
*****
Queena menjalankan mobilnya dengan pelan, dia tidak ingin bermain terlalu cepat, jal*ng disampingnya itu ia biarkan menghirup nafas bebas terlebih dahulu sebelum ia renggut.
'Drttt,,,'
Ponsel Queena berdering nama 'My Hubby' tertera di layarnya, langsung Queena angakat dengan sengaja mengaktifkan Loundspeek nya.
"Assalamu'alaikum Humaira..."
Suara Gus Alzam terdengar mesra.
"Waalaikum salam Hubby.." jawab Queena tidak kalah mesra.
"Humaira,,, "
"Apa by,,?" dengan nada manja Queena memanas manasi Ning Fatimah.
"kamu berhenti di depan ya,,"
"Ngapain?"
"Biar Arvin yang bawa mobil kamu."
Queena tersenyum miring menatap Ning Fatimah.
"Lalu aku?"
"Kamu bareng sama aku saja." ucapan Gus Alzam semakin membuat Ning Fatimah terbakar api cemburu.
"Baiklah Hubby."
Queena mematikan teleponnya, " sudah lihat siapa pemenangnya?" tanya Queena mengejek Ning Fatimah.
Ning Fatimah hanya diam namun hatinya sudah menyumpah serapahi Queena.
"Lo gak usah pura pura baik di depan gue, gue tahu semuanya."
"Baguslah kalau kamu tahu, jadi saya tidak perlu pura pura baik lagi." sahut Ning Fatimah dengan sinis.
"Haha,,, wanita jal*ng seperti lo mau bersaing dengan gue?"
"Bangun, jangan kebanyakan mimpi, calon janda?" lanjut Queena.
"Iya gue akan menjadi janda setelah itu menjadi istri satu satunya mas Alzam." balas Ning Fatimah.
"Haha,,, silahkan bermimpi setinggi mungkin tapi kalau terjatuh jangan nangis ya haha,,,," ejek Queena.
"Bocah tidak bermoral seperti kamu itu sebentar lagi akan di buang oleh mas Alzam,siap siap saja untuk dibuang." sinis Ning Fatimah.
Queena mengangguk angukkan kepelanya
"Hm,,, baiklah gue akan bersiap, Karena sebentar lagi akan dibuang." ucap Queena dengan nada sesedih mungkin.
"Segitu aja sudah mewek cemen" ejek Ning Fatimah.
"Haha,,,,haha,," Queena tertawa.
"Segitu aja bacot*n lo hm? Lemah !,,, Haha,,,, slebeww haha,,,, gue udah mirip belum dengan artis tik tok itu haha,,,." Queena geli sendiri dengan ucapannya.
"sebuah batu kali mau bersaing dengan Berlian ?"
"Mau dipoles seperti apapun yang namanya batu kali tidak akan berubah jadi Berlian." lanjut Queena menghina Ning Fatimah.
Ning Fatimah makin emosi mendengar ucapan Queena,"Dasar bocah abnormal."
Queena menghentikan mobilnya, Gus Alzam membukakan pintu untuknya,dengan senang hati Queena memberikan kecupan di pipinya.
__ADS_1
Ning Fatimah ikut keluar " Mas tunggu bentar," cegahnnya pada Gus Alzam saat akan memasuki mobilnya.
Gus Alzam mengangkat alisnya, sementara Queena tersenyum meremehkan.
"Mas aku ikut kamu saja ya,,," tidak mendapat jawaban Ning Fatimah melanjutkan ucapannya.
"Aku hanya tidak ingin terjadi fitnah jika harus berdua dengan Arvin."
"Lo gak lihat kalau mobil suami gue hanya muat dua orang, kalau lo mau duduk di cup mobil silahkan !" jawab Queena.
Gus Alzam membukakan pintu untuk Queena, tanpa menoleh sedikitpun Gus Alzam segera menjalankan mobilnya menuju perusahaan Aqueena Company.
"By kamu sudah menyiapkan permintaan aku?" tanya Queena.
"Sudah Humaira, buat apa sih itu?"
"Kamu akan tahu nanti ," Queena tersenyum misterius lebih tepatnya menyeringai.
'Apa lagi yang kamu rencanakan Humaira?' pikir Gus Alzam.
Tiga puluh menit kemudian mereka sudah sampai di Aqueena Company, " Semangat bekerja nya Humaira, jangan lupa nanti siang aku jemput ya,,"
"Hm,,, kamu juga semangat ya,, ingat jangan sampai tergoda dengan si calon janda."
"Calon janda?" Gus Alzam bingung siapa calon janda itu.
"Itu si Ning kaos kaki ajaib." Queena begitu malas menyebut namanya.
"Haha,,, Humaira Humaira,,, kamu itu ada ada saja sih " mengacak kepala Queena yang terbalut hijab.
"Assalamu'alaikum,," ucap Queena membuka pintu mobil Gus Alzam, namun Gus Alzam menahannya.
'Cup,,, ' "Waalaikum salam" menyodorkan tangannya, langsung di sambut oleh Queena.
Setelah mobil Gus Alzam tidak terlihat barulah Queena memasuki perusahaannya, banyak pasang mata yang menatapnya dengan tatapan kagum,terkejut, aneh.
"Itu Nona Queena?"
"ber damage banget nona Queena saat memakai hijab."
"Aura nya Nona Queena makin bertambah kuat."
begitulah kira kira bisikan para karyawan saat melihat perubahan nonanya, Namun Queena hanya mengabaikan itu semua, terus melangkah menaiki lift menuju ke ruangannya.
"Pagi Nona " sapa Mike.
"Hm,,," balas Queena.
"Nona,, semua pemegang saham sudah menunggu diruang meeting." ucap Mike.
"Baiklah kamu sudah menyiapkan semuanya kan?"
"Sudah Nona."
"kita langsung kesana."
mereka berjalan menuju keruang meeting
"Assalamu'alaikum, sorry i'm late" ucap Queena memasuki ruang meeting.
Semua pemegang saham yang ada diruang meeting sontak berdiri memberi Hormat pada Queena, mereka begitu terkejut melihat penampilan pemilik Aqueena Company ditambah tadi ucapan salamnya.
"Wa,,,alaikum,,, salam" jawab mereka serempak.
Queena menduduki kursi yang memang khusus untuk dirinya, senyum miring tercetak menatap satu persatu pemegang saham.
"Sudah tahu tujuan saya mengumpulkan kalian ?" tanya Queena.
__ADS_1
Semuanya saling menoleh satu sama lain kemudian menjawab " Tidak Nona."
"Apakah ada masalah serius Nona?" tanya salah satu pemegang saham.
Queena menyeringai " Kalian tahu sendiri kan,
berapa persen saham kalian di perusahaan saya?" tanya Queena, mereka mengangguk.
"Baiklah,, kalaupun tanpa kalian Aqueena Company tetap berdiri kokoh, tidak akan goyah walau kalian menyatukan saham kalian untuk melawan Aqueena Company." ucapan Queena yang ambigu membuat semua yang ada di ruang meeting bingung.
"Maksud Nona ? kami tidak mengerti." tanya salah satu peserta meeting .Namun, salah satu dari mereka ada yang sudah panas dingin.
Queena memutar mutar kursi yang ia duduki,
" Haha,,, masih belum mau bersuara,baiklah " ucap Queena.
"Mike panggil Manager keuangan kesini !" perintah Queena.
"Baik Nona." Mike segera memanggil manager keuangan.
"Permisi Nona,, benarkah nona memanggil saya kesini." ucap manager keuangan yang bernama Faisal.
"Hm,,," dehem Queena singkat.
Semua yang hadir di ruang meeting bingung kenapa Nonanya memanggil manager keuangan ada masalah apa pikir mereka semua.
"Sudah tahu apa kesalahan kamu mengapa saya panggil kesini?" tanya Queena datar.
"Maaf Nona tapi saya tidak merasa melakukan kesalahan." jawab manager keuangan Faisal.
Queena menyeringai memandang remeh manager keuangan " saya paling tidak suka penghianat." tekan Queena.
Tuan Robi salah satu pemegang saham sudah panas dingin, dia benar benar takut dengan Nonanya.
Queena melemparkan berkas tepat pada wajah manager keuangan, " Lo pikir lo itu siapa sampai dengan berani menjadi tikus got di kantor gue." cara bicara Queena sudah berubah lo gue menandakan Queena sudah emosi.
'Brakk,,,' Queena menggebrak meja, Tuan Roby dan Faisal manager keuangan segera berlutut dibawah kaki Queena.
"Maafkan kami Nona, " mereka berdua langsung meminta maaf.
Queena menendang mereka berdua sampai mereka terjungkal ke belakang, " Sekali penghianat tetap penghianat."
"Mike urus mereka berdua, asingkan mereka kirim ke daerah terpencil." perintah Queena.
"Maafkan kami Nona, kami bersalah tapi tolong jangan asingkan kami." mereka berdua merangkak memegang kaki Queena dan sekali lagi Queena menendang mereka berdua.
"Tidak ada kata maaf buat penghianat." Queena adalah manusia yang tidak punya belas kasih jika sudah ada yang mengusiknya.
Tapi mereka berdua tidak menyerah mereka kembali merangkak bersimpuh memohon ampun, Queena yang sudah geram mengambil pistol di saku jasnya.
'Dor,,,' 'Dor ' tanpa perasaan Queena menembak paha mereka berdua sehingga membuat mereka berteriak kesakitan.
"Akh,,,,"
"Akh,,,,"
Semua yang ada di ruang meeting tidak ada yang bersuara atau membantu mereka berdua, Karena mereka juga tidak mau menjadi sasaran kekejaman Nona nya.
"Meeting selesai, saya peringatkan jika ada berkhianat siap siap seperti mereka."
Queena meninggalkan ruang meeting dengan penuh emosi.
_
_
_
__ADS_1
TBC
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘😘