
Suga kembali melirik arloji ditangannya. Sudah 7 menit 29 detik berlalu, tapi Arsen dan kekasih sandiwaranya itu masih belum juga sadar diri. Mareka masih saling mencengkeram.
Kekasih sandiwara? Ya ... kekasih sandiwara. Itulah yang dikatakan Areum kepadanya sesuai dengan pengakuan Jisoo.
Awalnya Suga sangat mempercayai bahwa dua orang itu adalah pasangan. Tapi, ternyata hanya sandiwara.
"A Rim, katamu mereka hanya bersandiwara? Tapi kenapa mereka begituan sangat lama? Ayo selamatkan Kim Ji Soo."
Mendengar perkataan J-Hope, membuat Suga menoleh menatapnya.
"Jadi kau juga tahu mereka hanya kekasih pura-pura? Kepura-puraan macam apa ini? Bukan main." Suga, dengan wajah kesalnya.
"Suga, tahan dulu rasa kesalmu. Aku dan A Rim juga sedang menjadi kencan sandiwara. Kami juga melakukannnya, tapi ... durasinya tidak lama." ujar J-hope, jujur. Kejujuran yang sedikit menggores hati A Rim.
Oppa, teganya kau mengatakan itu kepada mereka. Habislah aku, Areum pasti akan meledekku nanti.
Di posisi Arsen dan Kim Ji Soo.
Terakhir. Ini benar-benar akan jadi yang terakhir kalinya Oppa. Jangan harap mendapatkan ini lagi dariku setelah ini.
Jisoo, pikiran dan perasaanmu memang mengatakan tidak padaku. Tapi tubuhmu menginginkannya. Cepat atau lambat, aku akan mendapatkanmu, Kim Jisoo.
Arsen mengusap pelan bibir milik gadis yang sangat disukainya itu, setelah puas melahapnya.
"Trima kasih, Jisoo," tersenyum memandang wajah itu.
CUP.
Mengakhiri sesi itu dengan satu kecupan di kening Jisoo.
"Aku ... ke kamar kecil dulu."
__ADS_1
Jisoo menghilang dibalik pintu kamar kecil, bersamaan dengan masuknya J-hope dan tiga orang lainnya.
"Hei Bro, tidak ada yang menemanimu?"
"Tentu ada. Siapa lagi kalau bukan kekasihku, dia. sedang di kamar kecil."
Sementara itu, Kim Jisoo sedang mencuci wajahnya. Ia memandang wajah cantiknya yang berhadapan dengan cermin.
Perlahan dia menyentuh bibirnya yang sudah beberapa kali bersentuhan dengan bibir milik pria itu.
Kenapa dia sangat suka berciuman denganku? Apa bibirku terasa manis? Haaaah, Oppa, bagaimana kau dengan mudahnya berciuman dengan wanita asing? Apa laki-laki memang begitu?
Gadis itu kembali memulihkan warna bibirnya yang sudah dikacaukan oleh pangutan pria tampan itu.
Ceklek,
Kim Jisoo keluar dari kamar kecil dalam keadaan sudah terlihat fresh.
"Kalian datang?"
"Kalau begitu ayo pergi bersama, aku juga mau kembali ke kantor sekarang."
"Kalian pergilah! Kami berdua masih akan tinggal." J-hope memberi kunci mobilnya kepada A Rim, lalu menelpon supir panggilang.
Ketiga gadis itu pergi dari ruangan rawat Arsen.
Lihatlah dia. Pergi begitu saja tanpa basa-basi. Aahh, dasar si polos ini.
Arsen menatap kepergian Jisoo sampai menghilang di balik pintu.
Di rumah Abu.
__ADS_1
"Lihatlah wajah mereka. Appa dan omma yang telah menghadirkan kalian berdua ke dunia ini."
Mama Gina yang posisinya berada ditengah dua pangeran Kim, merangkul pinggang keduanya.
Kakak beradik itu tidak mengatakan sepatah katapun. Dari balik kacamata hitam yang dikenakan, air mata meluncur bebas dari sana. Ini adalah pertemuan pertama Joon dan Rain dengan gambar diri kedua orangtua mereka.
"Kalian mewarisi wajah keduanya. Joon, kau sangat mirip dengan ibumu. Kau Tae, wajahmu dengan pria di foto itu tidak ada bedanya." Papa menepuk bahu si putra bungsu.
Menyadari kedua anaknya sedang terisak dalam diam, mama Gina mengusap punggung belakang kedua anaknya itu.
"Omong kosong macam apa ini? Aku tidak bersandiwara. Kami pasangan sungguhan." Sangkal Arsen, atas tuduhan dari dua teman dekatnya itu.
"Arsen, Kim Jisoo sendiri yang mengakuinya. Dan kau, kalau itu hanya pura-pura, batasi kontak fisik." sergah Min Suga.
"Hei! Kenapa aku merasa kau sangat marah? Kau menyukai Jisoo?" Arsen balik menuduh.
"Aku hanya memperdulikanmu. Jangan main-main dengan perasaan. Kalau bukan dia yang akan sakit hati, kaulah yang akan sakit."
"Jadi, kau menyukai Kim Jo Soo, Arsen? Apa kau tidak sedang main-main dengan juniorku itu karena dia telah mencuri 200 juta won-mu?" J-hope bersuara dengan nada santai sembari membolak-balikkan sebuah majalah medis didepannya.
Ketenangan J-hope mampu membuat Arsen terdiam.
Haaaaah.
Arsen menghela napas panjang.
"Kalian berdua juga tahu kalau dia pelakunya? hah, kalau begitu aku harus mengakuinya. Aku benar-benar menyikai orang itu. Dan aku menggilainya sendirian. Sedangkan dia, dia tidak peka dengan semua yang aku tunjukkan."
.
.
__ADS_1
Bersambung guuuyyyyysss.
Hadap dukungannya ya guyss😊