
********
Happy reading guys 😘😘😘
Queena masih terus menangis walau nenek penjual gorengan itu sudah pulang, hormon kehamilannya benar benar membuatnya cengeng.
"Princess,, sudah dong nangisnya, kan sudah kamu kasih uang neneknya." Uncle Edward membujuk Queena.
"Iya Queen, nanti kapan kapan kita kerumahnya ya,, kita bawakan dia makanan, beras dan kebutuhan lainnya." Ning Syaqila ikut membujuk Queena.
"Hiksss aku nangis bukan cuma karena itu."
"Lalu apa lagi yang kamu tangisi Princess?" tanya Uncle Edward.
"Hikss,,,, hikss,,," Queena tetap menangis, malahan sekarang dia seperti pengemis duduk di pinggir trotoar sambil menangis.
Ning Syaqila menelpon Gus Alzam karena dia bingung bagaimana caranya agar Queena berhenti menangis.
Uncle Edward duduk di samping Queena , membujuk nya agar berhenti menangis, tapi hasilnya nihil Queena tetap menangis, hingga ada bapak bapak penjual Es dung dung keliling.
"Queena mau itu,," ucap Queena.
"Tapi Princess,, memang itu bersih? kita beli di restoran saja ya."
"Hiks,,, tapi aku mau itu Uncle."
"Itu bersih kok Uncle." sambung Ning Syaqila dengan menunduk.
Uncle Edward segera menghentikan penjual es dung dung itu.
"Es nya satu ya." ucap Uncle Edward.
"Kamu juga mau?" tawar Uncle Edward pada Ning Syaqila.
"Boleh ?"
"Boleh kok,,," Uncle Edward memesankan juga buat Ning Syaqila.
"Ini Es nya Princess." Uncle Edward memberikan Es dung dung pada Queena.
"Kok cuma satu,," rengek Queena.
"Lalu Princess mau berapa?" tanya Uncle Edward.
"Queena mau lima Uncle."
"Nanti kamu bisa pilek Princess, kalau terlalu banyak makan Es."
Mata Queena sudah berkaca kaca, akhirnya Uncle Edward memberikan lima Es buat Queena.
"Kamu mau nambah?" tanya Uncle Edward pada Ning Syaqila, dibalas gelengan Ning Syaqila.
Saat akan membayar Uncle Edward baru ingat kalau uang cash nya diambil Semua sama Queena untuk di berikan pada nenek penjual gorengan tadi.
"Ya ampun , bagaimana aku bisa lupa kalau uang cash nya diambil semuanya sama Princess." guman Uncle Edward.
"Tunggu bentar ya," ucapnya pada penjual Es dung dung.
Uncle Edward menghampiri Queena " Princess kamu bawa uang cash?" tanya Uncle Edward.
Queena menggeleng, tadi niatnya dia hanya ingin jalan jalan jadi dia tidak membawa uang.
__ADS_1
"Kamu bawa uang?" tanya Uncle Edward pada Ning Syaqila, Ning Syaqila juga menggeleng.
Uncle Edward menyugar rambutnya ke belakang, dia kembali lada penjual Es dung dung itu.
"Tunggu bentar disini saya ambil uang sebentar." ucap Uncle Edward pada penjual Es.
"Kalau gak punya uang pake gaya gayaan mau beli Es, gimana sih" Tukang esnya berkata dengan sedikit kesal.
Queena menghampiri Uncle Edward diikuti Ning Syaqila dibelakang nya.
"Saya bukannya tidak mau bayar tapi, uang cash saya habis buat beli gorengan tadi." Uncle Edward sebenarnya sudah kesal pada penjual es itu.
"Kalau gak punya bilang saja."
Queena kembali menangis Memeluk Uncle Edward "hiks,,,hiks,,,"
"Princess kenapa menangis lagi?"
"Hiks,,, hiks,,," Quenna terus menangis.
"Kalian tidak mampu bayar pake pura pura nangis segala." ingin sekali Uncle Edward mencekik penjual es ini.
Uncle Edward mengeluarkan ponselnya "Nih saya bayar pake ponsel ini." memberikan ponselnya pada Penjual Es.
"Tidak, saya tidak mau bisa saja ponsel ini hasil curian kan." ujar sang penjual Es.
"Astaghfirullahal Adzim,,," ucap Ning Syaqila.
"Princess kamu tunggu sini bentar ya,, Uncle mau ngambil uang sebentar ya.."
Queena menggeleng,membuat Uncle Edward hampir frustasi.
Ning Syaqila mengucap syukur melihat abang nya datang "Alhamdulillah,,,kamu segera datang bang."
"Kenapa dek dengan Queena?" dia begitu khawatir melihat istrinya menangis di pelukan Uncle Edward.
Queena yang mendengar suara Gus Alzam mendongak melihatnya, kemudian dia langsung memeluk Gus Alzam.
"By,,,,hiks,,hiks,," tangis Queena.
"Kenapa Humaira?"
"Gimana ini Es saya bayar dong jangan terlalu banyak drama." ujar penjual Es dung dung itu sedikit nyolot.
"Bang bayarin dulu Es kami." ucap Ning Syaqila.
Gus Alzam merogoh sakunya mengambil dompet nya kemudian mengambil uang seratus ribuan memberikan pada penjual Es dung dung itu.
"Gitu dong dari tadi."
"Pergi,,!" usir Uncle Edward.
Setelah penjual Es dung dung itu pergi Gus Alzam bertanya apa yang terjadi, Ning Syaqila menceritakan semua nya pada Gus Alzam.
"Sudah dong Humaira,, nangisnya,sudah aku bayarin sayang."
"Hikss,,, aku menghabiskan uang Uncle Edward by,," adu Queena.
"Uncle Edward jadi bangkrut by,,"
"Uncle bukan bangkrut princess, hanya tidak ada uang cash saja, "
__ADS_1
"Aku jadi tidak enak sama Uncle Edward by,,"
"Sejak kapan kamu tidak enak sama Uncle Princess, biasanya kan kamu emang suka ngabisin uang Uncle." ucap Uncle Edward.
"Ihh,,, Uncle nyebelin banget sih." Queena menghentakkan kakinya.
"Ya sudah sekarang kita pulang ya Humaira,,"
"Aku masih mau disini by, aku kasihan sama nenek tua penjual gorengan itu by, dia udah tua tapi masih aja kerja, makanya aku kasih saja semua uang Uncle yang ada di dompetnya." cerita Queena.
"Lain kali kalau mau keluar bawa uang ya" Ucap Gus Alzam, Queena hanya mengangguk.
"Princess Uncle pulang dulu ya." pamit Uncle Edward.
"Uncle tadi ngapain disini?" tanya Queena.
"Niatnya mau kerumah kamu Princess,tapi sudah bertemu disini."
"Oh,,, Uncle gak bawa oleh oleh?
"Bawa Princess."
"Mana?"
"Ada di mobil, sebentar ya Uncle ambil dulu." Uncle Edward mengambil oleh oleh buat Queena.
"Ini Princess,," Uncle Edward menyodorkan boneka Harimau putih persis dengan Pedro pada Waktu.
Queena menerima nya dengan berbinar "Makasih Uncle, tahu aja kalau Queena merindukan Pedro."
"Sama sama Princess, Uncle pulang dulu ya." Uncle Edward mencium kening Queena.
"Pulang yuk Humaira" ajak Gus Alzam setelah Uncle Edward pulang, Queena mengangguk kemudian berjalan menuju mobil Gus Alzam sambil membawa boneka nya.
"Ayo dek!" ajak Gus Alzam pada Ning Syaqila.
Mereka bertiga pulang ke pesantren Darussalam, sampainya di pesantren Gus Alzam memarkirkan mobilnya di depan ndalem, dia mau mampir sebentar karena ada keperluan dengan Abi Reyhan.
Gus Alzam menggandeng Queena dikuti Ning Syaqila dibelakang nya "Humaira aku menemui Abi sebentar ya." ucap Gus Alzam, Queena hanya mengangguk.
Queena duduk diruang keluarga bersama Ning Syaqila,sambil menunggu Gus Alzam.
Saat akan memasuki perpustakaan pribadi ndalem ada yang memanggil Gus Alzam.
"Bang Al,," Panggil Maira.
'Deg'
_
_
_
TBC
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘
Holla para Reders ku yang ter lope ❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Peluk cium jauh dari Othor 🥰🥰🥰🥰🥰
__ADS_1