Mafia Cantik Penakluk Gus Tampan

Mafia Cantik Penakluk Gus Tampan
Jangan tinggalkan aku


__ADS_3

Happy reading guys 😘😘😘


******


)


"Bertemu denganmu adalah takdir, menjadi temanmu adalah sebuah pilihan, tetapi jatuh cinta padamu, aku tidak bisa mengendalikannya."


*********


"Astaghfirullah,,," ucap Gus Alzam saat dia berdiri di depan cermin, melihat betapa banyaknya bekas gigitan Queena.


Gus Alzam melanjutkan niatnya untuk mengambil wudhu ,dia akan melakukan sholat malam.


Rutinitas yang tidak pernah dia lewatkan setiap malam, di saat semua orang lagi enak anaknya ber gelung dibawah selimut dirinya bangun untuk menghadap pada sang pencipta.


Dia selalu berdoa semoga kelak dia bisa sholat malam berjamaah bersama sang istri, tidak pernah bosan dia meminta hidayah untuk istrinya agar dibukakan pintu hatinya.


Mendoakan yang terbaik buat istrinya,agar segera keluar dari lembah hitam yang membelenggu nya,dia ingin menjadi keluarga yang senantiasa di ridhoi Allah bersama sama melangkah menuju Jannah nya.


رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا


"Wahai Tuhan kami, jadikanlah istri-istri dan anak-anak kami orang-orang yang shalih. Jadikanlah anak keturunan kami suri teladan bagi orang-orang yang shalih."


Selesai melakukan sholat dan berdoa Gus Alzam mengambil Al-Qur'an membacanya dengan suaranya yang begitu lembut.


Queena yang diam diam terbangun tersenyum mendengar suar merdu sang suami, Gus Alzam itu paket lengkap Tampan, mapan tapi yang paling utama dia adalah pria sholeh, pria yang di idam idamkan setiap wanita.


Queena memandang Gus Alzam dengan pandangan yang tak terbaca ' Apakah kamu akan meninggalkan aku saat tahu jika aku ini adalah seorang mafia' ucap Queena dalam hati, tidak terasa air matanya jatuh dia takut Gus Alzam akan meninggalkan nya, membayangkan saja sudah membuat dia begitu sakit tidak dapat dia tahan akhirnya suara tangisannya sampai terdengar di telinga Gus Alzam.


Gus Alzam yang mendengar suara tangisan Queena segera mengalihkan pandangannya pada Queena,dia terkejut melihat istrinya itu menangis, dia segera meletakkan Al-Qur'an kembali ke tempat semula.


"Humaira,,, kamu kenapa sayang ?" tanya Gus Alzam dengan nada hawatir yang begitu kentara.


Queena makin kencang menangis nya, langsung saja Gus Alzam mendekap Queena dengan erat, bukannya reda tangisan Queena justru malah semakin menjadi, tidak dapat dia bayangkan jika dia akan kehilangan pelukan hangat ini.


"Hiks hiks,,,"


"Humaira kamu mimpi buruk sayang?" tanya Gus Alzam.


"Istighfar sayang mimpi buruk itu datangnya dari syetan, bangun ya ambil whudu dulu biar pikirannya jadi tenang." Gus Alzam mengecup rambut Queena sayang.


Queena semakin erat memeluk Gus Alzam, "By,, hiks,,aku tidak ingin hiks,,kehilangan kamu, hiks,aku hiks,,,tidak ingin hiks,,berpisah sama kamu hiks,,,jangan hiks,, tinggalkan aku."


"Humaira,,, aku tidak akan pernah meninggalkan kamu sayang,,, udah ya nangisnya, nanti mata kamu bengkak loh, semalam kan sudah menangis kenapa sekarang menangis lagi, kenapa sekarang kamu hobi banget nangis sih."


"Pokoknya hiks,,aku tidak mau pisah sama kamu hiks,,titik."


"Iya sayang sekarang ayo ambil whudu dulu," ajak Gus Alzam.


Gus Alzam menggendong Queena membawa nya ke kamar mandi, "Ambil whudu dulu ya Humaira biar tenang, agar tidurnya tidak di ganggu setan lagi." Gus Alzam menurunkan Queena di kamar mandi.

__ADS_1


"Tungguin,," rengek Queena.


"Baiklah,, Humaira," Gus Alzam memperhatikan istrinya yang sedang mengambil wudhu, bersyukur Sekarang istrinya caranya ambil whudu udah benar.


"Gendong,,,"


"Tapi wudu kamu batal sayang."


Mata Queena kembali berkaca kaca,membuat Gus Alzam tidak tega langsung menggendongnya kembali ke kamar.


Gus Alzam menurunkan Queena di ranjang dengan pelan, Queena menarik tangan Gus Alzam, Gus Alzam memeluk Queena dengan sayang.


"By kamu nyanyiin aku ya,,,"pinta Queena.


"Tapi aku tidak bisa menyanyi Humaira."


"Ih,,, pokoknya aku mau kamu nyanyiin by,"


"Aku tidak bisa nyanyi Sayang."


"Aku nangis lagi nih," ancam Queena.


"Baiklah ,, baiklah tuan putri."


"cepetan,"


Gus Alzam berdehem kemudian memulainya.


"احبك مثلما انت احبك كيفما كنت


Aku mencintaimu apapun dirimu, Aku mencintaimu bagaimanapun keadaanmu


ومهما كان مهما صار انت حبيبتى انت


زوجتى انت حبيبتى انت


Duhai istriku... Engkaulah kekasihku


حلالى انت لا اخشى عزولا همه مقتى, لقد اذن الزمان لنا بوصل غير منبتى


Engkau istriku yang halal, aku tidak peduli celaan orang. Kita satu tujuan untuk selamanya


 الحب فى قلبى بحسن الفعل والسمت, يغيب السعد إن غبت ويصفو العيش إن جئت


Engkau sirami cinta dalam hatiku dengan indahnya perangaimu. Kebahagiaanku lenyap ketika kamu menghilang lenyap. Hidupku menjadikan terang ketika kamu di sana


نهاري كادح حتى إذا ما عدت للبيت, لقيتك فانجلى عني ضناى اذا ما تبسمت


Hari-hariku berat sampai aku kembali ke rumah menjumpaimu. Maka lenyaplah keletihan ketika kamu senyum


احبك مثلما انت احبك كيفما كنت

__ADS_1


Aku mencintaimu apapun dirimu, Aku mencintaimu bagaimanapun keadaanmu


ومهما كان مهما صار انت حبيبتى انت


زوجتى انت حبيبتى انت


Duhai istriku... Engkaulah kekasihku


تضيق بى الحياة اذا بها يوما تبرمت, فأسعى جاهدا حتى احقق ما تمنيت


Jika suatu saat hidupmu menjadi sedih, maka aku akan berusaha keras. Sampai benar-benar mendapatkan apa yang engkau inginkan


هنائى انت فلتهنئى بدفء الحب ما عشت, فروحانا قد ائتلفا كمثل الارض والنبت


Engkau kebahagiaanku, tanamkanlah kebahaiaan selamanya. Jiwa-jiwa kita telah bersatu bagaikan tanah tumbuhan


فيا أملى ويا سكني ويا انسي وملهمتى, يطيب العيش مهما ضاقت الايام ان طبت


Duhai harapanku, duhai ketenanganku, duhai kedamaianku, duhai ilhamku. Indahnya hidup ini walaupun hari-hariku berat asalkan engkau bahagia


Gus Alzam membawakan lagu zaujati dia begitu menghayati lagu itu, dengan suara merdunya membuat Queena meneteskan kembali air matanya.


Dulu Queena pernah menonton suatu video seorang laki laki membawa kan lagu itu untuk istrinya, dan Quenna mencibir nya ,dulu dia berkata lebay,tapi sekarang saat mendengar kan Gus Alzam hatinya begitu damai.


Entah mengapa Queena sekarang itu bawaannya pengen nangis saja.


"Humaira mengapa belum tidur sayang?"


"I love you Hubby." ucap Queena kemudian mencium singkat bibir Gus Alzam.


"I love you too Humaira,," balas Gus Alzam.


"Kenapa sekarang kamu cengeng banget sih sayang?" tanya Gus Alzam.


"Aku juga tidak tahu by, tapi aku pengen nangis lagi loh,"


"Jangan dong Humaira, sudah sekarang tidur lagi ya," bujuk Gus Alzam dia menyelimuti istrinya.


"Temenin,,," rengek Queena.


"Baiklah istri manjaku."


Gus Alzam memeluk Queena mengelus rambutnya hingga Queena terlelap kembali, Gus Alzam mengecup kening Queena dengan sayang.


_


_


_


TBC

__ADS_1


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘


Part ini khusus Queena dan Gus Alzam ya🥰🥰🥰


__ADS_2