Malam Pertama 100 Juta Won

Malam Pertama 100 Juta Won
Piknik 2


__ADS_3

Meski tidak dengan ekspresi sedih, air mata gadis itu turun dengan sendirinya.


"Hei, Kim Ji Soo, jangan menangis." Arsen lalu melihat sekeliling mereka. Legah bahwa tidak ada yang begitu memperhatikan.


"Kenapa? Apa aku tidak berhak menangis? Aku memaksa tubuhku melakukan banyak hal setiap hari. Tidak mengenal kata menyerah. Pikiranku, perasaanku, tidak sejalan dengan apa yang aku lakukan." -Jisoo benar-benar terisak.


"Iya, iya ... tapi jangan menangis. Orang-orang akan nengira aku menyakitimu." -Arsen mulai menyeka air mata itu. "Sssst, jangan menangis yah,"


Bukannya berhenti, gadis itu semakin terisak.


"Ssuuuutt, oke oke oke, lupakan, lupakan semua hutangmu. Jangan memikirkannya." -perlahan ia tarik tubuh kurus itu, memeluknya.


Semoga setelah ini dia tidak mendampratku. Aku sedang menenangkannya, tidak ada maksud lain. Semoga cara ini berhasil. Ahh, sial. Kenapa aku sangat peduli padanya? Apa ... aku sangat menyukainya? Atau ... hanya merasa kasihan?


.


"A Rim,"


"Ya Oppa,"


Jhope mulai melancarkan rencananya untuk mengajak gadis cantik di sampingnya ini untuk kencan sementara, alias bohongan.


"A Rim, ayo kita berkencan."


"Yah? Oppa ... kita baru saja kenal. Bagaimana bisa?"


"Jadi kau tidak mau?"


"Oh, mau tapi ... aku harus memikirkannya dulu."


"Oke, karena kau mau, datanglah ke rumahku besok. Akan kukenalkan dengan keluargaku."


Tanpa banyak perhitungan, A Rim mengangguk cepat.


.......


Masih dalam posisi memeluk Jisoo, Arsen menyadari ada ketenangan dan kedamaian mendalam di dasar hatinya.


Aku menyukai orang ini. Aku sangat menginginkannya.


Jisoo secara tiba-tiba menjauhkan tubuh Arsen, dengan fokus matanya kearah dimana Suga dan Areum berada.


"Apa yang kau lihat?"

__ADS_1


Arsen mengikuti arah pandang Jisoo.


"Dimana adikku?"


Jisoo berlari menuju Suga dan Areum.


"Kenapa Jisoo? Wajahmu sangat pucat. Kau sakit?" tanya Suga.


"Dimana adikku?" -Jisoo terlihat semakin panik.


"Oh, dia sedang mencari sesuatu. Ada apa? Kau tenanglah, adikmu tidak akan hilang."


Tidak peduli, Jisoo berlari ditengah keramayan orang-orang diarea pantai. Baik yang baru berdatangan maupun yang akan pergi.


"Kim Jisoo, kau mau kemana?"


Arsen pun menyusul gadis itu. Namun, dering ponselnya menghentikan langkah kakinya.


Papa Memanggil.


"Haiiiz, Papah,"


[Halo Pah,]


[Adikku? Adik yang mana?]


Arsen berjalan terus sembari mencari keberadaan Jisoo yang telah menghilang dari pandangannya.


[Adikmu. Adik kandung Joon.]


[Tunggu pah. Ada yang lebih darurat dari itu.]


[Sekarang Arsen! Pergilah sekarang juga ke Busan. Bantu orang-orang papa mencarinya disana.]


[Pah, bukankah mereka saja cukup? Aku tidak bisa sekarang. Aku ada urusan mendesak.]


Arsen mengakhiri panggilan.


"Haiiz! Orang itu selalu merepotkan sejak bayi." -gumam Arsen, mengomeli baby Tae yang selalu membuat sibuk semua orang untuk mencarinya. Tapi, lagi dan lagi mereka selalu salah orang.


"Arsen, kau kenapa? Kenapa Jisoo dan adiknya?" -Jhope dan yang lain menghampiri Arsen.


"Aku tidak tahu mereka kemana."

__ADS_1


"Tunggu! Jisoo sedang menghubungiku."


Arim menjawab ponselnya dengan memgaktifkan pengeras suara.


[Ha ha halo A Rim,]


[Jisoo, kamu dimana?]


[Aku pergi. Arim, bilang ke yang lain aku sedang pergi menyusul adikku. Jadi kalian pulang saja tanpa kami. Oke,]


[Aku tanya, kau dimana?]


[Aku di dalam Taxi sedang mengikuti GPS dari ponsel adikku. Oke Arim, aku sedang buru-buru. Maaf pergi tidak bilang-bilang.]


Tuut tuut tuut, Jisoo mematikan ponsel.


"Oke, teman-teman kalian sudah dengar. Ayo kita pulang saja."


"Kalian pulanglah. Aku akan mencari mereka berdua." Arsen terlihat sangat khawatir.


"Arsen, kau merasa khawatir? Apa mereka dalam bahaya?" -tanya Suga.


"Kalau begitu, kita semua akan pergi. Kita pergi bersama, kita juga harus pulang bersama." Jhope memberi solusi.


Arsen lalu menghubungi seseorang.


[Halo Boss]


[Apa waktu itu kau mengikuti orang-orang itu?]


[Iya boss! Apa kau butuh alamatnya?]


[Iya. Kirimkan sekarang.]


.


.


Oke, kita lanjut up kedua, tunggu ye..


Jan lupa dukungannya untuk karya ini ya guyss🥰


makasih banyak😁

__ADS_1


__ADS_2