
Disinggung tentang orang tua, Ji Soo terdiam seribu bahasa. Menelan salivanya saja terasa begitu berat. Ia hanya mampu menurunkan pandangan ke dasar lantai.
Tidak bisa melihat sang kakak berdiri kaku, Rain pun mengambil langkah berani. Dengan nada menantang, anak laki-laki itu berkata : "Aku tidak punya orang tua. Jadi katakan semuanya padaku." tegasnya. "Dan orang ini, dia ... bukan Noonaku. Abaikan dia."
"Apa maksud bocah tengik ini?" -Ji Soo menatap marah adiknya.
.
.
Pengadilan pun dimulai dan berlangsung lumayan alot. Rain sama sekali tidak membuat pembelaan mati-matian. Cukup sekali ia menjelaskan tentang perlakuan kasarnya terhadap Jimin.
Namun, tidak disangka-sangka, hampir dari semua teman yang hadir sebagai saksi, membuat pembelaan untuk Rain. Terlebih dari mereka yang memang tidak menyukai tingkah arogan Park Jimin.
Semua keluhan tentang sikap anak bungsu Mario itu pun berhasil memberi sedikit kelegaan untuk Rain. Pemuda itu tidak mendapatkan sanksi karena kebesaran hati seorang Mario Park.
Tambah lagi, selama 3 tahun belajar di sekolah ini, Rain sama sekali belum memiliki catatan hitam. Baru kali ini murid tampan itu mengeluarkan tanduknya setelah sekian lama ia tahan.
Sementara putra berharga Mario Park sendiri, pria mempesona namun memuakkan itu, belum sadarkan diri karena cidera di kepalanya.
Ya ... itu cukup sebanding dengan apa yang telah ia lakukan selama ini. Merendahkan orang lain, menganggap dirinyalah paling hebat dan perlakukan semena-mena terhadap teman-teman yang memiliki mental lemah. berharap, cidera kepalanya dapat membuat sedikit pengaruh pada perilaku pria itu.
.
.
Rumah Sakit.
Jenni terlihat kecewa. Mati-matian ia menahan agar tangisnya tidak pecah. Mendengar cerita tentang si bungsu yang mengecewakan membuat wanita itu berasa ingin mengamuk.
"Dulu ... aku juga anak dari orang kaya saat aku seusia dia. Tapi aku tidak pernah sekalipun menyombong atas itu." -ujar Jenni, dengan penuh penekanan.
"Sa-sa-sayang, tenang. Simpan dulu kemarahanmu. Tunggu bocah itu bangun barulah beri dia pelajaran."
Mario memberi istrinya itu pelukan sayang.
"Dad, kau bilang, anak yang memukul putra kita itu yatim piatu?"
"Hmmm." Mario membenarkan.
Jenni lalu mengangguuk perlahab. "Itu sudah benar siamiku, jangan menghukumnya. Kasihan dia." -Jenni masih dengan posisi bersandar di bahu suaminya.
"Anak itu juga sangat tampan. Mommy, kau tahu, dia ... wajahnya ... sangat mirip dengan seseorang."
"Mirip dengan seseorang? Siapa?"
"Mendiang Tuan Kim."
__ADS_1
"Apa?" -Jenni menegang. Ia ubah posisinya, duduk menegak.
"Sssuuuuut! ... Jangan katakan apapun. Jangan berpikir untuk memberitahu Stefan."
"Dad, tapi kenapa? Kau tahu, saat ini kau terlihat seperti penjahat yang menyembunyikan kebenaran."
"Sayang, dengar dulu. Dia memiliki kakak perempuan. Jadi, walaupun mirip, sudah pasti itu bukan dia."
Dengan tiba-tiba, seseorang muncul dari arah pintu. "Mom, Dad," -orang itu membawa senyum terbaiknya.
Given jugamembawa buket mawar berukuran besar, meletakkan nya di sampung Jimin. "Hei! Bangunlah adik-ku yang lucu," -mengusap kepala Jimin.
"Tidak perlu bangun, Jimin. maka semua milikmu akan menjadi milikku juga. Noona tersayangmu ini." -tersenyum dalam hati.
Mario dan Istrinya hanya memberi senyum bahagia melihat perhatian Given terhadap adiknya itu.
"Dad, Mom, ini ada undangan untuk acara kelulusan. Mommy Daddy pasti datang kan?"
Given memeluk hangat ibunya, setelah menyerahkan undangan yang ia maksud.
"Tentu saja kami berdua hadir sayang, selamat yah, kamu sudah lulus dengan baik. Menjadi seorang Desainer Fashion seperti grandma dan Mommy kamu."
Mario terlihat menatap putrinya dengan rasa bangga.
"Ven, karena adikmu masih sakit, tolong hadiri rapat penting di SJ Entertaimen besok."
"Ap-apa Dad? S-J Entertaiment?" -Given nampak sangat terkejut.
"Oke oke Dad, aku akan pergi."
Kenapa dia sangat bersemangat? Apa dia tahu akan bertemu dengan Arsen, disana?
Mario -Jenni kompak memikirkan hal itu meskipun tidak mengatakannya.
"Jimin bilang CEO muda perusahaan itu sangat tampan. Aku penasaran, setampan apa dia?" -Given membatin heboh.
.
.
Ditempat lain.
Gedung SJ Entertaimen. Dari sinilah lahir penyanyi super TOP, Korea Selatan.
"Jem, apa kau sudah mengatasi wanita yang kemarin?"
"Beres! Wanita itu tidak akan genit lagi padamu."
__ADS_1
Arsen dan Jem Assistennya melangkah memasuki Gedung perusahaan itu dengan langkah tegap. Tanpa menoleh sedikitpun. Benar-benar bersikap tidak ramah. Itu kenapa? Karena sekali Arsen menyapa dan tersenyum, para wanita akan kehilangan harga diri mereka. Mati-matian akan merasa telah mendapat sinyal cinta dari Arsen.
"Aku heran, perasaan aku pun juga tampan. Tapi, kenapa tidak ada yang menggilaiku?" -dumel Jem, yang berdiri disamping Arsen. Keduanya saat ini berada di dalam lift.
"Mungkin karena kau bukan bossnya. Mereka seperti itu terhadapku karena aku atasan di kantor ini. Jika saja para Artis itu tidak menghasilkan uang banyak untuk perusahaan ini, aku pasti sudah mengubur mereka hidup-hidup." -kesal Arsen.
Jem hanya tertawa kecil mendengarnya. "Jauh-jauh datang dari Indonesia, kau hanya merasa kesal saat memasuki kantor ini."
"Itu sebabnya aku ingin Joon segera menyelesaikan studinya. Agar terbebas dari ini semua. Kita berdua bisa kabur ke Indo. Disanalah kita seharusnya."
.
.
"Noona, un-untuk apa, kita kesini?"
Rain terheran. Tiba-tiba sang kakak menghentikan motor yang mereka kendarai di area parkir pemakaman.
Ji Soo masih dalam mode hening. Belum mengatakan apapun sejak mereka pulang dari persidangan untuk Rain di sekolah.
Rain mengerti sang Noona sedang marah. Tapi ... untuk apa ke pemakaman segala? Rain bahkan masih mengenakan pakaian sekolah.
"Aku terpaksa harus menguburmu." -Jisoo menarik tangan adiknya memasuki area pemakaman.
"Ta-tapi Nuna, aku belum ingin mati. Am-ampun, Nunaa,"
"Kau selalu meminta maaf, tapi selalu mengulangi kenakalanmu. Aku sudah muak dengan itu semua." -langkahnya semakin di percepat.
"Nu-nuna, aku bersumpah, ini terakhir! Nuna, maaf. Aku tidak ingin dikubur dan meninggalkan Noona sendirian."
.
.
Visual Jem, Jimin.👇
Bonus, Arsen🤭
Jan mabok liat kefantengan mereka ya cantek🤣
Setelah ini, akan muncul 2 teman baik Arsen yang akan turut mewarnai kisah ini.
__ADS_1
Bersambung gaesss.
Like komen ye! Hayuk semangat!.🥰