Mafia Cantik Penakluk Gus Tampan

Mafia Cantik Penakluk Gus Tampan
Jagoan


__ADS_3

❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Happy reading guys 😘😘😘


Gus Alzam berlari mencari ruangan Queena setelah tadi bertanya pada resepsionis, tidak ada yang tahu akan kepulangan nya karena memang dia tidak sempat memberi tahu.


Sampai didepan ruangan Queena Gus Alzam langsung membuka pintunya tanpa mengetuk pintu atau memanggil salam mungkin karena terlalu panik.


"Humaira,,,!" Seru Gus Alzam.


Semua yang ada di ruangan Queena menoleh ke arah Gus Alzam mereka begitu terkejut melihat Gus Alzam,kok bisa Gus Alzam berada disini bukankah masih di paris pikir mereka.


Dengan nafas yang masih ngos ngosan dan keringat yang membasahi tubuhnya Gus Alzam segera menghampiri Queena.


"By,,, " rengek Queena.


Semua keluarga memilih keluar memberikan waktu pada Gus Alzam dan Quenna.


Gus Alzam Memeluk Queena sambil mencium seluruh permukaan wajahnya.


"Maaf aku Humaira,, karena telah meninggalkan kamu." ucap Gus Alzam.


"Tidak by,, ini bukan salah kamu, ini adalah salahku karena tidak menuruti kata kata kamu untuk tidak keluar rumah."


"Jangan menyalahkan diri sendiri sayang semua sudah takdir Allah, dan Maaf karena aku telah lalai ."


"Shhh,,,," Queena meringis perutnya kembali sakit, mendengar Queena meringis Gus Alzam langsung panik.


"Apanya yang sakit Humaira,,,?" tanya Gus Alzam.


Queena tidak menjawab dia mencengkram erat tangan Gus Alzam, melampiaskan rasa sakitnya.


Gus Alzam mengelus perut Queena "Jagoan nya Abi sudah tidak sabar ya mau bertemu Abi dan Mommy?" Gus Alzam mengajak anak di dalam kandungan Queena.


"Jangan siksa Mommy ya nak kasihan."


Perlahan rasa sakitnya sedikit berkurang Queena tersenyum apakah anaknya ini menunggu Abinya.


"Mungkin dia rindu sama kamu By,," ucap Queena.


Gus Alzam tersenyum kemudian mencium perut buncit Queena "Abi juga sangat merindukan kamu dan Mommy mu nak." ucap Gus Alzam.


Selang beberapa menit sakit Queena semakin sering,Gus Alzam yang tidak tega segera memanggil Dokter.


Dokter memeriksa Queena ternyata pembukaan empat dan itu masih sedikit lama untuk mencapai pembukaan terakhir.

__ADS_1


"Sebaiknya Nona Queena dibawa jalan jalan sebentar,agar semakin cepat pembukaannya." ucap Sang Dokter.


"Baik Dok, " jawab Gus Alzam.


"Mau jalan jalan disini atau mau ke taman Humaira?" tawar Gus Alzam.


"Aku ingin ke taman saja By." jawab Queena.


Gus Alzam menuntun Queena untuk jalan jalan mereka berjalan di sekitar taman, kebetulan memang kamar Queena dekat dengan taman.


Beberapa menit kemudian Queena kembali meringis "Shhhh,,"


"Sakit lagi sayang?" tanya Gus Alzam dengan lembut dibalas anggukan Queena.


"Cesar saja ya sayang?" Gus Alzam sudah tidak tega dengan keadaan Istrinya.


"Enggak by,, aku mau lahiran normal saja." tolak Queena, dia masih kekeh ingin melahirkan secara normal.


"By,,, sakit,," Queena mencengkram erat lengan Gus Alzam, kali sakitnya berkali kali lipat dari sebelumnya.


Langsung saja Gus Alzam menggendong Queena membawa ke kamarnya namun dokter menyuruh membawa ke ruang persalinan saja.


Dokter memeriksa Queena dan berkata bahwa pembukaannya sudah lengkap dan siap untuk melahirkan.


" pembukaan sudah lengkap dan siap untuk melahirkan,Tuan bisa temani agar bisa memberi semangat pada Nona Queena."


Sudah lebih dari tiga puluh menit namun bayi dalam kandungan Queena masih betah belum keluar juga.


Gus Alzam terus berdzikir memohon agar dilancarkan persalinan Istrinya, membisikkan sholawat pada Queena.


"Aku udah gak kuat by,," ucap Queena lemah dengan air mata yang menetes di kedua kelopak matanya yang indah.


"Humaira,,, kamu wanita hebat kamu pasti bisa ya,,," Gus Alzam menghapus air mata Queena,dalam hatinya dia begitu takut.


"Jika terjadi sesuatu tolong jaga anak kita ya by."


"Kamu tidak akan kenapa napa Humaira,,, ingat selalu pada Allah,, ya."


"Aku mau kamu berjanji By,, untuk menjaga anak kita apapun yang terjadi." Queena menggenggam tangan Gus Alzam.


"Humaira,,, kita akan membesarkan anak kita bersama sama jadi kamu harus kuat yang sayang,," Gus Alzam mencium seluruh permukaan wajah Queena tidak perduli pada Dokter dan perawat yang ada di ruangan itu.


"Tidak by,,, kamu harus janji." ucap Queena.


"Sayang,, tatap mata aku, kamu punya Allah, ingat kamu harus kuat, kamu wanita hebat kamu pasti bisa melahirkan anak kita dengan selamat, gigit tangan aku cakar semau mu tapi jangan menyerah ya sayang." setetes air mata jatuh dari mata Gus Alzam, dia begitu rapuh melihat istrinya yang sudah begitu lemah.

__ADS_1


Cukup satu anak ini saja, dia tidak ingin membuat istrinya kembali merasakan sakit seperti ini, dia terus memberikan semangat pada Istrinya.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Di luar ruang persalinan semua keluarga menunggu dengan cemas karena ini sudah hampir satu jam. Namun, Queena tidak kunjung melahirkan.


Dari lorong rumah sakit Ella berlari menuju ruang persalinan, dari bandara dia langsung meluncur kerumah sakit, dia sedang liburan di Bali, sehabis dari pesantren kemarin dia langsung liburan ke Bali karena galau katanya di tolak Gus Azka makannya nyari bule di Bali.


"Bagaimana keadaan Queena?" tanya Ella.


"Queena masih di dalam ." jawab Ning Syaqila.


Ella duduk di sebelah Uncle Edward dengan tanpa sadar,dia hanya diam tanpa banyak bicara,mungkin saking khawatir nya dengan Queena.


"Ya Allah,,, perlancar kan lah persalinan Queena, aku tahu ya Allah aku bukanlah orang benar, tapi kali ini saja ya Allah tolong Queena." doa Ella dengan pelan, namun masih bisa di dengar semua orang.


'Ternyata kamu masih ingat Allah Ell.' batin Gus Azka, diam diam di memperhatikan Ella, sekarang dia tidak banyak tingkah mungkin saking khawatir nya dengan Queena.


Di dalam ruang persalinan Queena menatap mata Gus Alzam mencari kekuatan dari tatapan teduh suaminya itu.


"Ayo Nona sedikit lagi,,, kepalanya sudah kelihatan." instruksi Dokter.


"Bismillah,,, Humaira kamu pasti bisa." Gus Alzam mencium kening Queena lama.


Queena mengejan dengan sisa tenaganya,dia mencengkram erat lengan Gus Alzam mungkin akan membekas di lengan Gus Alzam.


"Oekkk,,,,oek,,,," tangis anak Queena dengan kencang, semua dokter dan perawat mengucap syukur.


"Alhamdulillah ya Allah,,," ucap Gus Alzam, dia langsung menghujani Queena dengan kecupan kecupan manis.


"Alhamdulillah,, bayinua laki laki dan sehat tidak kekurangan suatu apapun." ucap Dokter.


Queena meneteskan air mata bahagia nya,dia berhasil melahirkan buah hatinya.


Bayi merah tersebut masih terus menangis, perawat langsung membersihkan darah ditubuh mungil anak Queena setelah itu memberikan pada Gus Alzam untuk di Adzanin.


Gus Alzam menerima dengan tangan sedikit gemetar ,dia terharu melihat jagoannya yang selama ini mereka nantikan. Gus Alzam langsung melantunkan adzan dan Iqomah di telinga Putranya, kemudian menciumnya.


Queena terharu melihat semua itu, sekarang dia sudah menjadi seorang Mommy, Gus Alzam mendekatkan Bayi mereka pada Queena, Queena tersenyum bahagia mencium dengan penuh kasih sayang sang buah hati.


_


_


_

__ADS_1


TBC


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘


__ADS_2