenyum sinis "Tertawa lah sebelum besok menangis darah haha,,,"


"Dan gue begitu menunggu hari esok" balas Queena.


"Lo itu bukan tandingan gue, lo itu hanya jal*nh murahan yang bersembunyi di balik hijab lebar mu."


Ning Fatimah yang kesal meninggalkan UKS dengan perasaan Dongkol pada Queena.


"Awas kamu, besok akan aku perlihatkan siapa Fatimah sebenarnya."


Sepeninggal Ning Fatimah, semua orang kembali menatap Marko dan Ustadzah Zahra.


"Maaf sebenarnya saya disuruh dia,," tunjuk Marko pada Queena.


Queena dan Ella bertepuk tangan " Prok prok"


Dengan tenang Gus Alzam mendekat ke arah Marko "Baiklah jika kamu memang disuruh istriku." ucap Gus Alzam tegas.


"Kamu tidak percaya sama aku By?" teriak Queena.


"Diam Humaira, "


"Ih,,, aku marah loh sama kamu," ucap Queena, tapi di abaikan Gus Alzam.


"Lalu ini apa?" Tanya Gus Alzam menunjukkan botol kecil di tangannya.


Semua menatap kearah tangan Gus Alzam yang memegang botol kecil di tangannya.


"Aku,, tidak tahu" elak Marko.


"Jika memang kamu di suruh istriku, apakah mungkin Racun ini di hususkan untuk istriku, sementara Queena itu bos kamu."

__ADS_1


"dan kamu Ustadzah Zahra kamu tahu, bagaimana jika tadi Queena benar benar meminum racun apa yang akan terjadi?"


"Maaf,,, Gus tapi kata Ning Fatimah itu hanya obat sakit perut." Jawab Ustadzah Zahra.


Keluarga ndalem terkejut mendengar ternyata ini ulah Ning Fatimah.


Marko yang merasa sudah tidak aman menendang Gus Alzam kemudian melarikan diri dari mereka.


"Akh,,,," teriak Gus Alzam.


Gus Azka berlari ingin mengejar Marko nun di cegah Queena.


"Biarkan saja Bang"


Sebenarnya Ustadzah Zahra tahu kalau Queena mengikuti nya,dan dengan sengaja dia pura pura terkunci, dia berniat akan memasukkan racun itu ke dalam bumbu rujak Queena namun untungnya salah satu anak buah Gus menukarnya dengan air biasa.


Dan yang mengunci Ustadzah Zahra dan Marko di dalam Gudang adalah anak buah Gus Alzam, Marko sengaja bersembunyi di gudang menunggu racun yang di berikan pada Queena bereaksi setelah itu melakukan niatnya untuk balas dendam, karena Queena telah membunuh saudaranya kembarnya,


Ya Marko dan Clara adalah ketua asli mafia Dark rose yang Queena bantai.


Queena terharu ternyata suaminya ini melindunginya secara diam diam, bahkan tadi dia tidak sadar jika bahaya mengintai nya.


"Keterlaluan sekali tu Jal*ng, minta gue pites tu orang, awas lo ya,," ucap Ella menggebu gebu.


"Astaghfirullah,,,, " Ning Syaqila meneteskan air matanya, jadi selama ini dia sudah termakan ucapan Ning Fatimah, sehingga dia menjauhi Queena.


"Maafkan aku Queen selama ini sudah termakan Fitnah mbak Fatimah" ucap Ning Syaqila pada Queena.


"Tidak apa apa Qil" Jawab Queena memeluk Ning Syaqila.


"Aku juga minta maaf Mbak Queena" ucap Lala.


Queena tersenyum mengangguk


" Lu kamu tidak minta maaf" ujar Lala.


"Hm,,,salah lo terlalu banyak Lu"


"Yang banyak salah itu mbak masak tadi nyolong mangga gak ngajak ngajak"


"Kok kalian?" heran Ning Syaqila.


"Hehe,,, sebenarnya aku diam diam nyolong mangga sama mbk Queena," cengir Lulu.


Gus Alzam tersenyum akhirnya istri dan adiknya akur lagi.


"Sekarang semuanya bubar, dan Ustadzah Zahra mohon maaf dengan terpaksa kami keluarkan dari pesantren ini."


"Tapi Gus aku ini hanya di suruh Ning Fatimah, aku janji tidak akan mengulanginya lagi, hukum saja aku Gus." mohon Ustadzah Zahra.


"Baiklah kami beri satu kesempatan, Ustadzah Nirmala tolong berikan hukuman yang pantas untuk ustadzah Zahra." perintah Gus Alzam.


"Tumben sekali si mulut lemes ini diam ,tidak membela calon istrinya." ucap Ella.


"Sariawan kali,," celetuk Queena.


"Lo,,!" ucap Arvin.


"Apa gue cantik ,emang iya kok" balas Ella.


"Kok lo bisa disini Ell?" tanya Queena.


" Biasa mau ngapelin calon suami."


"Dihh,,, pasti tadi habis ditolak Uncle kan?" tebak Queena.

__ADS_1


"Jangan buka aib dong lo Queen."


"Aib lo gak perlu di buka, emang udah terbuka."


"Lo kok gitu sih Queen,awas saja ya kalau sampai lo minta bantuan ke gue "


Queena acuh tak acuh malah Memeluk lengan Gus Alzam manja.


"Dasar Queena ratunya setan!" maki Ella.


"Apa lo anaknya setan !" balas Queena.


"Tuyul ! "


"Kuntilanak ! "


"Jin ! "


"Iblis !"


Gus Alzam menarik istri nya kedalam pelukannya " Sudah Humaira,,,"


"Ih,,, bisa gak sih kalau mau uwu uwuan lihat tempat dulu" ucap Ella.


"Napa lo iri ?" balas Queena.


"Queena setan,,,!" teriak Ella.


"Dasar Tarzan ! " ucap Queena.


"Ya Allah,,,," ucap Gus Alzam memijit kepalanya, bingung kalau ngadepin istrinya dan Ella kalau sudah tidak akur.


Gus Alzam menarik tangan Queena meninggalkan Ella, dari pada nanti mereka berdua saling sebut isinya ragunan.


"Ish,,, apa lo lihat lihat, mau gue congkel tu biji mata?" ucap Ella pada Arvin.


"Dih siapa yang lihatin cewek gila kayak lo."


"males gue ngomong sama cowok lemes kayak lo mending gue ngapelin calon suami gue." Ella celingak-celinguk mencari keberadaan Gus Azka.


"Nasib jadi orang terlalu cantik, semua orang jadi minder untuk jadi pendamping gue " pd Ella.


*******


Gus Azka menyusul Ning Fatimah ke dalam kamarnya, di lihatnya Ning Fatimah sedang duduk santai sambil memainkan ponselnya.


"Keterlaluan kamu Fatimah" bentak Gus Azka.


Dengan kasar menarik ponselnya kemudian membanting nya hingga hancur berkeping keping.


"Apa apan sih kamu" Ning Fatimah ikut membentak Gus Azka.


"Dengar ya,,, kamu itu tidak hak untuk melakukan ini, ponsel ini aku beli sendiri, hasil kerja kerasku,bukan di belikan kamu"


"Kamu itu hanya laki laki tidak berguna, tidak akan ada wanita yang mau menikah dengan pria miskin seperti mu, rumah saja masih numpang" Ning Fatimah terus saja memaki Gus Azka.


"Mulai sekarang kamu bukan istriku lagi, mulai sekarang kita bukan suami istri lagi, Fatimah aku men talak kamu."


Gus Azka mentalak Ning Fatimah


_


_


_

__ADS_1


TBC


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘


__ADS_2