
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
"Gue bukannya gak laku ya Ell, banyak yang ngantri buat jadi istri aku, hanya saja aku tidak ingin salah dalam memilih istri takut nya nanti dapat yang cewek modelan kayak lo gini Ell." balas Malvin.
"Hahaha,,, lo gak mungkin bisa dapetin cewek kayak gue di dunia ini bang karena aku itu hanya satu di dunia ini jadi tidak akan ada duanya."
"Kayak laku aja sih lo Bocah." sambung Arvin.
"Gue emang laku ya Makhluk astral, Lee Minho saja gue tolak" ucap Ella dengan pd nya.
"Hahahaha,,,, bukannya kebalik Ell." Malvin dan Arvin tertawa bersama.
"Lo berdua emang benar benar ngajak ribut ya, awas lo nanti kalau gue menikah dengan anak nya pak Jokowi,gue tendang kalian berdua dari negara ini."
"Hahaha,,, mimpi lo!" Arvin makin menjadi meledek Ella.
Karena Baby Zio dan baby Zio sudah tertidur mereka di tidurkan di kamar mereka yang sudah di persiapkan bersebelahan dengan kamar Gus Alzam dan Quenna.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Tiga hari berlalu saat ini di pesantren Darussalam mengadakan Walimatul Aqiqah untuk kedua anak Gus Alzam, mereka mengundang tetangga sekitar dan beberapa relasi bisnis mereka, juga banyak dari kalangan Kyai sahabat sahabat Abi Reyhan.
Zio Aqeel Asna Nafis Al Fath
Zia Aqeela Asma Nafisa Al Fath
Nama panjang Baby Zio dan Baby Zia, para santri memanggilnya Gus kecil dan Ning kecil, walau masih bayi namun pesona mereka benar-benar membuat semua orang terpikat.
Tumpukan kado memenuhi kamar baby twins dan ruang tamu rumah Queena penuh dengan kado yang di berikan para kerabat dan relasi bisnis mereka.
"Anak sultan mah beda,," ucap Ella.
Sekarang Ella sedang duduk ber empat dengan Queena Ning Syaqila dan Maira, mereka duduk lesehan dekat tumpukan kado punya baby Twins.
"Ell gue mau nanya serius deh sama lo." ucap Queena.
"Tumben lo mau serius Queen" heran Ella.
"Sebenarnya lo itu suka nya sama Bang Azka atau Uncle Edward?" tanya Queena.
"Hehe,,, lo mau gue jawab jujur gak Queen?"
__ADS_1
Queena melirik Ella tajam dibalas cengiran tak berdosa Ella.
"Gue gak suka dua duanya kok." jawab Ella sambil menerawang.
Ning Syaqila dan Maira tampak terkejut, berbeda dengan Queena yang sudah mengira kalau sahabatnya ini hanya suka menggoda Gus Azka dan Uncle Edward.
Queena bersahabat dengan Ella sudah bertahun tahun jadi dia tahu kalau sahabatnya ini tidak benar benar menyukai Gus Azka ataupun Uncle Edward.
"Lalu kalau kamu gak suka kenapa kamu terus mengejar mereka berdua Ell?" tanya Ning Syaqila.
"Hehehehe,,,,, suka aja gitu." jawab Ella.
"Lo masih belum bisa move on Ell?" tanya Queena.
Ella menerawang mengingat Pria yang dulu pernah mengisi hatinya, atau mungkin hingga sekarang.
"Entahlah,," jawab Ella.
"Aku kira kamu menyukai Gus Azka atau mungkin Uncle Edward makanya kamu ngejar mereka Ell." ucap Maira.
"Aku suka sama mereka karena mereka tampan makanya aku godain hahaha,,," Ella tertawa.
Ning Syaqila melihat jam tangannya lalu dia berpamitan pada Queena, Ella dan Maira untuk ke Asrama putri karena ada janji dengan Ustazah Nirmala.
"Dengan Ustadzah Nirmala atau dengan Gus gus anak sahabat Abi." Queena menggoda Ning Syaqila.
"Dengan Ustadzah Nirmala Queen." Pipi Ning Syaqila bersemu.
Ning Syaqila memang di jodohkan dengan salah satu anak sahabat Abi, yang juga merupakan seorang pengasuh pondok pesantren. Dan sekarang di Undang juga dalam acara aqiqah baby Twins.
Diluar banyak para Kyai sahabat Abi yang juga di undang, banyak juga Gus gus muda yang membuat mata Ella langsung hijau seketika.
Ning Syaqila berjalan dengan pelan, hingga sampai di samping taman entah apa yang membawanya dia ingin sekali mengunjungi taman yang berada di belakang sekolah, dia merasa sudah sangat lama dia tidak kesana sehingga di memutuskan untuk singgah sebentar di taman belakang.
Udara disana begitu sejuk banyak bunga bunga bermekaran tidak henti hentinya dia mengucapkan Masyaallah melihat betapa indahnya taman ini.
Ning Syaqila berjalan sambil tersenyum berkeliling taman hingga tidak menyadari jika dia tidak sendirian di taman itu.
"Khemm,,," dehem Uncle Edward.
Memang sedari tadi Uncle Edward berada di taman itu dia mencari tempat yang tenang dan sepi untuk mengangkat panggilan dari anak buahnya.
__ADS_1
Semenjak datang ke pesantren atas panggilan Umi Zainab tempo lalu, dia memutuskan untuk melepas kepolisian nya, saat ini dia menfokuskan untuk mengurus perusahaan dan Mafianya.
Ning Syaqila menoleh mencari asal suara, matanya langsung bertabrakan dengan mata tajam Uncle Edward, untuk beberapa saat mata mereka saling memandang hingga beberapa saat Ning Syaqila tersadar dan segera ber istighfar.
"Astaghfirullahal Adzim." ucap Ning Syaqila.
Ning Syaqila langsung menunduk dan berjalan hendak meninggalkan taman belakang, berjalan dengan cepat hingga tidak menyadari dia menginjak gelas plastik yang masih ada isinya setengah.
Ning Syaqila tergelincir hampir mencium tanah untung dengan sigap Uncle Edward menariknya, karena keseimbangan yang kurang akhirnya Tubuh Uncle Edward terjatuh dan otomatis Ning Syaqila ikutan terjatuh di atas tubuh Uncle Edward.
'Cup,,' Bibir Ning Syaqila dan bibir Uncle Edward bertemu membuat keduanya tertegun.
"Astaghfirullahal Adzim,,,,!" teriak seseorang di belakang mereka.
"ADA ORANG BERZINA,,,!" teriak satu orang lagi, membuat semua orang berlari kearah taman belakang mendengar teriakan orang itu.
Ning Syaqila dan Uncle Edward segera berdiri , Ning Syaqila langsung gelagapan air matanya turun seketika, berbeda dengan Uncle Edward yang tetap memasang wajah datarnya.
"Tidak,, kami tidak berzina." ucap Ning Syaqila.
"Ning Syaqila,,," kaget mereka.
Disana sudah banyak berkumpul para santri dan undangan yang belum pulang, bahkan ada Keluarga Ndalem dengan keluarga Queena.
"Ada Apa ini?" tanya Abi Reyhan.
"Maaf Abi,, tadi kami memergoki Ning Syaqila sedang berzina dengan pria ini." jawab pria yang melihat Ning Syaqila berada di atas tubuh Uncle Edward.
"Tidak Abi,, kami tidak berzina." sanggah Ning Syaqila sambil menangis.
"Jangan mengelak lagi, buktinya bisa dilihat sendiri, ada bercak bekas percintaan kalian, itu." tunjuk salah satu wanita paru baya, mungkin tamu undangan yang belum pulang.
Semua orang sontak melihat ke arah sarung Uncle Edward yang memang berwarna hitam banyak bercak putih berceceran, dan pakaian Ning Syaqila pun sama jadi banyak yang ber asumsi bahwa memang mereka habis berzina.
_
_
_
TBC
__ADS_1
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘