
******
Happy reading guys 😘😘😘
"Brakk,,,,,,,"
Pintu ruangan Queena terbuka dengan kasar.
"Astaghfirullahal Adzim,,," ucap Gus Alzam dan yang lainnya.
Masuklah Umi Zainab dengan penuh amarah ke ruang inap Queena.
"Kembalikan Fatimah,,!". bentak Umi Zainab.
"Assalamu'alaikum,," ucap Abi Basyir yang baru datang.
"Waalaikum salam,," jawab mereka.
"Kembalikan Fatimah,,!" bentak Umi Zainab kembali.
"Mohon maaf sebelumnya Zainab, kenapa mencari Fatimah kemari." ucap Umi Maryam.
"Pasti kalian kan yang sudah menyembunyikan Fatimah." tuduh Umi Zainab.
"Kalau kalian tidak mengembalikan Fatimah aku akan melaporkan kalian." ancam Umi zainab.
"Haddeh,,, heh ngapain kita menyembunyikan anak jal*ng lo itu, gak ada untungnya sama sekali, mungkin saja dia bersembunyi karena takut di penjara." balas Ella.
"Kamu tidak usah ikut campur ya,,"
"Heh nenek sihir, harusnya itu kita yang marah marah sama lo ya,, gara gara anak jal*ng lo itu, hampir saja nyawa Queena dan Gus Alzam tak tertolong,jika ada yang harus di penjara itu anak jal*ng lo bukan kami." Ella mengeluarkan mulut mercon nya.
Umi Zainab yang tidak terima segera menarik rambut Queena hingga tubuh Queena ikut tertarik, selang infus Queena sudah terlepas hingga membuat darah berceceran di lantai.
Gus Alzam segera membantu Queena, dia seakan lupa sopan santun, dia mendorong Umi Zainab dengan kasar sehingga membuatnya terpelanting ke lantai dengan keras.
"Jangan sentuh istri saya,," peringat Gus Alzam.
"Kamu sudah ketularan bocah tidak bermoral ini zam, tidak punya sopan santun pada orang yang lebih tua." maki Umi Zainab.
"Saya akan menghormati Umi, jika Umi dapat menghargai orang lain." jawab Gus Alzam.
"Brengsek kalian semua,,!"
"Cukup Umi,,!" bentak Abi Basyir.
"Abi seharusnya membela aku bukan malah membentak aku, mereka sudah menyembunyikan putri kita." ucap Umi Zainab.
"Gak anak gak ibu sama saja sama sama Jal*ng." ujar Queena sinis.
"Apa maksud kamu mengatakan saya jal*ng hah?" bentak Umi Zainab.
Queena tersenyum miring " Lo pikir gue gak tahu hah, kalau Si Fatimah itu anak haram lo bersama selingkuhan lo." ucap Queena membuat semua orang menatapnya.
"Jangan asal bicara kamu ya,," Umi Zainab sudah sedikit gemetar.
__ADS_1
"Abi Basyir itu Mandul, dia tidak bisa memiliki keturunan, karena lo takut tidak kebagian harta jika tidak memiliki seorang anak , maka lo memalsukan surat pemeriksaan Abi Basyir,kemudian kamu selingkuh dengan mantan pacar lo sehingga lo hamil si jal*ng."
"Kamu jangan Fitnah aku ya,," Umi Zainab mencoba bersikap tenang.
"Apanya yang Fitnah gue punya buktinya kok."
Queena menelpon seseorang untuk datang ke ruangannya.
"Mana buktinya kamu pasti hanya mengarang kan?"
Lima menit kemudian masuklah pria ber pakaian serba hitam "Maaf Nona." ucapnya menunduk kan badannya pada Queena.
"Louis mana?"
Louis memberikan beberapa berkas pada Queena, Queena membukanya kemudian memberikan pada Gus Alzam.
Gus Alzam tercengang membacanya, Umi Zainab sudah ketar ketir takutnya rahasia yang selama ini dia simpan rapat rapat terbuka.
"Mana buktinya nak?" tanya Abi Basyir.
Tv diruangan Queena menyala, menayangkan video saat Umi Zainab memalsukan surat pemeriksaan Abi Basyir, setelah itu video perselingkuhan Umi Maryam.
Abi Basyir memegang dadanya, membuat semua orang panik saat umi Zainab mendekat Abi Basyir menolaknya.
"Jangan sentuh saya Zainab,mulai saat ini aku menceraikan kamu, aku mentalak tiga kamu." ucap Abi Basyir.
Abi Basyir mentalak Umi Zainab, setelah itu dibawa oleh Gus Azka dan Arvin untuk di periksa.
"Kaciann,,, jadi janda" ejek Ella.
"Sialan kamu bocah,,!"
"Aku akan membalas semua ini." Ucap Umi Zainab.
"Gue tunggu." tantang Queena.
Saat Umi Zainab mau keluar Queena kembali bersuara "Gak mau katemu sama cucunya dulu?"
"Apa maksud lo bocah iblis ?"
"Ututu,,, jangan marah dulu dong, niat aku itu baik ingin mempertemukan lo sama cucu lo." jawab Queena.
"Aku tidak punya cucu..!" bentak Umi Zainab.
"Kan emang lo yang meletakkan cucu lo di bawah mobil suami gue,masak bilang gak punya cucu." jelas Queena.
"Maksud kamu Humaira?" Gus Alzam bertanya pada Queena.
"Yap,,, Yusuf itu adalah anak haram Fatimah." jawab Queena.
Umi Zainab pergi dengan perasaan marah ,dia berjanji akan membalas dendam pada Queena.
"Humaira kamu jangan becanda" Gus Alzam masih belum percaya kalau Yusuf itu adalah anak Fatimah.
"Ngapain juga aku becanda sih by, Yusuf itu memang anaknya si Fatimah, awalnya kan niatnya aku ingin mengadopsi Yusuf sebagai anak,aku cari dulu siapa orang tuanya ternyata dia anak nya si Jal*ng,jadi ya gak jadi deh."
__ADS_1
"Ya Allah,,," ucap Gus Alzam.
"Kalau enggak percaya coba tanyakan pada Bang Azka pasti saat malam pertama si Fatimah itu tidak perawan dan pastinya di bagian bawah perutnya ada bekas operasi nya." ujar Queena
"Kenapa Umi zainab mencari Ning Fatimah kesini ya,, bukankah dia sudah dibawa ke kantor polisi?" heran Ning Syaqila.
"Panggil Fatimah aja kali dia kan bukan anak kyai." celetuk Ella.
"Udah kebiasaan,," jawab Ning Syaqila.
"Mungkin saja Zainab belum tahu kalau Fatimah di bawa ke kantor polisi." ucap Abi Reyhan.
Tuan Fredy dan Quenna memandang Uncle Edward dengan penuh arti , dibalas senyum miring Uncle Edward.
Uncle Edward mendekat kearah Queena kemudian memeluknya " Jaga baik baik cucu Uncle ya princess,, masalah hama itu urusan Uncle kamu tidak usah khawatir." bisik Uncle Edward.
Queena tersenyum miring, Uncle nya memang bisa di andalkan, dia memang seorang ketua polisi namun itu hanya untuk menutupi jati dirinya yang sebenarnya.
"Sehat sehat terus ya princess,, Uncle pulang dulu ada urusan, jaga cucu Uncle baik baik ya,,"Uncle Edward mencium kening Queena.
"Zam Uncle titip Princess Uncle ya,,," Uncle Edward menepuk bahu Gus Alzam pelan.
"Giliran sama Queena aja my sugar Daddy lembut, kalau sama gue cueknya minta ampun." gerutu Ella.
"Itu sih nasib lo Ell." ejek Queena.
"Humaira,,, kamu istirahat dulu ya,, biar aku panggilkan dokter dulu untuk memasang kembali infusnya." ucap Gus Alzam.
"Aku gak mau di infus lagi." tolak Queena.
"Tapi Humaira kamu kan baru sadar."
"Pokoknya aku tidak mau di infus lagi titik." ucap Queena.
"Baiklah,, sekarang kamu istirahat ya,," Gus Alzam mengalah.
Gus Alzam membaringkan Queena dengan pelan kemudian mengusap rambut Queena dengan penuh kasih sayang.
"Adduhh laper gue,,," ucap Ella.
"Makan lah Ella kalau laper." balas Ning Syaqila.
"Hahaha,,,," tawa Malvin.
"Jangan berisik biarkan Princess istirahat." ucap Tuan Fredy.
**********
_
_
_
TBC
__ADS_1
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘
Peluk cium jauh dari Othor buat kalian❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️