
*****
Gus Alzam turun terlebih dahulu menunggu istrinya bersiap, dia terlihat tampan menggunakan sarung dengan kemeja Navy di gulung hingga ke siku lengkap dengan peci hitamnya pakaian yang senada dengan Queena.
Queen berjalan menuruni tangga, dia sudah siap dengan tasnya meletakkan kaca mata hitam di atas kepalanya.
Gus Alzam terpesona dengan penampilan Queena, soal fashion memang tidak diragukan lagi istrinya itu.
"Sudah siap Humaira?" tanya Gus Alzam.
" Udah, yuk berangkat." jawab Queena.
Mereka berjalan bergandengan tangan " kita gak bawa mobil by?" tanya Queena karena Gus Alzam melewati garasi mobilnya.
"Tidak Humaira, kita akan jalan jalan dengan berbeda, anggap saja ini kencan pertama kita."
"Baiklah,,"
Sampai di ndalem mereka mampir sebenbtar namun tidak melihat siapapun hanya ada Umi Maryam dan beberapa santriwati yang membantu Umi Maryam di dapur.
"Assalamu'alaikum Umi,," ucap Queena.
"Waalaikum salam putri Umi." jawab Umi Maryam.
"Mau kemana nih kok udah rapi?" tanya Umi.
"Mau jalan jalan sekitar pesantren saja mi." jawab Gus Alzam yang baru muncul di belakang Queena.
"Oh,,, hati hati ya nak bawa menantu Umi." ucap Umi pada Gus Alzam.
Para Santriwati yang membantu Umi begitu terpesona dengan kecantikan istri Gus nya, terlihat sangat muda juga begitu modis, pokoknya begitu cocoklah dengan Gus Alzam.
"Hai,,, salam kenal semua, aku Queena." ucap Queena memperkenalkan diri pada santriwati.
"Hai juga Ning,, kenalkan saya Nirmala," ucap salah satu santriwati tadi.
"No,, no jangan panggil aku Ning cukup Queena saja oke,,"
"Tapi tidak sopan Ning."
"Pokoknya aku tidak mau dipanggil Ning titik."
Gus Alzam hanya memperhatikan istrinya yang sedang berbicara dengan tiga santriwati yang bertugas membantu Umi, istrinya itu pemilih, dia akan ketus pada orang yang tidak dia sukai seperti Ning Fatimah.
"Baiklah mbk Queena, Ini Lala dan Lulu namanya," ucap Nirmala memperkenalkan temannya.
"Baiklah mbk not bad lah,, kalian ini kembar ya?"
"Iya mbk kita ini kembar."Jawab Lala, dapat dilihat dari cara bicara Queena, kalau istri Gus nya pasti anak kota, pikir mereka bertiga.
"Humaira yuk berangkat." ajak Gus Alzam, menggandeng tangan Queena meninggalkan dapur ndalem.
Nirmala, Lala dan Lulu benar benar baper melihat interaksi Gus Alzam dan istrinya mereka benar benar tidak menyangka jika Gus nya yang terkenal dingin tidak berperasaan bisa bersikap begitu manis.
"Ya Allah hamba baper." ucap Lala, melupakan kehadiran Umi Maryam.
"Hehe,, maaf Umi." cengir nya saat menyadari ada Umi Maryam.
Gus Alzam menggandeng tangan Queena menuju halaman ndalem berhenti di depan sepeda ontel, Gus Alzam langsung menaiki sepeda ontel itu.
"Yuk naik Humaira.!" Ajak Gus Alzam pada Queena.
Queena menganga, apa tadi suaminya bilang, naik yang benar saja.
Karena tidak ada pergerakan dari Istrinya Gus Alzam menarik tangannya" Naik Humaira, katanya mau jalan jalan."
"Yang benar saja, sudah kayak tidak ada mobil saja" balas Queena.
"Humaira ini kencan yang berbeda ayuk,,"
"No,, panas banget ini."
"Kalau sudah jalan nanti tidak akan panas lagi."
"Kamu tidak bangkrut kan by?"
"Ya enggak lah kenapa kamu bertanya seperti itu?"
"Siapa tahu aja kamu udah bangkrut jadi gak punya uang buat beli bensin."
__ADS_1
"Haha,,, tidak Humaira aku tidak bangkrut, tapi ini kencan pertama kita , jadi biar lebih berkesan gitu."
Setelah dibujuk akhirnya Queena mau di bonceng pakai sepeda ontel.
"Pegangan Humaira,," ucap Gus Alzam.
"Hm,," dehem Queena malas.
Queena memeluk perut Gus Alzam,memakai kacamata hitamnya, banyak para santri dan ustad ustadzah yang melihat mereka, keluarga ndalem pun memperhatikan mereka.
"So sweet,,,"
"Ya ampun saya tidak menyangka jika Gus Alzam bisa se romantis itu"
"Pasangan serasi tampan dan cantik"
dan masih banyak lagi bisik bisik lainnya.
Gus Alzam mengayuh sepedanya dengan pelan melewati gerbang pesantren Darussalam ditemani angin sepoi sepoi.
"Sensasi nya berbeda kan Humaira?" tanya Gus Alzam.
"Hm,,, beda banget, begini mungkin rasanya kencan dengan uang pas pasan." jawab Queena.
"Haha,,, mau jajan dulu gak?" tawar Gus Alzam.
"Boleh."
Gus Alzam berhenti di sebuah taman banyak penjual kaki lima, dan keluarga yang lagi main ditaman ini.
"Humaira mau beli apa?"
Queena bingung ngapain berhenti disini,
"Ngapain berhenti disini?" tanya Queena.
"Kita kencan Humaira sekalian mencoba jajanan yang ada disini." jawab Gus Alzam.
"Mau makan bakso tidak?"
"Boleh."
"Serius by kita makan disini?" ucap Queena sedikit ragu untuk makan di pinggir jalan.
Gus Alzam tersenyum, dia paham pasti istrinya ragu untuk makan di pinggir jalan, ia yakin ini pasti kali pertamanya dia makan di pinggir jalan seperti sekarang.
"Kenapa Humaira disini bersih kok dan dijamin rasanya enak, tidak akan kalah dengan restoran bintang lima."
"Kamu beneran tidak bangkrut kan by?"
"Haha,,, tidak Humaira, AZ company masih berdiri kokoh."
"Sudah ayo duduk malu dilihatin orang." ajak Gus Alzam.
Dengan ragu ragu Gus Alzam duduk lesehan menunggu pesanan bakso nya, melihat lihat sekitar ternyata banyak banget antriannya,se umur umur baru kali ini dia makan di pinggir jalan.
"Yakin by kalau disini bersih?" bisik Queena pada Gus Alzam.
"Percaya sama aku Humaira,"
Pesanan mereka datang , Bakso yang sangat menggugah selera, Queena mencoba sedikit kuahnya.
"Enak Humaira,,?"
"Hm,,,, " Queena masih berpikir.
"Enak sih" lanjut Queena.
setelah selesai makan baksonya waktunya bayar.
"Berapa bang?" tanya Gus Alzam.
"Tiga puluh ribu Mas." jawab sang penjual bakso.
"Berapa Bang?" ulang Queena.
"Tiga puluh ribu mbk"
"What,,, tiga puluh ribu?" teriak Queena mengundang perhatian pengunjung yang lain.
__ADS_1
"Masak kita makan berdua cuma tiga puluh ribu, abang gak salah hitung kan?" ucapan Queena membuat semua menggelengkan kepala, 'pasti anak orang kaya dari lahir deh' pikir pengunjung yang lain.
"Enggak mbk,,memang tiga puluh ribu, bakso nya dua mangkok dua puluh ribu, dan es tehnya sepuluh ribu, jadi semuanya tiga puluh ribu." jelas abang penjual bakso.
Queena mengambil uang dua lembar seratus ribuan " Ini bang" memberikan pada penjual bakso.
"Ini kebanyakan Mbk"
"Sudah ambil saja bang." Gus Alzam bangga dengan istrinya dibalik sikapnya yang ketus menyimpan beribu kebaikan.
"Yuk kita keliling taman ini." ajak Gus Alzam.
Mereka berdua berjalan jalan mengelilingi taman "Mau coba itu"tawar Gus Alzam.
"Apa itu?" tanya Queena.
"Telur gulung Humaira."
"Omlet?"
"Bukan Humaira, telur gulung."
"Iya Omlet kan emang telur di gulung."
"Bukan omlet Humaira tapi telur gulung."
Karena penasaran Queena menghampiri Penjual telur gulung " Bang aku beli telur gulung nya ." ucap Queena.
"Berapa Neng?"
Queena yang belum pernah membeli telur gulung bingung mau beli berapa.
"Dua porsi Bang."
"Ya Neng mau beli berapa tergantung permintaan Neng nya mau berapa Lima ribu atau berapa?"
Queena mengambil uang dari dompetnya, kan kalau makan Omlet biasanya Empat ratus ribuan sama minumannya, tapi ini kan di pinggir jalan pasti lebih murah, Ahirnya dia mengambil dua lembar uang seratus ribuan.
"Nih bang,," Queena menyodorkan uangnya pada penjual Telur gulung, membuat Abangnya melongo.
Gus Alzam menyusul Queena melihat istrinya menyodorkan uang dua ratus ribu untuk membeli telur gulung, istrinya ini memang terbiasa dengan kemewahan jadi tidak pernah tau jika ada jajanan yang harganya seribu rupiah.
"Ambil saja uangnya bang, telur gulung nya kasih sepuluh ribu saja." ucap Gus Alzam.
"Ini uangnya gimana mas?"
"Buat abang saja ."
"Tapi kebanyakan."
"Sudah ambil saja, anggap rezeki abang."
Setelah drama telur gulung Gus Alzam mengajak Queena duduk dibangku taman sambil memakan telur gulung yang dia beli tadi.
"By,, disini emang pasar murah ya,,?" tanya Queena.
"Bukan Humaira, emang harganya telur gulung itu seribuan." jelas Gus Alzam.
"Oh begitu nanti pas mau pulang kita beliin semua orang oleh oleh ya by, biar tahu juga rasanya jajanan disini."
"Iya,, " jawab Gus Alzam, begitu antusiasnya sang istri jajan disini, sampai ingin membelikan orang rumah juga, padahal kan yang tidak pernah mencoba jajanan kaki lima hanya dia.
"Kapan kapan aku beliin Daddy sama bang Malvin jajanan disini pasti suka deh." ucap Queena.
"Terserah kamu saja Humaira,"
"Haha,,, lain kali aku ajak Ella deh." Queena tertawa sendiri membayangkan mencoba semua makanan kaki lima bersama Ella.
*******
_
_
_
TBC
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘
__ADS_1