
********
Happy reading guys 😘😘😘
"Maaf kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi Allah lebih Sayang padanya." ucap Dokter itu.
"Anda jangan bercanda Dok,,!" bentak Queena.
'Ini pasti aku mimpi lagi kan, tidak mungkin Alzam benar benar meninggalkan aku."
"Tidak,,,,,,,,!"
Queena berteriak, dia menerobos masuk ke dalam ruangan operasi, dia melupakan segalanya yang ada dipikirannya itu hanya Gus Alzam.
"Jangan lepas alat alat itu, suami saya belum meninggal,,!" ucap Queena.
Tuan Fredy memerintahkan dokter untuk mengikuti ucapan putrinya.
"By,,,, bangun jangan tinggalkan aku,,,"
"Alzam,,,!" ucap Umi Maryam.
Semua orang menangis melihat Gus Alzam yang sudah terbujur kaku.
"By,,, bangun,,, kamu becanda kan , kamu gak akan ninggalin aku kan by,,"
"Kalau kamu pergi siapa yang akan membimbing aku, kenapa kamu menyelamatkan aku sih by, harusnya aku yang pergi, bukan kamu,,,"
"Istighfar nak, ini takdir Allah." ucap Abi Reyhan.
"Tidak Abi, andai Alzam tidak menyelamatkan Queena, pasti sekarang dia masih baik baik saja."
"By,,, bangun aku butuh kamu, Queena butuh Alzam."
Queena mengambil tangan Gus Alzam, meletakkan di perutnya, " by ,, kamu tahu, disini sekarang ada Alzam junior, kamu akan segera di panggil Abi, jadi kamu bangun ya,, buktikan pada mereka kalau kamu itu kuat."
Queena menepuk nepuk pipi Gus Alzam" By,,
bangun aku ikut kamu aja ya,," ucapnya parau.
"Nak ikhlaskan Alzam ya, " ucap Umi Maryam walau air matanya terus keluar, tapi dia sadar bahwa maut sudah di tentukan oleh Allah.
Queena menggeleng "Tidak Umi, nanti kalau Alzam pergi, siapa yang akan di panggil Abi oleh anak kami"
"Kamu harus bangun By,, Queena butuh Alzam, Queena butuh Alzam, " Queena terus mengulang kata katanya.
Queena menyandarkan kepalanya di dada Gus Alzam, tidak ada air mata yang keluar dari matanya.
"By,,, kalau kamu pergi, siapa yang akan menghapus air mataku?, siapa yang akan menegur aku ketika salah?,siapa yang akan memeluk aku jika aku rapuh, butuh sandaran?, saat anak kita lahir nanti bertanya Abinya aku harus jawab apa?"
Semua yang mendengar ucapan pilu Queena menangis, tidak tega melihat sisi rapuh Queena.
Ning Syaqila menangis di pelukan Gus Azka
"Kenapa kamu harus pergi secepat ini bang?" ucapnya pelan.
__ADS_1
"By,,, kalau kamu hidup aku janji by,, akan menuruti semua ke inginan kamu, aku akan berhenti kerja, tapi kamu bangun ya,,,"
"Nak,,, ikhlaskan Alzam, jangan memberatkan dia, biarkan dia tenang." ucap Abi Reyhan, sekujur dia begitu sakit putranya, kini telah berpulang terlebih dulu.
Queena bangun dia menatap Gus Alzam lama, dia mencubit pipinya sendiri "Haha,,,
ternyata ini bukan mimpi, ini nyata."
"Aku merelakan kamu by,, " Queena mencium Gus Alzam mulai dari kening kedua matanya, pipi, hidung yang terakhir bibirnya.
"Karena kamu sudah tiada by,, aku akan menjadi Queena yang dulu, aku akan membunuh wanita jal*ng itu dan teman temannya." Semua kaget mendengar ucapan Queena,Tuan Fredy dan Malvin takut kalau Princess mereka akan kembali menjadi Mafia ber darah dingin kembali.
Queena kembali menatap Gus Alzam untuk yang terakhir kalinya.
" Selamat tinggal by,,Ana Uhibbuka Fillah Zauji, Anta Habibi" Ucap Queena.
Dadanya begitu sesak, Air matanya kembali keluar,dia menangis terisak memandang jasad suaminya.Detik berikutnya Queena kembali tak sadarkan diri untung saja Tuan Fredy segera menangkap tubuh Queena.
Sungguh keajaiban terjadi jemari Gus Alzam bergerak, Umi Maryam yang pertama kali melihatnya langsung berteriak memanggil dokter.
"Dokter,,,,!"
"Periksa anak saya Dok tadi jari jarinya Bergerak."
Dokter memeriksa Gus Alzam "Sebaiknya semuanya keluar dulu, biar kami periksa Tuan Alzam" ujarnya.
Semua keluarga menunggu dengan cemas, mereka sangat berharap semoga Gus Alzam bisa bertahan.
Sementara Queena kembali di infus tubuhnya begitu lemah "Bagaimana keadaan Putri saya Dok?" tanya Tuan Fredy.
"Koma,,?"
"Iya pak , Nona Queena seakan betah di alam bawah sadarnya, Mungkin beban yang di pikirkan nya terlalu berat,sehingga membuatnya lebih betah di alam bawah sadarnya."
Tuan Fredy dan Malvin langsung lemas seketika,Ella langsung menangis mendengar keadaan sahabatnya.
" Berapa lama kira kira ponakan saya akan sadar Dok?" tanya Uncle Edward.
"Kami tidak tahu tuan, itu tergantung kemauan Nona Queena, coba berilah dia semangat, ajak dia bicara." Jawab Dokter.
Mereka memasuki ruangan Queena, Tangis Ella semakin menjadi melihat Queena terbaring dengan beberapa alat di tubuhnya.
"Lemah banget sih lo Queen, bangun dong Queen, Alzam tidak jadi meninggal Queen, nanti kalau lo lama komanya, gue ambil Alzam ya hiks,," ucap Ella sambil menangis.
"Princess nya Daddy capek ya? Daddy izinkan kamu istirahat tapi jangan lama lama ya" Tuan Fredy mengelus kepalanya anaknya dengan penuh kasih sayang.
Queena terlihat tenang, "Begitu cintanya dek kamu sama Alzam, sehingga saat kamu kehilangannya kamu tidak sanggup." Ucap Malvin.
Sementara Dokter yang menangani Gus Alzam baru keluar, semyum nya mengembang memandang keluarga Gus Alzam.
"Bagaimana keadaan putra saya dok?"
"Alhamdulillah,,, dengan Izin Allah Tuan Alzam sudah sudah melewati masa kritisnya, sebentar lagi bisa di pindahkan keruang rawat."
"Alhamdulillah,,,," Semuanya mengucapkan syukur.
__ADS_1
Uncle Edward yang baru datang bertanya keadaan Gus Alzam,dia baru kembali dari ruangan Queena.
"Bagaimana keadaan Alzam?" tanyanya.
"Alhamdulillah,, Bang Alzam sudah melewati masa kritisnya, sebentar lagi akan di pindahkan ke ruang rawat" jawab Gus Azka.
"Alhamdulillah,,," ucap Uncle Edward.
"Lalu bagaimana keadaan Queena?" tanya Ning Syaqila.
"Princess saat ini Koma." jawab Uncle Edward lesu.
"Koma?"
"Iya,,, kata dokter kemungkinan Queena tidak mampu mengahadapi kenyataan sehingga membuatnya lebih betah di alam sadar nya." jelas Uncle Edward.
"Astaghfirullah,,,, ya Allah." Umi Maryam dan Ning Syaqila kembali menangis.
"Satu kan saja ruangan Alzam dan Quenna." perintah Tuan Fredy pada perawat yang akan memindahkan Gus Alzam.
Sebelum dibawa ke kantor polisi Ning Fatimah, Clara, Marko dan Mike dibawa dulu ke markas milik Uncle Edward.
Anak buah Uncle Edward menyeret mereka membawa nya keruangan kotor yang pengap, mengikat nya agar tidak lari.
Setelah dari Rumah sakit Uncle Edward melihat mereka,dia begitu Murka melihat keadaan Princess nya, dia menyuruh anak buahnya mengambil air garam kemudian menyiram kan pada mereka.
"Bangun sialan,,,!" bentak nya.
"Akh,,,,," teriak mereka.
Dengan sadis Uncle Edward menginjak tangan mereka , bahkan tangan Clara dan marko mengeluarkan darah segar dari bekas tembakan di tangannya.
"Haha,,,, ini belum seberapa dari apa yang kalian lakukan pada Princess." Uncle Edward menendang kepala Mike kemudian menginjak dadanya.
"Lo ini kepercayaan Princess tapi malah menghkianati nya."
"bunuh saja kami." ucap Marko dia sudah tidak tahan dengan sakit nya.
"Haha,,,, aku tidak akan semudah itu mebunuh kalian."
Dia mengeluarkan peluru di tangan Marko dan Clara menggunakan pemotong kuku tanpa memberikan obat mati rasa sehingga membuat Marko dan Clara berteriak kesakitan.
"Haha,,,,, "tawa Uncle Edward,dia seperti seorang psikopat.
Dengan tidak berdosa nya dia menuangkan air garam dan perasan jeruk nipis pada bekas luka temabakan yang dia ambil pelurunya.
_
_
_
TBC
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘
__ADS_1