
********
Happy reading guys 😘😘😘
"Queen kelamaan ihh langsung bunuh saja,, gue dukung lo ! "Teriak Ella.
"Ayo Queen ,,ayo semangat!"
"Basmi hama,,,!"
"Basmi ******,,! " Ella terus berteriak
Semua orang menatap Ella aneh masak sahabatnya di dukung untuk membunuh.
Entah kapan sampainya Gus Azka dia menyumpat mulut Ella menggunakan Roti yang Ella bawa.
"Diam,,,,! " perintah Gus Azka, dia baru datang karena pagi pagi sekali dia ada urusan di restoran nya.
"Lo Emang sahabat terbaik gue pokoknya Ell," Queena ikut berteriak.
Ella memakan Roti itu dulu kemudian kembali berteriak,"Ayo Queen keluarkan sisi Iblis mu, bunuh mereka urusan dosa belakangan saja,"
"Mbak Queena semangat ! " Lulu ikut ikutan berteriak memberi Queena Semangat juga.
"Ayo lu kita beri semangat Queena." ucap Ella.
"Ayo mbak ,,, " balas Ella.
"Mereka berdua dengan kompak berteriak memberi Queena Semangat.
"Astaghfirullahal Adzim,,, mengapa teman istriku semuanya seperti ini." ucap Gus Alzam pelan.
"Kalian akan segera melihat kehancuran Queena,,!" ucap Clara.
"Aku tunggu ya,,,," ledek Queena.
Mike datang di tengah tengah mereka, dia mengangguk pada Clara.
'Kenapa Mike bisa kesini, bukankah sudah aku katakan untuk mengurus perusahaan saja' batin Queena.
Gus Alzam menggenggam tangan Queena, " Tahan Humaira apapun yang terjadi ingat aku selalu ada untuk mu faham?" bisik Gus Alzam.
Queena mengangguk walau hatinya sudah ada sedikit kecemasan tapi dia tutupi dengan wajah tenangnya.
"Kenapa kamu kesini Mike?" tanya Queena datar.
"Tentu saja dia kesini, mana mungkin dia membiarkan istrinya melawan iblis seperti lo itu sendiri." jawab Clara.
"Istri??"
"Ya,,, Mike ini adalah suami gue."
Queena yang sudah marah menghempaskan tangan Gus Alzam.
"Lo salah Mike main main sama gue, lo kerja sama gue udah berapa tahun?"
"Bukan masalah berapa lama bekerja tapi lo udah bunuh Adiknya setan." ujar Marko.
"Dan sekarang giliran istrinya yang gue bunuh." balas Queena.
__ADS_1
"Jangan hanya diam Mike lo itu punya mulut." ucap Queena, dalam hatinya dia sangat menyayangkan mengapa harus Mike, pria yang sudah dia anggap seperti Abangnya.
"Maaf Nona." ucap Mike pelan.
"Tidak perlu memanggil Nona karena sekarang gue bukan atasannya lo lagi."
Gus Alzam paham Istrinya pasti terluka karena orang kepercayaannya yang tega mengkhianati dirinya.
"Lo tahu Mike,, kepercayaan gue sama lo itu sudah seperti kepercayaan gue sama Bang Malvin, lo yang sudah gue anggap seperti Abang gue dengan teganya mengkhianati gue." ucap Queena penuh dengan penekanan.
"Turunkan senjata kalian ! " perintah Queena pada anak buahnya, membuat semua orang heran.
"Lo sudah mengaku kalah,," ujar Clara.
"Seorang Queena tidak akan pernah kalah." balas Queena.
Queena melangkah mendekati Mike kemudian menepuk bahu Mike tiga kali.
"Selamat lo berhasil ngambil Aqueena Company." Queena memberikan selamat pada Mike.
Ning Fatimah yang sudah berdiri tanpa disadari semua orang mengambil kayu balok kemudian memukulkan pada Queena.
Gus Alzam yang baru menyadari itu segera berlari kearah istrinya kemudian memeluknya sehingga yang terkena pukulan itu Gus Alzam.
'Brukkk,,,,'
"By,,,,! " teriak Queena.
"Alzam,,,"Teriak Semua orang.
Queena segera memeluk Gus Alzam, air matanya sudah menetes namun Gus Alzam segera menghapus nya.
Abi Reyhan Umi Maryam dan Ning Syaqila ingin menghampiri Gus Alzam dan Quenna namun di tahan sama anak buah Mike, begitu juga dengan Ella dan Gus Azka, mereka hanya bisa menangis melihat mereka berdua.
Arvin sudah meneteskan air matanya, tidak tega melihat sahabatnya terluka.
Queena matanya sudah memerah, dia memerintahkan Ella lewat kode, agar membawa keluarga ndalem ke dalam rumah kemudian menguncinya dari luar, Queena takut Keluarganya ikut terluka.
Ella langsung paham maksud Queena ,membawa keluarga Gus Alzam kerumah, mereka awalnya menolak namun Ella memberikan pengertian pada mereka.
Mereka hanya melihat dari jendela rumah
"Ella woyy,, kenapa lo kunciin gue juga hah.?" teriak Arvin.
"Berisik lo,,!" Ella mengabaikan Arvin di kembali menonton Queena membasmi hama.
Queena berdiri kemudian menghajar Ning Fatimah dengan membabi buta.
"Lo seorang jal*ng dan juga anak jal*ng, jangan lo pikir gue gak tahu kalau lo itu hanya anak haram yang dilahirkan Zainab, dia sengaja menjebak Abi Basyir agar lo itu punya bapak." maki Queena.
"Lo seorang Jal*ng yang membuang anaknya, mati lo,!"
Marko dan Clara mengarahkan pistolnya pada Queena secara bersamaan, Gus Alzam menendang tangan mereka walau matanya sedikit berkunang namun dia akan terus melindungi Istri nya.
Queena membantu Gus Alzam terjadilah perkelahian antara mereka walau tidak imbang tiga lawan dua, Queena yang melihat suaminya wajahnya sudah pucat,mendorong dengan pelan kesamping, Gus Alzam yang memang pusing langsung terhuyung.
"kamu diam saja by,, percaya pada istrimu ini." Queena mencium kening Gus Alzam.
Gus Alzam sudah pucat pasi darah dari kepalanya terus mengucur dengan deras, dia sebenarnya tidak tega melihat istrinya melawan mereka sendiri.
__ADS_1
Queena tersenyum miring, sudah lama dirinya tidak bermain, tanpa ampun dia menghajar mereka bertiga.
Clara menarik pelatuk nya segera Queena tembak tangannya sebisa mungkin kali ini dia tidak membunuh orang.
Terjadi perkelahian sengit antara anak buah Queena dan Mike namun segera Queena hentikan.
"Stop,,,,! " teriak Queena.
Mereka semua langsung menatap Queena,
"Kalian tidak usah berkelahi saling menyakiti apalagi sambil membunuh, ingat dulu kalian ini semuanya teman, dan mulai saat ini Saya ALYSA QUEENA ANGELA Membubarkan Mafia Black Diamond, jadilah kalian orang biasa, segera tinggalkan tempat ini sebelum saya ratakan dengan tanah." Semuanya langsung pergi meninggalkan pesantren Darussalam mereka tahu jika ketua asli mafia Black Diamond tidak pernah main main dengan ucapannya.
Gus Alzam tersenyum Istrinya membubarkan Mafianya, walau saat ini masih suasana sedikit genting.
"Sekarang hanya kita,,," Queena memainkan pistolnya.
Mike yang tidak terima istrinya terluka langsung saja menyerang Queena dibantu Marko.
"Baiklah jika ini mau mu Mike,,!" desis Queena.
Dengan Bringas Queena menghajar mereka berdua hingga babak belur, berbeda dengan Queena yang tidak terdapat luka sedikitpun di tubuhnya.
Seorang Queen Mafia dia lawan jangankan hanya tiga orang seribu orang pun Queena bantai.
"Terus Queen,,, hajar,,,! "
"Bunuh saja Queen,,"
"Ayo Queen bunuh saja, lupakan sejenak dosa."
Ella berteriak sambil bertepuk tangan.
Queena menginjak dada Mike, "Lo paling tahu kalau gue sangat membenci yang namanya penghianat."
Clara walau tangannya sakit dia mencoba menyerang Queena, tapi dia bukan lawan seimbang Queena.
"Lo bukan lawan gue,," Queena menendang mereka bertiga, mengarah kan pistolnya,,,
"Ada pesan terakhir,,?"
Ning Fatimah mengambil pistol yang tergeletak di sebelahnya entah punya siapa dia mengarahkan pada Gus Alzam.
"Jika aku tidak dapat memiliki mu maka tidak seorangpun boleh memiliki mu." ucapnya.
Gus Alzam hanya Fokus pada Queena jadi dia tidak menyadari nya.
'DORR,,,,'
" By,,,,!"
_
_
_
TBC
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘
__ADS_1
Ini mau lanjut apa enggak nih??🤣🤣🤣