Malam Pertama 100 Juta Won

Malam Pertama 100 Juta Won
Mabuk


__ADS_3

"Sudah, sudah sudah! Jisoo, silahkan duduk dengan nyaman. Mari makan malam bersama." -Mario mempersilahkan, lalu diangguki dengan ramah oleh Jisoo.


"Sayang, kamu jangan salah sangka. Aku dan Given tidak ada hubungan semacam itu. Kami sudah terlanjur bertemu saat kecil. Tapi kamu tenang yah, aku hanya menganggapnya seperti adikku, tidak lebih." Arsen menjelaskan tentang perasaan yang sesungguhnya terhadap gadis bernama Given itu.


Ia lalu menarik salah satu kursi dan mempersilahkan JiSoo duduk disana.


Ia sengaja menjadikan pacar daruratnya itu pemisah jarak antara dirinya dengan Given. Jisoo duduk di tengah keduanya.


Mommy, daddy dan Jimin terlihat santai saja tidak keberatan dengan kehadiran Jisoo. Tapi, Given dan Grandma terlihat sangat tidak nyaman.


Karena ide dua orang itulah makan malam ini diadakan. Given yang memaksa supaya bisa makan malam dengan Arsen, dan sang nenek yang membujuk Mario agar mengikuti kemauan si putri kesayangan.


Dari banyaknya Menu makanan yang tersedia diatas meja, Mario dan Jisoo melilih menu yang sama persis tidak ada bedanya. Namun, tidak ada yang menyadari hal itu kecuali Mommy Jenni.


Ternyata ... gadis ini, memiliki selera makanan yang sama dengan si daddy. Wajah mereka juga memiliki kemiripan. Givenku saat kecil juga mirip sama daddynya.


Lama, Jenni menatap Jisoo dan Given secara bergantian.


Apa yang kupikirkan?


.


.


"Terima kasi atas undangan makan malam ini. Kami berdua, pamit untuk pulang karena pacarku tidak bisa terlalu lama terkena angin malam.


Arsen melepaskan coat panjangnya lalu mengenakannya pada tubuh Jisoo.


"Pakai ini sayang, biar kamu tidak masuk angin."


Jisoo tersenyum sedangkan Given menekuk wajahnya tanpa mengatakan apapun.


Mario sangat menikmati pemandangan didepannya. Ia merasa puas atas bantuan Kim Jisoo malam ini.


Akting yang sempurna.


Kupikir, ini tidak hanya sandiwara. Mata mereka memberi tatapan yang sangat dalam.


Setelah pasangan kekasih itu menghilang dari pandangan keluarga Park, Mommy mulai membujuk Given.


"Sayang, bersiaplah, kita berdua akan jalan-jalan ke Paris besok. Kita akan shopping sepuasnya disana. Bagaimana? Kamu setuju sayang?"


.


.


Arsen melajukan mobil.


Jisoo mengambil buku kecil dari tas-nya dan menulis sesuatu disana.


"Apa itu yang ditulis?"


"Menandai pemangkasan hutang."


"Kau tidak pernah melupakan hutangmu."


"Tentu saja. Setiap kali melihatmu, yang kupikirkan hanya itu."


"Begitukah? Tidak ada perasaan yang lain?"


"Maksudnya?"


"Sudahlah Jisoo, lupakan."


Tiba di apartemen.

__ADS_1


Blip,


Pintu terbuka setelah Jisoo memasukkan kode akses.


"Ada apa ini?"


Langkah gadis itu terhenti kala menyadari ada empat orang tamu tengah duduk manis disana menyambut dirinya dengan senyum maut.


"Hai, Kim Jisoo, waw kau sangat cantik." sapa Min Suga, seraya mengagumi penampilan Jisoo.


"Kenapa kalian ada disini?"


Masih bertanya-tanya, kenapa dua teman Arsen itu berada disini bersama dengan si kembar, sahabatnya.


"Jisoo, duduklah. Jangan kaget, kami sudah akrab sejak tadi siang." A Rim.


"Lalu, ada apa kalian kesini?" Masih dengan pertanyaan yang sama.


"Tadi siang kau terlihat sangat kesal sejak bertemu dengan Arsen. Sekarang, kami datang untuk menghiburmu." J-hope mengangkat sebotol minuman sambil tersenyum kearah Jisoo.


"Jadi, rupanya kau berkencan diam-diam dengan Arsen?" Suga memulai introgasinya.


Jisoo tidak menjawab apapun.


"Ayo kita minum. Sepertinya malam ini sangat dingin." - Jisoo menghindari topik tentang pria itu.


Sementara di apartemennya, Arsen terlihat berusaha memejamkan mata namun ia tetap tidak bisa terlelap.


Drrrruuut drrruuut


Rain memanggil.


[Iya, ada apa Rain?]


[Hyung teman-temanmu sangat merepotkan bisa hyung ke flat kami?]


[Itu, Suga hyung sama Hope hyung.]


[Apa? Kenapa mereka disana?]


Arsen bangkit dari baringnya.


Apa yang dilakukan dua penjahat itu pada tengah malam begini berada di tempat Jisoo? Kurang ajar!


Blib,


Arsen masuk dengan langkah terburu.


"Wooaaah, ada apa ini?" gumamnya dengan wajah kesal.


Pemandangan yang sungguh menggelikan. Si pengacara muda alias J-hope, tertidur disofa tunggal bersama A Rim yang sedang memeluk lengannya. Si dokter bedah plastik yang asal rebahan, tertidur dengan matanya yang sedikit terbuka. Belum lagi Areum tergeletak manis disamping pria itu. Sedangkan Kim Jisoo, berbaring di sofa panjang.


"Hyung. Mereka semua minum-minum sampai mabuk. Mereka bahkan melakukan hal terlarang."


"Apa? Hal terlarang macam apa maksudmu?"


"Noona kembar berciuman dengan dua temanmu ini. Aku melihatnya dengan mataku sendiri." -Rain mengadu dengan polosnya.


"Dasar gila. Ah, aku tidak peduli. Yang penting Nuna-mu tidak terlibat."


"Hyung. Tolong pindahkan Noona ke kamar."


"Aku akan memindahkannya."


Arsen mengangkat tubuh gadis itu memindahkannya ke kamar.

__ADS_1


Arsen membaringkan gadis itu ke atas ranjang dengan sangat pelan agar tidak mengganggu tidurnya.


"Oppa, kau datang?" -Jisoo setengah mengigau, menyentuh wajah Arsen.


"Dasar gadis nakal. Kenapa kau mabuk-mabukan dengan pria lain? Bagaimana kalau mereka memakanmu, hm? Kau tidak tahu betapa buasnya dua pria itu."


Arsen asal bergumam di depan wajah Jisoo.


"Oppa, kau sangat tampan."


"Memang benar. Kau baru menyadarinya saat mabuk?"


"Oppa! Ayo, lakukan!"


"Lakukan apa? Kau menantangku?"


Jisoo mengangguk. "Oppa! Maaf ... telah ... mencuri ... uangmu..."


Jisoo mulai merancau tidak jelas. Ia mulai menangkup wajah Arsen mendekatkan wajah mereka.


"Oppa, kenapa ... dia ... bernama Given?"


"Apa maksudmu Jisoo?"


"Aku juga Given, Oppa!"


"Kim Jisoo, berhenti bicara. Tidurlah."


Zzzeepp.


Jisoo membuat bibir itu saling menyentuh, namun Arsen menjauhkan wajahnya.


"Tidurlah! Jangan seperti ini."


"Wah, adegan macam apa ini hyung? Kau akan apakan Noonaku?"


Rain masuk ke kamar si Noona dan mendapati Arsen berada di atas tubuh kakaknya.


Arsen segera melepaskan diri dari Gadis itu.


"Jauhkan pikiran kotormu. Kakakmulah yang ingin memperk0sa aku."


Ia pun keluar dari kamar itu.


"Hyung, apa kau bisa mengangkat noona kembar?"


"hei! Nunamu saja sudah sangat berat. Kau ingin menyiksaku? Biarkan saja mereka tidur bersama. Kau selimuti saja mereka."


"Lalu hyung, kau akan kembali ke tempatmu?"


"Tidak. Aku akan menjaga Noonamu."


"Kalau begitu, kita berdua yang akan menjaga Noona."


Kedua pria itu kembali ke kamar Jisoo, berbaring melantai beralaskan coverbed.


"Hyung, apa kau menyukai Noona-ku?"


"Kalau iya, apa kau keberatan?"


.


.


Oke, sekian dulu guyss.

__ADS_1


Jan lupa dukungannya gess🥰🥰


__ADS_2