
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Dibelahan Dunia lain, Gus Alzam baru menyelesaikan meeting nya ,saat melihat ponselnya ada beberapa panggilan tak terjawab dari Istrinya.
Gus Alzam segera menghubungi kembali istrinya tanpa menunggu terlalu lama panggilannya langsung di angkat oleh Queena.
"Assalamu'alaikum Humaira,,"ucapnya.
"Waalaikum salam by,, kenapa hanya aku yang di sapa ?, padahal yang kangen itu baby." jawab Queena.
"Maaf Humaira,, Jagoan Abi,, Rindu ya nak sama Abi, Abi juga rindu nak sama kamu." Gus Alzam berbicara begitu lembut.
"Jadi kamu hanya rindu sama baby,,,!" ucap Queena dengan nada kesal.
'Ya Allah salah lagi.' batin Gus Alzam.
"Iya,, Humaira aku rindu kalian berdua, kaian lagi dimana sayang?" tanya Gus Alzam.
"Lagi di kantor." jawab Queena.
"pergi sama siapa sayang?" tanya Gus Alzam.
"Sendiri." jawab Queena singkat.
"Kamu bawa mobil sendiri?"
"Iya by."
Gus Alzam terkejut bagaimana Istrinya pergi ke perusahaan sendiri dengan perut buncitnya itu,dia begitu mengkhawatirkan istrinya,bagaimana dia menyetir sendiri sementara perutnya sudah sebesar itu.
"Ya Allah Humaira,,, kenapa kamu tidak minta di antar Uncle atau sopir, bagaimana kalau terjadi apa apa sayang." ucap Gus Alzam dengan nada penuh khawatir.
"Aku gak apa apa kok, sampai perusahaan dengan selamat tanpa kekurangan satu apapun."
"Kamu lagi apa by?" tanya Queena mengalihkan pembicaraan terlalu malas mendengar Omelan Gus Alzam.
"Baru saja selesai meeting sayang." jawab Gus Alzam.
"Semangat ya by,, jangan lupa makan." Gus Alzam tersenyum mendapat semangat dari istrinya.
"Terimakasih sayang, sudah dulu ya Humaira setelah ini aku ada pertemuan dengan Tuan Robert." Gus Alzam melihat jam tangannya , dirinya sebentar lagi ada pertemuan dengan klien.
"Tuan Robert?" ulang Queena.
"Iya Humaira,, kamu sudah mengenalnya?"
Queena tersenyum miring siapa yang tidak kenal dengan tuan Robert, pria tua yang penuh ambisi.
__ADS_1
"Tidak,," jawab Queena.
"Hati hati, jaga mata jaga hati" lanjut Queena dengan penuh arti.
"Iya Humaira,, sudah dulu ya Assalamu'alaikum sayang." Walau sedikit bingung dengan Ucapan Istrinya yang seperti mengandung sesuatu.
"Waalaikum salam Hubby." Queena langsung mematikan ponselnya.
Gus Alzam menatap ponselnya yang sudah mati, dia kepikiran dengan ucapan Istrinya.
"Bismillahirrahmanirrahim,," ucap Gus Alzam segera berangkat ke restauran tempat pertemuan nya dengan Tuan Robert.
Dua puluh menit Gus Alzam sudah sampai di tempat, dia di antar salah satu karyawan restauran pada ruangan VIP yang sudah di sediakan Tuan Robert.
"Terimakasih,," ucap Gus Alzam pada karyawan restauran tersebut.
Menunggu beberapa menit setelah itu masuklah tiga orang , pria baru baya , wanita yang kira kira seumuran dengannya dengan pakaian yang sangat terbuka,membuat Gus Alzam memalingkan pandangannya, satu lagi mungkin asisten pria paru baya tersebut.
"Halo,,, Tuan Alzam?" tanya Asisten pria baya tersebut.
"Iya,,"Jawab Gus Alzam.
Tuan Robert berjabat tangan dengan Gus Alzam ,lalu di ikuti asistennya,saat Wanita tersebut hendak berjabat tangan Gus Alzam mengatupkan tangannya di depan dada.
"Ini putri saya Tuan Rebecca namanya, panggil Becca saja." Tuan Robert memperkenalkan Putrinya dengan Gus Alzam.
"Becca ini putri tunggal saya Tuan dan belum punya pasangan, kelihatan nya kalian cocok , dia yang akan melanjutkan usaha saya jadi jika kalian bersatu tidak akan ada satu perusahaan pun yang mampu menandingi." ucap Tuan Robert ingin menjodohkan Gus Alzam dengan putri nya.
"Daddy apaan sih." ucap Becca dengan nada sedikit malu malu, padahal dalam hatinya dia sedang berteriak berteriak kasih pada Daddy nya karena sudah men jodoh jodohkan dirinya dengan Gus Alzam.
"Maaf sebelumnya tuan saya sudah memiliki istri." Gus Alzam menolak dengan cara halus.
"Yah,,, sayang sekali padahal aku tertarik dengan anda." balas Becca dengan nada kecewa.
"Kita langsung ke inti pertemuan saja." Gus Alzam langsung to the poin dia sedikit risih dengan Becca.
"Baiklah,," Mereka memulai membahas masalah pekerjaan mereka, walau Becca dengan terang terangan memandang Gua Alzam.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Queena mengelus perut buncit nya, pikirannya jauh kemana mana.
"Doakan Abi ya nak." ucapnya.
Tok tok,,,
"Permisi Nona." ucap Mike.
__ADS_1
"Masuk saja Mike." suruh Queena.
Mike masuk ke dalam ruangan Queena melihat Nonanya yang seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Nona kenapa?" tanya Mike, dia sudah hafal dengan Nonanya.
"Duduk dulu Mike." perintah Queena.
"Kamu kan tahu Mike kalau aku punya banyak musuh." ucap Queena
Mike hanya mendengarkan menunggu Nonanya melanjutkan ucapannya.
"Bukan hanya dalam negri, dari luar juga banyak." Queena menghembuskan nafasnya dengan kasar.
"Dulu tidak pernah terpikirkan kalau aku akan membubarkan Black Diamond, aku tidak pernah percaya dengan tuhan, bahkan aku sempat membenci tuhan karena telah mengambil Mommy."
"Ternyata aku terlalu banyak mengeluh, masih banyak di luaran sana yang hidup tanpa kedua orang tua, bahkan dibuang orang tuanya, aku bersyukur mengenal Alzam, darinya aku belajar mengenal tuhan, ternyata Allah benar benar menyayangiku, dia menghadirkan Alzam sebagai imamku." Queena bercerita pada Mike, memang dari dulu kalau sudah punya banyak beban dia akan membagi dengan Mike, makanya saat Mike berkhianat hatinya begitu sakit,karena dia sudah menganggap Mike seperti Abang nya sendiri.
"Aku takut Mike, " ucap Queena dengan mata yang sudah memerah.
"Nona tidak boleh menyerah, Nona harus percaya kalau banyak yang menyayangi Nona, banyak yang berdiri dibelakang Nona dan akan selalu mendukung Nona."
"Bagaimana kalau suatu saat nanti datang salah satu orang yang membenci ku, aku tidak takut kalau mereka menyakiti aku, yang aku takutkan mereka akan menyakiti keluargaku."
"Aku takut tidak akan ada orang lagi yang percaya padaku, semua orang akan meninggalkan aku."
"Aku berjanji tidak akan meninggalkan Nona apapun keadaan nya."
"Aku menyesal pernah mengkhianati Nona." lanjut Mike.
"Lupakan itu Mike aku sudah memaafkan kamu."
Mike menunduk dia merasa malu pada Nonanya, Nonanya memaafkan kesalahannya, dan tidak memenjarakan dirinya, bahkan kembali menerima dirinya.
Queena berdiri dari duduknya "Mike aku pulang dulu, kamu urus semua urusan perusahaan entah mengapa firasat ku tidak enak."
"Biar saya antar pulangnya Nona." ucap Mike.
"Tidak perlu Mike, aku bisa sendiri" Tolak Queena.
"Demi keselamatan Nona, "
Queena berpikir kemudian menganggukkan kepalanya.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
TBC
__ADS_1
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘