
Masih di dalam mobil yang menepi di tempat yang terbilang sunyi.
Arsen melanjutkan aksinya dengan semakin berani. Kedua tangannya beraksi memberikan sentuhan yang baru dirasakan pertama kalinya oleh Jisoo, maupun dirinya sendiri. Meraba, meremas tubuh atas Gadis itu yang sepertinya benar-benar dimabukkan olehnya.
Dengan mata terpejam, keduanya meresapi rasa baru untuk sesuatu yang benama 'kontak fisik'. Seperti tak rela saling melepaskan, cumbuan itu semakin menjadi. Namun, tetap pada ambang batas level yang berlaku before merriage.
STOP
Arsen dengan sadar menghentikan aksinya. Demikianpun dengan Kim JiSoo.
"Sayang, apa yang kau rasakan?"
"Rasanya nikmat, Oppa."
Jreng jreng ...
Arsen menyeringai nakal.
"Kita sudahi dulu ya, sisakan untuk malam pertama, oke?"
Kim Jisoo mengangguk dengan senyum malu.
"Maaf membuatmu berantakan, sayang."
Arsen membetulkan kembali penampilan kekasihnya ini, mengancing kembali kemeja yang sempat terbuka habis akibat ulahnya.
Kim Jisoo menatap lekat wajah pria itu. Memandanginya dengan perasaan berbeda. Mendengar panggilan dengan kata 'sayang' untuknya, membuat Jisoo merasa bahwa dirinya disayangi oleh Arsen.
Mungkinkah aku jatuh cinta pada makhluk tampan ini? Bolehkah aku menginginkannya? Apa tidak apa-apa ?
Kim Jisoo mulai merasakan ada keserakahan lain pada dirinya.
"Kenapa menatapku lama? Kau baru sadar kalau aku 'worlwide hansome'?
Jisoo tersenyum.
"Oppa, Rambutmu juga berantakan. Maaf, ya." merapikan tatanan rambut Arsen menggunakan jari-jarinya.
CUP.
Arsen memberi satu ciuman di pipi Jisoo, setelah gadis itu membereskan penampilan rambutnya yang sempat berantakan akibat remasan kekasihnya itu.
CUP.
Jisoo memebalas dengan kecupan di jidat paripurna milik Arsen, yang belakangan ini selalu membuatnya melenyot seketika.
Keduanya sama-sama melempar senyum.
"Jisoo, kau tidak ingin pindah dari pangkuanku?"
"Apa aku berat, Oppa?"
__ADS_1
"Bukan. Tapi kita harus pergi dari sini."
"Kau yang membuatku berpindah ke pangkuanmu. Maka kembalikan aku ke tempat semula, Oppa."
"Kau manja sekarang?"
"Hmmm" Jisoo mengangguk.
Perjalanan di lanjutkan.
.
.
Hari sudah gelap, baru pasangan itu tiba di kediaman Yoris. Saat hendak masuk ke kamar masing-masing, sesempat mungkin keduanya saling menoleh dan bertemu pandang. Tersenyum lalu mengucapkan selamat malam.
Di dalam kamar, Kim Jisoo memukul-mukul dadanya yang terasa berdegup.
Astaga ... apa yang sudah kami lakukan hari ini? Aku membiarkannya menjamahku begitu saja. Memikirkannya kembali membuatku terasa gugup.
Keesokan paginya keluarga Yoris menikmati sarapan bersama, seperti biasa. Sengaja menempati tempat duduk yang berhadapan dengan Jisoo, Arsen tak putusnya memandangi wajah cantik Jisoo, yang seolah tersuguhkan untuknya.
"Apa kau tidak melihat ada orang lain di sekitarmu? Dia bisa keselek kalau di tatapin terus." tegur mama, kepada putranya yang bertingkah seperti orang yang sedang kasmaran.
Tersadar karena mama menegurnya, Arsen melirik ke sekeliling. Benar saja, papa Stefan dan dua adiknya tengah ikut menetap kearahnya dengan wajah penuh kejengahan.
"Ada apa menatapku? Apa aku punya kesalahan?" sergahnya tak berperasaan.
Dua pasang manusia yang baru pertama kalinya menginjakkan kaki di negara Indonesia, melangkah ringan keluar dari Pesawat.
"Indonesia! Kami datang!" teriak Arim.
Kembali ia eratkan gandengan di lengan pria di sebelahnya, J-hope.
Di bandara ternyata sudah ada Tae dan Joon yang datang menyambut keempat sahabat kakak mereka itu.
"Oppa! Kau tidak ingin kita bergandengan?" tanya Areum kepada suga yang berjalan disebelahnya.
"Silahkan!" ujar Min Suga, acuh. Penolakan Areum untuk disentuh olehnya malam itu, masih saja membayang-bayangi ingatan pria itu.
Di dalam mobil yang dikemudikan oleh Joon, tidak ada yang membuka obrolan. Masing-masing mata melihat keluar untuk menikmati keramaian padatnya lalu lintas.
Setibanya di kediaman Yoris, dua pasangan itu disambut baik oleh seluruh keluarga. Meski belum tahu kebenaran dari status hubungan kedua sahabatnya dengan dua teman baik Arsen, Josoo tak henti tersenyum menggodai A Rim dan A Reum. Mengatakan bahwa Jhope dan Suga terlihat serasi untuk kedua sahabatnya itu.
Ketiga sahabat itu tengah bercengkrama di balkon kamar yang ditempati Kim Jisoo.
"Kim JiSoo, aku senang kau menemukan kebahagiaan bersama calon suamimu." Arim.
"Kulihat, seluruh keluarga ini menyukaimu." Areum.
"Ya ... untuk sekarang, itulah yang aku rasakan. Semua orang dikediaman benar-benar menyukaiku, bahkan para pelayan sekalipun." tandas Jisoo.
__ADS_1
"Tapi ... terkadang aku berpikir, apa mungkin orang seperti keluarga ini benar-benar tulus? Apa pria itu tulus? Atau kah ... hanya merasa iba terhadapku karena hidup seorang diri setelah mereka mengambil adikku, itu mengganggu pikiranku." sambungnya lagi.
"Permisi non, " suara seorang pelayan menyapa.
"Iya?"
"Dipanggil kebawah Non"
"Baiklah!"
Ketiga gadis itu menuruni tangga.
Ternyata di ruang tengah ada tamu penting, yaitu nenek dan kakek yang bertandang ke kediaman anak cucunya, yakni kedua orang tua Stefan dan Gina.
Salah satunya berdiri di tempat.
"Yang mana ini calon istri yang katanya akan dinikahi cucu nenek besok?" Nyonya Yoris menyapa ketiga gadis yang baru saja tiba di ruang tengah.
Apa dia neneknya Arsen? Menakutkan!
Ketiga gadis itu bergumam dalam hati.
Pria yang ditanya yang mana kekasihnya, hanya diam ditempat, tidak ada inisiatif untik mengenalkan Jisoo kepada sang nenek ataupun kakeknya.
"Sa-saya, Nek! Hai! Saya Kim Jisoo." menggigit bibir bawahnnya, salah tingkah.
"Apa yang membuatmu mau menikahi cucu saya?"
"Ya? Oh, cucu anda yang nekad menikahi saya, Nek." merasa sedang dituduh akan mengambil Arsen, Jisoo mengatakan itu untuk bela diri.
Seluruh keluarga hanya duduk menyimak, tanpa mengatakan apapun. Termasuk Suga dan J-hope.
"Jadi, apa yang kau punya? Apa yang kau andalkan agar pantas menjadi istrinya?" tanya si nenek, lagi.
"Maaf, apa nenek tidak menyukai saya?"
"Apa aku harus menyukaimu?"
"Oh, tidak seperti itu, Nek."
Apa yang harus aku katakan? Apa semua orang yang sudah menua akan sekejam ini saat sedang bertanya? Sepertinya dia sama saja dengan nenek-nya Jimin.
.
.
Guys...
Jangan lupa tap jempol kalean dimanapun ya, entah itu vote, komen, like atau hadiah. hehehe
Double up ya.. lanjut.
__ADS_1