
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Happy reading guys 😘😘😘
Uncle Edward duduk di kursi depan ruangan Queena dia merasa gagal menjaga keponakannya, kemarahan tercetak jelas diwajahnya, tangannya terkepal kuat.
Bagaimana nanti dia akan menjawab pada Abangnya saat bertanya tentang Queena,jika sampai terjadi sesuatu dengan Queena maka dia adalah orang pertama yang harus di salahkan.
Setelah di periksa semalam keponakannya terlihat baik baik saja hingga jam Sepuluh pagi keponakannya kembali kontraksi dia bingung menghubungi Gus Alzam namun Ponselnya tidak aktif , soal Abang nya dia terlanjur berjanji pada Queena tidak akan memberi tahu Tuan Fredy apapun keadaannya.
"Ya Allah,,, tolong jaga keponakan saya ya Allah." ucap Uncle Edward.
Sementara Mike dia sama seperti Uncle Edward,dia begitu merasa bersalah karena tidak bisa melindungi Nonanya sehingga membuat Nonanya harus melahirkan lebih cepat dari perkiraan Dokter.
Dokter yang menangani Queena keluar, segera Uncle Edward dan Mike menghampiri nya.
"Bagaimana keadaan Princess Dok?" tanya Uncle Edward.
"Nona Queena harus Segera melahirkan karena jika tidak bisa berakibat fatal pada bayi dan juga ibunya." jawab Dokter.
"Ya sudah lakukan Cesar saja dok biar Ponakan saya tidak merasakan sakit." ucap Uncle Edward.
"Tapi Nona Queena menginginkan lahir normal Tuan."
"Apa tidak apa apa keponakan saya melahirkan secara normal?" tanya Uncle Edward.
"Tidak apa apa Tuan, tergantung kondisi tubuh Nona Queena, kami permisi dulu untuk mempersiapkan ruang persalinan Nona Queena." Dokter itu melangkah meninggalkan ruangan Queena.
Uncle Edward mengusap wajahnya kasar, bayangan dulu saat iparnya melahirkan Queena membuat dia ketakutan.
Uncle Edward tidak ada pilihan lain dia segera menghubungi Abang nya dan keluarga Gus Alzam.
"Ha,,lo,," Uncle Edward berkeringat dingin saat panggilan nya di angkat oleh Tuan Fredy.
"Princess kenapa?" pertanyaan Tuan Fredy langsung tepat sasaran.
Ikatan batin antara Ayah dan anak tidak dapat di pungkiri, Tuan Fredy memang sangat kepikiran dengan Queena, Adiknya itu sangat jarang menghubungi dirinya kecuali saat ada hal hal penting.Namun, sekarang dia menghubungi nya saat Princess sedang bersamanya.
"Abang pulang Princess akan melahirkan." ucap Uncle Edward setelah sekian lama terdiam.
Ingatan Tuan Fredy langsung tertuju pada mendiang istrinya, Mommy Queena, dulu dia melahirkan saat melahirkan Queena.
"Aku pulang sekarang." Tuan Fredy langsung mematikan ponselnya.
__ADS_1
Uncle Edward memejamkan matanya, dia menghubungi keluarga Gus Alzam setelah itu mencoba menghubungi Gus Alzam kembali,namun masih sama ponsel Gus Alzam masih tidak aktif.
Dia melangkah memasuki ruangan keponakannya " Princess,,, bagaimana keadaan kamu sayang?" tanya Uncle Edward sambil mengelus kepala Queena.
Queena tersenyum "Aku tidak apa apa Uncle." jawab Queena.
"Princess Uncle akan segera menjadi Mommy , dan Uncle akan segera menjadi Grandpa " ucap Uncle Edward.
Queena sedikit meringis, dalam hati dia berharap agar bisa ditemani suaminya, dia takut setelah ini tidak bisa melihat mereka lagi, tidak terasa air mata Queena menetes.
Uncle Edward mengusap air mata Queena "Lahir Cesar saja ya Princess." bujuk Uncle Edward.
Queena menggeleng "Tidak Uncle aku akan melahirkan normal saja."
"Berjanjilah pada Uncle Princess kalau kamu akan baik baik saja."
"Aku tidak bisa menebak takdir Uncle."
Uncle Edward memeluk Queena mencium rambut keponakannya, rasa sayangnya pada Queena melebihi pada dirinya sendiri, baginya Queena bukan hanya keponakan melainkan adalah putrinya.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Setelah menempuh perjalanan tiga belas jam Gus Alzam turun dari pesawat , perjalanan yang di tempuh sekarang lebih cepat dari saat akan berangkat kemarin.
"Assalamu'alaikum Uncle,," ucap Gus Alzam setelah panggilan nya diangkat oleh Uncle Edward.
"Waalaikum salam Zam, Kamu pulang sekarang istrimu akan melahirkan.",, Uncle Edward langsung memberi tahukan kalau Queena akan melahirkan.
Gus Alzam segera berlari tanpa memikirkan barangnya, tidak peduli menabrak orang lain dia seperti orang kesetanan, air matanya mengalir tanpa diminta, fokusnya saat ini hanyalah pada Istrinya.
"Ya Allah,,, tolong jagalah istriku." ucap Gus Alzam, dia langsung berlari menyetop taksi Tidak memperdulikan supir yang akan menjemputnya berada di tengah jalan.
"Cepat pak,,,!" perintah Gus Alzam,dia duduk dengan gelisah.
Gus Alzam terjebak macet karena didepan terjadi kecelakaan, sementara rumah sakit masih sedikit jauh,mau putar balik sudah terjebak ditengah tengah,karena tak kunjung berjalan Gus Alzam memilih turun dari taksi.
"Pak saya turun disini saja pak" ucap Gus Alzam.
"Tapi Tuan rumah sakit masih sekitar tiga kiloan." ujar sopir taksi itu.
"Tak apa,saya titip barang saya,," Gus Alzam memberikan uang pecahan seratus ribuan dua puluh lembar.
"Kebanyakan Tuan."
__ADS_1
"Ambil saja pak." Gus Alzam berlari meninggalkan Taksi itu di tengah kemacetan.
Gus Alzam berlari sepanjang jalan mau naik ojek tidak ada ojek lewat akhirnya dia memilih berlari agar segera sampai di rumah sakit.
Sinar matahari begitu menyengat namun tidak membuat Gus Alzam kepanasan, dia terus berlari seolah tidak merasakan lelah.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Dirumah sakit semua keluarga Gus Alzam sudah berkumpul, Umi Maryam mengelus kepala Queena, membisikkan kata kata penenang.
"Kamu kuat nak,,"
Kata Dokter Queena masih pembukaan satu dan dari tadi masih tetap begitu, Queena meneteskan air mata nya, dia ingin Gus Alzam ada disisinya.
"Operasi saja ya nak." ucap Umi Maryam.
Queena menggeleng, dia tidak mau Cesar dia akan berusaha semaksimal mungkin, dia ingin merasakan lahir secara normal.
"Iya Queen,, operasi saja biar tidak sakit lama lama." Ning Syaqila dan Maira ikut membujuk Queena, namun Queena tetap kekeh ingin lahiran normal saja.
"Kalau sudah tidak kuat bilang ya nak,," ucap Abi Reyhan.
Uncle Edward sedetikpun tidak beranjak dari ranjang Queena,dia terus menggenggam tangan Queena.
"Princess nya Uncle,,kalau sakit jangan di tahan bilang saja sayang." ucap Uncle Edward melihat keponakannya meringis.
"Pasti dulu Mommy saat melahirkan Queena kayak gini juga ya Uncle?" tanya Queena pada Uncle Edward.
"Queena takut Uncle, Queena takut seperti Mommy."lanjut Queena.
"Princess,,, Tidak boleh bicara seperti itu, Princess Uncle kan wanita yang kuat jadi semangat ya sayang kamu pasti bisa." Uncle Edward memberikan semangat pada Queena.
Queena memejamkan matanya mungkin rasa sakitnya sedikit berkurang, mereka tidak tega melihat Queena lemah seperti itu.
_
_
_
TBC
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️