
Dengan perasaan yang masih mengandung kekesalan pada pria itu, Ji Soo kembali ke kantornya setelah menyelesaikan makan siang bersama si kembar.
Segera ia menyibukkan diri dengan pekerjaannya, berusaha tetap fokus bekerja untuk melupakan kejadian mengesalkan yang menimpa dirinya hari ini.
Sore hari, tepatnya pukul 16.30, seluruh staf bersiap untuk kembali ke rumah masing-masing, termasuk Ji Soo.
Baru saja memasukkan ponsel ke dalam tas, Jisoo merogohnya kembali karena suara dering pertanda ada yang memanggil.
Melihat nama si pemanggil, Jisoo segera memasukkan benda itu kembali.
Untuk apa dia menelponku?
Bib,
[Aku menunggumu. Ayo pulang bersama.] -Arsen.
Jisoo segera mengetik balasan chat tersebut. [Tidak perlu. Aku pulang sendiri.]
[Pulang denganku, 500 ribu won.]
[Oke,] -Jisoo mengiyakan dengan terpaksa, hanya karena hutangnya akan berkurang 500ribu won.
Di dalam mobilnya, Arsen berdecih.
Asalkan hutangnya dipangkas, dia akan langsung bilang iya. Cihh, Dasar gadis ini.
Melihat kedatangan Jisoo menghampiri mobilnya, Arsen menyempatkan untuk memastikan penampilannya melalui kaca spion.
Aku memang sangat tampan.
Ceklek.
Jisoo masuk kedalam mobil tanpa basa-basi.
Orang ini, seakan tidak melakukan kesalahan. Bukannya merenungkan yang telah ia perbuat, malah menjemputku dengan wajah tak bersalah.
Arsen mulai melajukan mobil.
"Jiso, kau masih ingat hubungan kita kan?"
Bicara apa pria ini?
Jisoo memberi tatapan dengan wajah bertanya.
"Hubungan kita sebagai kekasih. Kau harus datang menemuiku malam ini sebagai kekasih."
"Maksudmu?"
"Em... keluarga Mario Park tiba-tiba mengundangku makan malam bersama. Kau datanglah untuk mengacau."
"Apa?"
"Iya. Karena firasatku mengatakan bahwa gadis di keluarga itu akan menggila saat melihatku."
Cihhh, pria ini sangat percaya diri.
"Jadi ... aku akan memperkenalkanmu sebagai kekasihku pada keluarga itu."
__ADS_1
"Aku akan memikirkannya."
"10 juta won. Bagaimana?" tawar Arsen, memulai negosiasi.
"20 juta won, aku pastikan gadis itu akan menyerah padamu."
"Oke, aku setuju."
Kalau tahu dia akan setuju semudah ini, aku akan meminta 30 juta won. Ah, sudahlah.
"Datanglah dengan penampilan menarik. Jangan membuatku malu mengakuimu."
"Baiklah, tenang saja."
Bib,
[Kim Jisoo, datanglah ke restoran A nanti malam, jalankan kesepakatan kita. Aku harap kau tidak mengecewakanku.] -tulis Mario Park pada pesannya.
Wah... baiklah, orang tua ini sungguh berniat menghancurkan perasaan putrinya. Oke, dengan senang hati.
"Kenapa kau senyum-senyum?" -tanya Arsen dengan nada sewot.
"Tidak apa-apa,"
.
.
Malam pun tiba. Arsen sudah menunggu di mobil namun Jisoo tak kunjung memunculkan batang hidungnya.
"Wanita memang sangat lama. Aku sudah menunggu dua menit tapi dia belum juga muncul?"
Cantik.
Ini Gila.
Kenapa semakin hari makhluk ini semakin terlihat menarik? Apa mataku mulai bermasalah?
Jisoo muncul dihadapan Arsen dengan mengenakan dress mini yang hanya sebatas paha mulusnya.
Setelah duduk dengan anggun di sebelah Arsen, Jisoo berdehem.
"Ehmmm. Kenapa? Kau terpana melihatku?" -tebaknya asal, mengusir rasa canggung.
"Hah, terpana? Ya! Penampilanmu membuatku sangat ingin menyeretmu ke kamar." jawab Arsen, santai.
Pria itu mulai menjalankan mobil.
"Apa ada yang salah? Kau yang memintaku tampil menarik agar tidak memalukan." -sahut Jisoo, tak peduli.
"Aku memintamu terlihat menarik. Bukan tampil menggoda. Kemana lengan bajumu? Lalu kenapa mengenakan pakian yang sudah tidak muat?" -balas Arsen, protes.
"Apa Kau tidak mengerti Fashion?"
"Terserah kau saja Jisoo, kau memang keras kepala."
Tiba di restoran.
__ADS_1
"Aku yakin keluarga itu sudah menungguku. Ingat, dalam waktu 3 menit, kau harus menyusul."
Pria itu keluar dari mobil.
Benar sekali, keluarga Mario Park ternyata sudah tiba lebih dulu.
"Oppa!"
Seperti yang biasa ia lakukan, Given menghampiri Arsen, tidak segan-segan menampakkan rasa sukanya pada pria tampan itu.
"Noona, tindakanmu terlihat sangat jelas." -Jimin berkomentar, sedang grandma, daddy sama mommy hanya diam memperhatikan wajah bahagian sang putri kesayangan.
Terlihat dengan jelas pula respon tidak nyaman dari Arsen.
"Oppa!"
Seseorang tiba-tiba saja datang dengan memanggil Arsen dengan sapaan Oppa.
Gadis ini muncul lagi?
Si mommy dan grandma Yoo Ra membatin.
"Oppa?" Given mengulangi panggilan itu, menatap serta Jisoo yang tiba-tiba saja muncul entah dari mana.
"Oppa! Kau sedang makan malam dengan orang lain? Kau mengabaikan panggilanku dan memilih kesini?"
Mario tersenyum dalam diam memperhatikan aksi Jisoo.
Gadis ini berbakat juga.
Meskipun sedang berakting, Arsen tetap menunjukkan ekspresi terkejutnya.
"Ke-kenapa kau disini?"
"Oppa! Aku mengikutimu diam-diam. Hei, Kau, lepaskan tanganmu dari lengan oppa. Dia milikku."
"Wah, gadis ini, kau membentak cucuku?"
"Maaf nyonya, tapi oppa ini adalah milikku."
"Perkenalkan, Kim Jo Soo ini, adalah pacarku." -dengan tegas, Arsen memperkenalkan Ji Soo sebagai kekasihnya.
"Apa? Oppa. Kau berkencan dengannya?" -Given menggeleng tak percaya.
"Given, hentikan sayang," -mommy menyadarkan putrinya dan meminta Given untuk duduk.
"Given? Namamu adalah Given?"
Kim Jisoo merasa aneh mengetahui gadis dihadapannya ini bernama Given.
"Iya. Apa kau ada masalah dengan nama itu?"
Lagi, si grandma menyela.
.
.
__ADS_1
Oke, sekian dulu guyss. tolong dukungannya ya guyss🤭