
Hai² readers sekalian! Apa kabar? Sebelum kita lanjut, othor mau jawab salah satu pertanyaan di kolom komen dulu ye...🤭
Pertama-tama, trima kasih banyak untuk doa tulusnya, pembaca setia🥰🙏.
Jawabannya adalah:
Cerita ini sebenarnya sudah kontrak 1 bulan yang lalu, mulai 30 September 2021.
Karena tak kunjung dapat promo karya, jadi othor ajuin rencana crazy up agar dapet promo gitu maksudnya. Karna othor ajuin, maka di seleksilah oleh tim Editor. Disitulah mereka menemukan kesalahan pada karya ini.
Setelah diseleksi oleh editor, ternyata nama tokoh dalam cerita ini mengandung unsur Fanfic (Nama² Idol korea : Min suga, Park Jimin, J-hope, Kim Ji Soo). Emang kesalahan othor kan pake nama² itu.😉. Sebenarnya gpp pake nama² itu, hanya saja tidak boleh di kontrak. Maka Tim NT meminta untuk segera di revisi. Karena jika tidak, kontrak akan dibatalkan sementara. Jadi, othor memilih dibatalkan saja dari pada revisi.
Bukannya ga mau revisi. Tapi terkendala waktu, karena othor sedang persiapkan naskah baru untuk lomba [Cerita Berbagi Cinta]. Udah ajuin naskah. Semoga aja editor menyetujuinya. Doakan ya...🥰
Setelah penyelesaian dari konflik ini, karya ini akan othor tamatkan. Karna apa? Karena judulnya. Takutnya, semakin panjang ceritanyaa akan semakin menyimpang dari judulnya guys..
Masih ada judul cerita yang mengantree mau othor kembangkan satu per satu untuk jadi cerita yang sekiranya dapat menghibur kalian. hehehe.
-Kisah si Jimin yang habis ini akan pindah kuliah ke Amrik guys. Disana dia akan diprtemukan lagi dengan sang mantan 'Roze Moza' yang sebenarnya adalah Alova Yoris. Karena suatu hal, Jimin akan ninggalin Roze lagi. Dari sanalah konfliknya di mulai.
- Kisah si Rain (Tae²) yang nantinya akan melakukan misi balas dendam dan mencari keberadaan keluarga pembunuh bpk emaknya. Lawan mainnya nanti adalah anak perempuan dari si pembunuh (Agak kejam dan pala batu itu anak emang. Udah papa mama larang untuk balas dendam, dia nekat pigi ke negara lain untuk tuntaskan misinya). Kayak judul lagu pula (Papa Mama Larang).
Dua itu kira² yang akan menjadi kelanjutan kisah ini.🤭.
__ADS_1
Dah, itu dia jawaban, sekaligus pengumuman buat kalian.
Terima kasih🥰
Yuk lanjut, guysss👇👇👇👇👇
...Selamat membaca......
.......................
.
.
Pasangan pengantin baru, masih tertidur pulas dalam suasana penuh kehangatan. Berpelukan, bagaimana layaknya suami istri.
Sudah pukul 7 pagi waktu Jakarta, keduanya tidak juga bangun. Hingga, sebuah mimpi burukpun dimulai.
Kembali ke masa kecil.
"Kakak, saat besar nanti kakak harus cari Given ya, di Kolea..." permintaan seorang gadis kecil kepada Arsen kecil yang disukainya.
"Tidak. Jangan menungguku. Aku tidak mau mencarimu." jawab Arsen kecil, membuat adik perempuan manja di depannya menangis kencang.
"Huaaaaaaa. Tapi aku suka kakak." si kecil imut itu berteriak manja, sambil mengadu ke seorang perempuan dewasa, mommy-nya.
"Aku tidak menyukaimu. Aku menyukai adik laki-laki saja. Mereka tidak ngompol sembarangan karena punya pedang sepertiku" Arsen kecil terus berteguh pada kata-katanya, mematahkan hati Given yang cengeng, tanpa perasaan.
Tiba -tiba....
Saat masih berpelukan, alam mimpi membawa keduanya ke masa sekarang.
"Oppa, terima kasih telah mencariku." Given, yang telah dewasa berjinjit lalu memberi kiss pada bibir Arsen, membuat Arsen terkejut, saat menatap wajahnya.
"Tidaaaaaaaaak!"
Arsen mendorong Given menjauh darinya.
"Awww!" pekik seseorang, membuat Arsen terkejut lalu membuka mata dari tidurnya.
"Oppaaaaaaaa! Kenapa mendorongku? Sakit!" Jisoo berusaha bangun dan berdiri. Terpental ke lantai saat tidur pastilah mengejutkan sekaligus menyakitkan.
"Gi gi gi given?" Arsen menatapnya dengan wajah ketakutan.
"Apa? Oppa ... kau memanggilku apa? given?" Dari kesal dan dongkol, berubah jadi rasa penasaran. Kenapa suaminya ini menyebutnya Given. Dari mana dia tau nama itu?
Arsen menggeleng kuat, berusaha menyadarkan diri. Pria itu belum yakin kalau saat ini ia telah bangun dari mimpi buruknya.
Kenapa Given kecil berubah menjadi Kim Jisoo setelah dewasa?
"Oppa! Kau kenapa?"
"STOP! Jangan mendekat!" Arsen menghentikan Kim Jisoo yang hendak mendekatinya.
__ADS_1
Napas pria itu masih terengah-engah, dikuasai dengan perasaan gugup.
"Oppa! Ini aku! Oppa nekad menikahiku dan sekarang aku dilarang mendekat?" Jisoo kembali merasa dongkol. Sadar dirinya tidak terbungkus apapun, Ia berbalik dan memungut handuk yang tergeletak di lantai. Menjauhi Arsen, membuang pandangan melalui jendela.
"Oppa baru sadar telah salah menikahi orang? Kenapa tidak langsung saja membuangku dari ketinggian ini?" Jisoo menggerutu kesal, namun terdengar jelas di telinga Arsen.
"Kim Jisoo? Ini benar kau?"
Arsen mendekati istrinya, memeluknya dari belakang. "Maaf sayang, tadi aku mimpi buruk."
"Kau menakutkan Oppa, nanti malam aku tidak mau tidur denganmu. Apa kau pikir tidak sakit terjatuh karena dorongan kuatmu?"
"Maaf sayang, aku tidak akan melakukannya lagi."
"Kenapa sih Oppa? Kau bermimpi sedang bersama Given Park, kakaknya Jimin? Bagaimana rasanya tidur dengan gadis itu?" Jisoo bertanya kesal.
"Tidak tidak tidak. Stop, jangan bilang begitu. Memikirkannya saja membuatku merinding."
"Tapi kaulah yang menakutkan, Opaa! Saat tidur saja kau bisa membuatku sakit. Bagaimana kalau tangan atau kakiku patah?" Kim Jisoo menekan kalimatnya dengan nada naik satu oktav.
Maaf.
Arsen berkali-kali mengucapkan kata Maaf, yang akhirnya mampu meluluhkan hati Jisoo.
"Oke, Oppa! Aku memaafkanmu. Tapi, Oppa, kenapa kau sangat membenci Given?" Jisoo berbalik, ingin mendengar jawaban. Ia tatap mata Arsen, menunggu jawaban suaminya itu.
"Aku tidak membencinya, sayang. Aku hanya tidak menyukai orang itu. Kau tahu, dia pernah mengompol diatas tempat tidurku saat kecil. Tidak hanya sekali, tapi dua kali. Tambah lagi saat dewasa tingkahnya semakin menyebalkan. Manja, sok akrab, pengganggu kenyamananku."
"Apa? Jadi kalian pernah tidur bersama? Oppa! Kau telah menidurinya?" Jisoo berubah ke mode ngambek, mengetahui masa kecil suaminya.
"Apa yang kau pikirkan? Kami hanya anak kecil saat itu. Aku masih TK dan dia masih Balita. Meniduri katamu? Jangan menuduh sembarang. Atau ..."
"Atau apa?"
"Atau kau mau tau rasanya ditiduri yang sebenarnya? Heumm?" Arsen tersenyum nakal. Ia bisa melihat raut wajah malu-malu istrinya ini, dari pipinya yang berubah kemerahan. "Kim Jisoo, selagi aku hidup, aku berjanji hanya akan meniduri satu wanita, yaitu ... kamu."
"Berhenti menggombal pagi-pagi, Oppa. lebih baik kita bersiap pulang ke rumah."
"Apa? Jadi kita akan meninggalkan kamar ini begitu saja? Tanpa jebol gawang? Pulang kosong? Yang benar saja!"
"Oppa! Tubuhku masih sakit gara-gara jatuh barusan. Katamu bikin bayi butuh tenaga exstra?"
"Oke oke oke! Kita pulang. Pulang sampai ke Seoul hari ini juga."
.
.
.
Oke guyss. sekian.
Sampai jumpa lagi di part berikutnya.....
__ADS_1