
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Happy reading guys 😘😘😘
Ning Syaqila menggeliat matanya perlahan terbuka, dia begitu terkejut melihat Edward tertidur di sampingnya, dia mengingat ingat bukankah semalam di tertidur di sofa ruang tamu mengapa sekarang bisa tidur di kamar pikir Ning Syaqila.
'Mungkinkah Mas Edward yang memindahkan aku kesini.' batin Ning Syaqila.
Dia bergegas bangun untuk mengambil whudu dirinya ke bablasan sampai bangun saat waktunya sholat subuh dia melewatkan sholat malamnya.
Saat akan sikat gigi Ning Syaqila merasa aneh dengan bibirnya terasa sedikit kebas dan perih seperti luka dibibirnya, lebih anehnya lagi terasa bau rokok dan itu benar benar membuatnya tidak suka,dia menyabun beberapa kali bibirnya agar hilang bau rokoknya 'Masak hanya gara gara menghirup asap rokok Mas Edward semalam baunya samapai nempel di bibir.' begitulah kira kura isi pikiran Ning Syaqila.
Setelah mengambil whudu memakai mukena dia membangunkan suaminya,siapa tahu saja dia mau di ajak sholat berjamaah.
"Mas,,," ucap Ning Syaqila pelan.
"Mas bangun,, ini sudah waktunya sholat subuh loh."Ning Syaqila siledikit mengguncang tubuh Edward namun tetap saja suaminya itu tidak kunjung bangun.
"Mas,,," panggil Ning Syaqila lagi.
Karena tidak kunjung bangun akhirnya Ning Syaqila sholat subuh duluan,setelah sholat Ning Syaqila kembali membangunkan suaminya.
"Mass,,,, Mas Edward bangun dulu Mas." walau dengan suara sedikit keras namun tetap saja dengan Nadanya yang begitu halus.
Ning Syaqila mengguncang tubuh Edward dengan sedikit kencang, bukannya bangun justru Edward menarik tangan Ning Syaqila hingga terjatuh di atas tubuhnya.
'Deg,,,' jantung Ning Syaqila seketika berdetak begitu kencang, pipinya langsung memerah, dia hendak berdiri namun tangan Edward menahan pinggangnya.
"Mas,,, " cicit Ning Syaqila pelan.
"Bangun sholat subuh dulu ya,," lanjut Ning Syaqila, entah mendapat keberanian dari mana Ning Syaqila membelai pipi Edward.
Edward semakin mengencangkan tangannya pada pinggang Ning Syaqila, kemudian mencium bibir yang sudah menjadi candunya.
"Emhhh,,, Kamu bau rokok mas." Ning Syaqila melepaskan ciuman Edward.
Edward yang merasa di tolak segera bangun langsung menuju kamar mandi tanpa berkata sepatah katapun.
Ning Syaqila yang tidak peka kalau suaminya merasa di tolak, segera menyiapkan baju untuk sholat subuh, setelah itu turun ke bawah siapa tahu saja ada pekerjaan yang bisa dia kerjakan.
"Assalamu'alaikum,,," dengan sopan Ning Syaqila memanggil salam pada pelayan di dapur.
"Waalaikum salam Nyonya, ada yang bisa kami bantu?" tanya Pelayan di dapur.
"Tidak ada saya hanya ingin membantu kalian masak." jawab Ning Syaqila.
"Tidak usah Nyonya,, ini sudah tugas kami."
"Tidak apa apa saya hanya ingin memasak untuk suami saya."
Para pelayan memberikan ruang untuk Nyonya barunya.
Dengan cekatan Ning Syaqila membuat Nasi goreng spesial untuk suaminya, para pelayan kagum dengan cara Nyonya nya memasak.
"Tuan kalau pagi biasanya hanya sarapan roti dan kopi saja Nyonya." ucap salah satu pelayan.
"Mana kenyang kalau hanya makan roti." Ning Syaqila berkata dengan senyum manisnya.
__ADS_1
Setelah selesai memasak Ning Syaqila bergegas ke kamar untuk melihat suaminya.
"Assalamu'alaikum,," saat memasuki kamar tidak lupa Ning Syaqila mengucapkan salam terlebih dahulu.
Tidak ada jawaban dari dalam hanya suara gemericik air di kamar mandi yang menandakan suaminya sedang berada di dalam kamar mandi.
Ning Syaqila berjalan menuju Walk in closed menyiapkan baju kerja suaminya, dia bingung mau pilih yang mana, warnanya kebanyakan hitam dan putih, tidak ada warna cerah sama sekali.
Setelah selesai menyiapkan pakaian kerjanya Ning Syaqila membersihkan kamar mulai dari merapikan kasur,membuka horden dan lainnya.
Edward keluar dari kamar mandi melihat istrinya yang sibuk merapikan kasur, "khemm,,," dia berdehem membuat Ning Syaqila langsung menoleh seketika.
"Mas sudah selesai mandinya?" tanya Ning Syaqila menundukkan kepalanya, untuk pertama kalinya dia melihat seorang pria bertelanjang dada.
"Baju gantinya sudah aku siapkan Mas." Ning Syaqila masih menunduk tidak berani melihat ke arah suaminya.
Edward berjalan kearah walk in closed di kursi sudah tersedia pakaian kerjanya, setelah memakai pakaiannya dia keluar dengan dasi di tangannya.
Ning Syaqila dibuat bingung oleh suaminya, Edward menyodorkan dasi di tangannya, Ning Syaqila hanya diam tidak menerima nya.
"Mas tidak suka dengan dasi pilihan aku?" Ning Syaqila buka suara karena suami nya hanya menyodorkan dasi pada dirinya.
"Pasangin." ucap Edward singkat.
"oh,,,"Ning Syaqila menerima dasi tersebut namun karena tingginya hanya sebatas dada Edward saja dia sedikit kesusahan untuk memasang dasinya.
Ning Syaqila berjinjit agar lebih mudah .
Setelah dasinya terpakai Edward memegang pinggang Istrinya saat Ning Syaqila akan berbalik.
'Cup,' Edward mengecup kening Ning Syaqila lama, setelah itu menempelkan bibirnya pada bibir Ning Syaqila.
Dengan sedikit menunduk Edward terus memperdalam cium*nnya dengan menekan tengkuk Ning Syaqila.
Setelah Ning Syaqila kehabisan nafas barulah Edward melepaskan cium*nnya.
"Kenapa tidak menunduk dari tadi sih." gerutu Ning Syaqila, tadi pas di pasang kan dasinya suaminya itu tidak menunduk, tapi sekarang menunduk membuat dia sedikit kesal dengan suami nya.
Edward hanya tersenyum kecil kemudian mengecup bibir Ning Syaqila sekilas.
Mereka berdua menuruni tangga bersama, di meja makan sudah tersedia nasi goreng buatan Ning Syaqila dan susu hangat.
"Siapa yang masak nasi goreng ini?" tanya Edward datar.
" Dan ini susu" Edward menunjuk segelas susu di depannya " kalian tahu kan kalau sarapan saya makan apa" bentak Edward pada para pelayan.
"Mas,," cicit Ning Syaqila, sebenarnya dia juga takut pada suami nya. Namun, dia tidak mau pelayan yang tidak bersalah harus terkena imbasnya.
"Saya yang membuat Nasi goreng dan susu ini." ucap Ning Syaqila menepis semua rasa takutnya.
"Saya tidak suka makan Nasi di pagi hari."
Ning Syaqila mengambil satu sendok Nasi Goreng buatannya kemudian menyodorkan pada Edward.
"Coba dulu setelah itu baru marah marah."
"Aa,,,," Edward tidak kunjung membuat Ning Syaqila sedikit memaksa nya.
__ADS_1
Edward akhirnya menerima suapan Istri nya mengunyah dengan perlahan, ternyata tidak seburuk itu sarapan Nasi goreng pikir Edward.
"Bagaimana?" tanya Ning Syaqila.
"hmmm,,,"
Ning Syaqila kembali menyuapi Edward Nasi goreng buatannya hingga satu piring habis, kemudian menyodorkan segelas susu hangat buatannya.
"Aku lebih suka kopi."
"Kopi tidak sehat mas."
Sekarang Ning Syaqila sudah sedikit berani pada Edward. Tidak mau berdebat terlalu lama Edward meminum susunya setengah.
"kok gak di habisin Mas?"
"Lebih enak minim susu langsung dari sumbernya." bisik Edward membuat Ning Syaqila melongo, dia kurang paham maksud suaminya itu.
Edward berjalan keluar menenteng tas kerjanya,diikuti Ning Syaqila di belakangnya .
"Mas,,," panggil Ning Syaqila saat Edward hendak memasuki mobil nya.
"Hm,,,"
Ning Syaqila menyodorkan tangannya, Edward yang bingung mengeluarkan dompet nya memberikan kartu black card pada Ning Syaqila.
"Ini apa Mas?". tanya Ning Syaqila.
Edward mengerutkan keningnya, bingung dengan istri nya bukankah tadi dia meminta uang, jadilah dia memberikan kartu itu.
Karena suaminya itu tidak kunjung menjawab Ning Syaqila mengambil tangan suaminya kemudian menciumnya.
"Hati hati di jalan."
Edward masih diam, hatinya begitu bahagia,dia merasa di hargai sebagai suami namun dia tutupi dengan wajah datarnya.
'Cup Cup' Edward mencium kening dan bibir Ning Syaqila.
"Mas,,, malu." pipi Ning Syaqila sudah seperti kepiting rebus, menyembunyikan wajahnya di dada Edward.
"Aku berangkat kerja dulu,, Assalamu'alaikum." Edward memasuki mobilnya meninggalkan perlahan meninggalkan pelataran Mansion nya.
Para pelayan yang melihat Tuan dan Nyonya nya baper sendiri, Tuannya yang dingin dan kejam bisa bersikap semanis itu pada wanita selain Nona mudanya.
_
_
_
TBC
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘
Baca juga Novel baruku yuk,,,
__ADS_1
dibaca juga ya🙏🙏🙏🙏🙏🙏
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️