Malam Pertama 100 Juta Won

Malam Pertama 100 Juta Won
Pertemuan.


__ADS_3

Ummmmh.


Setelah merenggangkan otot-ototnya yang terasa kaku, Jisoo beranjak dari kirsi kerjannya.


Saat ini adalah waktunya istirahat siang, dan ia sudah berjanji pada si kembar, akan mentraktir keduanya makan siang di restoran yang terletak tidak jauh dari kator kejaksaan.


"Kim Ji Soo!"


Seseorang tiba-tiba memanggil.


"Oh? Senior?"


Orang itu ialah J-hope, yang sedang duduk sendirian di restoran yang sama.


"Woaah. Kau sendirian?"


"Em... ada janji makan siang dengan dua temanku. Tapi mereka belum datang." -jelas Jisoo.


Keaduanya pun mengobrol santai.


"Jisoo, kudengar kau bekerja di kejaksaan. Selamat ya,"


"Iya senior. Terima kasih." -jawab Jisoo, sedikit salah tingkah.


"Kim Ji Soo,"


"Ya?"


"Apa kau punya teman wanita?"


"Ya?"


"Ibuku mendesakku untuk menikah. Aku membutuhkan seseorang yang bisa bekerjasama denganku."


"Maksudnya?"


"Emmm. Aku membutuhkan teman kencan saat ini, guna menghindari perjodohan."


"Senior!" Jisoo tiba-tiba saja menyentuh tangan J-Hope dengan wajah berseri.


Bagi Jisoo, ini adalah kesempatan emas untuk berkencan dengan senior pujaannya, walaupun hanya pura-pura.


"Aku saja senior. Bagaimana? Apa aku bukan typemu?" -masih memegang tangan itu.


"Ya? Kim Ji soo? Apa yang kau lakukan?" -J-hope tampak sedikit terkejut melihat reaksi Jisoo yang terang-terangan.


"Se-senior, ayo kita lakukan. Aku bersedia." -Jisoo terlihat semakin antusias. Kesempatan kencan ini sudah sangat tepat di depan matanya.


"Apa yang ingin kalian lakukan?"

__ADS_1


Seseorang yang sangat dikenal tiba-tiba sudah muncul disamping keduanya, memberi tatapan tajam pada pada dua tangan yang sedang bertumpu diatas meja.


"Aaaaarsen?" -J-hope menyapa temannya yang baru saja tiba. Sedangkan Jisoo menarik tangannya spontan.


Gila, kenapa aku merasa tertangkap basah sedang berselingkuh?


Jisoo dilanda perasaan gusar, salah tingkah.


"Aku tanya, apa yang ingin kalian lakukan?" Arsen memicingkan mata.


"Hei bro, jangan salah sangka." ujar J-hope, lalu berbisik ke telinga Arsen "Dia bukan targetku."


"Kim Jisoo, ini temanku. Namanya, Arsen."


Dengan santai, J-hope memperkenalkan keduanya, tanpa mengetahui bahwa mereka sudah saling mengenal.


"Waaaw! Siapa ini?"


Seseorang lagi muncul, yang tak lain adalah Min Suga, si dokter bedah plastik, yang mana membuat Jisoo sontak berdiri dari tempatnya dengan mata melotot.


"Hai, Nona Kim, apa kabar? Aku menunggumu di klinikku, tapi kenapa kau tidak pernah kembali?"


Apa lagi ini? Dia bahkan mengenal Hiu nakal ini?


Wanita itu nampak terkejut berhadapan dengan Suga, Arsen semakin merasa curiga.


Apa yang tidak ku ketahui dari si j4l4ng jadi-jadian ini? Dia selalu membuatku illfeel.


"Nona Kim, aku senang bertemu lagi denganmu. Silahkan kembali duduk. Tunggu! Apa kalian saling kenal? Perasaanku jadi tidak enak."


Gila, jadi mereka adalah teman? Oh dunia, kau begitu sempit.


Tag tag tag tag.


Bunyi hak sepatu dari dua gadis cantik memasuki restoran.


"Oh ... Jisoo? Arim, apa yang sedang terjadi? Kenapa Jisoo kita dikelilingi pria tampan?"


Si kembar dengan buru-buru menghampiri sahabatnya.


"Jisoo,"


"Hai, Arim A Rem, kalian sudah datang." Seperti biasa, Jisoo akan mempeelihatkan senyuman cantiknya, yang sudah pasti mampu menghipnotis seorang Min Suga.


Melihat tatapan mengagumi dari mata Min Suga, membuat Arsen merasa jengah.


Arsen berjalan setelah membuat perintah. "Kim Ji Soo, ikuti aku!"


"Emm. Kalian, silahkan berkenalan dan berbincang. Aku, ada urusan dengan orang itu sebentar."

__ADS_1


Jisoo segera menyusul Arsen setelah meminta sahabatnya untuk duduk dengan nyamam bersama dua teman Arsen itu.


Arsen memasuki sebuah ruang privasi setelah meminta izin pada pelayan restoran.


Situasi barusan benar-benar membuat pria itu tidak tahan.


Pria itu kemudian berbalik menatap Jisoo.


"Kim Ji Soo, jelaskan semuanya padaku."


"Aaaaa-apa yang harus kujelaskan?" Jisoo tergagap.


"Kau sunggu tidak tahu? Kenapa kau berpegangan tangan dengan J-hope? Lalu kenapa Suga mengenalmu?"


Apa dia cemburu? Memangnya itu penting?


"Kau ... cemburu?" -malah menuduh Arsen dengan berani.


Pria itu mengangkat pandangan ke atas seraya membuang napas kasar. "Cemburu? Aku? Cemburu padamu? Memangnya kau siapa?" -kembali menurunkan pandangannya.


"Aku yang seharusnya bertanya. Kenapa kau peduli apa yang aku lakukan? Memangnya kau siapa?" -meninggikan suara tanpa rasa takut.


Grreeep.


Arsen menghentak tubuh gadis itu pada tembok.


"Aw!" Jisoo menjerit. "Apa yang kau lakukan? Jangan semena-mena terhadapku, Arsen."


Zzzeeppp.


Pria itu dengan lancangnya menyerang bibir, seperti yang ia lakukan baru-baru ini. Dengan geragas ia lum4t bibir itu tidak peduli lagi dengan pertukaran air mulut yang terjadi.


Seperti sebelumnya pula, c1uman itu tak berbalas. Pria itu melakukannya sendiri.


"Kim Ji Soo, jangan membuatku marah. Aku tidak suka kau mendekati pria lain sebelum hutangmu padaku lunas terbayar. Kau mengerti?" -menjauhkan wajahnya.


"Jangan lupa, aku boleh melakukan apapun padamu. Apapun." -seolah mengingatkan siapa dirinya dan siapa Jisoo, yang hanya seorang gadis biasa yang berhutang banyak padanya.


"Untuk yang terjadi barusan, Satu Juta Won." Ucap Arsen.


Pria itu pergi, meninggalakan Jisoo yang berdiri mematung dengan mengepal kuat tangannya menahan perasaan marah.


Ini keterlaluan.


.


.


Oke, kita lanjut besok beb.

__ADS_1


🥰🥰🥰🥰🥰


__ADS_2