Mafia Cantik Penakluk Gus Tampan

Mafia Cantik Penakluk Gus Tampan
Rujak Mangga


__ADS_3

"Emang Abang tahu kalau Queena tidak bersalah."


"Entahlah,,, Abang merasa kalau yang benar itu kamu."


"Lucu ya bang?" ucap Queena.


"Apanya yang lucu dek?" tanya Gus Azka,dia tidak paham maksud Queena.


"Suami Queena sendiri tidak mempercayai aku, tapi Abang malah mempercayai Queena."jawab Queena.


Dia begitu geram dengan sikap Gus Alzam, masak dia tidak menyadari sih kalau si jal*ng hanya pura pura baik.


"Dek Bang Alzam itu bukan tidak mempercayai kamu, hanya saja bang Alzam itu tidak ingin kamu bersikap tidak sopan."


Gus Azka mencoba memberi pengertian pada Queena.


"Tahu lah bang Queena bete sama Alzam."


"Ini udah sore banget yuk turun." ajak Gus Azka.


"Duluan aja bang." dia masih terlalu malas untuk pulang,dia malas bertemu dengan Gus Alzam, dia masih mau menenangkan pikirannya.


"Nanti kalau abang tinggal kamu bunuh diri lagi." ucap Gus Azka sedikit menggoda Queena.


"Enggak lah bang."


"Ya sudah Abang duluan saja ya,,."


"Hm,," jawab Queena.


Kini hanya tinggal Queena sendiri, dia merenung disaat dia akan berubah menjadi lebih baik ada ada saja cobaannya.


"Ya Allah haruskah aku kembali menjadi Queena yang dulu ?" Queena menutup matanya.


Sebenarnya Queena sudah capek, di pesantren ini dia tidak memiliki teman seorang pun Lala dan Lulu ikut menjauh darinya.


"Emang ya,, hanya Ella si kutu kupret yang paling setia."


"Lalu mbak Queena anggap aku apa?" tanya Lulu tiba tiba sudah ada di atas pohon juga.


"Ya Allah Lulu,, " pekik Queena, dua kali dia di kaget kan tadi Gus Azka sekarang Lulu.


"Hehe,,, kaget ya mbak?" cengir Lulu.


"Ngapain sih lo kesini?" tanya Queena ketus.


"Maaf mbak sebenarnya dari tadi aku pengen nyamperin mbak tapi masih ada Lala dan ustadzah Nirmala jadi aku tidak bisa kesini."


"Cih,, lalu sekarang lo lagi berkhianat gitu?" tuduh Queena.


"Enggak lah mbak, mbak Queena kan teman aku juga." balas Lulu.


"Pergi sana gue gak mau ya,,nanti datang perawan tua itu lagi, lalu nge hukum gue lagi."


"Haha,,, mbak Queena takut dihukum?" tanya Lulu.


"Bukannya takut Lu hanya saja gue lagi bad mood." jawab Queena.


"Tapi aku rindu loh dihukum bareng mbak Queena lagi." dasar gila dihukum kok malah rindu, emang sedikit gila si Lulu.


"Heh,, aneh lo."

__ADS_1


"Haha,,,, haha,,, hanya dengan mbak Queena aku bisa bersikap normal."


"Emang kalau sama yang lain lo gak normal gitu?"


"Bukan gitu juga kali mbak, bersama dengan mbak Queena aku bersikap apa adanya, tanpa harus bersikap sok baik gitu."


"Haha,,, gila lo Lu."


"Kan ketularan mbak Queena, Haha,,,ha,,,"


"Haha,,, haha,,," mereka tertawa bersama padahal sebentar lagi adzan Maghrib akan di kumandangkan.


"Rujak yuk mbak?" ajak Lulu.


"Mau rujak pakek apa? mangga nya sih ada, tapi bumbunya masak harus ambil dulu yang ada entar kita ketahuan,"


"Mbak Queena tenang saja," Lulu mengeluarkan Bumbu yang di bungkus plastik di dalam hijabnya.


Queena menggelengkan kepalanya, Lulu memang satu spesies dengan dirinya dan Ella.


"Hebat lo Lu, niat banget lo mau rujak an."


puji Ella.


"Iya lah mbk, dari tadi aku kan memang mengikuti mbak haha,,,"


"kalau begitu kuy lah,,,"


"okayyy,,,"


Mereka berdua langsung me rujak bersama, mangga nya di gigit langsung di cocol pada bumbunya, tertawa bersama seolah-olah tidak punya beban.


"Mbak ternyata enak banget ya,, kalau nge rujak di atas pohonnya langsung." ucap Lulu.


"Sering sering lah mbak kita sembunyi di pohon mangga ini."


"Hm,,, mangga ini terasa sangat manis." lanjut Lulu.


"Mungkin karena hasil curian." ujar Queena.


"Mbak kan menantu disini, jadi mbak juga pemilik pohon ini,maka dari itu kita ini tidak tergolong mencuri haha,,"


"Haha,,, tidak mencuri hanya nyolong."


"Gak kerasa kok udah gelap ya mbak"


"Tahu,," Queena mengangkat bahunya acuh.


Queena melompat dari atas pohon, "mbk benar jelmaan kera sakti." guman Lulu melihat Queena dengan santai melompat dari atas pohon.


********


Gus Alzam sedari tadi begitu khawatir dengan Istrinya, dia menyesal karena tadi membentak nya.


"Ya Allah Humaira,,, maafkan aku sayang."


Dia berjalan keliling sekita pesantren mencari keberadaan Queena, bertanya pada setiap santri . Namun tidak ada yang melihatnya.


Gus Alzam pulang dengan perasaan kacau , mungkinkah Queena pulang ke rumah Daddy pikir Gus Alzam.


Dia mencari di dalam rumah siapa tahu saja Queena sudah pulang, " Humaira,,!"

__ADS_1


"Humaira,," Gus terus berkeliling namun hasilnya nihil, Queena tidak ada dirumah.


Gus Alzam bersiap pergi ke masjid karena Adzan Maghrib sudah di kumandangkan,apa yang harus dia katakan pada mertuanya saat makan malam nanti.


Sementara yang dikhawatirkan masih asik ngerujak bersama Lulu.


Gus Alzam tiba di masjid bersamaan dengan Gus Azka,Gus Azka tersenyum melihat Abang nya yang terlihat loyo, pasti kepikiran Queena pikir Gus Azka.


"Kenapa bang?" tanya Gus Azka.


"Tidak apa apa ka." jawab Gus Alzam.


Gus Azka tidak bertanya lebih,mungkin Abang nya butuh waktu untuk menjernihkan pikiran nya.


Gus Azka menepuk bahu Abangnya kemudian masuk duluan ke dalam masjid, walau dia tahu keberadaan Queena sengaja tidak diberi tahukan pada Abangnya, mungkin mereka masih butuh waktu untuk merenungkan segalanya.


*******


"Bagaimana?" tanya seorang dibalik telpon.


"Semuanya berjalan dengan lancar". jawab Ning Fatimah mantap.


"Apa gue bilang, lakukan dengan halus,jangan terlalu gegabah, jangan sampai usaha kita selama lima bulan ini kacau."


"Kamu tenang saja Clara bahkan tadi Gus Alzam sampai membentak nya." ucap Ning Fatimah pada Clara.


Ning Fatimah sedang berbicara dengan Clara, wanita yang lima bulan lalu mengajaknya bekerja sama.


"Haha,,, itu baru permulaan."


"Kamu harus bisa mengendalikan keluarga itu agar membenci Queena."


"Kamu tenang saja,"


"Dan ingat bermain cantik"


"Hm, kamu tenang saja perlahan tapi pasti kehancuran pasti akan menghampiri Queena." ucap Ning Fatimah.


"Haha,,,"


******


Tuan Fredy dan Malvin begitu bersemangat karena sebentar lagi dia akan bertemu dengan Queena.


"Vin mau bawa oleh oleh apa buat Princess?" tuan Fredy bingung mau bawain oleh oleh apa buat Queena.


"Apa ya Dad ?" Malvin masih berpikir ,dia bingung mau bawakan adiknya apa, karena Adiknya itu sudah punya segalanya.


_


_


_


TBC


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘😘


Holla Guys ! udah cukup ya update malam ini lanjut besok lagi ya,,,


Author nya mau Bocan dulu sebelum besok kembali meng halu lagi 🤭🤭🤭🤭

__ADS_1


Makasih atas dukungannya,tanpa kalian Othor jadi Othor kesepian, tapi berkat kalian Author jadi semangat🥰🥰🥰🥰


Lope lope deh buat kalian❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2