Mafia Cantik Penakluk Gus Tampan

Mafia Cantik Penakluk Gus Tampan
Drama


__ADS_3

*******


Semua keluarga sudah berkumpul di restoran minus Gus Alzam dan Quenna,mereka mengobrol sambil menunggu sang pengantin baru.


"Adduh lama banget sih mereka berdua gak tahu apa kalau gue udah lapar."


"Mentang mentang pengantin baru." Ella terus mengoceh.


"Lo bisa diem gak sih berisik!" tukas Arvin.


"Apa sih lo sewot aja, mana mungkin Syaqila mau sama cowok lemes kayak lo." balas Ella.


Semua menoleh kearah Ella, Ning Syaqila hanya menunduk berusaha menyembunyikan hatinya yang berdebar.


"Iya kan calon suami ,,,,?,kalau si makhluk astral ini suka sama Syaqila semalam dia ngomong kan?." mendapat tatapan semua orang Ella malah minta pembelaan Gus Azka.


Ning Fatimah berdecak "ckk sudah berapa kali saya bilang suami saya tidak membuka lowongan istri kedua."


"Kan sudah saya bilang ,saya gak butuh lowongan saya sudah punya orang dalam kok." Balas Ella membuat Ning Fatimah geram.


"Pelakor !" ejek Arvin.


"Harus berapa kali gue bilang , gue bukan mau jadi pelakor gue itu hanya mau jadi istri kedua, udah tua sih makanya pelupa, sebentar lagi lo kan koit." ucapan Ella benar benar membuat Arvin ingin menjadikan Ella sate.


"Lo bocah gila, enak saja bilang gue tua , gue itu Masih muda ya,,"


"Sebenarnya lo itu Ell cocoknya sama Arvin ," ucap Malvin santai.


"Idih ogah mending gue sama Pedro saja."


"Semalam sama unta sekarang Pedro emang gak ada manusia yang mau gitu sama kamu Ell?" tanya Gus Azka.


"Yang mau sih banyak tapi yang gue mau itu hanya lo gimana dong" jawab Ella mengedipkan matanya.


"Genit,, gak lihat ada istrinya " ucap Arvin sewot.


"Lo cemburu ya,,,? dari tadi jawab mulu."


'Uhuk uhuk,,


Arvin tersedak ludahnya sendiri mendengar ucapan Ella.


Tuan Fredy, Abi Reyhan dan Umi Maryam hanya menjadi penonton perdebatan mereka,Ella itu tidak ada malu malunya merayu Gus Azka di depan mereka.


" Napa lo ? bener ucapan gue, lo cemburu kan karna gue suka mas tampan yakan..?"


"Ngapain gue cemburu sama bocah gila kayak lo,,!" balas Arvin.


"Mana ada maling ngaku." nyinyir Ella.


"Memang kamu tidak malu merayu pria terlebih dahulu, apalagi di depan istrinya?" Tanya Ning Fatimah lembut.


"Ngapain gue malu kan gue gak nyuri."


"Tidak mencuri tapi mau merebut suami orang gitu." tukas Ning Fatimah.


"Haduh Ning kaos kaki ajaib, lo itu sama Arvin cocok banget loh sama sama pelupa, udah tua sih, gue kan udah berapa kali bilang kalau gue gak akan rebut mas tampan dari lo, gue itu hanya mau jadi istri kedua itu aja kok." jawab Ella bikin Ning Fatimah dan Arvin geram.


"Kamu itu ngeyel banget sih Suami saya tidak membuka lowongan istri kedua,ngerti gak sih"


geram Ning Fatimah.


"Dan harus berapa kali gue bilang gue gak butuh lowongan karna gue punya orang dalam, titik." balas Ella ngeyel.


"Kamu jangan hanya diam saja dong mas," ucap Ning Fatimah menarik tangan Gus Azka.


"Lalu aku harus apa sayang?"


"Kamu tolak gitu dia" tunjuk Ning Fatimah pada Ella.


"Lagian ngapain kamu ladeni Ella sih dia itu masih labil,dia itu hanya becanda sayang,dan aku gak akan nikahi dia kok." ucap Gus Azka memenangkan Ning Fatimah.


"Emang enak di tolak !" ejek Arvin.


"Haha,,, lo kan tahu gue Cinta ditolak setanpun bertindak haha,,," balas Ella.


"Astaghfirullah gak boleh gitu Ell dosa." tegur Ning Syaqila.


"gak apa apa nanti aku tobat Qil." balasnya santai.


"Huss,, gak boleh main main dengan dosa." tegur Umi Maryam.


"Hehe,,," Ella hanya nyengir.


**********


Di balkon kamar Queena masih nyaman tidur dalam pelukan suaminya, Gus Alzam yang bangun terlebih dahulu terkejut karena ternyata sudah siang.


"Astaghfirullah,,, "

__ADS_1


"Humaira ,,, Humaira,,," Gus Alzam mengusap pipi Queena.


"Engh,,,," Queena menggerakkan badannya.


"Udah siang ternyata." ucapnya.


"Selamat pagi istriku,," ucap Gus Alzam.


"Pagi juga suamiku." balas Queena.


'Cup,,


Gus Alzam mengecup kilat bibir Queena


"Morning kiss" ucapnya.


"Yuk turun kita sarapan dulu pasti sudah ditunggu yang lain." ajak Gus Alzam.


"Hm,,," dibalas deheman Queena.


Setelah mencuci muka bukannya langsung turun Queena menatap tajam Gus Alzam


"Ada apa Humaira?" tanya Gus Alzam.


"Nih lihat ! "Tunjuk Queena pada lehernya yang penuh dengan bercak kissm*rk.


"Gimana caranya aku turun coba kalau begini." lanjutnya.


"Gampang Humaira kamu pakai hijab saja


tidak akan kelihatan." ucap Gus Alzam.


"Gerah,," rengek Queena.


"Karena belum terbiasa Humaira."


"Coba kamu biasakan pasti tidak akan gerah lagi,"


"Tapi kalau aku pakai sekarang bisa bisa di ejek sama Ella."


"Humaira,,, rambut itu termasuk aurat, dan menutup aurat itu hukumnya wajib jadi,,cobalah menutup Aurat ya,,,"


"emm,," Queena hanya menurut.


Setelah memakai hijab mereka turun untuk sarapan.


"Assalamu'alaikum " ucap Gus Alzam saat sudah sampai di depan keluarganya.


"Haha,,,


"Haha,,,


"Lo jadi buk nyai Queen?" ledek Ella.


'Tuh kan ' rutuk Queena dalam hati.


Gus Alzam manarik kan kursi buat Queena.


"Adduh cocwitt,,,, laper gue " ucap Ella.


"Lebay lo !" ketus Queena.


"Bukannya lebay tapi gue laper Queen"


"Makan lah kalau laper."


"Lo tau gak Queen?"


"Gak!" potong Queena.


"Gue belum selesai setan."


"Lalu?"Wu


"Tadi gue di tolak sama mas tampan."


"Terus,,"


"Terus gimana dong ?"


"Ya lo kejar lah"


Semua orang menatap aneh mendengar percakapan Ella dan Quenna, mereka sama sama tidak waras.


"Kalian berdua ini sama aja." ucap Arvin.


"Lo dengar suara Ell?" tanya Queena pada Ella.


"Suara apa Queen? sepertinya gak ada suara apa apa sih ?" jawab Ella.

__ADS_1


"Setan kali." ucap Queena lagi.


"Heh,, bocah gila lo ngatain gue setan." Arvin tidak terima dengan ucapan Queena.


"Gue gak bilang begitu tuh,lo sendiri yang bilang ya ." ejek Queena.


"Haha,,,ha,,,


"Haha,,,ha,,


Queena dan Ella tertawa bersama ,entah apa yang mereka tertawa kan.


"Queen gue ada berita baru dan lagi hot." ucap Ella."


"paan?"tanya Queena.


"Si makhluk Astral suka sama Syaqila" bisik Ella namun masih bisa di dengar semua orang.


"Haha,,,,"


"Haha,,,,"


"Tampang kayak gitu suka sama Syaqila ya jelas gak cocok lah," ujar Queena mengejek Arvin.


"Iya dia cocoknya sama Ning kaos kaki ajaib," balas Ella.


"Haha,,,"


"Haha,," tawa keduanya.


Ingin sekali Arvin mencekik Ella dan Quenna, tapi mendapat pelototan dari Gus Alzam dia memilih diam tidak membalas mereka berdua.


" Humaira,,,,, tidak boleh begitu." tegur Gus Alzam.


"Hehe,,," cengir Queena.


Pelayan datang membawa pesanan mereka, dan setelah itu mereka makan dalam diam.


Kecuali Queena yang memang pada dasarnya pemilih soal makanan,dia sibuk mengaduk aduk saja makanan di depannya.


Tuan Fredy yang faham dengan putri nya membuka suara " Princess mau makan apa hm,,? dengan lembut tubuh Tuan Fredy bertanya pada Queena.


Semua menatap Queena, Gus Alzam baru menyadari kalau nasi di piring Queena masih utuh tidak tersentuh sama sekali.


"Humaira kenapa makannya cuma di aduk aduk?" tanyanya.


Queena cemberut, membuat Gus Alzam gemas dengan Queena.


"Mau makan apa?" tanya Gus Alzam lagi dengan lembut.


Malvin paham adeknya itu pasti males makan, dia memang sulit kalau di suruh sarapan apalagi sarapannya itu nasi.


"Princess Abang suapin ya..?" tawar Malvin.


"No ! " tolak Queena.


"Lalu ?"


"Queen belum lapar."


Tuan Fredy mendekat membawa makanan ditangannya "Sini Daddy suapin." ucapnya.


"Tapi Queena belum lapar."


"Dad biar saya saja yang bujuk Queena." ucap Gus Alzam.


Tuan Fredy mengangguk kembali ke tempat duduknya.


"Humaira,,, makan dulu sini aku suapin."


Gus Alzam menyodorkan sendok berisi makanan pada Queena.


"A',,,dulu."


Akhirnya Queena mau makan tapi baru tiga suap sudah bilang kenyang, Gus Alzam membiarkan mungkin memang sudah kenyang pikir Gus Alzam.


"Nih minum dulu susunya princess" ucap Malvin menyodorkan susu coklat kesukaan Queena.


"Makasih Abang,,," ucap Queena dengan senyum manisnya.


'Drama' rutuk se orang di meja makan.


********


_


_


_

__ADS_1


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘😘😘


__ADS_2