Mafia Cantik Penakluk Gus Tampan

Mafia Cantik Penakluk Gus Tampan
Sugar Daddy atau Sweet Duda


__ADS_3

*********


Ruangan Gus Alzam dan Quenna di satukan,ini hari kedua mereka tidak sadarkan diri.


Saat ini dikamar mereka hanya ada Umi Maryam, Ning Syaqila dan Tuan Fredy, Tuan Fredy tidak pernah meninggalkan putrinya sendiri, dia tidak pernah beranjak dari sebelah putrinya,hanya saat sholat saja dia meninggalkan Queena.


Tuan Fredy menatap Queena, wajahnya bagaikan duplikat mendiang istrinya 'Sayang aku mohon jangan bawa Princess bersama mu.' ucap Tuan Fredy dalam hati.


Jari Gus Alzam bergerak perlahan matanya terbuka sedikit demi sedikit "Umi,,,, Bang Alzam mi." ucap Ning Syaqila.


"Alzam kamu sudah sadar nak?" Umi Maryam menggenggam tangan Gus Alzam.


Ning Syaqila segera memencet tombol darurat untuk memanggil Dokter.


"Dokter,,, jari jari bang Azka Alzam dan matanya bergerak Dok" ucap Ning Syaqila.


Setelah memeriksa Gus Alzam dokter tersenyum "Tuan Alzam sebentar lagi akan Segera sadar." ucap Dokter.


"Alhamdulillah,,,, terimakasih Dok." ucap Umi Maryam.


Perlahan mata Gus Alzam terbuka dia sedikit meringis "sshh,, Humaira,," kata pertama yang Gus Alzam ucapkan.


"Alhamdulillah bang,, akhirnya kamu sadar."


Gus Alzam melihat Umi dan Ning Syaqila dia mencari keberadaan istrinya, mungkinkah dia masih istirahat.


"Dimana Quenna Umi?" tanya Gus Alzam lemah.


Umi Maryam dan Ning Syaqila saling melirik bagaimana cara menjelaskan pada Gus Alzam kalau saat ini istrinya sedang koma.


"Dimana dek?" tanya Gus Alzam.


"Istrimu ada di sebelah mu zam" jawab Tuan Fredy.


"Daddy " ucap Gus Alzam.


"Istri mu itu di sebelah ranjang kamu."


Ning Syaqila Minggir membiarkan Abang nya melihat Queena.


"Humaira,,," guman Gus Alzam, apa yang terjadi dengan istrinya,dia berusaha bangun.


"Kamu belum boleh banyak gerak nak, " Umi Maryam mencoba mencegah Gus Alzam.


"Tidak Umi,Alzam sudah baik baik saja."


Ning Syaqila membantu Abangnya bangun, Gus Alzam yang terus memaksa menghampiri Queena walau keadaan nya masih lemah, akhirnya Tuan Fredy mengambilkan kursi roda untuk menantunya, mungkin dengan Gus Alzam berada di dekat putrinya dia akan segera bangun dari alam sadar nya.


"Humaira,,,, kenapa kamu bisa seperti ini?"

__ADS_1


"Princess dinyatakan koma, setelah mendengar kalau kamu tidak terselamatkan,kata dokter kemungkinan Princess tidak mampu menghadapi kenyataan sehingga membuatnya lebih betah di alam bawah sadarnya" jelas Tuan Fredy.


"Ya Allah Humaira,,,, maafkan aku." Gus Alzam merasa bersalah pada Istrinya.


"Dan saat ini Princess sedang Hamil."


"Hamil?" Gus Alzam menoleh kearah mertuanya.


"Iya Zam,,saat ini Princess sedang mengandung buah hati kalian."


Gus Alzam menangis haru,dia begitu bersyukur saat kejadian itu berhasil menyelamatkan istrinya jika tidak entah apa yang akan terjadi,namun gara gara dirinya juga istrinya kini terbaring tak sadarkan diri.


"Humaira,,,,bangun ya,, sebentar lagi kita akan punya Baby jadi kamu harus segera sadar."


Gus Alzam mencium kening istrinya lembut kemudian mengusap lembut perut Queena.


"Terimakasih kasih sayang kamu sudah bertahan,bilang sama Umi nya jangan lama lama ya tidurnya." ucap Gus Alzam.


*******


Tiga Hari berlalu Gus Alzam sudah diperbolehkan pulang,namun Queena belum ada tanda tanda kalau dia akan sadar.


Gus Alzam tidak pulang walau sudah diperbolehkan pulang,dia dengan setia menjaga Istrinya.


Pantas belakangan ini Queena sikapnya begitu berubah ,pasti karena hormon kehamilan nya.


"Humaira,,,betah banget sih tidurnya, cepat bangun ya,,," Gus Alzam kadang tidak dapat menahan air matanya melihat keadaan Queena, namun segera dia mengahapus nya dia tidak ingin terlihat lemah.


"Jagoan Abi,,, sehat sehat terus ya nak, bilang sama Umi, Abi kangen." Gus Alzam seolah sedang berbicara dengan buah hatinya.


Setelah Itu Gus Alzam kembali membaca Al-Qur'an ,dia berharap semoga Istrinya cepat sadar.


*********


Ning Fatimah dan lainnya keadaannya semakin memprihatinkan, mereka diberi makan hanya sekali sehari, itupun hanya sepiring ber empat.


Siksaan demi siksaan mereka dapatkan, bahkan kini tangan Marko dan Clara terlihat membusuk, sementara Mike dia hanya diam pikiran nya jauh pada Nona nya, jauh dalam lubuk hatinya yang paling dalam dia benar benar merasa bersalah.


'Maafkan saya Nona,' Ucap Mike dalam hati, walau disiksa bagaimana pun dia tetap diam,tidak melawan sama sekali,dia mendengar kalau Nonanya sedang koma,makin menambah rasa bersalah nya.


Keadaan Ning Fatimah tidak jauh beda dari Marko dan Clara, mungkin sekarang tangannya sudah patah, digerakkan pun sangat sakit, setiap hari Uncle Edward selalu menginjaknya tanpa perasaan.


"Apakah kalian merindukan ku?" Ucap Uncle Edward yang baru datang.


"Aku,, akan memenjarakan kamu,,!" teriak Ning Fatimah.


"Haha,,,, haha,,,,"


"Mau memenjarakan saya?,, haha,, baiklah aku tunggu." Dengan sengaja dia menendang Fatimah kemudian menginjak lehernya.

__ADS_1


"Tapi sebelum itu kalian harus sekarat dulu, sehingga lebih memilih mati haha,,," tawa Uncle Edward terdengar mengerikan.


Wajah Fatimah sudah memerah dia hampir kehabisan nafas namun segera Uncle Edward mengangkat kakinya, dia tidak akan membiarkan salah satu tawanannya itu mati dengan mudah.


Hari ini saya punya surprise buat kalian, kalian akan mempunyai teman bermain jadi kalian tidak akan kesepian.


Perlahan pintu terbuka masuk Pedro, Harimau putih kesayangan Queena, Fatimah Clara dan Marko terkejut, mereka ketakutan, sementara Mike dia memandang Pedro peliharaan Nonanya.


"Pedro lihatlah disana adalah orang yang melukai majikan mu jadi kamu bebas mau melakukan apa tapi ingat jangan sampai membunuhnya." Uncle Edward mengelus kepala Pedro.


********


"Assalamualaikum,," ucap Arvin dia datang bersama dengan Ella yang kebetulan ketemu di depan.


"Waalaikum salam,,," jawab Gus Alzam.


"Bagaimana keadaan Queena Gus?" tanya Arvin.


"Masih sama." jawab Gus Alzam.


"Ini aku bawakan kamu makanan, makan dulu ya." ucap Arvin.


"Iya lo makan aja Zam, biar Queena gue yang jagain." sambung Ella.


"Nanti saja ." ujar Gus Alzam.


"Makan dulu lah Zam, entar lo sakit lagi, kan gak lucu saat Queena sadar lo yang sakit." Ucap Ella.


Gus Alzam pindah ke sofa, dia memakan makanan yang Arvin bawa.


"Kenapa sekarang lo lemah banget sih Queen?, dimana Quenna yang kuat."


"Gak seru amat sih lo Queen , lo mau gantiin snow white Queen, yang tertidur hanya gara gara makan apel." Ella terus mengajak ngobrol Queena.


"Queen lo tahu sekarang gue lagi bingung nih, gue harus milih My sugar Daddy atau Sweet Duda ya Queen,coba aja perempuan itu boleh punya suami lebih dari satu pasti gue akan menikahi keduanya." curhat Ella.


Arvin melemparkan kulit kacang tepat mengenai kepalanya Ella ,dia sudah gedek mendengar curhatan Ella.


"Berisik lo bocah, mendingan diam bacakan Al-Qur'an atau gak sholawat kek biar Queena cepat sadar, malah curhat." ujar Arvin ketus.


"Sewot aja lo,,!" balas Ella, kemudian dia kembali menatap Queena, setetes air mata jatuh dari pelupuk matanya,dia begitu sakit melihat sahabatnya lemah seperti ini.


_


_


_


TBC

__ADS_1


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘


__ADS_2