
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Di dalam ruang rawat Queena semua keluarga tengah berkumpul, Ella sedari tadi ingin menggendong Baby twins Queena namun Queena melarangnya.
"Pelit amat sih lo Queen, gue kan cuma mau gendong baby lo aja." ucap Ella.
"Jangan berisik gue mau istirahat." balas Queena kemudian memejamkan matanya,mungkin kerena masih lelah pasca melahirkan Queena langsung tertidur.
Gus Alzam mengusap kepala Queena dengan penuh kasih sayang, cinta nya semakin besar pada Queena, melihat bagaimana perjuangan istrinya melahirkan buah hati mereka.
Baby Twins sekarang tidur di box mereka masing masing, walau mereka terlahir belum waktunya namun berat badan mereka cukup dan sehat.
"Nikah yuk My sweet Duda,,!" ucap Ella blak blakan pada Gus Azka.
Semua orang menatap aneh pada Ella. Gus Azka hanya diam mengabaikan ucapan Ella.
"Jawab Dong,,, kalau diam ber arti iya dong."
"Tidak,,,!" jawab Gus Azka.
"Hahahaha,,,, gue ditolak dong." tawa Ella.
"Gila,,!" ketus Arvin.
"Tahu aja lo Vin, kalau gue tergila gila sama My sweet Duda."
"Tumben lo nyebut nama gue?"
"Khilaf gue." jawab Ella.
"Lo benar benar tidak malu Ell ditolak begitu?" tanya Arvin sok serius.
"Kan gue udah bilang urat malu gue udah putus jadi gue gak punya rasa malu." jawab Ella.
"Karena my sweet Duda sudah menolak gue, maka gue akan menikah dengan my Sugar Daddy saja." ucap Ella mendekati Uncle Edward.
Uncle Edward mengabaikan Ella di sampingnya dia tetap fokus pada ponselnya, entah apa yang sedang dia kerjakan. Tangannya terkepal erat kemarahan telah menguasai dirinya.
"Nikah yuk,,," ucap Ella pada Uncle Edward.
Ella belum menyadari jika Uncle Edward sedang menahan emosi. Mengabaikan ucapan Ella Uncle Edward langsung keluar dari ruangan Queena tanpa sepatah katapun.
Semua orang menatap heran Uncle Edward, Gus Alzam merasakan sesuatu yang tidak beres pada Uncle Edward.
Ella memanyunkan bibirnya dia kesal karena Uncle Edward mengabaikan dirinya, Akhirnya Ella pamit pulang pada semuanya.
__ADS_1
Gus Alzam menyuruh semua nya pulang saja, biar dirinya yang menjaga Queena dan Baby Twins.
"Apa tidak apa apa Zam kita pulang, kalau Baby twins nangis bersamaan bagaimana?" Umi Maryam sedikit berat meninggalkan Alzam sendirian di rumah sakit.
"Tidak apa apa Umi, Insyaallah Alzam sanggup kok, lagian disini kan ada suster yang standby di ruangan sebelah." ucap Gus Alzam.
Setelah dipaksa akhirnya semua keluarganya pulang, kini tinggal Gus Alzam yang menjaga Queena dan Baby Twins.
"Oekk,,,"Tangis putri Gus Alzam kencang, Segera Gus Alzam menggendongnya,walau masih sedikit kaku.
"Putri Abi haus ya nak,,,?" Gus Alzam menimang nimang namun Putrinya tak kunjung diam.
Queena yang mendengar tangisan anaknya bangun,"Haus ya By.." ucap Queena pelan.
"Mungkin Humaira,,"
"Sini By,,"
Gus Alzam memberikan Bayinya pada Queena, kemudian membantu Queena memberikan Asi pada Putrinya.
"Oekk,,," Putra Gus Alzam ikut menangis juga, langsung saja Gus Alzam menggendong putranya.
"Putra Abi haus juga ya nak,,, seperti Adik kamu." ucap Gus Alzam pada Putranya.
Hampir setengah jam namun Putri mereka seolah belum kenyang dia tetap menyusu dengan kencang, Queena Mengusap pipi Putrinya dengan penuh kasih sayang.
Pantas saja perutnya begitu besar ternyata hamil Baby Twins, Queena meneteskan air matanya dia tidak menyangka akan di karuniai dua anak sekaligus, dia begitu bersyukur walau bayinya lahir sebelum waktunya namun Allah memberikan Mereka kesehatan.
"Oeekkkk,,,,,,," Putra Queena kembali menangis mungkin haus karena sedari tadi menunggu adiknya menyusu.
"Adik gantian ya nak,,, Abangnya haus juga." ucap Queena pada putri nya.
Queena mencoba melepaskan ****** susunya dari mulut sang putri. Namun, Putrinya malah menangis dengan kencang.
"Oekkk,,,,oekkk,," Baby Twins menangis kencang saling bersahutan.
"Humaira,,, kamu susui Baby boy dulu ya,, biar Princess kecil kita aku yang gendong." ucap Gus Alzam.
Kini Gantian Baby boy yang menyusu Gus Alzam mencoba menenangkan Putrinya dia membacakan sholawat nabi sambil menimang nimang Putrinya.
"Ohh,,,, Putri Abi mau dibacain sholawat ya nak,, Pintar nya Putri Abi, " Perlahan mata putrinya tertutup, kedua anak Gus Alzam dan Quenna kembali terlelap.
"Alhamdulillah ya By,,, Baby twins lahir dengan selamat, aku tidak pernah menyangka jika mengandung bayi kembar." ucap Queena.
Gus Alzam tersenyum dirinya juga sangat bahagia, dia begitu bersyukur dapat mendampingi Istrinya saat melahirkan.
__ADS_1
"Oh,, iya By, kok kamu bisa sampai di Indonesia sih, bukannya kamu disana sekitar semingguan?" tanya Queena.
"Apa Kamu di telpon Uncle Edward?" tanya Queena lagi.
"Tidak Humiaira,,, Uncle Edward tidak ada menghubungi aku, entah mengapa aku begitu kepikiran kamu saat dihubungi kamu tidak pernah mengangkatnya, jadi aku menyelesaikan pekerjaan ku saat itu juga dan sisanya diurus oleh orang kepercayaan ku disana, saat turun dari pesawat ternyata banyak panggilan tak terjawab dari Umi, Abi, Azka, Syaqila, dan Uncle Edward."
"Oh,,,,Kamu disana jadi ke rumah Daddy?." tanya Queena.
"Tidak Humaira,aku membatalkan nya, aku akan kesana nanti bersama kamu dan Anak anak saja."jawab Gus Alzam.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Uncle Edward langsung menuju ke markasnya disana sudah ada Mangsa yang menunggunya.
Sampai di Markasnya tanpa Aba aba Uncle Edward langsung menendang pintu ruang penyiksaan.
'Brakkk,,,,,'
"Rupanya kalian sudah tidak sabar ya untuk masuk Neraka." ucap Uncle Edward.
Uncle Edward menendang dua orang tawanan nya.
"Aku tidak akan mengirim mu pada putrimu, namun aku akan mengirim mu bertemu dengan malaikat maut haha,,,"
"Lepaskan kami, apa salah kami sehingga kamu menyiksa kami." ucap Tawanan Uncle Edward.
"Hahahaha,,, masih pura pura tidak tahu, Untung saja Princess tidak apa apa jadi saya tidak akan lama lama bermain."
"Umi,, Zainab, mantan istri kyai Basyir ibunda dari Fatimah dan Anda Ayah biologis Fatimah, juga Ayah dari marko." Ucap Uncle Edward sambil menunjuk Pria paru baya yang menjadi tawanannya.
Wajah Umi Zainab pucat pasi, apakah pamannya Queena ini tahu kalau dirinya dan ayahnya Fatimah lah uang menyuruh para preman membunuh Queena di tengah jalan.
"Ampuni kami Tuan, biarkan kami bebas setelah itu kami tidak akan lagi mengganggu keluarga Tuan." ucap Ayahnya Fatimah memohon pada Uncle Edward.
__
__
__
TBC
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
__ADS_1