Malam Pertama 100 Juta Won

Malam Pertama 100 Juta Won
Perbesar Mainan Barumu


__ADS_3

"Hyung, sebaiknya jangan menyukai Noona-ku."


"Kenapa? Kau sangat aneh."


"Kau hanya akan kecewa. Noonaku tidak cukup baik untuk dijadikan kekasih dari orang sepertimu." -Rain mengatakan itu seraya mengingat pengorbanan Jisoo untuk dirinya. Pria muda itu merasa sangat bersalah.


"Kenapa kau yakin aku akan kecewa?"


"Karena Noona, ..."


Rain tidak dapat melanjutkan kata-katanya.


"Ada apa dengan kakakmu? Seburuk apa dia?"


"Hyung, seandainya ... aku tidak berumur panjang, maukah hyung menjaga noona? Cukup menjaganya saja. Aku tidak meminta hyung harus menikahinya."


"Apa maksudmu? Kau merasa akan mati muda?"


"Seharusnya aku sudah lama mati hyung, tapi ... Noona memaksaku bertahan."


"Bicara yang jelas. Kau seperti orang mabuk."


"Hyung, ada rahasia besar tentangku dan Noona. Apa hyung mau dengar?"


"Apa itu?" -penasaran.


"Ginjal ditubuhku ini, adalah milik orang lain. Seharusnya, aku sudah mati karena penyakit ginjal. Aku tidak tahu sampai kapan ginjal ini bertahan menemaniku. Jika aku tiba-tiba mati, Noona akan tinggal sendirian."


Rain menghembuskan napas berat lalu kembali melanjutkan kisah itu.


"Noona telah melakukan hal bodoh. Dia menjual tubuhnya hanya demi ginjal bekas orang lain ini. Hanya untuk mempertahankan aku yang bahkan tidak ada hubungan darah dengannya."


Rain kembali membisu, demikian halnya dengan Arsen.


Jadi ... dia saat itu ingin menukar malam pertamanya demi 100 Juta won Untuk ginjal adiknya?


Arsen memutar ingatannya kembali ke malam itu. Ia teringat saat Jisoo menggedor pintu toilet memohon untuk melakukannya malam itu dan bagaimana Arsen memintanya untuk pergi dan melakukannya lain kali saja.


Pria itu berkeras menolak dengan alasan wanita itu tidak dalam kondisi layak untuk berhubungan 1ntim, mengingat dirinya sedang datang bulan.


Ternyata, dia memang bukan maling? Dia tidak bermaksud mencuri melainkan menjual diri demi 100 juta won.


"Kenapa hyung bungkam? Hah, hyung pasti kecewa kan. Itulah yang aku maksudkan noona bukan wanita yang pantas untuk orang sepertimu."


Arsen tersenyum simpul.


"Lalu, orang seperti apa yang pantas?"


"Minimal orang sepertiku, orang sederhana yang tidak peduli akan plus minus seseorang, Orang yang mau menerima noona dan segala kekurangannya."


"Kalau ternyata aku adalah orang seperti yang kau maksud, bagaimana?"

__ADS_1


"Hyung, hidupmu terlalu sempurna. Kau memiliki segalanya. Orang tuamu pasti selektif dalam menentukan pasanganmu. Orang kaya rata-rata seperti itu."


"Begitukah?"


.


.


Pagi kembali menyapa. Ji Soo terbangun dan merasakan kepalanya sangat pusing.


"Arsen? Rain?"


Gadis itu mengucek matanya, untuk memperjelas penglihatan.


Kenapa mereka tidur dikamarku?


Jisoo mengendap keluar kamar, untuk memastikan keadaan si kembar. Seingatnya, dua sahabatnya itu sudah mabuk berat tadi malam.


"Oh my God"


Jisoo menutup kedua matanya karena terkejut.


Mereka terlihat seperti pasangan gila.


Keempat orang itu masih nyenyak di alam bawah sadar saling memberi kehangatan dibawah selimut yang sama pula.


Jisoo beralih ke dapur minimalisnya untuk membuat sarapan.


Karena hari ini adalah hari minggu, ia tidak buru-buru untuk mengejar jam kerja.


Satu Jam kemudian,


Aaaaaaaaaaaaaa! Teriak seseorang dari ruang tengah.


"Kenapa kau tidur denganku?" -Aruem berteriak.


"Hei! Jangan asal. Kaulah yang menempel padaku."


"Huuuuuuhuuu," -gadis itu menangis kesal. "Kau jahat. Kau ambil kesemoatan saat aku mabuk."


"apa? Hei! Kau ... jangan sembarangan. Aku juga mabuk jadi kita sama-sama tidak sadar." -bentak Min Suga.


"Ada apa ini? Ribut-ribut, aduuuh, ... badanku sangat pegal." Arim mulai tersadar kemudian disusul dengan teriakan melengking dari mulutnya. Membuat J-hope terbangun karena posisi mereka berdekatan.


"Tidaaaak! Hei Oppa! Kenapa kita tidur bersama?"


J-hope memijat pelipisnya.


"Ini tidak termasuk dalam pasal tentang pelecehan. Kita sama-sama mabuk. Mana aku tahu kita tertidur bersama,"


"Ehhmm."

__ADS_1


Jisoo mendekati mereka dengan melipat tangan diatas perut.


"Apa kalian sudah puas tidur bersama? Ikuti aku, ayo minum sup peredah pengar."


"Jisoo memang yang terbaik."


Keempat orang muda itu pun membuntuti Jisoo ke meja makan, seperti anak ayam yang sedang mengekori induknya.


Bagus sekali. Pagi-pagi mereka sudah menyibukkan kekasihku.


Arsen menuruni tangga.


Melihat pria itu muncul dari lantai dua, keempat orang yang duduk bersama Jisoo saling menatap curiga.


"Arsen, ka-kau dari mana?" -tanya Min Suga.


"Aku dari kamar dia, kenapa?" melirik Jisoo sekilas, yang mana mata gadis itu auto membulat.


"Ka-kalian tidur bersama juga?" -Tanya Areum menimpali.


"Kenapa? Ada masalah?"


Brak.


J-hope memukul meja. "Jelas ini masalah. Arsen, kalian kumpul kambing? Jujurlah. Hukumanmu bisa diringankan kalau mau mengaku."


Brak.


Arsen ikut menghetak meja. "Kenapa? Aku hanya melindungi kekasihku dari seekor ular ganas dan hiu kecil. Apa itu salah?"


Mendengar nama lain dari sebutan juniornya keluar dari mulut Arsen, membuat Jhope dan Suga merasa sedikit terancam.


Ketiga gadis itu, hanya menyimak dengan wajah bingung.


"Jadi kau sudah mengasah pedangmu diam-diam, ya" - Sahut Suga seraya menyerup sup di mangkuknya.


"Itu bukan urusanmu." -ketus Arsen.


"Broo, tapi ... sepertinya kau butuh jasa-ku untuk memperindah mainan baru-mu. Itu terlihat kecil dan tidak memuaskan untuk di mainkan. Aku bisa membuatnya lebih besar dan menarik."


Dengan santainya Min Suga tak segan berkomentar tentang tubuh Jisoo yang terlihat sangat tipis. Apa lagi dua buah kenyal miliknya terlihat sangat kecil dan tidak menarik. Untuk itu ia menyarankan Arsen membawa Jisoo ke klinik miliknya untuk memperbesar mainan baru Arsen yang ada pada tubuh Jisoo.


"Aku sendiri yang akan memperbesarnya." -jawab Arsen, tegas. Yang mana membuat J-hope terbatuk keselek kuah sup yang baru saja ia serup.


"Kalian banyak bicara. Selesaikan sarapan dan pulanglah!" -Jisoo pun beranjak pergi untuk membangunkan adiknya.


.


.


Oke, double up beres guys...

__ADS_1


Jan lupa dukungannya yaaa😊


__ADS_2