
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Happy reading guys 😘😘😘
Ning Syaqila ragu, meja sekertaris kosong mungkin lagi makan siang, Ning Syaqila mendekati ruangan Edward ternyata pintunya tidak tertutup rapat, mendorong dengan pelan.
"Astaghfirullah,,,Maaf." Ning Syaqila langsung berbalik, pemandangan di depannya benar benar membuatnya sakit,air matanya jatuh dengan sendirinya.
Di depan mata kepalanya sendiri suaminya sedang berciuman dengan wanita lain, hati perempuan mana yang tidak akan sakit.
Ning Syaqila memilih memutuskan kembali saja. Namun, baru saja membalikan badannya Edward memegang tangannya, menarik nya ke dalam ruangan Edward, mendudukkan di sofa.
Ning Syaqila menunduk tidak melihat suaminya atau perempuan yang tadi bersama suaminya.
Menarik nafasnya dengan pelan, perlahan menatap suaminya yang sedang memandang nya.
"Aku ikhlas jika Mas mau menikah lagi." ucapnya.
Edward tidak menanggapi ucapan Ning Syaqila , hanya mendengarkan saja.
"Dari pada Mas membuat Dosa, lebih Mas nikahi saja, agar tidak menjadi dosa hiks, Aku ikhlas dan aku Ridho Mas " Sakit,, melebihi kata sakit saat mengatakan merelakan suaminya menikah lagi.
Edward bukannya menenangkan Ning Syaqila dia malah berjalan ke arah meja kerjanya kemudian fokus mengutak atik laptopnya, hal itu makin membuat Ning Syaqila sakit.
Sekitar lima menit Edward menghampiri Ning Syaqila dengan membawa Laptopnya, meletakkan di depan Ning Syaqila.
"Lihat,," ucap Edward.
Ning Syaqila menuruti perintah suaminya, di laptop suaminya menayangkan CVTC ruangan Edward,terlihat jika seorang perempuan terjatuh di pangkuan suaminya, lebih tepatnya pura pura terjatuh,jadi yang dia lihat tadi hanya salah paham.
"Maaf,," cicit Ning Syaqila.
"Benar kamu ikhlas jika saya menikah lagi?" tanya Edward.
Ning Syaqila menangis, apakah suaminya akan benar benar menikah lagi,dia mengangguk walau sebenarnya dia tidak rela.
"Baiklah,,," Edward mengangguk mengambil ponselnya menghubungi seseorang.
"Siapkan semuanya,,!" perintah Edward, tegas melalui panggilan telepon nya.
Ning Syaqila merampas ponsel Edward di tangannya , kemudian mematikan nya tanpa melihat siapa yang Edward hubungi.
"Hiks,, Mas jangan menikah lagi." Ning Syaqila berkata sambil menangis, dia tidak mau di madu.
Bibir Edward tertarik sedikit mendengar ucapan Istrinya.
"Katanya tadi kamu rela kalau aku menikah lagi." Edward sengaja menggoda Ning Syaqila.
"Hiks,,, hiks,,, " Tangis Ning Syaqila makin menjadi, Edward yang tidak tega menarik Ning Syaqila ke dalam pelukannya.
"Kalau cemburu bilang saja."
"Aku tidak cemburu Mas."
"Benarkah?"
__ADS_1
"Iya,,"
"Tapi,, tadi saat melihat aku memangku wanita lain kenapa kamu menangis hm,,?"
"Ihh,,, Istri mana sih yang tidak akan marah saat suaminya berduaan dengan wanita lain, sementara istrinya saja tidak pernah di perlakukan seperti itu."
"Kalau bicara sama istrinya hanya hm,,hm,, saja."
Ning Syaqila mengeluarkan unek uneknya membuat nya sedikit lega, sementara Edward tersenyum samar.
"Oh,,, begitu." Ucap Edward.
"Iya,"
Edward mengangkat Ning Syaqila meletakkan di pangkuannya, memeluk pinggangnya " Mau begini juga?"
"Ish,, apaan sih Mas" Ucap Ning Syaqila, Pipinya sudah memerah.
"Katanya tadi ingin begini"
"Kapan?"
"Lupa? siapa yang bilang tadi Istrinya saja tidak pernah di perlakukan seperti itu."
"Masss,,," Ning Syaqila menutup wajah dengan kedua tangannya.
"Itu tadi kan tidak sengaja, kalau yang ini memang di sengaja."
Edward menarik tangan Ning Syaqila yang menutupi wajahnya, kemudian menciumnya dengan sangat lembut, Setelah itu perlahan bibirnya menyentuh bibir Ning Syaqila.
"Mas boleh melakukan hal lebih?" tanya Edward.
"Tapi ini di kantor mas, nanti bagaimana kalau ada yang masuk." jawab Ning Syaqila.
"Boleh apa enggak?" tanya Edward lagi, Ning Syaqila mengangguk dengan pipi yang memerah.
'Cup' Edward kembali menci*m Ning Syaqila, dengan lembut dan penuh kasih sayang, tangan nya sudah bergerilya kemana mana.
"Tadi kamu bawa apa?". tanya Edward menyudahi cium*nnya.
"Iya aku lupa Mas, aku bawa makan siang buat kamu." jawab Ning Syaqila, saat hendak turun Edward menahannya agar tetap duduk di pangkuannya.
Sambil memangku Ning Syaqila Edward membuka rantang yang Ning Syaqila bawa tadi, dia mengambil satu sendok nasi beserta lauknya, memberikan pada Ning Syaqila, Ning Syaqila langsung menerima nya dan mengambil satu sendok lagi dia juga menyuapi Suaminya.
Mereka terlihat sangat romantis makan saling suap hingga semua makanan nya habis.
"Kita pulang sekarang" ucap Edward.
"Tapi ini masih siang mas."
"Tidak apa apa, aku kan Bos nya."
Mereka berdua keluar dari ruangan Edward dengan Tangan Edward yang setia berada di pinggang Istrinya, membuat Ning Syaqila malu saat bertemu dengan setiap karyawan di kantor suaminya.
Banyak bisik bisik tentang mereka berdua, tidak ada yang tahu kalau bos mereka sudah menikah.
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Sementara di perusahaan AZ company, Gus Alzam, Queena dan Baby twins sedang tidur di kamar yang ada di ruangan Gus Alzam.
Queena yang bangun terlebih dahulu, tersenyum hangat melihat suami dan anaknya yang tertidur pulas,dia mencium anaknya bergantian kemudian mencuci mukanya.
"By,,, bangun." dengan pelan Queena membangunkan Gus Alzam.
Gus Alzam membuka matanya, "eghh,,, jam berapa sekarang Humaira?" tanya Gus Alzam.
"Jam tiga By" jawab Queena.
Gus Alzam menarik tangan Queena hingga Queena terjatuh menimpa tubuh Gus Alzam " Kita sudah jarang loh berduaan, semenjak ada Baby Twins." ucap Gus Alzam.
"Kenapa memangnya by?"
"Kangen." jawab Gus Alzam.
"orang kita bertemu setiap hari ini."
Gus Alzam menempelkan bibirnya di bibir mungil Queena, melum*tnya dengan pelan, seakan tidak ada nafsu di dalamnya.
"Aku kangen ini Humaira." Gus Alzam membuka resleting depan gamis Queena mengeluarkan salah satu bukit kembarnya.
Gus Alzam menyus* seperti bayi, tidak ada kesempatan baginya berduaan dengan sang Istri kalau Baby twins sedang bangun.
"By,,,shhh,," Queena mulai mendesah manja.
"Jangan berisik Humaira nanti Baby twins bangun loh." belum satu Menit Gus Alzam bicara baby Zia sudah menangis dengan kencang.
"Oekkk,,,,oek,,,"
segera saja Queena membenarkan gamisnya ,kemudian menenangkan Baby Zia.
"Anak Mommy sudah bangun nak?"
"Haus ya nak,,,?"
"Bismillahirrahmanirrahim,,," tidak lupa Queena membacakan basmalah saat akan menyusui anaknya.
Queena memberikan Asinya pada Baby Zia, dan segera saja Baby Zia melahapnya dengan rakus.
Gus Alzam mencium Baby Zia, pipinya yang gembul benar benar menggemaskan,dia kembali merebahkan tubuhnya di samping Baby Zio.
_
_
_
TBC
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
__ADS_1