Malam Pertama 100 Juta Won

Malam Pertama 100 Juta Won
C1uman Pertama


__ADS_3

"Joon, ke kamar. Ji Soo, kamu boleh pergi dulu."


Mama merasa perlu berbicara serius dengan sepasang kekasih dihadapannya ini. Bisa-bisanya tanpa kabar badai apapun, pasangan saling cinta ini berakhir tiba-tiba.


"Jisoo, jangan pergi!" -Arsen menahannya.


Melihat itu, membuat langkah Joon yang hendak menuju kamar, terhenti.


"Apa maksudnya ini Arsen?"


"Dia pacarku Mah,"


Hei! Pernyataan gila macam apa ini?


kedua mata Jisoo membulat.


"Sayang, jangan pergi yah, kamu sudah membuat masakan special. Aku ingin kita makan bersama dengan mama dan adikku. Hmmm?" -Mengkode lewat matanya.


Tunggu. Dia sedang brakting? Ah ... kebetulan sekali. Ayo Jisoo, kita mulai akting cinta-cintaan ini.


Jisoo tersenyum hangat dengan mata yang berbinar.


"Oke, emmm ... selamat ulang tahun ya, sayang."


Uh! Aku tidak percaya kata 'sayang' pertamaku ditujukan untuk makhluk ini!


"Makasih sayang." -menyentuh rambut Jisoo dengan pelan.


"Akting yang buruk,"


Jon mendekati keduanya.


"Kakak, tidak perlu berakting untuk membuat kekasihmu menyerah."


"Jadi kau membuang kekasihmu demi Jisoo? Arsen?"


Lagi, mama masih dengan intonasi tegasnya.


"Dia yang membuangku lebih dulu. Iya kan, Ma Ri?"


Kang Ma Ri tertunduk lemah, menangis. "Aku menyesal."


"Aku rasa ... lebih baik kau pergi sekarang Ma Ri," -Usir Arsen, tak terbantahkan.

__ADS_1


Setelah kepergian Ma Ri, tinggallah empat orang itu dalam keheningan.


"Ma, ku akan mandi dan ganti pakaian." melangkah dengan membawa Jisoo bersamanya.


"Tunggu!" Joon menahan tangan Ji soo satu lagi.


"Tidak perlu membawanya bersamamu kak, aku ingin bicara dengannya.


"Joon, lepaskan tangannya. Bersikap hormatlah kepada kakak iparmu."


Ya ampun, hubungan macam apa ini? Kedua putraku merebutkan satu wanita?


Mama mulai diserang perasaan kacau.


"Dia pacarku Joon, jangan sentuh." -menepis perlahan tangan adiknya.


"Ayo sayang, kamu perlu siapkan pakaian ganti untukku." -kembali menarik tangan Jisoo.


Astaga ... apa mereka sedang memperebutkan aku?


Melihat pasangan itu pergi, Joon berbalik dan berjalan memeluk mama.


"Mah ... kakak mengambilnya dariku. Dia mengambil malaikat baikku." -Joon terdengar seperti mengadu sambil menangis.


Untuk saat ini, Gina tidak tahu apa yang harus dia lakukan dan katakan. Kedua putranya menyukai gadis yang sama.


Aku tidak pernah menyangka akan berada di dalam situasi ini.


Benar, mama hanya bisa menenangkan Joon tanpa bisa melakukan apapun untuk membantunya mendapatkan Jisoo.


Dikamar milik Arsen, pasangan tiba-tiba itu sedang berdiri saling menatap.


"Kau ... merasa senang, berakting denganku? Wajahmu menjelaskannya Jisoo,"


Jisoo melipat kedua tangannya diatas perut lalu mengangguk. "Ini menarik." -ujarnya kemudian.


"Lalu, mana hadiah ulang tahun untukku?" -Arsen mendekat.


Jisoo menggidik bahu, "Aku bahkan tidak tahu hari ini ulang tahunmu." ucapnya santai.


"Boleh aku memintanya?"


"Boleh, silahkan! Kau hanya perlu memberiku uang, dan aku akan membelikanmu hadiah. Aku tidak punya anggaran sendiri untuk hal seperti itu.-"

__ADS_1


Zzzeeep.


Arsen tiba-tiba saja *****4* bibir milik gadis didepannya, dengan mata terpejam.


JiSoo? Apa kabar wanita itu? Dengan tangannya yang masih terlipat, namun seolah sedang mengunci sehingga ia tidak bisa melakukan penolakan apapun, hanya mampu menikmati itu dengan mata melebar.


Pria itu terus menyesap pelan. Tangannya menahan tengkuk dan punggung Jisoo dengan erat.


Degg degg. degg degg.


Jantung keduanya saling berdetak gugup, merasakan sensasi baru.


Puas melahap bibir itu, Arsen melepasnya kemudian berbisik: "Selamat, kau mendapatkan ciuman pertamamu, dariku."


Seakan sedang tersihir, Jisoo menatap lekat wajah pria itu.


"Apa yang baru saja kau lakukan? Siapa yang mengizinkanmu?" -marahnya.


"Anggap itu hadiah untukku dan penyambutan hari pertama kita jadian."


Pria ini sungguh menyebalkan. Tanpa merasa bersalah, bukannya minta maaf, malah menjadikan itu persis sebuah lelucon gila.


"Apa harus sejauh itu? Kau sangat berlebihan!"


"Hei! Apa kau lupa? Kau harus melakukan apa saja untukku. Kau bahkan bersedia memberi malam pertamamu. Hanya Cium4n saja tidak boleh?"


"Tapi aku keberatan. Kita bukan pacar sungguhan. Untuk apa berc1uman?"


"Seratus ribu won. Pangkas hutangmu, aku membayar untuk kisses tadi. Apa kau masih keberatan?"


"C1uman pertamaku bernilai 50 Juta Won." -ucap Jisoo dengan lantang.


"Oke, fine. Silahkan kurangi hutangmu sebanyak 50 Juta Won."


Arsen berbalik, lalu memasuki kamar mandi.


Dasar pria mesum. Beraninya kau.


.


.


Guys... mohon dukungannya untuk karya receh ini ya, makasihhhh🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2