
*******
"Kenapa kamu sebut Fatimah calon janda?"
"Karena sebentar lagi dia akan jadi janda."
"Kata siapa?"
"Kata gue lah."
"Kenapa kamu bisa punya kesimpulan kalau sebentar lagi Fatimah akan menjadi janda?"
"Ya,,, karena sebentar lagi gue yang akan menjadi istri lo."
"Kenapa kamu ngotot mau jadi istri aku sih?"tanya Gus Azka, dia heran dengan Ella.
"Karena gue mau lah?" jawab Ella.
"Kamu cinta sama saya?" tanya Gus Azka persis dengan pertanyaan Gus Alzam pada Queena dahulu.
"Tidak " jawab Ella mantap.
"kamu menyukai saya?"
"Tidak juga."
"Lalu."
"Gak tahu pengen saja."
pelayan datang membawa kan pesanan mereka, tanpa rasa malu Ella langsung menyantap makanan didepannya.
Setelah makan Gus Azka segera pamit pulang terlebih dahulu pada Ella.
"Ell aku pulang duluan ya, makanan ini semuanya gratis." pamit Gus Azka.
"Serius ini gratis?" tanya Ella berbinar.
"Iya,"
"Bungkus boleh?"
Ternyata wanita seperti Ella doyan gratisan juga ya haha,,
"Terserah kamu saja." balas Gus Azka.
"Ahh,,, makin mantap deh buat jadi calon istri kamu."
Gus Azka meninggalkan Ella sendiri yang masih asik dengan makanan nya.
"Rugi banget sih si Ning kaos kaki ajaib me nyia nyiakan laki laki seperti Gus Azka, sudah tampan , baik pula, murah senyum lagi."
"Beda sama si onoh, walau pun kaya tampan tapi natap orang aja udah kayak pedang, tajam banget, kok mau maunya sih Queena menikahinya, eh,, tapi mereka kan cocok yang satunya kan sama aja kejamnya ngalahin tuan Takur."
Sambil makan Ella terus saja mengoceh sendiri, sampai banyak orang memandangnya aneh.
"Siapa ya tuan Takur, kok sepertinya gue kenal?" tanya Ella pada dirinya sendiri.
"Mbk gila ya?" tanya Yoyon salah satu karyawan restore yang Ella panggil Juminten.
"Emang." jawab Ella
"Pantas." sahut Yoyon
"Apanya yang pantas hah?" tanya Ella ngegas.
"Ya pantas Mbaknya bicara sendiri ternyata gila toh."
"Pergi lo sana ganggu kesenangan orang saja." Usir Ella.
__ADS_1
Setelah kepergian Yoyon Ella melanjutkan menghabiskan makanannya, bahkan dia nambah lagi, makanan gratis jadi harus dia manfaatkan.
*******
Tuan Fredy mengajak Malvin untuk pergi ke perusahaan Queena, dia sudah benar benar merindukan Putri kecilnya.
Sampai di perusahaan Aqueena Company mereka disambut dengan ramah, setelah keluar dari lift mereka berpapasan dengan Mike Asisten Queena.
Memang Queena tidak memakai sekertaris baginya Mike sudah cukup sebagai sekertaris juga asisten, cukup Mike saja yang punya sekertaris, toh dirinya juga jarang ke kantor.
"Tuan Fredy dan tuan Malvin apa kabar." sapa Mike ramah.
"Jangan terlalu formal kali Mike ngomongnya." ucap Malvin.
"Queena ada di ruangan nya?" tanya Tuan Fredy.
"Nona Queena sudah pulang Om, tadi hanya meeting sebentar setelah itu langsung pergi." jelas Mike.
"Ternyata tetap saja kalau kerja dia masih suka seenaknya." ujar Tuan Fredy.
"Tapi Om Nona Queena kesini tadi memakai gamis lengkap dengan hijabnya." ucap Mike.
"Yang lebih menakjubkan lagi Nona Queena membatalkan pengasingan pada penghianat kantor." cerita Mike.
"Alhamdulillah,,,mungkin sedikit demi sedikit Alzam bisa mengubah pribadi Queena menjadi lebih baik lagi." Malvin begitu bersyukur dengan perubahan adiknya walau hanya sedikit.
*******
Queena begitu fokus dengan ponselnya, dia membaca beberapa artikel tentang Islam, dia ingin menjadi pribadi yang lebih baik lagi, memantas kan dirinya untuk mendampingi Gus Alzam.
Tanpa terasa dirinya ketiduran di sofa ruangan Gus Alzam, Gus Alzam yang melihat istrinya tertidur segera mengangkat nya, memindahkan ke kamar pribadinya.
"Apasih yang kamu baca sampai ketiduran begini." Gus Alzam mengecup kening istrinya.
Berjalan menuju sofa dia mengambil ponsel Queena yang masih menyala, senyumnya mengembang " Alhamdulillah,,, semoga Allah memberikan rahmatnya kepadamu Humaira."
"Aku tahu sebenarnya kamu itu adalah perempuan baik namun kamu tutupi dengan sikap kejam kamu." guman Gus Alzam.
Satu jam berlalu akhirnya pekerjaan nya selesai juga.
"Alhamdulillah selesai juga." meregangkan otot-otot nya yang dari tadi tegang.
'Drtt,,,
Ponsel Queena bergetar, segera dia melihat siapa yang menghubungi istrinya takutnya penting.
'Daddy ' Nama pemanggil tersebut, segera Gus Alzam angkat panggilan dari tuan Fredy.
"Assalamu'alaikum Dad." Ucap Gus Alzam.
"Waalaikum salam,, " jawab Tuan Fredy.
"Dimana Quenna zam?" tanya Tuan Fredy, karena bukan Queena yang mengangkat panggilannya.
"Queena masih tidur Dad," jawab Gus Alzam.
"Tumben dia tidur jam segini."
"Mungkin lelah Dad nungguin aku kerja."
"Princess nungguin kamu kerja?" heran Malvin dia langsung mengambil ponsel Daddynya.
"Iya,, " jawab Gus Alzam.
"Hebat kamu Zam, dari dulu princess kalau di suruh nunggu orang kerja biasanya akan ngamuk, satu menit saja dia tidak akan mau."
Gus Alzam hanya diam dia bingung harus jawab gimana.
"Kamu benar benar bisa menjinakkan ibunya Pedro haha,," Malvin ketawa.
__ADS_1
"Enak aja lo ngatain gue ibunya Pedro, terus lo uncle nya Pedro gitu?" Queena merampas ponselnya dari Gus Alzam.
"Adduh katanya kamu lagi tidur Princess"
"Terus kalau Queena tidur, abang bisa ngatain Queena gitu?"
"Bukan begitu Princess nya Abang, kamu sendiri kan yang bilang kalau Pedro itu anak kamu."
"Tahu lah aku ngambek sama Abang pokoknya."
"Princess jangan ngambek dong, masak udah punya suami masih saja ngambekan."
"Maafin Abang ya,, nanti kalau Princess maafin Abang, Abang janji bakalan beliin princess es krim yang banyak." bujuk Malvin.
"Emang Abang pikir Queena anak kecil apa, di sogok pakai es krim."
Tuan Fredy dan Gus Alzam tersenyum, mendengarkan percakapan Queena dan Malvin.
"Humaira,, udah dong kasihan Malvin nanti nangis loh." Gus Alzam ikut membujuk Queena.
"Tega banget lo Zam, gue gak mungkin nangis juga kali." gerutu Malvin pelan.
Tuan Fredy mengambil ponselnya kembali dari tangan Malvin.
"Sayang Princess nya Daddy bagaimana kabarnya sayang?" tanya Tuan Fredy lembut.
"Daddy,,,!" teriak Queena girang.
"I miss you Dad, i'm really really miss you, " ungkap Queena membuat mata Tuan Fredy ber embun.
"Miss you too Princess"
"Daddy tahu tidak tadi pagi Queena udah bisa buat teh loh" beri tahu Queena pada tuan Fredy.
Tuan Fredy tersenyum, begitu antusiasnya sang putri hanya bisa membuat teh, dia terharu, andai saja mommy nya Queena masih ada pasti ada yang mengajarkan putri memasak, dari kecil Queena hidup tanpa figur seorang ibu, jadi wajar jika dia tidak bisa mengerjakan pekerjaan rumah.
"Wah,,, pintarnya Princess Daddy."
"Kapan kapan aku buatkan teh spesial buat Super hero nya Queena."
"Haha,,, Daddy tunggu ya Princess."
"Baik baik ya sayang, jangan nakal, jangan buat ulah." lanjut Tuan Fredy.
"Ih,,, kok Daddy bilang begitu, Queena kan anak baik haha,,," tawa Queena renyah,membuat semua yang mendengarkan ikut tersenyum.
"Sudah dulu ya Princess sebentar lagi Daddy ada meeting." ucap Tuan Fredy, dia sudah tidak sanggup menahan bendungan air matanya .
"Tapi Queena masih rindu sama Daddy hiks,," Queena menangis.
"Sayang Princess nya Daddy jangan nangis dong ,nanti Daddy ikutan nangis loh."
"Daddy tutup telponnya sayang Assalamualaikum." Tuan Fredy menutup panggilannya, dia takut Queena mengetahui kalau dirinya menangis.
"Daddy Queena masih rindu sama Daddy hiks ,," tangis Queena makin jadi saat Tuan Fredy mematikan teleponnya.
_
_
_
TBC
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK πππ
Alhamdulillah,,,, hari ini berjalan dengan lancar π€²π€²π€²
Mudah mudahan selalu diberi kelancaran setiap hari Aminn,,,,,,
__ADS_1
Terimakasih buat dukungan nya peluk cium dari jauh buat kalian πππππpara Reders kesayangan π₯°π₯°π₯°π₯°