
Happy reading guys,,,,,😘😘😘
******
Queena berbalik melihat Keadaan Ning Fatimah, seketika dia tersenyum sinis, dia berjalan mendekat kemudian mencabut dengan keras beling yang ada di tangan Ning Fatimah.
"Bodoh,,!" desisnya.
"Kamu apakan mbk Fatimah hah?"
Dari arah pintu muncul Ning Syaqila membawa kantong plastik berisi beberapa sayuran.
"Jawab Queena kamu apakan mbak Fatimah?" tanya Ning Syaqila dengan membentak.
Mendengar ribut ribut di dapur keluarga ndalem segera menghampiri nya.
"Astaghfirullahal Adzim,, ada apa ?" tanya Umi panik melihat keadaan salah satu menantunya sudah berlumuran darah.
"Tanya saja pada dia!" tunjuk Ning Syaqila pada Queena.
Seketika semua orang menoleh kearahnya, Gus Alzam kaget apa yang sudah istrinya lakukan.
"Apa yang sebenarnya terjadi nak?" tanya Abi lembut pada Queena.
Queena menggelengkan kepalanya, tidak mengeluarkan sepatah kata pun.
"Sudah tidak apa apa mungkin dek Queena tidak sengaja." ucapan Ning Fatimah membuat Queena semakin muak.
"Emang apa yang gue lakukan?" tanya Queena datar.
"Aku melihat dengan mata kepala aku sendiri kalau kamu menancapkan beling di tangan mbak Fatimah." Ning Syaqila ikut memojokkan Queena.
"Menurut lo ?" ucap Queena dengan sinis.
"Queena,,! " bentak Gus Alzam.
Queena tersentak mendengar bentakan suaminya, lima bulan menikah baru kali ini dia membentak nya, Queena menatap Gus Alzam.
"Apa zam?" balas Queena datar.
Gus Alzam makin murka istrinya memanggil dirinya dengan nama,dia kecewa dengan istrinya hanya gara gara cemburu dia melukai orang yang tidak bersalah.
"Sudah tidak apa apa, mulai besok aku akan berhenti bekerja di perusahaan mas Alzam, biar dek Queena tidak perlu merasa cemburu lagi." ucap Ning Fatimah dengan lembut.
"Hanya karena kamu cemburu sampai melukai orang lain seperti ini." ucap Ning Syaqila, sekarang dia benar benar yakin kalau apa yang sering di ceritakan mbak Fatimah nya itu bukan hanya bualan semata.
Ning Fatimah tersenyum licik saat Gus Alzam sendiri tidak mempercayai Queena.
"Minta maaf,,!" perintah Gus Alzam.
"Minta maaf Queena,,!" ulang Gus Alzam Kate Queena hanya diam.
"Ngapain minta maaf atas apa yang bukan kesalahan gue." jawab Queena datar,
Queena terus beristighfar dalam hati, dia tidak ingin jiwa buasnya kembali menguasai dirinya.
"Sudah sudah Azka kamu bawa istrimu obati lukanya." perintah Abi Reyhan.
"Queena kamu istirahat dulu ya nak." Ucap Abi Reyhan dengan lembut, entah mengapa dia tidak percaya kalau Queena melakukan kekerasan itu pada Ning Fatimah.
Abi Reyhan melihat dari tadi menantunya itu mencoba menahan amarah, berkali kali Abi Reyhan melihat menantunya itu memejamkan mata sambil ber ucap istighfar.
__ADS_1
Ning Fatimah tersenyum ,dia merasa puas karena berhasil membuat Queena jelek dimata keluarga ndalem.
Gus Azka dari tadi hanya diam, dia hanya memperhatikan apa yang terjadi, tidak ada raut khawatir di wajahnya melihat sang istri yang sudah berlumuran darah.
"Queena kamu istirahat ya nak,," ujar Abi lagi.
"Minta maaf dulu..! " perintah Gus Alzam.
"No..!" ucap Queena lalu meninggalkan dapur ndalem tanpa menoleh sedikitpun.
"Jangan terlalu keras Zam, pada istrimu." Abi Reyhan menasehati Gus Alzam.
"Tapi Queena sudah keterlaluan bi,, yang Alzam lakukan sudah benar, biar Queena tidak kebiasaan jika terus dibiarkan." ucap Umi Maryam.
Gus Alzam menunduk dia bingung, satu sisi dia tidak percaya istrinya melakukan hal itu, tapi disisi lain bukti mengarah pada sang istri.
"Zam,,, kekuatan seorang istri itu terletak pada suaminya, jika suami nya saja memojokkan dirinya lalu siapa yang akan membelanya." ujar Abi Reyhan.
"Apa yang kita lihat belum tentu itu lah kebenaran nya." setelah mengatakan itu Gus Azka ikut meninggalkan dapur tanpa membawa Ning Fatimah.
Umi Maryam dan Ning Syaqila memapah Ning Fatimah mendudukkan di kursi lalu mengobati lukanya.
*******
"Hmm,,, segitu saja rasa percaya mu padaku by." guman Queena.
Sekarang dia duduk sendirian di atas pohon mangga yang sedang berbuah.
Sambil menggigit mangga mudanya Queena mengoceh sendiri.
"Hebat banget sih ekting tu Jal*ng, kalau suami gue aja tidak percaya,lalu siapa yang akan percaya sama gue gitu,,"
"Astaghfirullah,,, Bang Azka ngagetin aja sih bagaimana Queena jantungan coba."
"Haha,,,, kocak banget wajahmu dek."
"Heh,,,"
"Ngapain bang Azka disini?"tanya Queena.
"Nemenin kamu takut bunuh diri." jawaban Gus Azka membuat Queena tertawa, dia tidak selemah itu kali, hanya masalah kecil mana mungkin dia sampai bunuh diri.
"Haha,,, ngapain aku bunuh diri sih bang"
"Siapa tahu aja."
"Aku tidak sebodoh itu juga kali bang."
"Galau kamu emang beda ya,,"
"Beda gimana sih bang,,?"
"Ya beda kalau cewek lain galau kan nangis, lah kamu galau malah manjat pohon."
"Haha,,, aku itu tidak galau bang, lihat mangga sepertinya enak gitu kalau makan langsung dari pohonnya, jadi aku ambil saja."
"Ini udah hampir Maghrib loh gak takut apa kalau nanti ada setan." Gus Azka mencoba menakut nakuti Queena.
"Mana ada setan" Balas Queena.
"Haha,,, iya kan kata Ella kamu lebih menyeramkan dari pada setan."
__ADS_1
"Ihh,, abang jangan sampai kemakan ucapan Ella, sesat tahu gak."
"Diakan satu spesies sama kamu Queen."
"Hm,,, dan dia satu satunya sahabat yang aku punya bang, dia itu akan selalu mempercayai aku, disaat semua orang menjauhi aku, dia akan datang, tidak perduli pada orang lain."
"Walau terkadang sikapnya memang naudzubillah tapi dia adalah orang baik." cerita Queena.
"Kok malah curhat tentang Ella sih, kalau sampai orang nya dengar bisa bisa kupingnya itu bercabang."
Gus Azka tersenyum mendengar cerita Queena, Ella dan Quenna adalah sahabat yang saling menyayangi walau terkadang saat berjumpa selalu berdebat tapi itulah cara mereka mengungkapkan rasa sayang mereka.
"Bang kalau ketahuan berduaan disini kita dihukum gak?" tanya Queena.
"Kenapa bertanya seperti itu?" tanya Gus Azka.
"Soalnya udah lama aku tidak ngerjain si perawan tua."
"Perawan tua?"
"Iya,, perawan tua."
"Siapa?"
"Itu sahabatnya istri Abang."
"Oh,,, Ustadzah Zahra?"
Queena hanya mengangguk.
"Haha,,,, haha,,,ada ada saja kamu dek. " Gus Azka tertawa hingga mengeluarkan air mata.
"Kenapa kamu sebut dia perawan tua sih dek?" tanya Gus Azka.
"Ya karena udah tua belum nikah nikah." jawab Queena santai.
"Abang beneran percaya sama Queena?"
"Iya dek abang percaya kok, "
"Emang ya,, kalau suami gak akan percaya sama istrinya."
"Maksudnya dek?"
"Itu kan Alzam gak percaya sama aku dan Abang gak percaya sama si Fatimah."
"Haha,,, bukan begitu dek, kalau abang sih akan percaya dengan orang yang benar itu saja sih."
"Emang Abang tahu kalau Queena tidak bersalah."
"Entahlah,,, Abang merasa kalau yang benar itu kamu."
_
_
_
TBC
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘
__ADS_1