Malam Pertama 100 Juta Won

Malam Pertama 100 Juta Won
Ingin Bermain Sedikit


__ADS_3

(Selamat! Anda lulus seleksi pada rekruitmen tenaga kontrak Kantor Kejaksaan Negeri Seoul.)


Jisoo melebarkan kedua bola matanya. "Benarkah ini? Aku akan menjadi pegawai Kantor Kejaksaan?" -Dengan perasaan tak percaya.


Jisoo tak berhenti mengucek kedua matanya. Menatap intens pada layar ponselnya. "Ya. Setidaknya, selagi perawatan lanjutan adikku, aku akan bekerja disana.


Mengedarkan pandangan ke segala arah, ternyata hanya ada dirinya seorang di ruang tunggu area ruang bedah. Ia pun berjingkrak-jingkrak senang.


"Yaaayyyy! Aku sangat senang! Aku sangat senang!"


"Aku cukup bekerja, pulang ke rumah, hanya itu setiap hari. Tidak perlu berkeliaran agar orang itu tidak bisa menemukanku."


Sudah satu bulan pasca kelulusan dari Fakultas Hukum Universitan Hanyang, Jisoo mengikuti tes yang diadakan oleh Kantor Kejaksaan. Akhirnya, harapannya itu pun terkabul dengan adanya panggilan ini.


Rasanya sangat tidak sabar menunggu Rain bangun untuk berbagi kabar gembira ini dengannya.


Bagaimana caranya bisa kabur? Sementara Rain harus melakukan kontrol rutin untuk beberapa fase setelah boleh pulang dari rumah sakit nantinya. Terpaksa, pilihan kedua pun ditunda untuk sementara. Dengan harapan, tidak akan ditemukan oleh pria itu.


Bib.


Menerima sebuah pesan dari si Kembar.


(Hei! Ada kabar gembira. Datanglah ke restoran di seberang rumah sakit. Kami menunggu disini.)


.


Si kembar terlihat sangat bersemangat menyambut kedatangan Ji Soo.


"Kalian berdua tampak sangat happy. Sudah dapat pacar sekarang?" -tebak Jisoo, asal.


"Ini lebih dari sekedar pacar. Kita berdua ... diterima diperusahaan itu." -ucap keduanya dengan heboh penuh ekspresi.


"Hhhaaaaah? Benarkah? Waaahh selamat!" -Jisoo nampak turut senang mendengarnya.


Sebuah perusahaan besar yang bergerak di bidang Fashion, milik Mario Park. Impian si kembar adalah bekerja disana agar bisa mengangkat derajat sosial keluarga. Dengar-dengar sih, perusahaan itu memberikan bayaran yang fantastis untuk kerja keras para pegawainya.


"Sayang sekali, kamu tidak bekerja ditempat yang sama dengan kami berdua." -A Rim memanyunkan bibirnya.


"Tidak apa! Jangan mengingat masa lalu. Mungkin aku memang tidak ditakdirkan untuk menjadi designer seperti kalian. Kalian berdua tahu, aku sudah diterima bekerja di kantor Kejaksaan. Dari sana aku akan bersiap menjadi jaksa negeri ini di masa depan." -bisiknya menyombong.


"Yaaa? Benarkah? Kereeeen. Mungkin disana banyak pria tampan berpakaian rapi dan menawan. Ji Soo, ... kau sangat beruntung." -seru A Reum.


.


.


Satu bulan kemudian.


Hari-hari Ji Soo berjalan sesuai dengan aman, nyaman dan damai. Baik pekerjaan, perawatan Rain, semuanya berjalan lancar. Berita melegakannya lagi, si pemilik 200 juta won itu tidak pernah sekali pun melintas dihadapannya.

__ADS_1


Sore hari, sepulang dari kantor Jisoo menyempatkan diri mampir di supermarket untuk membeli bahan makanan.


Tak sengaja, secara bersaman tangannya dengan tangan seorang pengunjung mengambil daging yang sama dari lemari pendingin.


"Ibu?"


Secara spontan Jisoo menangkap tangan wanita setengah baya yang ia panggil 'ibu' barusan.


"Si-siapa kau."


Wanita itu membelalakkan mata.


Perlahan, Jisoo membuka maskernya. "Aku ... Given. Lupa denganku? Bukankah ibu pernah menampungku selama 2 tahun? Kenapa ibu berbohong? Ibu meninggalkanku di panti asuhan dan mengatakan bahwa akan menjemputku bersama orang tuaku. Aku tanya sekarang, dimana mereka? Dari mana aku berasal?" -memegang kuat tangan wanita itu.


Panik. Wajah wanita itu terlihat benar-benar panik.


"Aku tidak mengenalmu. Lepaskan!" -menghempas tangan hingga terlepas dari pegangan Jisoo.


Wanita itu pun berlari keluar dan di kejar oleh Jisoo. "Ibu, tunggu! Kau harus menjawab pertanyaanku!"


Perempuan itu terus berlari, hingga menemukan tempat untuk bersembunyi. "Sial! Anak itu masih mengenal wajahku? Ini tidak bisa dibiarkan."


Dengan tangan gemetarnya, ia membuka ponsel lalu menelpon seseorang.


[Halo, Eomma!] -jawab seseorang.


[Su Mi, anak itu kembali. Dia mengenali Eomma. Bagaimana ini]


[Bae Su Mi, dengar! Kau tidak boleh kehilangan apapun. Jangan sampai gadis itu mengambil semuanya darimu!].


[Tenang saja Eomma, akan aku atasi. Eomma jaga diri. Jangan sampai dia mendapatkan omma lagi.]


Flasback.


Wanita setengah baya itu masih mengingat dengan jelas. Saat Given berusia sekitar 6 tahun, terjadi kecelakaan bus sekolah yang mereka tumpangi.


Kecelakaan itu juga terjadi karena karya tangan seseorang yang telah merencanakannya. Seorang pria yang bernama pak Bae, yang tak lain adalah mantan manager keuangan yang telah dipecat oleh Mario secara tidak hormat, atas kesalahan pria itu telah menggunakan uang perusahaan, semata untuk kebutuhan istrinya yang materialistis.


Dinyatakan menghilang terbawa arus air deras, pencarian Given kecil pun dihentikan setelah dua bulan pencarian.


Keluarga Bae menyembunyikan Given dari Mario Park, hingga dua tahun kemudian, saat Given telah berumur 8 tahun, istri pak Bae itu mengantarkan Given ke panti asuhan dan berjanji akan menjemputnya kembali bersama kedua orang tua gadis kecil itu.


Wajah Kedua orang tua yang perlahan memudar, hingga anak itu sudah tidak lagi mengingat rupa mereka, termasuk nama keluarga kandungnya. Ia sama sekali tidak mengingat, dari keluarga mana ia berasal. Seingatnya, dirinya bernama Given.


Flashback off.


.


.

__ADS_1


Tiba di kediaman kecilnya, dengan langkah gontai memasuki kamar.


"Nuna, ada apa denganmu?" -tanya Rain. Merasa sedikit bingung dengan penampilan Nuna yang sedikit berantakan, juga terlihat sangat lelah.


"Nuna sangat lelah. Hari ini di kantor sangat banyak pekerjaan."


Rain hanya mengangguk meskipun tidak percaya sepenuhnya.


"Nuna, kapan kita akan pindah Ke apartemen dua kamar itu? Kudengar Nuna telah membersihkannya."


"Tidak. Jangan. Kita disini saja Rain." -menjawab dengan nada melemah.


.


.


SJ Entertainmen.


Drrrrt drrrrt drrrrt.


Arsen menjawab ponselnya.


[Halo Pah] -jawabnya, malas.


[Arsen, apa benar kau kehilangan uang lebih dari 2 Milyar rupiah secara cuma-cuma?]


Degg


Arsen menelan kasar salivanya, merasakan tenggorokan yang tiba-tiba mengering.


"Darimana lagi papa mengetahui hal itu?" -Arsen, benar-benar bertambah pusing.


Bagaimana tidak, lagi panas-panasnya mencari keberadaan si jal4ng jadi-jadian itu, salah satu idol pun membuat ulah karena skandal panas, kali ini papa menyerangnya tiba-tiba.


"Hari-hariku terasa mengerikan akhir-akhir ini."


[Arsen! Jawab papah! Atau mama akan segera tahu. Apa ... kau mulai bermain perempuan?] -suara berat papa Stefan kembali menggema.


[Iya, pah. Aku ... hanya ... ingin bermain-main sedikit.]


.


Duh, jawaban mu bang!🤦‍♀️


.


.


Bersambung....

__ADS_1


Jan lupa like komen, rate, ya guysss🥰🥰


__ADS_2